GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 30


__ADS_3

Dan Denar ketika melihat banyak orang masuk keruangannya, dia langsung saja memasang wajah marah kepada Alex ketika Denar melihat wajahnya Alex.


Denar tersenyum miring seperti meremehkan ketika melihat wajahnya Alex. Alex yang melihat Denar melihatnya seperti itu, rasanya dia sangat geram sekali, akan tetapi dia berusaha menahannya.


"Apa kabar Denar, emm saya kira kabarmu hari ini cukup baik kan, karena masih hidup", kata Alex dengan dingin kepada Denar.


"Bagaimana Alex kabar wanita pela***rmu itu, apakah dia juga masih hidup saat ini", kata balik Denar dengan beraninya kepada Alex.


Perkataannya Denar sontak membuat Tara dan Tuan Fredo marah besar, karena Princess mereka dikatakan pela***r oleh mulut kotornya Denar.


Dengan tergesa Tara berjalan mendekati Denar. Dan lalu Tara mengatakan sesuatu kepada Denar.


"Jaga mulut kamu wanita hina, derajatmu didunia ini sama wanita yang kamu bilang pela***r itu tidak ada apa-apanya, bahkan alas kaki dan kesetnya saja kamu akan mengumpulkan gajimu dulu selama dua tahun untuk membelinya", kata Tara dengan mencengkeram dagunya Denar.


Tara setelah berkata seperti itu kepada Denar dia langsung saja melepaskan cengkeraman didagunya Denar dengan sangat kasar. Dan lalu Tara kembali ketempat semula.


Alex yang melihat kemarahannya Tara kepada Denar dia hanya tersenyum miring kepada Denar.


"Kamu siapa, kenapa kamu juga membela wanita itu", kata Denar dengan sedikit berteriak kepada Tara.


"Kamu beneran mau tahu Denar, siapa dia dan siapa orang yang ada disebelahku ini?? ", kata Alex lagi kepada Denar.


Tanpa menunggu jawaban dari Denar, Alex melanjutkan lagi perkataannya.


"Dia adalah Tuan William, dia Tara William dan wanita yang kamu bilang pela**r itu bernama Anna William, apa kamu faham Denar?? ", kata Alex kepada Denar.


"Akan saya perjelas lagi", kata Alex lagi, karena dia melihat kebingungan diwajahnya Denar.


"Dia adalah Laiv Manfredo William, beliau seorang Pembisnis terkaya nomer 3 di dunia, dan dia adalah Tara anak sulung diKeluarga William serta Ana yang kamu bilang sebagai pela***r itu adalah anak bungsu diKeluarga William, faham kan sekarang kamu Denar?? ", jelas Alex kepada Denar.


Denar yang mendapatkan penjelasan dari Alex dia langsung saja melototkan bola matanya karena terkejut, ternyata Ana bukan anak orang sembarangan dinegara ini.


"Semut dan nyamuk saja yang berani menggigit kulit mulus Princessnya Keluarga William mereka akan dibasmi dan dibunuh dengan cara yang tidak mereka fikirkan, coba bayangkan dengan apa yang kamu lakukan kepada Ana, hukuman apa yang pantas kamu dapatkan Denar?? ", kata Alex sambil berjalan mendekati Denar.


Didalam hatinya Denar dia semakin takut akan kenyataan dan takdir yang akan dia terima atas apa yang dia lakukan kepada Ana. Akan tetapi Denar dia dapat menyembunyikan rasa takut itu dengan cara berbicara yang sangat berani kepada Alex.


"Cuih, saya tidak takut dengan ancamanmu dan ancaman kalian semua", kata Denar kepada Alex dan Keluarga William dengan berteriak.


Alex yang mendengar perkataannya Denar dia tersenyum miring pertanda mengejek keberaniannya Denar.


"Sungguh saya salut dengan keberanianmu Denar", kata Alex lagi kepada Denar sambil tersenyum miring.


"Tuan Tara dan Tuan Fredo, silahkan kalian berdua mau memberinya hukuman seperti apa?? ", kata Alex berbalik badan menghadap Tara dan Tuan Fredo.


Tuan Fredo yang mendengar perkataannya Alex dia lalu melangkahkan kakinya mendekati Denar yang sedang terikat dikursi dengan tubuh yang sangat mengenaskan.


Alex yang melihat Tuan Fredo berjalan mendekati Denar dia mundur dan menyingkir untuk memberikan jalan kepada Tuan Fredo.


Tanpa diduga ketika sampai dihadapannya Denar, Tuan Fredo memberikan hadiah untuk Denar berupa tamparan dipipi kanannya.

__ADS_1


Plaaakkkkk


"Itu untuk kesakitannya Putriku, selama dia hidup saya sebagai Ayah kandungnya tidak pernah melukaikan seujung kukupun", kata Tuan Fredo kepada Denar.


"Plaaakkkkk", tamparan kedua kalinya untuk Denar oleh Tuan Fredo.


"Itu untuk kesehatan istriku yang terganggu, karena Mommynya Ana yang syok ketika melihat putri yang dilahirkannya sedang berjuang melawan maut", kata Tuan Fredo lagi kepada Denar.


Denar yang mendapat tamparan dipipi kanan dan kirinya dari Tuan Fredo langsung saja membuat Denar mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya.


Setelah dirasa cukup memberikan pelajaran kepada Denar Tuan Fredo memundurkan langkahnya lagi, untuk memberikan kesempatan kepada Tara memberikan hukuman kepada Tara.


"Tuan Arga apakah ada gunting disini", kata Tara kepada Arga.


"Ada Tuan sebentar", jawab Arga kepada Tara.


Arga langsung saja menyuruh bodyguard yang ada didalam situ untuk mengambilkan gunting sesuai permintaannya Tara tadi.


Sambil menunggu diambilkannya gunting, Tara berjalan mendekati Denar. Dan Denar yang melihat Tara berjalan mendekatinya dia semakin ketakutan.


"Tuan ampun Tuan, ampuni saya dan maafkan saya Tuan", kata Denar memohon kepada Tara.


"Ampun katamu, jika saya mengampunimu apakah psikis adikku bisa kembali seperti semula", kata Tara sambil menjambak rambutnya Denar dengan kasar.


"Bunuh saya saja, daripada kalian semua menyiksaku begini, bunuuuuuuuh!!!", kata Denar dengan berteriak sekuat tenaga kepada Tara, hingga dia mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


"Ini Tuan", kata bodyguard kepada Tara sambil menyerahkan gunting yang dia ambil tadi.


"Jangan Tuan, saya mohon jangan", kata Denar dengan menggelangkan kepalanya karena ketakutan.


"Apakah sakit", kata Tara sambil menggoreskan ujungnya gunting yang runcing itu dipipinya Denar lumayan panjang dan pipinya Denar langsung mengeluarkan darah segar.


"Sssshh", kata Denar manahan rasa sakit dipipi kirinya.


"Rasa sakitnya tidak seberapa ketika kami melihat Ana dengan keadaan yang mengenaskan seperti kemarin, apalagi sudah seminggu lebih kami tidak tahu keadaannya Princess kami, tahu-tahu sudah seperti itu keadaannya", kata Tara dengan berteriak kepada Denar dan langsung melemparkan gunting yang dia pegang secara sembarangan.


Setelah meluapkan kemarahannya kepada Denar, Tara langsung membalikkan badannya untuk menghadap Arga.


"Tuan Arga tolong suruh masuk enam orang bodyguard kemari", kata Tara dengan dingin kepada Arga.


"Baik Tuan", jawab Arga kepada Tara.


Lalu Arga dia lalu membisikkan sesuatu kepada bodyguard yang ada disitu untuk memanggil beberapa bodyguard yang dibutuhkan Tara.


Tuan Fredo dan Tuan Gavi, serta Alex mereka semua masih setia melihat apa yang akan dilakukan oleh Tara kepada Denar.


"Jangan siksa saya Tuan, tolong langsung bunuh saya saja Tuan, saya sudah tidak kuat", kata Denar dengan suara yang sangat pilu sekali.


Tara yang mendengar permintaannya Denar dia tertawa dengan nada yang mengejek.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian masuklah beberapa bodyguard yang diminta Tara.


"Tuan", kata salah satu bodyguard kepada Tara.


"Kalian semua beri dia pelajaran sama persis dengan apa yang dia lakukan kepada adikku Ana, setelah itu beri dia hukuman yang seumur hidupnya tidak akan pernah dia lupakan dan yang terakhir kirim dia keantartika", perintah Tara kepada para beberapa bodyguard dengan menunjuk kearahnya Denar.


Denar yang mendengar perkataannya Tara dia semakin takut sekali. Dan Denar benar-benar baru merasakan penyesalan yang terlambat untuk dia sesali.


"Jangan Tuan, jangan saya mohon", kata Denar dengan menangis sejadi-jadinya.


Tara yang mendengar perkataannya Denar dia tidak menanggapinya dan hanya melirik sekilas kearahnya Denar.


"Dan Tuan Arga tolong kasih tahu kepada bodyguard apa saja yang dilakukan dia kepada adikku Ana, serta tolong urus kepergian dia keantartika untuk masalah uang nanti akan saya transfer", kata Tara kepada Arga.


"Siap Tuan Tara", jawab Arga sambil menundukkan sedikit badannya.


Tara lalu berbalik badan untuk menghadap kearah Daddynya. Dan bertanya sesuatu.


"Apakah Daddy ingin menambahkan hukuman buat dia", tanya Tara kepada Daddynya yaitu Tuan Fredo.


"Tidak ada, Daddy rasa hukuman yang kamu berikan itu sudah cukup, apalagi dia akan kamu kirim keantartika", jawab Tuan Fredo sambil menggelengkan kepalanya kepada Tara anaknya.


"Baiklah kalau begitu, mari kita keluar saja dari ruangan ini, biarkan mereka semua mengerjakan tugas mereka dengan bebas", ajak Tara kepada Alex, Tuan Gavi, dan Tuan Fredo Daddynya.


Mereka berempat langsung saja pergi meninggalkan ruangan penyiksaan untuk Denar. Setelah kepergian mereka berempat Arga langsung memberikan perintah kepada para bodyguard, setelah itu Arga langsung meninggalkan para bodyguard didalam ruangan itu bersama Denar.


"Tuan Arga, tunggu Tuaaaaaaan, jangan tinggalkan saya disini", kata Denar dengan pilu memanggil namanya Arga.


Setelah kepergian semua orang, para bodyguard melakukan tugas sesuai perintah yang diinginkan Tara tadi. Pertama-tama Denar diper***sa secara ramai-ramai dan bergiliran oleh para bodyguard, setelah para bodyguard merasa puas dan cukup, para bodyguard langsung menyiksa Denar seperti dia menyiksa Ana.


Keadaannya Denar benar-benar sangat memilukan sekali. Sangat memprihatinkan, akan tetapi hukuman yang diberikan oleh Tara dirasa cukup untuk membuat Denar jera akan kesalahannya.


Disaat semua para bodyguard pada lengah karena telah puas menyiksa dan memper***sanya, Denar tidak sengaja melihat pistol yang terselip dibaju salah satu bodyguard, dengan sekuat tenaga Denar langsung mengambil pistol itu dan langsung saja menembakkan pistol itu kekepalanya.


Doooorrrrrrr


Suara tembakan yang langsung membuat para bodyguard terkejut sekali.


Bodyguard yang sedang lengah pun mereka kecolongan dengan Denar yang bisa mengambil salah satu pistolnya bodyguard. Dan ketika salah satu bodyguard melihat Denar mengambil pistol dia ingin segera mengambil pistol itu dari tangannya Denar, akan tetapi bodyguard itu terlambat.


Denar sudah menembakkan satu tembakan tepat dikepalanya. Sontak perbuatannya Denar membuat semua para bodyguard yang ada didalam situ pada terkejut semua.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Maaf baru Up ya readers😁😁😁


Readers bisa baca juga novelnya Author yang lain, Bissmillah With You dan Love Story Aulian-Zahra ya readersπŸ€—πŸ€—


Salam kenal dari AuthorπŸ˜‰

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2