GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 128


__ADS_3

Perkataannya Ana langsung saja membuat semua orang langsung terdiam karena terkejut, begitupun Tara dan juga Bella yang bingung karena Ana bisa tahu dari mana informasi itu.


"Apa benar kamu sedang hamil Nak??", tanya dari Mamah Angel kepada Bella yang duduk dikursi seberangnya ketika sudah bisa menguasai rasa terkejutnya tadi.


"Iya Mah, Bella sedang hamil", jawab Dokter Bella kepada Mamahnya sambil tersenyum bahagia sekali.


"Kamu tidak berbohong kan Nak kepada kami??", kata Papah Aldric sedikit masih syok dengan berita yang baru saja didengarnya itu.


"Benar Pah, dan ini buktinya", kata Bella sambil menyerahkan ketiga hasil testpack kemarin yang sudah dia siapkan didalam saku dressnya


Papah Aldric dan Mamah Angel mereka langsung saja mengambil testpack itu dan langsung melihat hasilnya.


Papah Aldric dan Mamah Angel mereka berdua sangat bahagia sekali ketika melihat garis dua ditestpack itu dan juga segera akan mendapatkan seorang cucu dari hasil pernikahannya Tara dan juga Bella anaknya.


"Selamat Nak, Mommy senang mendengarnya karena Mommy sama Daddy akan langsung mendapatkan dua cucu sekaligus dari kamu dan juga Ana", kata Mommy Dania sambil memeluk Bella.


"Selamat Nak", kata Tuan Fredo kepada Bella sambil tersenyum bahagia juga.


"Terimakasih Momm, Dadd", jawab Bella kepada Mommy Dania dan juga Tuan Fredo sambil tersenyum senang juga.


"Sayang, Mamah sangat bahagia sekali mendengar kabar ini", kata Mamah Angel kepada Bella dan juga bergantian memeluk Bella setelah Mommy Dania tadi.


"Papah juga sangat bahagia sekali sayang", kata Papah Aldric kepada Bella.


"Terimakasih juga Mah, Pah", jawab Bella juga kepada kedua orang tuanya.


"Selamat bro", kata Alex kepada Tara sambil melempar senyum.


"Terimakasih adik ipar", jawab Tara sambil membalas senyumnya Alex dan juga menggoda Alex dengan memanggil Alex adik ipar.


"Waaah Nico sebentar lagi akan menjadi seorang paman dong, nanti jika anak Kak Bella dan juga Kak Tara sudah lahir biar Nico saja yang momong serahkan kepada Nico ya Kak", kata Nico kepada Bella dan juga Tara.


"Nanti jika dikira babynya anak kamu bagaimana Nico, kan kamu belum menikah", jawab Bella kepada adiknya Nico.


"Biar saja, Nico memang sengaja supaya dikira duda Kak, karena Nico ingin melihat siapa wanita yang tulus mencintai Nico", jawab Nico kepada Kakaknya dan didengar oleh semua orang yang ada disitu.


"Ada yang mau Kakak tanyakan kepada Ana, Ana bagaimana bisa tahu jika Bella sedang hamil??', tanya Tara kepada Ana dengan sangat penasaran sekali.

__ADS_1


"Menebak saja, karena Ana sudah curiga dari perkataannya Kakak, dan tangan Ana juga tiba-tiba rasanya gatal sekali ingin mengusap perutnya Kak bella Kak", jawab Ana kepada Tara dan didengar oleh semuanya.


"Iya Nak, setahu Mommy, jika ada orang hamil seperti Ana dia bisa mengetahui wanita yang sedang hamil juga walau tidak diberitahu sekalipun, karena katanya itu insting sibaby yang ada didalam perutnya si Ibu", kata Mommy Dania kepada Tara.


"Iya jeng, saya juga pernah mendengar mitos yang seperti itu juga", jawab Mamah Angel kepada Mommy Dania.


"Tapi kan itu cuma mitos Momm, Mah, kalian kenapa masih percaya juga dengan hal seperti itu sih", jawab Tara kepada Mommuy dan juga Mamah Angel.


"Tapi benar juga kan tebakan dari adik kamu itu Nak", jawab Mamah Angel kepada Tara.


"Lagi beruntung saja Ana benar nebaknya", jawab Tara masih menyangkal kepada Mamah Angel.


"Beruntung tidak beruntung semua kembali kepada kamu Nak, sekarang kamu harus menjaga Bella dan calon buah hati kalian berdua, jangan sampai lengah", kata Tuan Fredo kepada Tara.


"Benar itu Nak Tara apa kata dari Daddy kamu, dan perasaan dari seorang Ibu hamil itu sangatlah sensitif sekali", kata Papah Aldric juga kepada Tara.


"Kemarin adik kamu Ana mengidam yang aneh-aneh kepada kamu, sekarang istri kamu hamil sendiri nanti Bella juga ingin mengidam apa ya", kata Mommy Dania kepada Tara sambil tersenyum, membuat Bella langsung saja tersenyum mendengarnya.


"Semoga tidak menyebalkan dan aneh-aneh seperti Ana", doa Tara kepada Mommy Dania.


"Tapi itu kemungkinan kecil Tara, karena Ibu hamil itu susah ditebak", kata Alex menimpali perkataannya Tara.


"Memangnya apa kamu sudah pernah menghamili seorang wanita Nico??", tanya Dokter Bella kepada adiknya.


"Eeeh belum Kak, kan Nico pernah membaca sebuah artikel tentang wanita hamil Kak", jawab Nico lagi kepada Kakaknya dengan segera.


"Iya-iya kami percaya Nico", jawab Tara sambil menggoda Nico adik iparnya itu, membuat semua orang langsung pada tertawa.


Tanpa terasa makan malam mereka pun sudah selesai dengan diakhiri salam perpisahan yang hangat dari Papah Aldric, Mamah Angel dan juga Nico.


Mereka bertiga terutama Papah Aldric dan juga Mamah Angel sebelum pulang memberi nasehat kepada Tara dan juga Bella untuk benar-benar menjaga calon buah hati mereka.


Sedang Alex dan juga Ana mereka berdua memutuskan untuk menginap dirumahnya Tuan Fredo malam itu, karena bahaya juga mengendarai mobil diwaktu malam dengan keadaan Ana yang sedang hamil seperti itu, karena mereka semua tidak tahu akan ada kejadian apa dijalan raya, apalagi musuh dan saingan bisnis mereka sangatlah banyak.


Pagi harinya menjadi pagi yang cerah untuk Tara dan juga Dokter Bella. Setelah acara makan malam tadi malam, mereka sebelum tidur saling mengutarakan rasa bahagia masing-masing karena sudah diberi kebahagiaan oleh Tuhan dengan kehamilannya Bella.


Sedang Alex dan juga Ana mereka belum pada keluar kamar karena Alex semalaman tidak bisa tidur, sebab semalam Ana juga tidak bisa tidur alhasil Alex harus menemani Ana bergadang.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Alex serta Ana baru saja keluar dari dalam kamar mereka.


Tadi ketika sarapan mengetahui Ana dan juga Alex tidak ikut sarapan juga, membuat Tuan Fredo, Mommy Dania, Tara dan juga Bella bertanda tanya, akan tetapi Mommy Dania menyuruh mereka semua jangan ada yang menggangu Alex dan juga Ana.


"Eh kalian baru saja bangun tidur ya??", tanya Mommy Dania yang melihat Alex dan juga Ana yang baru saja turun dari tangga.


"Iya Momm, semalaman Ana tidak bisa tidur jadi Xander harus menemani Ana bergadang", jawab Alex kepada Mommy Dania dan dia langsung saja duduk dishofa yang ada diruang keluarga diikuti Ana dan juga Mommy dania.


"Yang lain pada kemana Momm, ko sepi sekali rumah ini", tanya Ana kepada Mommy Dania ketika sudah pada duduk diruang Keluarga.


"Daddy yang pasti sudah berangkat kekantor sayang, sedang Kakak kamu Tara dan juga Bella mereka sedang pergi untuk chek kandungannya Bella bersama Mamahnya Kak Bella sayang", jawab Mommy Dania kepada Ana.


"Terus Mommy sendiri tidak ikut juga bersama Kak Tara kenapa Momm??", tanya Ana kepada Mommy Dania.


"Kan ada kamu disini sayang, nanti lain kali saja Mommy ikut chek kandungannya Bella", jawab Mommy Dania kepada Ana sambil tersenyum.


"Oh ya, tadi kata Nak Xander semalaman kalian berdua bergadang kenapa ya, bisa ceritakan kepada Mommy??", tanya Mommy Dania kepada Alex.


"Itu Momm, ternyata babynya kelaparan", jawab Alex kepada Mamah mertuanya itu sambil tertawa kecil.


"Iya babynya rakus sekali", kata Ana juga menimpali perkataannya Alex sambil tertawa kecil juga.


"Maksudnya bagaimana sih, Mommy kurang faham", tanya Mommy Dania kepada Ana dan juga Alex dengan kebingungan.


"Begini lho Momm, ketika kami ingin tidur, Ana daritadi tidurnya itu gelisah terus Momm, miring kekanan, miring kekiri, membuat Xander juga ikutan tidak bisa tidur, ketika Xander tanya kenapa tidak bisa tidur, katanya si baby menendang-nendang perutnya Ana terus, membuat perutnya Ana menjadi ngilu, terus setelah berusaha semaksimal mungkin untuk tidur tetap saja tidak bisa dibuat tidur Momm sampai jam satu malam, terus lama-kelamaan Ana katanya merasa lapar lagi karena perutnya ditendangin terus sama baby", cerita Alex kepada mommy Dania.


Sedang Mommy Dania dia masih diam dengan serius medengarkan cerita dari Alex, dan Ana dia sudah tertawa kecil sambil terus mengusap perutnya yang daritadi ditendangin terus oleh si baby.


"Setelah Ana sudah makan lagi dengan makanan yang Xander ambilkan dari dalam kulkas, hingga menghabiskan tiga porsi makanan, akhirnya si baby tidak menendang lagi, dan Ana serta Xander baru bisa tidur dan itupun sudah jam tiga pagi Momm", sambung cerita Alex lagi kepada Mommy Dania sambil tertawa kecil, karena membayangkan anaknya yang sedang kelaparan semalam.


Mommy Dania langsung saja tertawa kecil ketika sudah mendengar semua ceritanya Alex.


"Berarti cucu dari Oma ini dia mudah lapar ya ternyata", kata Mommy Dani kepada Alex dan juga Ana sambil tertawa.


"Iya Momm, dan ternyata menjadi suami siaga menyenangkan akan tetapi juga merepotkan", kata Alex sambil tertawa juga dan diikuti juga oleh Mommy dania.


Sedang Ana dia juga marasa bahagia melihat suaminya bisa sebahagia itu, padahal sebelum mengenal Ana, Alex bisa tertawa lepas seperti itu susah sekali sekali, akan tetapi semenjak mengenal Ana dia mudah sekali tersenyum dan juga tertawa.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***


__ADS_2