GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 49


__ADS_3

Ternyata semakin hari semakin membaik tubuhnya Ana, dan bekas operasi dihidungnya Ana juga sudah mulai mengering dengan baik.


Hari ini Ana diperbolehkan untuk pulang oleh Dokter Simon. Alex yang lagi perjalan menuju kerumah sakit dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ana.


Dirumah sakit sendiri Keluarga Ana yaitu Mommy dan juga Daddnya lagi beres-beres dan mengurus semua surat-surat untuk kepulangan Ana.


Ketika Tuan Fredo yang sedang ingin membayar semua tagihan rumah sakitnya Ana, betapa terkejutnya dia ketika mendengar dari petugas kasir rumah sakit jika semua tagihan puterinya sudah lunas semua.


Dan ketika Tuan Fredo melihat kertas yang berisi semua tagihannya Ana, dia semakin tercengang saja, karena jumlah yang nol yang tertera tidaklah sedikit.


"Saya yakin pasti Tuan Alexlah yang membayarkan semua tagihannya Ana", batin Tuan Fredo sambil melihat kertas rincian tagihan rumah sakit.


Tuan Fredo setelah dari kasir rumah sakit, dia berinisiatif untuk menemui Dokter Simon dan menanyakannya tentang itu.


"Masuk", kata Dokter Simon ketika mendengar pintunya diketuk.


Tuan Fredo langsung saja membuka pintu ketika sudah dipersilahkan masuk oleh Dokter Simon.


"Permisi Dokter Simon", kata Tuan Fredo ketika sudsh masuk diruangannya Dokter Simon.


"Oh, anda Tuan Fredo, silahkan duduk, apa ada yang bisa saya bantu?? ", kata Dokter Simon kepada Dokter Simon.


"Saya mau menanyakan tentang ini Dokter, dan saya yakin sekali Dokter mengetahuinya", kata Tuan Fredo sambil menyerahkan kertas rincian rumah sakitnya Ana.


Dokter Simon yang melihat kertas rincian rumah sakitnya Ana, dia lalu tersenyum kepada Tuan Fredo.


"Iya tebakan anda benar Tuan Fredo, Xanderlah yang membayar semuanya, bahkan Xander juga dari awal meminta fasilitas yang terbaik untuk Ana", kata Dokter Simon kepada Tuan Fredo dengan tersenyum ramah.


"Dokter ini sungguh terlalu banyak jumlahnya dan Tuan Alex membayarkannya cuma-cuma untuk Ana", kata Tuan Fredo kepada Dokter Simon.


"Tuan Fredo saya yakin anda juga sudah mengetahui jika Xander memiliki rasa kepada Nona Ana..... Kata Dokter Simon menjeda perkataannya kepada Tuan Fredo smbil tersenyum.


"Tuan Fredo, Nona Ana adalah wanita pertama yang diperlakukan spesial oleh Xander Tuan selain tante Gia Maminya, dan Nona Analah yang sudah berhasil menaklukan hatinya Alexander Tuan Fredo, jadi bagi Alex uang segitu tidak ada apa-apanya untuk kesembuhannya Nona Ana, karena saya yakin seratus persen kalau Alexander dia sangat mencintai anak anda Tuan", jawab Dokter Simon kepada Tuan Fredo.


Dan Tuan Fredo yang mendengarnya dia semakin yakin akan keputusannya untuk merestui hubungan antara Ana dan Alexander.


Sementara itu ketika Tuan Fredo sedang mengurusi semua pembayaran dirumah sakit. Diruangannya Ana, Ana melihat Mommynya sedang membersihkan sesuatu dan barang-barang yang akan dibawa pulang.

__ADS_1


"Mommy lagi sedang apa, Mommy daritadi membuat kepala Ana menjadi pusing", kata Ana sambil memperhatikan Mommynya yang sibuk sendiri daritadi.


"Mommy rasanya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pulang, dan Mommy entah kenapa rasanya tidak bisa diam saja", jawab Mommy Dania kepada Ana, sambil duduk diranjang sebelahnya Ana duduk.


Ketika Mommy Dania baru saja selesai berkata seperti itu, tiba-tiba Ana dan Mommy Dania mendengar pintu ruangannya Ana diketuk dari luar.


Ana dan Mommy Dania mereka berfikir jika yang mengetuk pintu adalah Alex, dan Ana sungguh sangat senang rasanya ingin segera melihat Alex.


"Mommy pasti itu Kak Xander yang datang", kata Ana kepada Mommynya.


"Biar Mommy buka dulu ya", jawab Mommy Dania kepada Ana, dan Ana hanya mengangguk saja kepada Mommy Dania.


Mommy Dania dia langsung saja beranjak turun dari ranjang yang dia duduki dan berjalan menuju kearah pintu untuk membukakan pintu.


Ketika pintu dibuka Mommy Dania dia terkejut ternyata bukan Alex yang datang akan tetapi Dokter Juliuslah yang datang.


"Anda adalah Dokter yang menangani Ana ketika waktu itu kan?? ", kata Mommy Dania kepada Dokter Julius.


"Iya Nyonya nama saya Dokter Julius", jawab Dokter Julius dengan ramah kepada Mommy Dania.


"Ah iya Dokter Julius, maaf saya lupa namanya, bagaimana Dok, apa ada yang bisa saya bantu", kata Mommy Dania kepada Dokter Julius.


"Oh boleh, mari silahkan masuk Dok", jawab Mommy Dania kepada Dokter Julius dengan ramah.


Setelah itu Dokter Julius ikut masuk mengikuti Mommy Dania. Dan Dokter Julius melihat Ana sedang memainkan ponselnya diatas ranjang pasiennya.


"Ana", panggil Mommy Dania kepada Ana yang sedang memainkan ponselnya.


Ana langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Mommynya dan lalu kearah Dokter Julius yang ada dibelakangnya Mommy Dania.


Ana langsung saja ketakutan ketika melihat orang asing yang masuk kedalam ruang inapnya, itu disebabkan karena psikisnya Ana masih sedikit terguncang karena kekerasan yang dilakukan oleh Denar kemarin.


"Dia siapa Mommy, suruh dia cepat keluar, cepaaat!! ", kata Ana yang ketakutan melihat Dokter Julius.


Dokter Julius bukannya marah, akan tetapi dia tersenyum ramah kepada Ana, karena sudah mengetahui akan keadaan psikisnya Ana.


"Hey Nona Ana, apa Nona lupa, saya yang menangani Nona kemarin, Nona Ana kebanyakan tidur, jadi tidak tahu Dokter", kata Dokter Julius mencoba mendekati Ana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mommy Ana takut", kata Ana sambil memeluk lengan Mommynya.


"Jangan takut Ana, dia memang Dokter yang kemarin sering memeriksa Ana waktu Ana belum sadar", kata Mommy Dania menjelaskan kepada Ana.


"Kata teman Dokter, hari ini Nona Ana sudah diijinkan pulang ya, ini Dokter ada sesuatu untuk Ana", kata Dokter Julius kepada Ana sambil menyerahkan kotak kepada Ana.


Ana lalu melihat kearah Mommynya, dan Mommy Dania juga melihat kearahnya Ana. Mommy Dania lalu mengangguk kepada Ana agar Ana menerima pemberian dari Dokter Julius.


Dengan perlahan dan takut, Ana lalu memberanikan diri mengambil kotak yang diberikan oleh Dokter Julius.


"Buka saja, Nona Ana pasti suka, percaya sama Dokter", kata Dokter Julius dengan ramah dan mencoba meyakinkan Ana untuk membuka kotak pemberiannya.


Akhirnya dengan berani Ana lalu mencoba membuka kotak yang diberikan oleh Dokter Julius kepadanya. Dan Dokter Julius semakin tersenyum melihatnya.


"Coklat, Boneka", kata Ana ketika Ana sudah membuka kotak itu.


"Iya itu hadiah untuk Nona Ana yang sudah berhasil melewati masa kritisnya kemarin, Nona Ana suka", kata Dokter Julis kepada Ana.


"Tapi ini bisa dimakan Dok coklatnya?? ", tanya Ana sudah mulai berani dengan Dokter Julius. Dan Dokter Julius merasa senang, karena Ana sudah berani bertanya kepadanya.


"Bisa dong, sini mau Dokter bukain?? ", kata ramah Dokter Julius lagi. Dan Ana hanya mengangguk pelan kepada Dokter Julius.


Sedangkan Mommy Dania dia hanya diam saja melihat interaksi antara Ana dan Dokter Julius.


Tiba-tiba ada seseorang yang sedang membuka pintu ruangannya Ana, dan melihat Dokter Julius sedang memberikan coklat yang sudah dia buka tadi kepada Ana.


Mereka semua pada mengalihkan pandangan mereka kearah orang yang baru saja membuka pintu, Ana dan dan Mommy Dania pada tersenyum melihat orang yang baru datang dan membuka pintu itu, akan tetapi tidak dengan Dokter Julius, senyum Dokter Julius pudar karena kedatangan orang itu.


"Kak Xander", kata Ana dengan senang sekali.


Ya Alexlah yang membuat senyum dibibirnya Dokter Julius pudar, begitu juga dengan Alex yang tadi senang karena akan menjemput Ana, sekarang didadanya merasa bergemuruh karena tiba-tiba cemburu dengan Dokter Julius.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sabar-sabar readers, lanjut part selanjutnya sajaπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2