
Arga yang merasa nyaman dengan Vero, dia lalu melanjutkan bertanyanya lagi kepada Vero.
"Tempat tinggal kamu dimana suster Vero??", tanya Arga lagi kepada Vero sambil terus memakan makanan yang disuapkan oleh suster Vero kepadanya.
Dan sebetulnya pertanyaan-pertanyaan yang Arga ajukan kepada Vero, adalah hal lumrah adanya, karena mereka berstatus majikan dan seorang perawat yang ditugaskan merawat Arga.
Vero lalu menyebutkan alamat rumahnya kepada Arga, dan Arga yang mendengar alamat rumahnya Vero, dia tidak menyangka jika Vero termasuk orang yang sederhana.
"Pasti Tuan berfikir jika saya orang miskin kan Tuan, karena bertempat tinggal didaerah situ", kata Vero lagi kepada Arga yang melihat wajahnya Arga seperti terkejut mendengar alamat rumahnya.
"Iya saya akui Tuan Arga, jika saya orang tidak mampu, namun lebih tepatnya sederhana, saya sengaja tinggal didaerah situ karena didaerah situ harga rumah yang mampu saya beli dan untuk lebih menghemat pengeluaran juga, sebab saya harus menanggung adik saya yang masih sekolah SMP juga Tuan", sambung lagi perkataannya Vero kepada Arga dengan terus sambil menyuapin Arga.
"Memangnya orang tua kamu dimana suster Vero??", tanya Arga lagi kepada Vero sambil mengunyah makanannya yang terakhir.
"Mereka sudah meninggal Tuan ketika adik saya masih sekolah dasar dulu", jawab Vero lagi dengan jujur kepada Arga.
Karena memang kedua orang tuanya Vero sudah meninggal cukup lama, dan selisih jarak umurnya dengan umur adiknya pun cukup jauh sekali.
"Saya sangat menyayangi adik perempuan saya itu Tuan, karena dia adalah keluarga saya satu-satunya yang selamat dari kecelakaan maut itu", kata Vero lagi kepada Arga.
"Berarti pada waktu itu, adik kamu juga mengalami kecelakaan bersama kedua orang tua kamu??", kata Arga kepada Vero.
"Iya Tuan, mereka bertiga berada didalam satu mobil yang sama diwaktu pulang dari berlibur, Ayah saya yang mengendarai mobilnya dia dalam kondisi mengatuk waktu menyetir mobil, naasnya diarah berlawanan ada sebuah mobil juga yang melaju sangat kencang sekali, dan kecelakaan pun tidak bisa dihindari", jawab Vero kepada Arga dengan sambil membantu Arga meminum obatnya.
"Sudah selesai Tuan, kalau begitu saya bawa keluar dulu ini piringnya ya Tuan, sekalian saya mau ijin makan dulu", kata Vero ketika dia sudah melaksanakan tugasnya dengan baik kepada Arga.
__ADS_1
"Iya silahkan", jawab Arga kepada Vero.
Vero lalu membawa nampan berisi piring kosong itu keluar dari dalam kamar, dan menutup pintunya juga dari luar.
Sedangkan Arga yang melihat Vero sudah keluar dari dalam kamarnya, dia lalu mengambil ponselnya yang ada dimeja sampingnya.
"Halo Tuan Arga", kata seseorang yang ditelefon oleh Arga.
"Halo saya ada tugas untuk kamu, cari informasi sebanyak mungkin dari perempuan yang bernama Veronica dia seorang suster dirumah sakit BERLIAN HOSPITAL yang ciri-cirinya dia seorang yatim piatu mempunyai adik perempuan yang masih sekolah SMP", kata Arga kepada anak buahnya itu dengan sambil juga menyebutkan alamat tempat tinggalnya Vero tadi.
"Siap Tuan Arga, semua yang anda butuhkan akan anda ketahui dalam satu jam mendatang", kata anak buahnya Arga kepada Arga.
"Ok, saya tunggu dan segera laporkan kepada saya", jawab Arga kepada anak buahnya.
"Siap Tuan", jawab anak buahnya Arga lagi, dan panggilan telefonnya langsung saja terputus.
Arga lalu membalas pesannya Alex itu, dan Arga juga ingin cepat bertemu Ana, karena Arga sedikit rindu dengan sifat polosnya Ana yang sedikit bisa menghiburnya, walau terkadang menyebalkan.
Ana sendiri juga sudah dianggap sebagai seorang adik oleh Arga. Karena Arga sendiri dari dulu ingin mempunyai seorang adik perempuan namun tidak terkabulkan juga, sebab yang dia punya adalah seorang kakak laki-laki yang saat ini sedang bekerja menjadi seorang tentara yang jarang pulang kerumah sepertinya, namun Arga tetap akan menyempatkan pulang menemui kedua orang tuanya jika weekend.
Sedangkan Vero tadi, dia tidak merasakan apa-apa atau pun curiga kepada Arga ketika Arga bertanya ini itu tentang dirinya, sebab bagi Vero pertanyaannya Arga masih wajar pada umumnya.
Berpindah tempat yaitu dimansionnya Alex.
Tadi Alex yang sudah selesai mandi, dia langsung saja turun kebawah tepatnya keruang keluarga menemani istri dan juga anaknya yang sedang asik bercanda dan juga bermain.
__ADS_1
"Oh ya sayang, nanti malam kita menjenguk Arga ya, kamu mau kan??",, kata Alex kepada Ana ketika dia sudah ikut duduk dilantai bergabung dengan Ana dan juga baby L.
"Memangnya Kak Arga sakit apa Kak??", tanya Ana kepada Alex.
"Oh dia tadi ketika waktu latihan menembak dengan para anak buahnya Kakak yang lain tidak sengaja malah terkena peluru menyasar, alhasil Arga dia tertembak diperutnya sayang", jawab Alex dengan berbohong kepada Ana, dan dia terpaksa membohongi Ana.
"Aduh kasihan sekali Kak Arga itu Kak, itu pelurunya jahat sekali sih bisa nyasar seperti itu, apa pelurunya tidak tanya alamat dulu dimana dia harus mendarat kenapa harus menyasar diperutnya Kak Arga pasti sakit itu kan perutnya Kak Arga??", kata Ana dengan perkataan yang membuat Alex bingung sendiri ketika mendengarnya.
"Nanti anak buahnya Kakak yang menembak bisa salah sasaran seperti itu biar Ana marahin, enak saja main tembak tidak memikirkan sasarannya", lanjut lagi perkataannya Ana membuat Alex reflek meringis mendengar perkataannya Ana.
"Sudah-sudah, sekarang kita makan malam dulu yuk, setelah itu kita datang menjenguk Arga ya sayang", kata Alex kepada Ana.
"Baby L kita ajak juga kan Kak??",, tanya Ana kepada Alex.
"Pastinya dong dia kita ajak, masa kita akan tinggalkan dia sendirian dirumah", jawab Alex kepada Ana sambil menggendong baby L.
"Ya sudah ayo, kita segera makan malamnya, nanti biar Ana bisa dengan segera memarahi para anak buahnya Kakak itu yang sembrono ketika sedang latihan, dan menyebabkan Kak Arga terluka", jawab Ana kepada Alex seperti nada emak-emak yang sedang kurang uang kembalian belanja.
Membuat Alex langsung memejamkan matanya ketika mendengar lagi perkataannya Ana yang aneh itu.
"Semoga saja nanti Ana lupa dan tidak benar-benar memarahi para anak buahku", batin Alex untuk Ana sambil menggandeng Ana dan menggendong baby L berjalan kearah ruang makan.
Dan ketika sudah sampai diruang makan, mereka bertiga lalu menikmati makan malam mereka dengan nikmat dan diselingi dengan canda tawa dari kelucuan baby L tentunya yang membuat suasana meja makan menjadi tambah berwarna.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...