
Para keluarga yang melihat Dokter yang menangani Tara dan juga Bella keluar dari dalam ruang perawatan, mereka semua langsung saja berdiri dan langsung mengerumuni Dokter itu.
Dan Dokter itu sedikit terkejut ternyata pasien yang baru ditanganinya adalah Keluarga dari orang terpandang dinegaranya.
"Dokter bagaimana keadaan anak, menantu dan cucu saya??", kata Mommy Dania kapada Dokter itu dengan berlinang air mata.
"Mari kalian semua bisa ikut dengan saya diruangan saya Nyonya dan Tuan", kata Dokter itu kepada semua orang.
Dokter itu langsung saja berlalu menuju kedalam ruangannya dan diikuti oleh semua orang dibelakang Dokter itu dengan keadaan yang harap-harap cemas mendengar penjelasan dari Dokter.
Ketika mereka semua baru saja masuk kedalam ruang kerjanya Dokter itu, Papah Aldric dan juga Mamah Angel serta Nico mereka bertiga baru saja sampai dirumah sakit dimana Tara dan juga Bella sedang mendapatkan penanganan.
Papah Aldric, Mamah Angel dan juga Nico yang sudah tiba diUGD mereka mengenali salah satu boyguardnya Keluarga Damara dan Keluarga besannya yaitu Tuan Fredo dan langsung saja Papah Aldric mencoba bertanya kepada para anak buah itu.
Namun Papah Aldric sebelum bertanya, anak buah itu yang mengenal Papah Aldric adalah besan dari majikannya, salah satu dari mereka langsung saja menunjukkan jalan kepada Papah Aldric, Mamah Angel dan juga Nico keruang perawatannya Tara dan juga Bella.
Sedang diruang Dokter, Dokter tadi yang menangani Tara dan juga Bella dengan wajah seriusnya sebelum menjelaskan kepada Keluarga Damara dan Keluarga William dia melihat satu persatu wajah mereka semua terlebih dahulu.
"Dokter tolong jelaskan kepada kami segera", kata Tuan Fredo kepada Dokter itu yang tidak segera memberikan penjelasannya.
"Begini Tuan-Tuan dan Nyonya-nyonya, penjelasan saya nanti pasti akan membuat kalian semua bersedih, namun saya sebelumnya meminta maaf akan hal itu", kata Dokter itu memulai ingin menjelaskannya.
"Keadaan Tuan Tara sangat mengkhawatirkan sekali Tuan, karena dia mengalami pendarahan dikepalanya akibat benturan dikepalanya yang cukup sangat keras sekali.........", kata Dokter itu kepada semua orang.
Perkataan dari Dokter itu langsung membuat semua orang pada bersedih terutama para wanita mereka semua langsung saja mengeluarkan air matanya semakin deras saja.
Namun sebelum Dokter menjelaskan semuanya, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dengan sangat kasar sekali, dan pelakunya adalah Papah Aldric.
Papah Aldric, Mamah Angel serta Nico yang sudah sampai diruang perawatannya Tara dan juga Bella tadi, mereka semua langsung mendapat informasi dari anak buah yang berjaga diluar ruangannya Tara dan juga Bella, jika Tara dan Bella anaknya sudah dibawa kedalam ruang operasi, dan untuk para keluarga sedang berada diruang Dokter.
Papah Aldric langsung saja menyuruh anak buah itu untuk mengantarkan mereka semua keruangan Dokter itu, dan disinilah kedatangan Papah Aldric, Mamah Angel dan juga Nico langsung saja mengalihkan pandangan semua orang kearah mereka.
__ADS_1
"Dokter apa yang sebenarnya terjadi dengan anak dan menantu saya Tara??", kata Papah Aldric kepada Dokter itu dengan tiba-tiba ketika sudah masuk kedalam ruang Dokter itu dan tidak memperdulikan Keluarga Damara dan Keluar William yang juga ada disitu.
Dokter itu langsung saja mengatakan perkataan yang sama seperti yang baru saja dia katakan kepada Keluarga Damara dan Keluarga William.
Mamah Angel langsung saja menangis didalam pelukannya Papah Aldric, dan tanpa sadar pula matanya Nico juga sudah berembun seperti ingin menangis, sedang Papah Aldric dia juga sudah mengeluarkan air matanya seperti yang lainnya.
"Tuan Tara sudah kami pindahkan keruang operasi untuk mengoperasi kepalanya Tuan, dan untuk kemungkinan besar Tuan Tara akan mengalami koma Tuan, Nyonya", sambung lagi perkataan dari Dokter itu untuk semua orang.
Sungguh hancur hati dari semua orang yang ada disitu mendengar kabar yang disampaikan oleh Dokter itu.
"Lalu bagaimana dengan keadaan menantu saya Bella dan calon cucu saya Dokter??", tanya Tuan Fredo kepada Dokter itu.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Tuan Fredo, Dokter itu menarik nafasnya sedikit panjang terlebih dahulu dan lalu menghembuskannya dengan perlahan.
"Untuk Nyonya Bella dia tidak mengalami cidera dikepalanya yang cukup serius Tuan, hanya memar yang lumayan membiru dan bengkak didahinya karena benturan itu,.....", perkataan Dokter itu membuat semua orang langsung sedikit lega namun belum sepenuhnya.
"Namun untuk babynya sendiri kita pihak Dokter terpaksa harus mengeluarkannya, karena ketuban dari Nyonya Bella sudah pecah karena benturan yang cukup keras tadi diperutnya Tuan", sambung lagi perkataan dari Dokter itu untuk semua keluarga.
"Bukannya Bella belum waktunya melahirkan Dok, terus bagaimana kondisi keadaannya keponakan saya??", tanya Alex kepada sang Dokter.
"Syukur Puji Tuhan Tuan, babynya masih selamat dan sehat, namun dia harus masuk kedalam inkubator karena dia terlahir dalam keadaan yang prematur, dan harus dalam pantauan dari Dokter terus untuk meningkatkan berat badan dari sang bayi", jawab Dokter itu kepada Alex.
Dan mereka semua sedikit lega karena calon anaknya Tara masih bisa diselamatkan.
"Untuk Nyonya Bella dia saat ini juga sedang berada didalam ruang operasi Tuan, Nyonya untuk mengeluarkan babynya", kata Dokter itu lagi kepada semua orang.
"Bisa tunjukkan kepada kami Dok dimana ruang operasinya Tara dan juga Bella??", kata Nyonya Gia kepada sang Dokter.
"Bisa Nyonya mari akan saya antarkan keruang operasinya mereka, dan untuk Tuan Tara sendiri kemungkinan dia akan menjalani opersai yang cukup lama", kata Dokter itu kepada semua orang.
Dokter itu langsung berdiri dari duduknya setelah berkata seperti itu, dan dia langsung saja diikuti oleh semua Keluarga dengan berjalan dibelakangnya Dokter itu ketika sang Dokter berjalan kearah ruang operasinya Tara dan juga Bella.
__ADS_1
Tidak terlalu lama, semua keluarga sudah sampai didepan ruang operasi dimana Tara dan juga bella sedang menjalani operasi mereka.
"Kalian semua bisa menunggu disana Tuan, Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya", kata Dokter itu kepada semua orang sambil menunjuk sebuah kursi tunggu yang ada didepan ruang operasi.
Ada yang mengucapkan terima kasih, ada yang mengangguk dan ada yang diam saja karena fikiran kacau mereka ketika Dokter itu berpamitan kepada mereka semua.
"Sini Nak, kalau capek Baby L biar Mami gendong", kata Nyonya Gia kepada Ana sambil meminta Baby L dari gendongannya Ana.
Karena Nyonya Gia merasa kasihan dengan Ana yang daritadi menggendong Baby Luis terus.
Ana langsung saja memberikan Baby Luis kepada Nyonya Gia, dan ternyata baby Luis dia dalam keadaan terjaga serta untungnya dia juga tidak rewel.
Mereka semua langsung saja terdiam sambil memandang terus kearah pintu ruang operasi berada, dengan fikiran mereka sendiri-sendiri.
Mereka semua bahkan tidak merasakan lapar maupun haus karena fokus mereka hanya tertuju kepada Tara dan juga Bella saja.
Sekitar satu jam menunggu tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka dan lalu keluarlah beberapa Dokter yang masih berpakaian baju operasi sambil mendorong kotak inkubator yang didalamnya ada seorang baby yang masih sangat kecil sekali.
Para keluarga dengan sigap mereka langsung saja mendekati para Dokter itu dan langsung bertanya juga.
"Dokter apakah ini bayinya Bella cucu saya??", tanya Papah Aldric kepada salah satu Dokter yang mendorong kotak inkubator itu.
"Iya Tuan ini bayi dari Nyonya Bella, dan maaf kami harus segera permisi untuk membawa bayi ini kedalam ruang perawatan khusus", jawab salah satu Dokter itu kepada Papah Aldric.
Mereka semua sangat kasihan sekali melihat bayi yang masih sangat kecil sudah dipasangi dengan banyak selang ditubuhnya.
Dan setelah menjawab pertanyaan dari Papah Aldric para Dokter itu langsung saja dengan segera mendorong inkubator itu kedalam ruang perawatan untuk bayi yang lahir prematur seperti itu.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1