
Setelah berpiknik dalam tiga hari berturut-turut itu, Ana sangat bahagia sekali moodnya ketika sudah sampai dimansionnya, walau dia dalam keadaan yang sedikit kecapekan.
Alex pun juga sangat senang melihat Ana menjadi sangat bahagia sekali ketika baru saja pulang dari berpiknik keluarga mereka.
Mengingat kehamilannya Ana sudah memasuki trimester ketiga, seperti kehamilannya Ana yang pertama, Alex memutuskan tidak sering berangkat kekantor, dan berangkat kekantornya nanti ketika ada meeting penting yang tidak bisa diwakilkan oleh Arga.
Seiring berjalannya waktu, dan rutinitas yang dilakukan hanya itu-itu saja, tidak sadar juga acara berpiknik kemarin ternyata sudah terlewat satu bulan lebih lamanya.
Yang artinya usia kehamilannya Ana sudah menginjak waktunya melahirkan.
Alex yang sudah mempunyai pengalaman dikelahirannya baby Luis kemarin, dia semakin siap siaga disampingnya Ana untuk menemani Ana yang bisa melahirkan kapan saja dihari yang tidak bisa dia duga.
Baby L sendiri seperti merasakan jika dia sebentar lagi akan mempunyai seorang adik.
Jadi ketika Ana akan melahirkan seperti itu, baby L entah kenapa selalu ingin disampingnya Ana terus sambil mengusap lembut perut sang Mamah dengan tangan mungilnya itu.
Saat ini adalah hari minggu, dan Ana, Alex serta baby L sedang berada dimansion mereka, terutama didalam ruang keluarga sambil menikmati film kartun kesukaannya baby Luis Damara.
Baby Luis pun dia sudah mulai pandai berbicara diumurnya yang sudah dua tahun tersebut.
Bahkan suara lucunya itu sering membuat Alex merasa gemas akan tingkahnya baby Luis yang sudah sering bertanya kepada sang Papah mengenai hal ini dan itu yang membuatnya penasaran.
"Papah dedek", kata baby Luis sambil menujuk kearah televisi yang sedang ada gambar seorang baby.
"Iya sayang, itu adalah dedek, nanti Luis juga akan segera mempunyai seorang dedek sendiri", jawab Alex kepada baby Luis sambil tersenyum.
Sedangkan sang Mamah, yaitu Ana, dia hanya diam saja sambil tersenyum melihat sang anak sulung yang sudah sangat pintar sekali itu.
Ketika waktu baru menunjukkan pukul sepuluh pagi, Uncle kesayangan dari baby Luis yaitu Tara datang berkunjung bersama sepupunya yaitu baby Zi yang sudah bisa berjalan juga.
"L maukah kamu ikut dengan Uncle jalan-jalan??", kata Tara kepada baby Luis ketika Tara sudah ikut duduk dishofa ruang keluarga mansionnya Vicktor.
"Memangnya kalian mau kemana??",, tanya Alex kepada Tara dan juga Bella.
"Mau pergi jalan-jalan kemall ketime zone juga", jawab Bella kepada Alex.
"Iya aku kan tahu jika kalian pasti tidak akan pergi-pergi dulu, karena Ana sudah hamil tua, jadi aku kasihan sama keponakan tersayangku ini takut dia jenuh didalam mansion terus, makanya mau aku ajak jalan-jalan", kata Tara juga kepada Alex.
__ADS_1
"Iya sudah ajak saja Luisnya Kak, asal dijagain yang baik-baik, awas saja jika sampai lecet, nanti Kak Tara Ana gigit jika Luis sampai kenapa-kenapa", kata Ana kepada Tara.
"Siap princess, tenang saja Kaisar akan menjaga Pangeran kecil dengan sangat baik sekali", jawab Tara kepada Ana sambil bercanda khas kerajaan.
Membuat Ana dan Alex reflek langsung tertawa melihat tingkah lucunya Tara sambil menggoda baby Luis juga.
"Ya sudah sana, hati-hati dijalan ya", kata Alex kepada Tara dan juga Bella.
Alex sendiri juga sayang sekali dengan keponakannya itu, yaitu baby Zi.
Bahkan terkadang dan sering juga baby Zi serta baby L menghabiskan waktu bersama dengan Alex ketika mereka sedang berkumpul bersama.
Baby Zi sendiri dia tidak takut sama sekali dengan Alex, karena sudah terbiasa main bersama dengan baby L dan juga sudah sering diajak pergi juga oleh Alex dan serta Ana.
Tara dan Bella mereka langsung saja beranjak pergi dari dalam mansionnya Alex sambil mengajak baby L juga ketika sudah mendapatkan ijin dari Ana dan juga Alex.
Akhirnya hanya tinggal berdua saja Ana dan Alex didalam mansion tersebut sambil meneruskan menonton televisinya.
Ketika Ana dan Alex sedang menonton televisi, tiba-tiba Ana merasakan sesuatu diperutnya dan itu rasanya sakit sekali.
"Papaaaaahhhh!!!!!", kata Ana dengan suara tertahan seperti menahan rasa sakit ditubuhnya.
"Sayang hei kamu kenapa sayang??", tanya Alex kepada Ana dengan wajah yang sangat khawatir sekali.
"Tidak tahu, rasanya perutnya Ana sangat sakit sekali, apa Ana akan segera melahirkan??", kata Ana kepada Alex.
Ketika mendengar perkataannya Ana, Alex langsung saja memanggil Bi Lena dengan suara yang keras sekali.
Dan membuat Bi Lena serta beberapa bodyguard yang mendengar teriakannya Alex langsung pada masuk kedalam mansionnya Alex.
Sebab para bodyguard takut, jika terjadi apa-apa dengan majikan mereka yang tiba-tiba berteriak seperti itu.
"Siapkan mobil dan ambil peralatan baby yang sudah saya siapkan Bi didalam kamar, cepetan!!!!!", kata Alex kepada Bi Lena dan juga beberapa bodyguardnya itu ketika Bi Lena dan beberapa bodyguard sudah ada didepannya.
Mereka semua langsung saja melaksanakan tugas dari Alex dengan segera tanpa banyak bertanya.
Sedangkan Alex dia langsung saja menggendong Ana untuk dia masukan kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh anak buahnya didepan teras mansionnya.
__ADS_1
Tanpa menunggu Bi Lena yang sedang mengambilkan peralatan babynya, Alex langsung saja menyuruh anak buahnya untuk segera mengendarai mobilnya menuju kerumah sakit Cornelius Hospital.
Bi Lena yang terlambat keluar, dia langsung saja menyuruh salah satu anak buahnya Alex untuk segera menyusul Alex sambil membawakan semua perlengkapan babynya.
Setelah itu Bi Lena langsung saja menghubungi semua Keluarga, yaitu Keluarga Damara dan juga Keluarga William.
Alex yang sedang berada didalam mobil bersama Ana, dia merasa sangat khawatir sekali, karena melihat Ana seperti sudah tidak sadarkan diri, sebab Ana harus menahan rasa sakit yang belum pernah dirasakan oleh Ana itu.
"Bertahanlah sayang", kata Alex kepada Ana sambil mengusap keringat yang mengalir deras dari wajahnya Ana.
"Sakit sekali Kak perutnya Ana", kata Ana dengan sangat lemas sekali kepada Alex.
"Cepetan sedikit, b0d0h!!!", kata Alex kepada anak buahnya sambil sedikit membentak.
Dan akhirnya setelah berjibaku dalam kemacetan lalu lintas sekitar tiga puluh menitan, mobil yang ditumpangi oleh Alex sampai juga didepan ruang UGD rumah sakit Cornelius Hospital.
Para suster dan Dokter jaga yang melihat Alexander Damara keluar dari dalam mobil pun mereka langsung saja bergegas menghampiri Alex yang sedang berusaha mengeluarkan Ana dari dalam mobil.
Alex dia sampai lupa menelfon Simon jika Ana sedang dibawa kerumah sakit Cornelius Hospital karena saking khawatirnya.
Ana sendiri dia sudah dipindahkan kebrankar pasien oleh para Dokter dan juga Suster.
Serta Alex dia masih dengan setia mendampingi disampingnya Ana ketika brankarnya Ana sedang didorong oleh para Dokter dan juga suster.
Melihat Ana sudah mau melahirkan sang Dokter jaga bersama para suster langsung saja membawa Ana keruangan khusus bersalin.
Dan ketika baru saja sampai diruang bersalin, baby yang dikandung oleh Ana tiba-tiba sudah keluar dengan sendirinya dengan begitu mudah sekali.
Melihat hal tersebut, membuat para Dokter dan suster langsung saja memberikan penanganan secepatnya kepada sang baby dan juga Ana.
Alex yang ikut masuk kedalam ruang bersalin pun, dia sendiri hanya bisa speechless ketika melihat para suster dan Dokter pada sibuk sendiri-sendiri untuk memberikan penanganan pertama kepada Ana dan juga babynya yang sudah keluar dengan mudahnya itu.
Bahkan suara tangis yang sangat kencang sekali dari babynya pun, tidak membuat Alex tersadar dari rasa terkejutnya itu.
Yang bisa dilakukan oleh Alex saat itu hanya bisa bengong saja, apakah itu mimpi atau nyata, karena kelahiran dari babynya kejadiannya sangat cepat sekali.
Alex seperti orang bodoh didalam ruangan itu, karena rasa bahagia yang tiba-tiba dia rasakannya, sebab tahu-tahu anak kedua yang sudah dinantikannya itu sudah lahir didunia ini melalui proses yang tidak dia bayangkan sama sekali.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...