GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 47


__ADS_3

"Ini Ana bego apa polos sih, kalau tiba-tiba ketahuan oleh Daddy dan Kakaknya bisa digantung aku, kan itu godaan terindah untukku, Tuhan datangkan bantuan untukku", batin Alex sambil terus melihat kewajah lucunya Ana.


"Em, Ana jangan sekarang yah, Kakak belum gosok gigi, nanti saja ya jika Kakak sudah gosok gigi", jawab Alex mencoba mencari alasan kepada Ana.


"Ana juga belum gosok gigi dari kemarin, jadi kita sama-sama tidak gosok gigi Kak", jawab Ana yang membuat Alex harus memutar otaknya memberi alasan kepada Ana.


"Em kan kalau sudah gosok gigi rasanya beda Ana, lebih segar dan lebih enak", kata Alex asal mencari alasan.


"Oh begitu ya Kak, ya sudah kalau begitu nanti Ana mau gosok gigi terlebih dahulu Kak", jawab Ana dan Alex hanya mengangguk dengan kaku.


Karena Alex tidak tahu harus bagaimana menanggapi perkataannya Ana, jadi dia hanya mengangguk kaku, sebab fikir Alex Ana juga nanti lupa akan permintaannya.


Tanpa sadar Ana sudah menghabiskan makanan yang tadi disuapkan oleh Alex. Dan tiba-tiba pintu ruangan Ana terbuka dengan kasar, siapa lagi pelakunya kalau bukan Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara.


Alex dan juga Ana yang sedang saling mengobrol langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pintu yang terbuka dengan kasar itu.


Mereka lupa jika diruangannya Ana hanya boleh satu orang yang masuk. Karena mereka sudah sangat tidak sabar ingin cepat melihat Ana.


"Ana", panggil Mommy Dania kepada Ana.


Dan Mommy Dania dia langsung saja berlari kearah ranjangnya Ana disebelah kiri, serta langsung memeluknya.


"Mommy", kata Ana sambil membalas pelukan dari Mommynya.


"Kamu bagaimana nak keadaannya?? ", tanya Mommy Dania setelah melepaskan pelukannya.


Belum sempat Ana menjawab, tiba-tiba Ana merasakan perutnya bergejolak dengan sangat hebat.


Orang-orang yang ada disitu, mereka pada bingung kenapa Ana tiba-tiba mau muntah. Alex lalu teringat tentang perkataannya Dokter Simon yang mengatakan kalau Ana muntah itu malah bagus, karena memang itu tujuan Dokter Simon untuk mengeluarkan virus itu.


Alex lalu menghubungi Simon menggunakan ponselnya, dan Simon segera datang keruangannya Ana setelah mendapatkan telefon dari Alex tadi.


"Ayo Nona Ana keluarkan semuanya", kata Dokter Simon kepada Ana sambil memegang wadah untuk muntahannya Ana.


Sedangkan Alex dia dengan setia memijat tengkuknya Ana, agar lebih enakan lagi.


Mommy Dania, Tara dan juga Tuan Fredo mereka harap-harap cemas dengan keadaannya Ana yang muntah-muntah hebat begitu.


Dengan perjuangan yang cukup berat menurut Ana, karena dia harus merasakan gejolak perut yang belum pernah dia rasakan, akhirnya Ana bisa memuntahkan cairan seperti darah, dan bercampur dengan cairan putih serta makanan yang tadi dia makan.


"Sudah enakan Nona Ana", tanya Dokter Simon kepada Ana. Dan Ana hanya sanggup menjawab dengan mengangguk saja.


Tanpa jijik Dokter Simon melihat muntahannya Ana, dan Dokter Simon tersenyum ketika melihatnya, pasalnya Dokter Simon sudah berhasil mengeluarkan semua virus yang ada ditubuhnya Ana.

__ADS_1


"Sesuai yang kita harapkan Tuan, Nyonya, virusnya sudah keluar semua tadi ketika Nona Ana sudah bisa memuntahkannya", kata Dokter Simon kepada semua orang yang ada disitu dengan tersenyum.


Dan semua orang merasa lega sekali mendengarnya, terutama Alex dia rasanya sudah tidak sabar ingin segera menikahi Ana secepatnya.


"Saya tinggal dulu Tuan Fredo, dan Nyonya Dania untuk kembali keruangannya saya, dan untuk muntahannya Ana, biar nanti para petugas rumah sakit yang membersihkan**nya", kata Dokter Simon lagi kepada semuanya.


"Jika dua atau tiga hari kedepan Nona Ana sudah membaik, dia saya perbolehkan pulang Tuan, Nyonya", kata terakhir Simon sebelum dia benar-benar keluar dari ruangannya Ana.


Dan Mommy Dania, Tuan Fredo serta Tara dia sangat berterimakasih kepada Dokter Simon dan senang dengan kabar yang baru saja Dokter Simon katakan.


"Xander", sapa Dokter Simon sambil mengangguk kepada Alex, dan Alex pun hanya membalas mengangguk juga.


"Syukurlah kamu baik-baik saja Nak", kata Mommy Dania kepada Ana ketika Dokter Simon sudah keluar dari ruangan itu.


"Mommy bawa sikat gigi tidak", tanya Ana kepada Mommynya.


Tuan Fredo dan Tara yang mendengar mereka menjadi bingung kenapa Ana tiba-tiba bertanya tentang sikat gigi, apa Ana mau gosok gigi, begitulah yang difikirkan oleh Tuan Fredo dan juga Tara.


Sedangkan Alex sudah tahu kemana arah pertanyaannya Ana. Alex segera memutar otak, agar Ana tidak keterusan berbicaranya.


"Sikat gigi buat apa Nak, apa kamu mau menggosok gigimu?? ", jawab Mommy Dania kepada Ana.


"Eh Ana mau apa sekarang, biar Kak Xander belikan sekarang ya", kata Alex menyela Ana yang akan berkata lagi.


"Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka", batin Tara kepada Alex dan juga Ana.


"Tunggu saja permainanku, tidak apa-apalah main-main sebentar dengan calon adik ipar", batin Tara dengan sambil tersenyum miring.


"Ana tidak mau apa-apa Kak, Ana maunya sikat gigi dan pasta gigi, karena Ana mau gosok gigi", jawab Ana kepada Alex.


Belum sempat Alex menjawab, sudah keduluan Tara yang berbicara.


"Ana kan masih sakit tidak apa-apa ko kalau tidak gosok gigi dulu, tidak bau juga mulutnya Ana", kata Tara mulai mencoba mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan Alex dan adiknya.


"Tidak mau, pokoknya Ana mau gosok gigi", jawab Ana dengan sedikit merengek.


Alex yang melihat Ana, dia sudah seperti kebakaran jenggot karena Alex sedang berfikir bagaimana caranya agar Ana tidak berbicara lebih jauh lagi.


"Ana kita ketaman rumah sakit saja yuk mau?? ", ajak Alex mulai mencari cara mengalihkan perhatiannya Ana.


"Tidak mau Kak Xander, Ana maunya tetap sikat gigi dan pasta gigi", jawab kekeh Ana kepada Alex yang membuat Alex langsung menggaruk kepalanya, karena tambah bingung mencari alasan lagi.


Mommy Dania dan Tuan Fredo pun mereka tidak tinggal diam, dan mulai bertanya serta membujuk Ana.

__ADS_1


"Ya sudah biar Daddy saja ya yang membelikan sikat gigi serta pasta giginya disupermarket depan", kata Tuan Fredo kepada Ana. Membuat Alex dengan sembunyi-sembunyi memukul pelan jidatnya.


"Yeeeay terimakasih ya Daddy", kata Ana dengan muka lucunya.


"Anak Mommy mau sikat gigi saja ko senang banget", kata Mommy Dania kepada Ana sambil tertawa kecil.


"Ya Ana senanglah Mommy, kan kalau nanti Ana sudah sikat gigi, Ana boleh mencium Kak Xander disini, tadi Kak Xander bilangnya begitu, harus sikat gigi dulu baru boleh berciuman disini", jawab polos Ana sambil menunjuk bibirnya, membuat Alex langsung saja menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Karena apa yang dia takutkan akhirnya dikatakan juga oleh Ana.


Dan ketika Alex membuka wajahnya yang dia tutupi dengan kedua telapak tangannya, betapa malunya Alex ketika semua Keluarga William yaitu Tuan Fredo, Tara dan juga Mommy Dania mereka semua pada melihat kearahnya.


Alex langsung saja melambaikan tangannya sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan Ana dia melihat kearah Alex dengan mata bulatnya yang lucu.


Dan tiba-tiba Mommy Dania, Tara dan juga Tuan Fredo mereka tertawa keras sekali, karena melihat mukanya Alex yang memerah karena malu dan juga lucu.


"Oh jadi Ana mau berciuman sama Kak Xander nih", goda Tara kepada adik dan juga Alex.


"Bukan Kak", jawab Ana dengan muka lucunya.


"Terus ko bukan, tadi katanya mau berciuman sama Kak Xander", goda Tara lagi kepada Ana.


Sedangkan Alex dia rasanya sudah ingin menenggelamkan kepalanya dipasir hisap saja.


"Tadi kan Kak Xander tertawa ketika menyuapi Ana makan, terus ketika Ana melihat bibirnya, rasanya Ana mau mencium dan menggigitnya begitu Kak, seperti Mommy dan Daddy yang sering Ana lihat", jawab polos Ana lagi kepada Kakaknya Tara.


Jawaban dari Ana membuat Mommy Dania, Tuan Fredo dan juga Tara tertawa lagi lebih keras dari yang tadi. Karena seorang Alexander pewaris utama Keluarga Damara bisa dibuat mati kutu oleh tingkah polosnya Ana.


"Sungguh mimpi apa aku semalam, bisa mempunyai calon istri yang begitu bentuknya, untung cinta, jika tidak sudah aku lakban itu mulutnya", batin Alex sambil meringis karena dia malu sekali dan ditertawakan oleh semua orang yang ada disana.


Sedangkan ketika Alex melihat kearahnya Ana, Ana malah tersenyum dengan manisnya sambil menggerakkan bibirnya seakan ingin mencium dan memberikan ciuman jarak jauh kepada Alex.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Author ikut cium juga dari jarak jauh juga yak Abang Alex πŸ˜‚πŸ˜‚



Kalau yang ini visualnya TaraπŸ‘‡itu ekspetasi dari Author ya readers. 😁



Abang bewok semua πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2