GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 210


__ADS_3

Jika paginya Alex, Ana dan baby L diawali diRumah Sakit menjenguk Leyna.


Berbeda pula pagi hari didalam apartemennya Arga, yang terjadi kegemparan untuk Arga dan juga Vero tentunya.


Karena semalam Arga yang bergadang karena tidak bisa tidur sebab dia sedang menahan hasr4tnya, sekalinya bisa tidur dia malah bermimpi sedang melakukan ehem-ehem dengan Vero, jadinya membuat Arga paginya terlambat bangun.


Sebab Arga semalam dia baru bisa tidur sekitar jam dua dini hari.


Vero yang sudah bangun sejak jam setengah enam pagi tadi, dia sudah membersihkan rumah seperti Ibu rumah tangga atau asisstan rumah tangga seperti biasana.


Walau sudah dilarang oleh Arga, namun yang namanya jiwa mandiri dan tidak sering menggantungkan dengan orang lain serta sudah sering melakukan semuanya sendirilah yang membuat jiwanya Vero tidak bisa jika harus berdiam diri saja.


Semua itu dilakukan oleh Vero karena keinginannya Vero sendiri, tanpa ada paksaan dari Arga, dan Vero melakukan itu bukan karena dia ingin mendapatkan gaji lebih, sebab memang Vero tidak bisa jika melihat sesuatu yang kotor.


Selagi bisa mengerjakannya sendiri kenapa harus merepotkan orang lain, begitulah prinsip yang sering diterapkan oleh Vero.


Aleda sendiri dia juga sudah bangun sejak jam enam pagi, dan saat ini Aleda sedang sarapan masakannya Vero untuk segera berangkat sekeloh.


Arga sendiri juga sudah berpesan kepada Vero dan anak buahnya, jika Aleda ingin berangkat kesekolah harus diantar dan dijemput oleh anak buahnya Arga.


Walau Vero dan Aleda sudah menolak, namun tetap saja Vero dan Aleda tidak bisa membantah Arga.


Ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dan Vero sudah selesai semua membersihkan apartemennya Arga, begitu juga sudah memasak. Vero saat ini sedang menunggu Arga didepan kamarnya Arga.


Berjalan kekanan dan kekiri sambil melirik pintu kamarnya Arga, membuat Vero menjadi bimbang ingin membangunkan Arga atau tidak.


"Aku tunggu setengah jam lagi sajalah", kata Vero kepada dirinya sendiri dan Vero langsung saja berlalu masuk kedalam kamarnya.


Setengah jam kemudian, Vero yang tidak mendapatkan panggilan dari Arga melalui telefon, dia lalu memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya, dan Vero juga melihat jika Arga belum keluar dari dalam kamarnya.


Vero yang sudah keluar dari dalam kamarnya, dia lalu berusaha membangunkan Arga dengan cara mengetuk pintu kamarnya Arga.


Seperti yang diperintahkan Arga, hari ini Vero dia tidak memakai pakaian perawatnya, melainkan memakai pakaian rumah yang dia punya.


Ketika Vero sudah mengetuk pintunya Arga selama tiga kali dan tidak ada sahutan, Vero lalu berusaha membuka pintunya Arga dan tidak dikunci seperti biasanya.


"Astaga!!!!!!", kata Vero dengan berteriak cukup keras sekali ketika dia sudah masuk kedalam kamarnya Arga dan melihat keadaannya Arga yang tertidur dengan tidak memakai pakaiannya sama sekali.


Vero langsung saja menutup matanya menggunakan kedua telapak tangannya dengan seketika.

__ADS_1


Dan teriakannya Vero membuat Arga reflek terjaga dari tidurnya dan langsung berdirilah sipeliharaannya Arga itu.


Membuat Vero yang tadi menutup matanya dia semakin merapatkan telapak tangannya saja diwajahnya ketika melihat miliknya Arga tegak berdiri seperti laki-laki pada umumnya ketika dia sedang bangun tidur.


"Kamu siapa, kenapa bisa ada didalam kamarku??", kata Arga kepada Vero dan tidak mengenali Vero, sebab Veronica sedang memakai pakaian rumahannya.


Bahkan Arga sendiri dia tidak sadar jika dia sedang bertelanj4ng bulat saat itu, karena nyawa dia belum terkumpul sepenuhnya.


"Tuan, Tuan Arga tolong tutupin itunya", kata Vero kepada Arga sambil terus menutupi matanya.


Dan Arga baru tahu ketika dia mendengar suaraya Vero. Arga langsung saja tersenyum melihat penampilannya Vero yang tidak memakai pakaian perawatnya.


"Maksud kamu apa suster Veroku sayang, dan kenapa kamu tutup mata seperti itu??", kata Arga kepada Vero sambil tersenyum manis.


"Ituuuu.....", kata Vero kepada Arga sambil menunjuk Arga dengan mata yang masih tertutup.


Arga lalu melihat kearah yang ditunjuk oleh Vero, dan alangkah terkejutnya Arga ketika dia melihat dirinya sendiri tidak memakai pakaiannya sama sekali dan dalam keadaan burung perkututnya sedang berdiri dengan sempurna.


Arga langsung saja menutupi tubuhnya menggunakan selimut yang ada dibawah badannya.


"Kenapa aku bisa bertel4nj4ng seperti ini", gumam Arga dengan suara pelannya.


Ketika sudah teringat semuanya, Arga menjadi malu sendiri apalagi ketika hidungnya mencium aroma lahar dingin yang bisa dipastikan itu miliknya yang ada diatas ranjang tempatnya tidur.


"Suster Vero aku mau pakai baju dulu", kata Arga dengan segera kepada Vero.


Membuat Vero langsung saja berbalik badan, tanpa meninggalkan Arga didalam kamar.


Arga yang melihat Vero sudah berbalik badan, dia langsung saja memakai cel4n4 d4l4mnya dan juga celananya lagi yang ada diatas ranjangnya. Sedangkan Arga sengaja tidak memakai bajunya.


"Sudah Vero", kata Arga ketika dia sudah memakai celana lagi.


"Tuan kenapa anda tidak memakai baju??", tanya Vero kepada Arga ketika dia sudah berbalik badan dan menghadap kearahnya Arga.


"Tidak apa-apa, malas saja, lagi pula nanti aku juga mau mandi", jawab Arga kepada Vero.


Arga dia sudah bisa mandi sendiri, dan jika Arga mandi, Vero membungkus lukanya Arga menggunakan perban anti air yang sudah Vero siapkan.


Vero lalu berjalan mendekati Arga yang masih duduk diatas ranjang.

__ADS_1


Dan ketika Vero sudah sampai dipinggir ranjang dia mencium aroma yang sangat dia kenal sekali.


Arga dia tersenyum lucu dan garing ketika melihat Vero seperti mencium sesuatu dihidungnya.


"Emm, nanti tolong panggilkan orang untuk mencuci dan mengganti spreiku ya suster", kata Arga kepada Vero dengan suara yang menahan rasa malunya kepada vero.


Vero lalu tersenyum lucu kepada Arga ketika melihat Arga malu-malu kepadanya.


"Tidak perlu panggil orang Tuan, biar saya saja nanti yang mengganti dan mencucinya", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum manis kepada Arga.


Perkataannya Vero membuat Arga semakin malu saja.


"Kamu disini untuk merawatku suster, kenapa semua pekerjaan rumah tangga semuanya kamu yang mengerjakan, lebih baik kamu terima saja lamaranku ya", kata Arga kepada Vero.


"Bagaimana, kamu kan belum memberikan jawabannya kepadaku suster Vero??", kata Arga lagi kepada Vero.


"Nanti setelah sarapan akan saya jawab Tuan, mari Tuan mau mandi dulu atau sarapan dulu, tapi saran saya Tuan mandi dulu, sebab Tuan.........", kata Vero kepada Arga dan dia tidak jadi melanjutkan perkataannya.


Arga sendiri sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Vero, jadi Arga langsung saja menyela perkataannya Vero dengan seketika.


"Iya aku akan mandi saja dulu", kata Arga kepada Vero, membuat Vero menahan suara tawanya ketika melihat wajahnya Arga yang daritadi menahan rasa malunya kepadanya.


Arga lalu turun dari atas ranjang, dan berjalan menuju kedalam kamar mandi, dan Arga sengaja tidak mau dibantu oleh Vero.


Ketika Vero melihat Arga sudah masuk kedalam kamar mandi, Vero dengan segera mengganti spreinya Arga yang beraroma lahar dinginnya Arga itu.


"Tuan Arga pasti seperti ni gara-gara semalam melihatku hanya menggunakan bathrobe saja", kata Vero sambil membereskan spreinya Arga sambil tertawa.


"Kasihan juga Tuan Arga ya semalam, pasti dia sangat tersiksa sekali", kata Vero lagi sambil terus tertawa lucu.


Dan setelahnya Vero langsung saja mengganti spreinya Arga dengan sprei yang baru yang ada didalam lemarinya Arga.


Ketika Arga sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat sepreinya sudah berganti dengan sprei yang bersih.


Sedangkan Arga tidak melihat Vero ada didalam kamarnya, karena Vero sedang membawa sprei yang kotor itu kedalam tempat pencucian baju yang ada didalam apartemennya Arga.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2