GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 80


__ADS_3

Sedangkan Tara dia tersenyum dan tertawa kecil mendengar perkataan dari Mommynya, dan Tuan Fredo dia langsung menggelengkan kepalanya ketika mendengar perkataan dari istrinya.


"Mommy-mommy, seperti tidak pernah muda saja, jangan membuat calon menantu Mommy menjadi merah begitu wajahnya", jawab Tuan Fredo kepada istrinya dengan sambil tertawa.


"Iya nih Mommy, tuh lihat calon istri Tara sampai malu begitu dengan pertanyaan dari Mommy", kata Tara juga kepada Mommy Dania dengan tertawa kecil.


Dan Mommy Dania yang baru sadar dia ikut tertawa juga seperti Tuan Fredo dan Tara.


"Maafkan Mommy sayang, Mommy lupa, pasti itu juga akibat ulahnya anak Mommy kan?? ", kata Mommy Dania yang baru sadar dengan maksud dari perkataan dari suami dan anaknya Tara.


Dokter Bella dia langsung tertawa kaku kepada Tuan Fredo dan Mommy Dania sambil memberikan lirikan maut kepada Tara.


Dan Tara yang melihat ekspresi wajahnya Dokter Bella yang malu begitu dia bisa sedikit melupakan rasa sakit dikakinya itu.


........ **********........


Alex ternyata membawa Ana makan malam direstoran mewah dan mahal disalah satu yang ada dinegaranya.


Alex sengaja membooking tempat privat room untuknya dan Ana untuk bisa menikmati makan malam mereka.


"Kak ini tempatnya sangat mewah sekali pasti mahalkan bayarnya, nanti kalau uangnya Kakak habis bagaimana", kata Ana ketika sudah duduk dishofa empuk yang ada didalam ruangan VIP itu.


Perkataannya Ana disambut tawa lucu oleh Alex. Sungguh Ana sangat sederhana sekali, padahal Ana sendiri terlahir dari Keluarga kaya raya dan uang jajannya pun dari Daddy dan Kakaknya sangatlah banyak sekali, dan jarang digunakan pula, apalagi sekarang Ana menjadi istrinya Alex membuat tabungannya Ana semakin jebol saja itu angka nol dibelakang serta besar pula angka tabungannya Ana.


Karena Alex sendiri memberikan uang belanja dan uang bulanan untuk Ana jumlahnya terbilang tidak sedikit.


Ana sendiri dia jarang melihat bahkan terbilang tidak pernah melihat berapa isi saldo didalam buku tabungannya, bahkan Ana sendiri dia jarang menggunakan black cardnya, dan sekarang dia juga dikasih black card lagi oleh suaminya yaitu Alexander.


Jika ditotal Ana pribadi mempunyai balck card sekitar empat buah, satu dari Daddynya, satu lagi dari Kakaknya Tara, satu lagi miliknya pribadi yang dibuatkan oleh Daddynya dari hasil tabungannya Ana sendiri, dan satunya lagi dari Alexander, suaminya.


"Kalau uangnya Kakak habis, pakai uang Ana saja ya, kan uangnya Ana juga banyak", jawab Alex sambil menggoda Ana dengan tertawa kecil.


"Ana tidak punya uang Kak, punyanya Ana ya kartu hitam ini, kartunya jelek", jawab Ana dengan lugunya sambil menunjukkan dompetnya yang memang tidak ada uangnya, melainkan berbagai kartu yang dimilikinya, termasuk beberapa kredit cardnya.


Alex yang mendengar perkataannya Ana dia menjadi bingung, dan dalam fikirannya Alex apakah isi didalam kartu yang diberikan olehnya apakah kurang banyak, begitulah yang dibatin Alex.


"Maksudnya jelek bagaimana sayang?? ", tanya Alex dengan bingung.


"Jelek saja warnanya hitam, Ana tidak suka, bagusan ini malahan", jawab Ana kepada Alex sambil memperlihatkan KTPnya dan kartu kredit cardnya kepada Alex.


"Kalau begini kan cantik, apalagi ada fotonya Ana", sambung Ana lagi sambil memperjelas menunjukkan KTPnya kepada Alex.

__ADS_1


Alex yang mendengar perkataannya Ana dia langsung tertawa keras sekali, hingga Ana ikut-ikutan tertawa karena melihat mukanya Alex yang memerah karena tertawa.


"Kamu ikut tertawa kenapa sayang", tanya Alex lagi kepada Ana disela-sela tawanya.


"Itu mukanya Kakak memerah, jadi lucu kayak badut", jawab Ana membuat Alex langsung diam dengan muka cemberutnya karena dia disamakan sama badut.


Dan makanan yang Alex pesan akhirnya datang juga, Alex serta Ana mereka langsung saja menikmati makanan yang ada diatas meja.


"Sungguh sangat enak sekali Kak makanan ini, boleh Ana nambah lagi, uang Kakak masih cukup kan", kata polos Ana kepada Alex. Membuat Alex tertawa kecil sambil tersenyum.


"Iya uang Kakak cukup ko sayang, sebentar Kakak pesankan lagi ya", jawab Alex dan Alex langsung memencet tombol yang disediakan didalam ruangan itu yang langsung terhubung ketempat para pelayan.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya sampai juga makanan yang diinginkan Ana lagi dan Ana sangat puas sekali memakannya.


"Kak Ana sudah kenyang, kita pulang yuk", kata Ana ketika sudah menghabiskan tiga porsi makanan yang dia pesan.


Dan Ana tidak ada jaim-jaimnya sama sekali sama Alex, karena sifatnya Ana yang lugu Ana jika suka ya bilang suka, jika tidak ya bilang tidak, dengan sifatnya Ana yang apa adanya seperti itulah yang memikat Alex tanpa sadar kedalam kepolosannya Ana.


"Ayuk sayang", jawab Alex kepada Ana.


Dan mereka akhirnya pulang kemansionnya Alex. Didalam perjalanan pulang Ana dia tertidur didalam mobil karena kekenyangan dan capek karena seharian digempur sama Alex.


Mobil yang dikendarai Alex akhirnya sampai juga dimansionnya dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh tadi.


Alex yang tidak tega membangunkan Ana dia langsung saja menggendong Ana dengan gaya bridalstyle. Dan Ana dia yang merasa digendong Alex langsung menempelkan wajahnya kedadanya Alex sambil menghirup aroma parfum dan badannya Alex.


"Kakak harum", kata Ana didalam gendongannya Alex sambil memejamkan matanya.


Dan Alex hanya tersenyum saja mendengar perkataannya Ana. Semua para pelayan yang belum tidur mereka semua pada menyapa Alex ketika melihat Tuan dan Nyonya rumah yang baru saja masuk kedalam mansion, hingga masuk kedalam lift dan sampai juga didalam kamar mereka.


Didalam kamar Alex meletakkan Ana diatas ranjang dengan pelan-pelan, dan Ana yang sudah benar-benar sangat mengantuk sekali, dia hanya melepaskan sepatunya dengan menggunakan kakinya tanpa menaruhnya dilantai.


Alex tadi setelah meletakkan Ana diatas ranjang dia langsung berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya dan juga berganti pakaian tidur.


Ketika sudah selesai Alex melihat Ana sudah tertidur dengan lelapnya dan belum berganti baju serta sepatu masih diatas ranjang dekat kakinya.


Alex langsung menaruh sepatunya Ana dibawah, dan Alex mencoba membangunkan Ana untuk berganti baju serta bersih-bersih badannya terlebih dahulu.


"Sayang ganti baju yuk, itu hapus dulu makeupnya, biar lebih segar tidurnya", kata Alex mencoba membangunkan Ana dengan sambil menggoyangkan lengannya.


Dengan mata yang terpejam karena mengantuk sekali, Ana mencoba bangun dari tidurnya dan lalu berjalan menuju kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Ana didalam kamar mandi dia bersih-bersih badannya dan mukanya dengan mata yang antara terpejam dan tidak. Ana juga sudah melepas semua baju yang menempel dibadannya termasuk ********** juga.


Karena sudah mengantuk sekali Ana dia sampai tidak memakai baju tidurnya dan keluar kamar mandi tanpa menggunakan pakaiannya sama sekali.


Alex yang sedang tiduran dengan kepalanya yang bersandar dikepala ranjang sambil memainkan ponselnya, dia mengalihkan pandangannya kearah suara pintu kamar mandi yang terbuka.


Alex sangat terkejut sekali ketika melihat Ana keluar dari dalam kamar mandi tanpa menggunakan sehelai pakaian sama sekali, dan tanpa sadar palu thornya Alex langsung saja On melihat tubuh menggiurkan dari istri polos dan lugunya itu.


"Ana kenapa tidak memakai baju tidur sayang", tanya Alex kepada Ana ketika Ana sudah berbaring disebelahnya sambi menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Ana malas mengambil baju tidurnya Kak, mata Ana sudah tidak kuat sekali, lagi pula jika Kakak nanti melakukannya lagi sama Ana, Ana juga boboknya tidak memakai baju", jawab Ana dengan mata yang terpejam karena benar-benar sudah mengatuk sekali.


Alex yang melihat Ana begitu capek dan mengantuk sungguh Alex tidak tega dan dia mencoba mengOffkan palu thornya yang sudah On itu.


"Iya sudah Ana tidur saja sayang lain kali saja Kakak melakukannya lagi bersama Ana", kata Alex sambil memeluk Ana dari samping dan mengusap rambut poninya Ana.


Ana yang sudah terlelap dia tidak menjawab perkataannya Alex dan Alex lalu mencoba memejamkan matanya sambil memeluk Ana dari samping dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya Ana hingga keleher, karena Alex takut jika Ana nanti kedinginan dengan AC yang menyala sepanjang malam.


Alex berusaha semaksimal mungkin untuk tidur dan memejamkan matanya. Detik, berganti menit, menit berganti jam, bahkan sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah satu malam akan tetapi Alex belum bisa memejamkan matanya. Bahkan Ana sudah tertidur sekitar hampir tiga jam, dan Ana sudah berada dialam mimpinya.


Bagaimana Alex bisa memejamkan matanya, sedangkan tubuh dari istrinya begitu menggodanya daritadi, apalagi ketika Alex memeluk Ana, tangan Alex langsung menempel sempurna disquishnya Ana, membuat Alex semakin tidak bisa tidur. Dan jika Ana memeluknya, dengan sangat terasa sekali squishynya Ana menempel didadanya.


"Aku tidak bisa jika begini terus, membuat kepalaku pusing, dan adik kecilku ngilu rasanya", kata Alex dan dia langsung berdiri dari ranjang untuk segera melepaskan semua baju tidur yang dipakainya.


Setelah selesai Alex langsung melancarkan aksinya untuk menuntaskan hasratnya kepada istrinya. Ana saja ketika sadar dia pasrah, apalagi ini ketika sudah tidur dengan lelap, ya sepuas Alex ingin melakukan apa saja kepada tubuhnya Ana.


Alex memaikan, menghisap, melu***t dan menj***t squishy serta liang surgawinya Ana. Walau Ana melenguh dan mende***h mata dia masih tetap terpejam.


Alex yang sudah tidak tahan dia langsung memasukkan palu thornya kelubang surgawinya Ana. Dengan gerakan lambat hingga cepat akhirnya Alex sampai juga dipuncaknya dan dia langsung menyemburkan lava hangatnya menuju kerahimnya Ana.


"Aaah leganya", kata Alex ketika sudah bisa mengeluarkan lavanya, dan dia langsung ambruk menimpa tubuhnya Ana.


Bahkan Ana tidak terjaga sama sekali, seakan Ana pasrah terserah Alexander suaminya mau diapakan saja tubuhnya.


Alex langsung berpindah posisi menjadi tiduran disampingnya Ana ketika dia sudah bisa menuntaskan hasratnya yang tertahan tadi. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal Alex memejamkan matanya dan lama-kelamaaan dia bisa tidur dengan sendirinya.


Alex melakukan itu terus dengan Ana dan selalu mengeluarkannya didalam karena Alex dan Ana menikmati permainan mereka.


Alex dan Ana tidak terburu-buru ingin memiliki anak, sekasih-NYA saja dan jika mereka dikasih cepat sungguh Ana dan Alex juga sangat akan bahagia sekali.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2