GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 87


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu bulan saja Alex dan Ana mereka pergi berbulan madu berkeliling dunia, dan Tara pun juga baru saja sembuh dari cidera kakinya. Hubungannya Tara dengan Dokter Bella pun juga semakin lengket saja.


Bahkan saat ini Tara dan Dokter Bella mereka sedang melakukan fitting baju pengantin mereka, yang akan diadakan tiga minggu lagi.


Kemarin malam, Keluarga besar William dan Keluarga besar Finley mereka mengadakan pesta pertunangannya Dokter Bella dengan Tara direstoran mewah yang sudah mereka pesan, semuanya hadir kecuali Ana dan juga Alex yang sedang asik menikmati liburan serta bulan madu mereka.


Alex dan Ana juga sudsh diberitahu jika Tara dan Dokter Bella akan bertunangan, walau tidak bisa hadir mereka tetap memberikan doa yang terbaik untuk kelancaran pesta pertunangannya Tara dan juga Dokter Bella.


Ana dan Alex pergi berbulan madu pun, mereka masih dikawal ketat oleh para bodyguard karena mereka tidak tahu kapan ada musuh yang menyerang secara tiba-tiba kepada mereka berdua, dan para bodyguard mereka berjaga tidak terlalu mencolokkan diri didepan umum, karena untuk menjaga kenyamanannya Ana, begitulah sekiranya yang diperintahkan Alex kepada para anak buahnya.


Ketika dipagi hari waktu setempat sekitar pukul tujuh pagi Ana yang baru bangun tidur, dia tiba-tiba merasakan pusing sekali dikepalanya.


"Aduh pusing sekali kepalaku", kata Ana sambil memegangi kepalanya yang pusing dengan memejamkan matanya.


"Kak", panggil Ana dengan lirih kepada Alex karena dia benar-benar merasakan pusing sekali dikepalanya.


Alex yang mendengar suara lirih memanggilnya, langsung saja Alex membuka matanya, dan dia melihat Ana sedang duduk sambil memegangi kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya.


"Sayang hey kamu kenapa Ana?? ", tanya Alex kepada Ana dengan nada yang sangat khawatir sekali.


"Kepala Ana pusing sekali Kak", jawab Ana sambil menjambak rambutnya.


"Astaga wajah kamu pucat sekali Ana", kata Alex ketika mengalihkan wajahnya Ana menghadapnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Ayo ganti baju, kita kerumah sakit segera", ajak Alex dan dia langsung turun dari ranjang untuk memakai pakaian seadaanya yang sekiranya pantas untuk dipakai keluar.


Setelah itu dia mengambilkan pakaian untuk Ana, dan mencoba memapah Ana turun dari ranjang. Akan tetapi ketika Ana baru saja turun dari ranjang perut Ana rasanya bergejolak sekali dan membuatnya ingin muntah.


Ana langsung saja berlari menuju kedalam kamar mandi, dan dia langsung memuntahkan apa yang didalam perutnya, akan tetapi hanya air saja yang bisa keluar dari dalam mulutnya.


Sedang Alex tadi yang membantu Ana turun dari ranjang, melihat Ana langsung berlari menuju kedalam kamar mandi dan langsung muntah-muntah Alex langsung saja berlari menghampiri Ana dengan perasaan yang sangat khawatir sekali.


"Sayang, kamu kenapa", tanya Alex sambil memijat lembut tengkuknya Ana.


"Tidak tahu Kak, rasanya perut Ana mual sekali", jawab Ana sambil membersihkan mulutnya sendiri.


Alex langsung menyiram muntahannya Ana yang berupa air tadi, setelah itu Alex memapah Ana berjalan keranjang lagi.

__ADS_1


Dengan telaten Alex memakaian pakaiannya Ana. Setelah itu Alex meminta Ana untuk menunggunya sebentar.


"Halo kamu siapkan mobil cepat, dan kamu hubungi rumah sakit terdekat kalau saya akan kesana bersama istriku sekarang juga", perintah Alex kepada para bodyguard yang mengawasinya.


Tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya, Alex langsung saja mematikan sambungan telefonnya. Setelahnya Alex langsung memapah Ana yang sangat lemas badannya dan pucat sekali wajahnya.


Alex dan Ana saat ini sedang menginap dipenthouse yang disewa oleh Daddy Fredo, alias Daddynya Ana. Dan mereka saat ini sedang berada diNegara California.


Alex dan Ana sudah berada didalam lift dan Alex tidak bisa menyembunyikan jika dia terlihat khawatir sekali dengan keadaannya Ana. Padahal sore nanti mereka berdua sudah akan terbang menggunakan jet pribadi untuk pulang kerumah mereka yang ada diNegara A.


Alex dan Ana yang sudah berada dilantai dasar, mereka langsung saja berjalan menuju kemobil yang sudah disiapkan oleh bodyguardnya Alex tadi. Dengan hati-hati Alex mendudukkan Ana dikursi penumpang yang ada dibelakang bersama Alex.


Sedangkan yang mengendarai mobilnya adalah sopir yang disewa yang mengetahui semua jalan yang ada disitu, tidak lupa juga para bodyguard mereka mengikuti mobilnya Alex dari belakang.


Ana duduk disampingnya Alex sambil bersandar didadanya Alex dengan memejamkan matanya, karena dia benar-benar merasakan pusing sekali dikepalanya, sedangkan Alex dia dengan setia memeluk Ana sambil terus mengusap lembut lengannya Ana.


"Tahan ya sayang, sebentar lagi sampai ko", kata Alex kepada Ana sambil terus memberikan pelukan kenyamanan kepada Ana.


Ana dia diam saja tanpa menjawab perkataannya Alex, karena Ana sungguh malas untuk berbicara.


"Apakah masih lama Pak?? ", tanya Alexander kepada sang sopir.


Dan benar saja lima menit kemudian mobil yang ditumpangi Alexander dan juga Ana sampai juga dipelataran rumah sakit yang terdekat dari penthouse yang disewa Alex.


Para bodyguard mereka yang juga sudah sampai langsung saja membukakan pintu untuk Alex dan juga Ana. Serta mereka juga selalu setia mengawal Alex menuju keruangan Dokter yang sudah dihubungi salah satu bodyguardnya Alex tadi.


Setibanya diruangan Dokter yang sudah janjian dengan Alex, para bodyguard mereka masih setia berjaga diluar ruangannya. Semua dari kedatangan Alex hingga berjalan sampai ruang Dokter, membuat pandangan para pengunjung rumah sakit pada mengalihkan pandangannya semua, karena terlihat sekali jika Alex dan Ana adalah orang penting yang dikawal begitu banyak bodyguard yang berbadan kekar.


"Tuan Alex mari bantu Nyonya Ana tiduran disini", kata Dokter Umum yang akan menangani Ana, dan menyuruh Alex untuk menuntun Ana menuju kebrankar pasien yang ada disitu.


"Keluhannya apa Nyonya?? ", tanya Dokter itu lagi dengan ramah yang usianya diperkirakan seusia dengan Dokter Simon.


"Kepala saya pusing, dan perut saya mual sekali Dokter", jawab Ana dengan lirih.


Dan Dokter itu lagi juga bertanya perbagai pertanyaan kepada Ana dan juga Alex. Setelah selesai memeriksa Ana dan memperkirakan apa yang dialami Ana sesuai dugaannya. Dokter itu langsung menelfon teman Dokternya yang satu rumah sakit dengannya.


"Tuan Alex, untuk mengetahui dengan pasti saya akan menghubungi Dokter yang tepat untuk Nyonya Ana ya Tuan", kata Dokter yang menangani Ana ketika sudah selesai memeriksa Ana, dan Dokter itu juga sudah duduk dikursi kerjanya, sedangkan Alex dan Ana mereka duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Dokter itu.

__ADS_1


"Silahkan Dok", jawab Alex kepadaDokter iti, dan Dokter itu langsung menelfon temannya yang bisa menangani dugaannya itu kepada Ana, menggunakan sambungan telefon yang ada diatas meja.


"Halo Dokter Rico, apakah anda sudah datang?? ", kata Dokter yang menangani Ana kepada Dokter Rico melalui sambungan telefon yang ada diatas meja kerjanya.


"Saya sudah datang Dokter Sam, dan saya lagi memeriksa pasien saya", jawab Dokter Rico kepada Dokter Sam, yang nama aslinya adalah Samuel.


Sedang Ana dan Alex mereka masih setia menunggu dan mendengarkan Dokter Sam berbicara melalui telefon.


"Baiklah saya akan mengantarkan pasien saya keruanganmu sekarang", kata Dokter Sam lagi kepada Dokter Rico,


"Baiklah saya tunggu", jawab Dokter Rico kepada Dokter Sam.


Dan setelahnya panggilan mereka benar-benar terputus, Dokter Sam langsung saja mengantarkan Alex dan Ana keruangannya Dokter Rico.


"Tuan Alex untuk membuktikan dugaan saya benar atau salah, mari anda dan Nyonya Ana ikut saya, saya akan mengantarkan kepada Dokter yang tepat", kata Dokter Sam kepada Alex, karena Dokter Sam dia tidak mau langsung memberitahukan kepada Alex, takut jika dia salah menduga bisa tamat riwayatnya, karena Dokter Sam juga tahu siapa itu Alexander.


"Baiklah", jawab Alex dengan singkat kepada Dokter Sam.


Akhirnya Dokter Sam pun keluar bersama Ana dan juga Alex menuju keruangannya Dokter Rico dengan masih dikawal banyak bodyguard dibelakang mereka.


Beberapa menit berjalan, akhirnya Dokter Sam, Alex dan juga Ana sampai juga diruangannya Dokter Rico.


"Dokter ini pasien saya, dan sekarang saya serahkan kepada anda", kata Dokter Sam kepada Dokter Rico ketika sudah masuk keruangannya Dokter Rico.


"Baik Dokter Simon", jawab Dokter Rico. Dan Dokter Sam langsung saja keluar dari dalam ruangannya Dokter Rico.


Ketika Dokter Rico mengamati wajahnya Alex dengan cermat, dia langsung mengingat sesuatu, sedangkan Alex dia tidak memperhatikan sekali wajahnya Dokter Rico karena fikiran dia hanya tertuju kepada istrinya saja.


"Alexander, kamu Alexander Damara kan?? ", kata Dokter Rico kepada Alex. Dan langsung saja membuat Alex memandang Dokter Rico dengan seksama.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung ya readers 😁😁😁,


Kira-kira readers tahu tidak Ana sakit apaπŸ€”πŸ€”


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2