GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 155


__ADS_3

Cukup memakan waktu yang lumayan perjalanannya Simon dan Leyna menuju kerumah sakit Indah Cahaya, karena dijam itu masih bisa dibilang jam sibuk namun tidak terlalu macet.


Simon yang sudah melihat gedung rumah sakitnya dari jauh, dia langsung saja mencari pintu masuk untuk memarkirkan mobilnya.


Ketika mobilnya sudah masuk dan terparkir dengan rapi diparkiran mobil yang ada ditempat parkir, Simon dan juga Leyna mereka berdua langsung saja keluar dari dalam mobil dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit.


Ketika Simon yang berjalan sambil memainkan ponselnya karena ingin menghubungi Alex dan menanyakan dimanakah ruangannya Tara dan bella berada, tiba-tiba lengan tangannya dipukul kecil oleh Leyna yang sedang berjalan disebelahnya.


"Sayang itu sepertinya Paman Gavi deh, benar tidak sih??", kata Leyna kepada Simon sambil menunjuk punggung seseorang yang berjalan tidak jauh dari mereka, karena Leyna seperti melihat punggung dari Tuan Gavi yang berjalan tidak jauh dari tempatnya jalan.


Simon langsung saja mengalihkan pandangannya kearah orang yang ditunjuk oleh istrinya, dan setelah Simon memperhatikan dengan seksama, memang benar punggung yang mereka lihat adalah punggung milik dari Tuan Gavi.


Dan Tuan Gavi dia sendiri juga baru saja sampai dirumah sakit setelah mengambil keperluan untuk dirinya dan juga istrinya yaitu Nyonya Gia.


Tuan Gavi yang ketika baru saja sampai mansion, dia langsung saja membersihkan badannya dan juga langsung menyiapkan keperluan yang memang harus dia bawa.


Simon dan juga Leyna mereka berdua langsung sedikit berlari sambil memanggil namanya Tuan Gavi.


Tuan Gavi langsung saja menghentikan langkahnya ketika dia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.


Dan Tuan Gavi langsung saja menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat siapakah yang memanggil namanya.


Tuan Gavi langsung melihat Simon serta Leyna ketika sudah menolehkan kepalanya kebelakang.


"Hai ko kalian berdua bisa ada disini??", kata Tuan Gavi kepada Simon dan juga Leyna yang sudah pada sampai didepannya.


"Iya Paman, aku diberitahu oleh Xander jika Tara dan Bella mereka mengalami kecelakaan tadi malam, makanya saya langsung menuju kerumah sakit ini, dan tadi ketika saya sedang ingin menelfon Xander untuk menanyakan dimanakah ruangannya Bella serta Tara, eh tidak sengaja kami melihat Paman", jawab Simon kepada Tuan Gavi.


"Iya mereka semalam memang mengalami kecelakaan, dan mari ayo kita sama-sama saja keruangannya mereka", kata Tuan Gavi kepada Simon sambil tersenyum tipis.


Sambil berjalan menuju keruangannya Tara dan juga Bella, mereka bertiga juga sambil mengobrol ringan saja.

__ADS_1


"Oh ya Paman sendiri darimana??", tanya Leyna kepada Tuan Gavi.


"Dari rumah, mengambil keperluannya Tante kalian dan keperluan yang lain jika diperlukan", jawab Tuan Gavi kepada Leyna.


"Paman, bagaimana keadaannya Tara dan juga Bella, apakah mereka baik-baik saja??", tanya Simon kepada Tuan Gavi.


Tuan Gavi sebelum menjawab pertanyaan dari Simon dia sedikit menarik nafasnya dalam-dalam, karena jika dia mengingat keadaannya Tara serta bella dadanya serasa sesak, dan itu pun yang dirasakan sama keluarga yang lain.


"Tara belum sadarkan diri Simon, dia mengalami pendarahan yang hebat dikepalanya karena benturan yang sangat keras ketika kecelakaan itu, sedang Bella dia harus melahirkan prematur karena ketubannya sudah pecah terlebih dahulu karena benturan juga diperutnya, tadi ketika Paman tinggal Bella juga belum sadar, semoga nanti jika kita sudah sampai Bella sudah sadar akan tidur lelapnya Simon", jawab Tuan Gavi panjang lebar kepada Simon dan juga Leyna.


Simon dan juga Leyna mereka berdua sangat terkejut mendengar penjelasan dari Paman mereka, karena mereka tidak menyangka jika kecelakaan yang dialami Tara serta Bella bisa menyebabkan keadaan mereka cukup lumayan parah.


"Astaga Paman", jawab Leyna kepada Tuan Gavi dengan sangat syok dan kasihan sekali.


Walau Leyna tahu jika Bella adalah wanita yang pernah dicintai oleh suaminya, namun dilubuk hatinya yang paling dalam, Leyna sudah mencoba tidak cemburu lagi kepada Bella dan jika difikir-fikir oleh Leyna posisinya Bella tidak bersalah karena yang mencintai adalah suaminya.


"Ya begitulah Leyna, kita doakan saja mereka baik-baik saja dan bisa kembali berkumpul bersama kita lagi", jawab Tuan Gavi kepada Leyna dan langsung diaamiinin oleh Simon serta Leyna.


Simon tidak menyangka jika wanita yang pernah dicintainya itu, sedang mengalami masa sulit dan memprihatinkan karena kecelakaan yang dialaminya semalam.


Tidak terasa mereka bertiga sudah sampai juga diruangan VVIPnya Bella serta Tara.


Ketika Tuan Gavi membuka pintunya, Tuan Gavi, Simon serta Leyna mereka bertiga langsung melihat semua keluarga sudah pada berkumpul kecuali Tuan Fredo yang belum datang kesitu.


Sedang Alex dia sudah sampai terlebih dahulu daripada Papinya karena Alex memang terburu-buru tadi untuk segera kerumah sakit, supaya anaknya yaitu Baby Luis bisa segera dimandikan.


Papah Aldric, Mamah Angel, Nyonya Gia serta Nico yang sudah bangun dari tidurnya mereka semua langsung saja melihat kearah pintu yang terbuka dan mereka langsung melihat Tuan Gavi, Leyna serta Simon baru saja masuk kedalam ruang perawatannya Bella serta Tara.


Sedang Alex dan juga Ana mereka sedang memandikan Babyi Luis didalam kamar mandi yang ukurannya cukup besar yang ada didalam ruang VVIP itu.


Tenang Baby Luis dia tetap mandi pakai air hangat, karena Alex meminta kepada petugas kebersihan rumah sakit untuk memberinya air hangat untuk memandikan baby Luis.

__ADS_1


Karena Keluarga Alex ada diruang VVIP jadi dengan senang hati mereka menyiapkan air hangat untuk Baby Luis.


Alex serta Ana dia tidak mengetahui kedatangan dari Simon dan juga Leyna yang sudah pada masuk keruang perawatannya Bella dan juga Tara.


Karena letak kamar mandi ada disebelah pojok dan tertutup tembok penyekat ruangan.


Bella sama Tara sendiri mereka belum pada sadar akan masa tidur mereka, semua Keluarga juga bingung sendiri dengan keadaannya Bella yang katanya sebentar lagi akan sadar, namun belum sadar-sadar juga, karena kata Dokter yang menangani Bella, dia tidak mengalami koma, hanya mengalami memar yang cukup lumayan dalam saja diarea dahinya.


Dan ketika Dokter visit keruangannya Tara serta Bella untuk mengecek kondisinya Tara serta Bella, semua keluarga yang menunggui Tara serta Bella langsung menanyakan keadaannya Bella yang belum sadar sampai sekarang, padahal hari sudah mulai siang, karena waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.


Dokter sendiri juga heran dengan kondisinya Bella, karena ketika mereka mengecek keadaannya Bella, semuanya sudah mulai membaik, dan semuanya sudah normal serta stabil keadaannya Bella, namun entah kenapa Bellanya sendiri yang seperti enggan untuk membuka matanya.


Dan untuk Tara ketika Dokter mengecek kondisinya, Tara sudah menunjukkan perubahan yang sangat bagus, kinerja otak dan tubuhnya pasca operasi tadi malam sudah mulai ada perkembangan dan sedikit demi sedikit keadaannya sudah mulai stabil, namun Tara dia belum bisa membuka matanya karena dia masih dinyatakan koma oleh Dokter.


Simon dan juga Leyna ketika sudah masuk mereka berdua langsung saja berjalan mendekat kearah brankar Tara dan Bella untuk melihat kondisinya Tara dan juga Bella yang masih terlihat sangat memprihatinkan.


"Paman, apa yang dikatakan oleh Dokter tentang kondisinya Tara??, kenapa dia belum sadarkan diri sampai sekarang??",, tanya Simon kepada Pamannya sambil memperhatikan luka yang ada dikepalanya Tara.


Tuan Gavi lalu menjelaskan kepada Simon tentang semua yang diberitahukan oleh Dokter kepada mereka.


"Ya memang wajar Paman, karena koma adalah kondisi yang wajar untuk orang yang mengalami cidera yang cukup parah seperti Tara, namun kita bisa sedikit tenang, biasanya koma yang mereka alami tidaklah berlangsung lama", kata Simon kepada Pamannya dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


"Namun kenapa Bella belum sadarkan diri juga sayang, kan kata Dokter dia tidak mengalami kondisi yang buruk seperti Tara??", tanya Leyna kepada Simon dengan bingung.


"Menurut aku itu karena Bella sendiri tidak mempunyai keinginan untuk sadar Leyna, namun kita sebagai yang sehat harus terus menyemangati Bella dan sering mengajaknya mengobrol supaya ada rangsangan didalam tubuh dan otaknya Bella untuk membuat Bella yang sedang berada dialam bawah sadarnya mau kembali membuka matanya", jawab Simon kepada Leyna dan masih didengar oleh semua keluarga yang lainnya.


Sungguh penjelasan dari Simon membuat sesak yang ada didada semua orang yang ada disitu sudah sedikit terangkat, karena mereka seperti mempunyai harapan untuk Tara serta Bella untuk kembali sehat dan pulih seperti semula.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2