GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 43


__ADS_3

Dengan baju anti peluru dan senjata lengkap, Alex, Tuan Fredo, Tuan Gavi dan Tara serta semua anak buahnya mereka sepakat untuk menyerbu dimarkasnya Tuan Vigor malam itu juga.


"Beres Tuan, mereka semua sudah pada tidur, yang berjaga hanya sedikit saja", lapor Karl kepada semua majikannya.


Anak buahnya Tara, Tuan Fredo dan juga Tuan Gavi serta Alex mereka datang terlebih dahulu untuk melumpuhkan para penjaga yamg berjaga didepan pintu gerbang.


Sedangkan Karl dan Arjun mereka terus memantau kondisi melalui CCTV yang mereka retas dan terus melaporkannya kepada semua majikannya melalui speaker kecil yang terpasang ditelinga mereka masing-masing.


Dengan mudahnya para anak buahnya Tuan Fredo dan Tara melumpuhkan penjaga yang berjaga didepan, karena mereka hanya lima orang saja.


Dengan mengendap-endap para anak buah yang lain ikut masuk juga mengikuti teman-temannya yang sudah terlebih dahulu masuk.


Ketika sampai didepan pintu masuk mereka harus bersembunyi ternyata masih ada penjaga lagi yang terjaga.


Dengan pistol dengan kelihaian para anak buahnya Alex dan Tuan Fredo dengan mudahnya mereka membekap mulut para penjaga yang berjaga sekitar empat orang itu.


Mereka semua akhirnya bisa masuk kedalam markasnya Tuan Vigor dengan mudah dan dengan penuh kehati-hatian. Dan ketika masuk ternyata ada satu anak buahnya Tuan Vigor yang masih terjaga dan dia melihat ada banyak orang yang masuk kedalam markas mereka.


Sontak saja dia langsung saja berteriak untuk membangunkan para anak buahnya Tuan Vigor yang lain.


"Tuan anak buah kita ketahuan, mereka sedang saling menyerang didalam", lapor Arjun kepada semua majikannya.


Tuan Fredo, Alex, Tara, dan Tuan Gavi mereka masih bersembunyi dibalik tembok depan markasnya Tuan Vigor.


"Kita masuk saja, ayo kita bantu para anak buah kita", kata Tuan Gavi memberi komando.


"Baik, ayo Tuan", jawab Tuan Fredo.


Akhirnya dengan sangat berhati-hati dan saling waspada Tuan Fredo, Tuan Gavi, Tara dan juga Alex mereka masuk kedalam markasnya Tuan Vigor.


Suara tembakan, suara pukulan saling bersahut-sahutan, suara senjata tajam yang lainnya pun tak kalah nyaring suaranya.


"Awas Tuan Alex", teriak Tara yang melihat ada anaknya Tuan Vigor yang datang dari arah belakangnya sambil membawa sebuah pisau.


Alex yang mendengar pun langsung saja berbalik badan dan langsung menendang muka dari anak buahnya Tuan Vigor yang akan menyerangnya.


Mereka pada saling menyerang satu sama lainnya, dan saat ini pihak dari Tuan Gavi, Tuan Fredo, Tara dan juga Alex masih unggul dan masih mempunyai cukup banyak tenaga, karena jumlah mereka lebih banyak dibandingkan dengan jumlah anak buahnya Tuan Vigor.


Xandi, dan para ketua bodyguardnya Tuan Vigor mereka juga pada berkelahi dengan Tuan Gavi, Tuan Fredo, Tara dan juga Alex.


Perkelahian mereka dibilang cukup sengit, karena mereka sama-sama tangguhnya.


"Awas Tuan-tuan, mereka mempunyai pisau lipat dan sebuah suntikan yang tersembunyi dari balik baju mereka masing-masing", lapor Karl dan Arjun secara bersamaan kepada para majikannya.


"Awas kalian hati-hati, kalian dengar apa yang dikatakan Karl dan Arjun tadi kan", teriak Tuan Fredo kepada Tuan Gavi, Alex dan juga Tara anaknya sambil terus melawan para musuh.

__ADS_1


Kebetulan Tuan Vigor malam itu dia menginap dimarkasnya. Dan ketika diluar kamarnya Tuan Vigor sedang terjadi keributan, dia tidak terbangun sama sekali, karena dia sedang mabuk berat tadi sebelum tidur, dan kamar pribadinya yang ada dimarkasnya juga kedap suara.


"Tuan Fredo awas", kata Alex dengan berteriak kepada Tuan Fredo sambil mendorongnya kesamping. Karena Alex tadi melihat ada anak buahnya Tuan Vigor ingin memukul kepalanya Tuan Fredo.


Alex langsung saja menendang balok kayu yang untuk memukulkan Tuan Fredo tadi, setelah terlepas Alex langsung saja memukul telak orang itu hingga dia tidak sadarkan diri.


Jangan remehkan kemampuan beladirinya Alex karena Alex dari kecil sudah diajari dan dididik ilmu bela diri oleh Papinya, karena Papinya Alex tahu ketika besar nanti akan banyak rintangan yang lebih berbahaya nantinya. Dan ilmu beladirinya Alex itu sangat penting untuk menjaga diri sendiri, karena Alex adalah penerus utama Keluarga Damara, keluarga terkaya didunia.


Dimarkas mereka pada bertarung untuk memberantas kejahatan, begitu juga dirumah sakit, Ana bertarung dengan nasib, karena tiba-tiba Ana mengalami kejang dan jantungnya berdetak dengan sangat kencang melebihi batas normal orang sehat.


Mommy Dania dan Nyonya Gia yang melihat dia langsung saja memencet tombol darurat yang tersedia disitu. Para Dokter yang sudah ditugaskan oleh Dokter Simon untuk selalu menjaga Ana mereka langsung pada berlari menuju keruang perawatannya Ana.


Dan salah satu Dokter ada yang langsung memanggil Dokter Simon. Dan Dokter Simon pun yang selalu standby diruangannya dia juga langsung bergegas menuju keruangannya Ana.


"Dokter Simon tolong selamatkan putri saya", kata Mommy Dania kepada Dokter Simon sambil menangis.


"Nyonya mohon doanya saja, kami akan sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik, permisi", jawab Dokter Simon dan dia langsung saja masuk kedalam ruang perawatannya Ana.


Tirai pun sudah ditutup daritadi dijendela kaca yang tembus pandang dari luar itu. Mommy Dania dia terus saja menangis daritadi, sedangkan Nyonya Gia dia masih dengan setia menemani Mommy Dania dan juga memberikan semangat.


Kembali kemarkasnya Tuan Vigor, kepala bodyguard kepercayaannya Tuan Vigor sudah bisa dikalahkan oleh Tuan Gavi, Tuan Fredo, Tara dan juga Alex. Hanya tinggal satu saja yaitu Xandi.


Ketika Xandi dengan diam-diam akan memukulkan sebuah besi panjang kearahnya Alex. Alex yang saat itu sedang melawan para anak buahnya Tuan Vigor pun tidak menyadari itu, dan tiba-tiba......


Suara tembakan itu mengalihkan Alex yang sedang berkelahi melawan para anak buahnya Tuan Vigor. Ternyata Taralah yang menembakan senjata apinya tepat kepunggungnya Xandi dan tembus kedepan. Seketika Xandi jatuh tersungkur dibelakangnya Alex.


"Ayo Tuan Fredo, kita cari Tuan Virgo", ajak Tuan Gavi kepada Tuan Fredo.


Dan mereka berdua akhirnya berjalan menghindari para anak buahnya Tuan Vigor yang tinggal beberapa orang saja. Tuan Fredo dan Tuan Gavi mereka menaiki sebuah tangga dan membuka semua pintu ruangan, dan ketika mereka sampai dipintu yang berbentuk beda dari yang lain, mereka yakin jika pintu itu adalah kamarnya Tuan Vigor.


Dan benar saja ketika Tuan Fredo dan Tuan Gavi membukanya, karena pintunya tidak terkunci, mereka melihat Tuan Virgo sedang terlelap dalam tidurnya dengan keadaan yang berantakan dengan beberapa botol minuman yang berserakan dilantai dan berada disebelahnya.


Tuan Vigor yang samar-samar seperti mendengar seseorang masuk dikamarnya, dia mencoba untuk bangun, dengan masih ada sisa-sisa alkohol ditubuhnya, dan belum bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang memasuki kamarnya.


"Saya seperti melihat bayangannya Fredo dikamar ini", kata Tuan Vigor dengan gaya khas orang mabuk.


"Mungkin karena saya sudah tidak sabar ingin membunuhnya, jadinya ada bayangan Fredo dihadapanku", kata Tuan Vigor lagi sambil memegangi kepalanya.


"Saya bukan bayangan Vigor, saya benar-benar ada dihadapanmu sekarang",kata Tuan Fredo kepada Tuan Vigor.


Tuan Vigor semakin mengumpulkan tenaganya untuk dapat bisa melihat dengan jelas.


"Oh hay Fredo, apa kabar, bagaimana hadiah yang saya berikan kepadamu melalui anak kamu itu, indah bukan", kata Tuan Vigor kepada Tuan Fredo dengan melantur akan tetapi membuat darah Tuan Fredo sangat mendidih.


"Jika nanti saya bisa membunuhmu, saya akan menyisakan anak perempuanmu jika dia bisa hidup, akan saya jadikan pemuas nafsuku nanti", kata Tuan Vigor lagi dengan melantur setelah itu dia tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Tuan Fredo yang sudah tidak tahan dia lalu mengangkat senjata apinya tepat dihadapan wajahnya Tuan Vigor. Sedangkan Tuan Gavi daritadi dia terus mengawasi dan berjaga karena takut jika nanti tiba-tiba ada anak buahnya Tuan Vigor datang.


"Tuan Gavi, ada dua anak buah dari Tuan Vigor mereka sedang menaiki tangga menuju kelantai atas", lapor Karl kepada Tuan Gavi.


Dan ketika Tuan Gavi mendapat laporan dari Karl, dia lalu membuka sedikit pintu kamarnya Tuan Vigor dan ketika Tuan Gavi melihat kedua anak buah itu berjalan mendekati kamarnya Tuan Vihor, Tuan Gavi langsung menembakan senjata apinya kepaha salah satu anak buahnya Tuan Vigor.


Dan anak buah yang satunya yang melihat dia langsung saja menembakan tembakan tepat kearah pintu kamarnya Tuan Vigor.


Doorr, doorr


Untung saja Tuan Gavi dengan cepat menutup pintu itu, jika telat sedikit saja mungkin nyawa dia akan melayang, karena peluru itu arahnya tepat dengan mukanya. Dan sekali lagi...


Dorrr, doorrr, dooorrrr


Tuan Gavilah yang berhasil menembak tepat kedada anak buahnya Tuan Vigor.


Sedangkan Tuan Vigor yang melihat dia hanya tertawa khas orang mabuk.


"Dia teman kamu payah Fredo", kata Tuan Vigor melantur mengatai Tuan Gavi.


"Kamu tidak akan bisa membunuhku, karena anak buahku pasti sebentar lagi akan datang membunuh kalian", kata Tuan Vigor lagi.


"Anak buahmu sudah pada mati diluar, dan ucapkan selamat tinggal pada dunia ini Vigor", kata Tuan Fredo kepada Tuan Vigor sambil menarik pelatuknya dengan perlahan


Tuan Vigor yang mendengarnya pun dia semakin sadar, dan dia tiba-tiba menjadi sangat takut sekali jika akan dibunuh oleh Tuan Fredo.


"Ampuni saya Fredo, ampun jangan bunuh saya", kata Tuan Vigor sambil tangannya meraba ingin mengambil botol minumannya yang berada dekat dengannya.


"Mengampunimu,......... ", kata Tuan Fredo.


"Tidak akan mungkin", kata Tuan Fredo lagi.


Dan ketika Tuan Vigor melihat Tuan Fredo sedikit lengah, dia lalu berteriak ingin memukul kepala Tuan Fredo dengan botol kaca itu yang sudah berhasil diambilnya tadi.


"Awaaaassss", teriak Tuan Gavi untuk Tuan Fredo.


Dan reflek saja Tuan Fredo langsung menembakkan pelurunya tepat mengenai jantungnya Tuan Vigor. Tuan Vigor dengan perlahan tapi pasti dia tumbang jatuh diatas ranjangnya sambil memegangi dadanya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Lanjut Part selanjutnya yah readers, ini partnya sudah panjangπŸ˜¬πŸ˜¬πŸ˜‚πŸ˜‚


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2