GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 207


__ADS_3

Berpindah keSimon dulu ah, biar pada penasaran para bestieku disiniπŸ˜…πŸ˜œ


..........>>>>><<<<<...........


Malam itu didalam ruang perawatannya Leyna, Simon dengan setia masih menunggui Leyna dengan sabar, dan Simon juga tidak memperbolehkan Leyna terlalu banyak bergerak.


Bahkan ketika Leyna ingin makan buah jeruk, dan ingin membuka kulitnya pun, Simon tidak memperbolehkannya.


Simon begitu sangat mengkhawatirkan Leyna sekali, walau terkesan lebay dan terlalu over, tapi itu adalah bentuk kabahagiaannya Simon untuk calon buah hatinya yang ingin baik-baik saja didalam perutnya Leyna.


Semua pasangan suami istri, jika suami mengetahui istri tercintanya sedang hamil anaknya, pastilah mereka mempunyai cara tersendiri untuk menjaga dan merawat istri dan calon babynya agar selalu sehat dan nutrisi selalu terjaga dengan baik.


Begitu juga dengan Simon, dia sangat memperlakukan Leyna dengan sangat super istimewa sekali, disatu sisi Simon sangat menyukai anak-anak, disisi lain dia sudah tidak sabar ingin menggendong dan bermain dengan anaknya, makanya dia memperlakukan Leyna melebihi biasanya.


"Sayang, itu cuma mengupas kulit jeruk, kan tidak membutuhkan tenaga ekstra, masa begitu saja tidak boleh", kata Leyna kepada Simon dengan nada merajuk, walau sebenarnya Leyna sangat senang diperhatikan sekali oleh Simon.


"Iya tidak apa-apa, aku tidak ingin kamu capek", jawab Simon kepada Leyna sambil tersenyum dan sambil terus membuka kulit jeruknya.


Ketika sudah selesai, Simon juga menyuapin jeruknya kepada Leyna.


Didalam ruang perawatannya Leyna sendiri, ada Mamah Vlo yang dengan setia menemani Leyna dan juga Simon.


Sedangkan Mamah Merry Mamahnya Simon, dia sudah pulang bersama Papah Ken tadi sekitar jam tujuh malam.


Namun Mamah Merry dia berjanji besok akan datang lagi menemani Leyna dirumah sakit, jika Leyna belum diperbolehkan pulang oleh Dokter.


Ayah Darius Ayahnya Leyna sendiri, dia terpaksa juga pulang karena pekerjaan dia masih banyak sekali yang belum terselesaikan, alhasil dia tidak bisa menemani anaknya yang sedang dirawat dirumah sakit.


Dan Kakaknya Leyna yang bernama Xavier dia malam itu tidak pulang karena mau menemani Mamah dan juga adiknya Leyna, sekaligus untuk menemani adik iparnya yaitu Simon untuk bergadang malam itu.

__ADS_1


Simon juga sangat berarti sekali bagi Kakanya Leyna, karena berkat bantuannya Simon, Xavier bisa cepat sembuh dari cidera kakinya dahulu.


"Kira-kira aku kapan bisa boleh pulang Simon??", tanya Leyna kepada Simon sambil memakan buah jeruk yang tadi disuapin oleh Simon.


"Jika hari ini keadaan kamu sudah stabil dan darah kamu tidak serendah kemarin, mungkin besok kamu boleh pulang, nanti biar aku tanyakan lagi sama Dokter yang menangani kamu sayang", jawab Simon kepada Leyna, dan dia saat ini sedang duduk dikursi yang ada disebelah ranjang.


"Kan kamu juga seorang Dokter Simon, apalagi kamu juga Direktur diumah sakit sini, jadi kamu bisa dong memeriksa Leyna sendiri", kata Xavier kepada Simon dengan mata yang tidak teralihkan dari televisi yang sedang dilihatnya itu.


"Iya bisa Kak, tapi kan itu bukan wewenangku dan tanggung jawabku, ada prosedurnya sendiri", jawab Simon kepada Kakak iparnya itu.


Sedangkan Mamah Vlo dia hanya diam saja sambil terus melihat kearah televisi yang sama seperti Xavier.


"Oh, kirain bisa", jawab Xavier sekenanya saja kepada Simon.


"Rasanya aku masih tidak percaya jika aku saat ini sedang hamil sayang, dan didalam sini ada calon baby kita", kata Leyna dengan wajah bersinar bahagianya kepada Simon sambil mengusap lembut perutnya.


"Aku juga sama sayang, aku berjanji akan merawat kalian dengan baik supaya kamu dan calon baby kita sehat selalu", kata Simon kepada Leyna sambil tersenyum dan juga sambil mengusap perutnya Leyna.


"Terus kamu kapan mau menikah Xavier, adik kamu saja sudah mau mempunyai seorang anak, ingat umur kamu itu sudah kakek-kakek tahu", kata Mamah Vlo dengan secara tiba-tiba kepada Xavier sambil memukul kecil kepalanya Xavier yang sedang rebahan diatas shofa yang ada disitu.


Membuat Xavier yang sedang asik menonton televisi dia menjadi terkejut sekali dengan tindakan Mamahnya itu.


"Mamah ish, bikin aku terkejut saja", kata Xavier kepada Mamahnya sambil mengusap kepalanya yang tadi dipukul oleh Mamahnya.


"Enak saja aku dibilang kakek-kakek, mana ada kakek-kakek yang masih tampan begini sepertiku", kata Xavier lagi kepada Mamahnya sambil cemberut.


Sedangkan Simon dan juga Leyna mereka hanya tersenyum lucu saja mendengar percakapan antara Mamah Vlo dan juga Xavier.


"Lha terus kapan kamu mau menikah, dan mengenalkan perempuan itu kepada Mamah sama Ayah Xavier??", kata Mamah Vlo lagi kepada Xavier dengan nada yang sedikit gemas.

__ADS_1


"Nanti Mah, jika Xavier sudah menemukan yang masih per4w4n", jawab Xavier kepada Mamahnya sambil mengalihkan lagi pandangannya kearah televisi.


"Memangnya salama ini wanita yang sudah kamu temui apa mereka semua sudah tidak per4w4n lagi??", tanya Mamah Vlo kepada Xavier.


"Iya semuanya sudah tidak per4w4n", jawab Xavier kepada Mamahnya dengan tidak sadar.


"Kamu bagaimana bisa tahu jika mereka semua sudah tidak per4w4n, apakah kamu mencicipi semuanya terlebih dahulu, hah!!", kata Mamah Vlo lagi kepada Xavier sambil menahan rasa gemasnya.


"Iya pastinya dong Mah", jawab Xavier kepada Mamahnya dengan mata yang masih fokus melihat kearah televisi.


Mamah Vlo yang mendengar jawaban dari anak sulungnya itu, dia langsung saja menjewer telinganya Xavier dengan sangat keras sekali.


Membuat Leyna dan Simon langsung saja tertawa cukup keras melihat Kakaknya sedang dimarahin oleh Mamah Vlo.


Sedangkan Xavier dia langsung saja mengaduh kesakitan sekali, ketika telinganya dijewer oleh Mamahnya.


Leyna sendiri dia sangat bersyukur sekali melihat Mamah dan juga Kakaknya bisa sebahagia itu dihadapannya.


Sebab Kakak yang dia cintai sudah bisa berkumpul lagi dengan mereka dalam keadaan sehat seperti sedia kala.


Walau kebiasaan buruknya belum sepenuhnya hilang dari dalam diri Kakaknya, setidaknya Leyna tahu jika Kakaknya sudah tidak sering celup sana sini lagi seperti sebelum kecelakaan dulu.


Serta Leyna akan bersungguh-sungguh menjaga anugerah terbesar dalam hidupnya itu supaya Keluarga kecilnya dengan Simon bisa lengkap sempurna seperti bayangannya dan harapannya selama ini.


Leyna dan Simon mereka tertawa lucu melihat Kakaknya yang sedang kesakitan dijewer oleh Mamahnya sambil saling berpegangan tangan dengan mata yang saling memandang dengan tatapan yang penuh cinta diantara mereka berdua.


Simon lalu mencium tangannya Leyna dengan penuh sayang, dan kebahagiaan yang tidak bisa Simon ungkapkan dengan kata-kata ketika mendengar jika Leyna positif hamil dan sebentar lagi dia akan mempunyai seorang baby.


Malam itu keluarganya Simon dan Leyna mereka sangat bahagia sekali dan tidak sabar ingin segera menyongsong hari esok.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2