GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 147


__ADS_3

Ana yang samar-samar melihat Alex yang kebingungan dengan berjalan kekanan dan kekiri dia lalu berkata kepada Alex.


"Hey Tuan Tampan, kenapa anda berjalan seperti itu kesana dan kesini, kepala saya tambah pusing melihatnya", kata Ana kepada Alex sambil memegangi kepalanya yang pusing karena meminum wine tadi.


Alex yang mendengar perkataan dari Ana dia langsung saja menaruh gelas yang sedang dipegangnya itu diatas meja dan langsung mendekati Ana yang sedang tiduran diatas ranjang sambil memegangi kepalanya.


"Hmm.........", kata Alex terpotong ketika Alex tiba-tiba mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.


"Waduh mati aku", kata batin Alex ketika mendengar pintunya diketuk dari luar.


"Xander tolong buka pintunya, ini Mami dan ini Baby L sedang rewel ini, mau ***** paling dia", teriak Nyonya Gia dari luar pintu.


Alex dengan perlahan dia langsung saja berjalan kearah pintu dengan perasaan yang tidak karuan sekali.


Dan benar saja ketika pintu kamarnya dibuka, sudah ada Maminya yang menggendong Baby L dan juga Papinya yang berdiri disamping Nyonya Gia.


Tuan Gavi ikut sekalian mengantarkan Nyonya Gia kekamarnya Alex, karena dia juga penasaran kenapa Alex lama sekali memanggil Ana, dan kata hati Tuan Gavi mengatakan jika ada yang tidak beres dengan Ana.


"In Baby Luis dia lapar, mana Ana, Baby L sudah kehausan sekali ini", kata Nyonya Gia kepada Alex.


"Ana dia mmm", jawab Alex kepada Maminya dengan bingung.


"Ana mana Xander??", kata Tuan Gavi juga kepada Alexander.


"Dia mabuk Mi, Pi", jawab Alex kepada kedua orang tuanya dengan suara pelannya.


Nyonya Gia dan juga Tuan Gavi sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Alex.


"Maksud kamu apa Xander??'', tanya Nyonya Gia dengan sangat terkejut sekali.


Dan Tuan Gavi dia langsung saja masuk kedalam kamarnya Alex tanpa seijinnya Alex sambil menabrak tubuhnya Alex dengan sengaja.


Tuan Gavi serta Nyonya Gia ketika sudah masuk kedalam kamar dia melihat Ana sudah mabuk dengan rambut acak-acakan karena merasakan pusing dikepalanya.


"Eh ada Papi sama Mami mertua, dan itu siapa lucu sekali babynya", kata Ana dengan gaya orang mabuk kepada Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.

__ADS_1


"Xander apa yang kamu lakukan kepada Ana, hah, kenapa Ana menjadi begini, dia itu sedang menyusui Alex, kenapa kamu kasih alkohol, otak kamu dimana!!!", marah Tuan Gavi kepada Alex.


"Begini saja, sekarang kamu ambil obat penawar rasa mabuk yang biasanya Papi beli dan kamu taruh dipenyimpanan wine kamu sana, cepetaaaann!!!", kata Tuan Gavi kepada Alex.


"Oh ya Pi, sebentar", kata Alex kepada Tuan Gavi dan Alex langsung berlalu dari hadapan mereka semua, sedangkan Nyonya Gia dia sedang menenangkan baby L yang sedang sedikit rewel.


"Mi, kalau ada susu formula suruh Bi Lena untuk membuatkannya terlebih dahulu, kasihan cucu kita kalau harus menunggu Ana sadar Mi, karena Ana sadarnya pasti masih lama", kata Tuan Gavi kepada Nyonya Gia.


"Baik Pi", kata Nyonya Gia dan dia langsung saja berlalu dari dalam kamar untuk mencari Bi Lena untuk membuatkan susu untuk Baby Luis.


Alex yang mengambil sebuah minuman racikan khusus untuk penawar mabuk pun ketika berjalan dia sambil menggerutu dan menyalahkan dirinya sendiri, kenapa tidak daritadi dia mengambil minuman itu, malah asik mondar mandir kesana kemari seperti setrikaan.


Dan Tuan Gavi yang masih berada didalam kamar menemani Ana, Ana malah meracau kepada Tuan Gavi dengan wajah mabuknya, akan tetapi malah terlihat lucu wajahnya Ana.


"Papi, Papi mau main sama Ana??", kata Ana kepada Tuan Gavi dengan gaya orang mabuk.


"Mau main apa Ana??", kata Tuan Gavi menanggapi perkataannya Ana.


"Main kelereng, Ana penasaran main kelereng itu bagaimana, karena seumur-umur Ana belum pernah memegang kelereng", jawab Ana dengan muka lucunya.


"Nanti kalau Ana sudah sadar, Papi mau main kelereng bersama Ana atau nanti Papi belikan kelereng yang banyak untuk Ana mau??", jawab Tuan Gavi kepada Ana sambil duduk dipinggir ranjang dekat dengan kakinya Ana.


"Mau-mau Pi, Ana mau", jawab Ana dengan sangat semangat sekali.


"Tapi ada syaratnya", jawab Tuan Gavi kepada Ana dengan gayanya yang sabar.


"Apa itu", jawab Ana sambil menggembungkan pipinya.


"Nanti Ana harus minum minuman yang sedang diambil oleh suami kamu ya Ok??", jawab Tuan gavi kepada Ana sambil membuat bentuk Ok menggunakan jarinya.


"Ok Papi", jawab Ana seperti anak kecil dengan menirukan membuat bentuk Ok menggunakan jarinya.


Ana mabuk bukan seperti orang gila, malahan lebih seperti anak kecil yang lucu.


Dan setelah beberapa menit kemudian Alex masuk lagi kedalam kamar sambil membawa sebuah botol dan satu buah gelas yang bersih.

__ADS_1


"Ana minum itu dulu ya, nanti setelah itu Papi akan membelikan kelereng yang banyak sekali untuk Ana", kata Tuan Gavi kepada Ana sambil menunjuk botol yang dibawa oleh Alex.


"Hu'uuuuh", jawab Ana dengan menggembungkan pipinya dan juga sambil mengangguk dengan lucunya.


Alex langsung saja menuangkan setengah gelas minuman yang dibawanya itu kedalam gelas yang dibawanya tadi.


Dan Alex langsung saja berjalan mendekati kearahnya Ana dan langsung duduk disampingnya Ana.


"Ana minum ini ya", kata Alex kepada Ana sambil ingin membantu Ana minum.


"Ana maunya sama Papi, nanti kalau sama Tuan Tampan, Kak Xander nanti bisa marah", jawab Ana kepada Alex dengan wajah lucunya.


Dan Tuan Gavi yang mendengar jawabannya Ana dia langsung saja mengambil gelas yang sedang dibawa oleh Alex itu.


Tuan Gavi langsung saja membantu Ana untuk minum air racikan yang dibuat khusus untuk menetralisir rasa mabuk yang ada didalam tubuh.


Sedang Alex dia senantiasa masih menunggu Ana yang sedang meminum air khusus itu.


Ana yang sudah minum air racikan itu, tidak lama dia langsung saja merasakan mengantuk yang amat sangat ngantuk sekali, karena itu memang efek dari air racikan itu.


Ana langsung saja tertidur dengan sangat pulas sekali, dan Alex langsung saja menyelimuti Ana menggunakan selimut yanga da diatas ranjang, sedang Tuan Gavi dia langsung saja meminta penjelasan kepada Alex.


"Biarkan Ana beristirahat supaya air racikan itu bekerja dengan baik, kamu ayo mari ikut dengan Papi dan jelaskan bagaimana ini bisa terjadi", kata Tuan Gavi kepada Alex.


"Iya Pi", jawab Alex kepada tuan Gavi.


Dan Alex langsung saja mengikuti tuan Gavi yang sudah berlalu keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Ana sendirian didalam kamar yang sedang tertidur dengan sangat pulas sekali itu.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Vicktornya yuk ramaikan readersπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‰



...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2