
Pandangan mata Alex dan semua orang yang mengelilingi Alex teralihkan dengan kedatangan sebuah mobil yang baru tiba itu.
Alex yang merasa familiar dengan mobil itu dia terus mengingat-ingatnya, dan ketika Alex sudah teringat dia hanya tersenyum miring saja.
"Apa yang akan kalian lakukan kepada Tuan Alex?? ", tanya Tara kepada semua orang yang mengelilingi Alex dari arah depannya Alex.
"Kamu siapa, berani-beraninya mencampuri urusan kami, dan kalian semua juga siapa kenapa kalian juga ikut-ikutan", kata salah satu orang yang mengepung Alex kepada Tara dan sambil menunjuk orang-orang yang ada dibelakangnya Alex.
"Kami adalah anak buahnya Tuan Alex", jawab salah satu bodyguard yang selalu mengikuti Alex kemanapun Alex pergi.
"Dan kami anak buahnya Tuan Tara", jawab salah satu anak buahnya Tara.
"Siapa mereka, apa kalian tahu", tanya Tara kepada salah satu anak buahnya.
"Mereka adalah orang-orang suruhannya Tuan Aaron dan Tuan Delwyn Tuan", jawab salah satu anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengawasi Aaron dan juga Delwyn.
Perkataan dari anak buahnya Tara sontak membuat Tara dan juga Alex merasa terkejut, terutama Tara ternyata apa yang menjadi dugaannya dan dugaan dari Daddynya adalah tepat sekali.
"Apakah yang kamu bilang benar Alfie?? ", kata Tara dengan ekspresi yang cukup terkejut kepada salah satu anak buahnya.
Belum semoat Alfie menjawab, mereka semua sudah mendengar teriakan dari salah satu orang suruhannya Aaron dan juga Delwyn.
"Aaaah, kalian memang banyak bicara sekali", teriak salah satu orang suruhannya Aaron serta Delwyn dan dia langsung saja ingin menyerang kearahnya Alex.
Alex yang mempunyai kesigapan yang tinggi dia reflek saja menembak orang itu dengan pistol yang selalu tersembunyi apik dibalik jas mahalnya dan langsung membuat orang yang tadi inging menyerangnga terkapar dijalan.
Doorrrrr
Suara tembakan yang Alex hadiahkan untuk orang yang akan menyerangnya tadi.
Orang-orang suruhannya Aaron dan juga Delwyn yang melihat temannya terkapar mereka langsung saja ikut menyerang Alex dan anak buahnya juga.
Jumlah orang suruhannya Aaron dan Delwyn ada sepuluh orang, dan bodyguard yang mengawal Alex satu mobil berjumlah empat orang, sedangkan anak buahnya Tara satu mobil juga berjumlah empat orang.
Sebelumnya jumlah mereka tidak seimbang, sepuluh dan sembilan, dengan kedatangan Tara mereka menjadi seimbang. Musuh sudah tumbang satu. Pasti mudah untuk melumpuhkan orang-orang itu semua untuk Alex, Tara dan para anak buah mereka.
__ADS_1
"Iyaaaaaaaaaakk, dug, dag bhuk"
Suara pukulan dan teriakan saling bersahut-sahutan. Para bodyguardnya Alex yang semuanya orang terpilih dan terlatih dari segala bidang walau mereka cuma empat orang Alex yakin mereka bisa melumpuhkan tiga puluh orang sekaligus, apalagi cuma sedikit orang seperti ini, begitulah batin Alex tadi.
Tara yang melihat perkalihan didepannya dia juga tidak tinggal diam saja. Setelah sekian menit mereka berkelahi tiba-tiba datanglah polisi setempat yang mendengar ada perkelahian dijalan F setelah ada seorang warga yang melapor.
Semua orang yang mendengar sirine polisi mereka langsung saja menghentikan perkelahian mereka.
"Oh Tuan Damara, ada apa ini yang sebenarnya terjadi", tanya salah satu polisi yang mengenali Alex.
"Biasa urusan bisnis yang tidak terima jika mereka kalah", jawab Alex kepada polisi itu.
"Apa perlu kami bantu untuk menangkap mereka semua termasuk bos mereka", tanya salah satu polisi lagi.
"Tidak perlu pak polisi, kami bisa mengatasinya sendiri", jawab Alex basa basi kepada para polisi.
Sedangkan Tara dia sedang mengawasi gerak-geriknya orang suruhan sahabatnya itu.
"Baiklah kalau begitu, kami permisi dahulu Tuan Damara, dan mohon sangat jangan membuat keributan ditempat umum Tuan demi kenyamanan bersama", kata polisi itu lagi kepada Alex.
"Segera akan kami selesaikan Pak Polisi dan terimakasih", jawab Alex dengan senyum palsunya.
"Awas Tuan Alex", teriak Tara dengan tiba-tiba dan langsung saja mendorong tubuhnya Alex.
Alex yang belum terlalu sigap dia tidak tahu jika ada salah satu orang suruhannya Aaron dan juga Delwyn ada yang mengeluarkan pisau lipat dari balik bajunya.
Dan Tara yang daritadi mengawasi mereka mengetahui hal itu, langsung saja dia reflek mendorong tubuhnya Alex, dan akhirnya Taralah yang mengalami luka tusuk didaerah pinggangnya.
"Tuan Taraaaa!!! ", teriak Alex yang melihat Tara menolongnya.
Alex langsung saja bangun dari duduknya dan berlari menuju kearahnya Tara. Sedangkan para anak buahnya Tara dan juga Alex mereka lansung memberi balasan kepada orang-orang suruhannya Aaron dan Delwyn itu.
"Kalian semua habisi mereka dan sisakan satu bos mereka", teriak Alex tegas kepada para anak buahnya dan anak buahnya Tara.
Setelah berkata seperti itu Alex mencoba mengangkat Tara dengan cara memapahnya untuk masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
Dengan susah payah karena badannya Tara yang berat dan sama besarnya seperti Alex. Akhirnya Alex bisa mendudukkan Tara dikursi sebelah kemudi.
Setelah itu Alex duduk dikursi kemudi dan dia lalu mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata untuk menuju kerumah sakit.
"Simon, aku kerumah sakit sekarang, tunggu aku diUGD", kata Alex kepada Simon disambungan telefon dan langsung mematikannya tanpa menunggu jawaban dari Simon.
"Siapa yang sakit, kenapa suara Alex seperti terburu-buru seperti itu", kata Simon ketika Alex sudah mematikan sambungan telefonnya.
Simon langsung saja turun kebawah untuk menuju keUGD karena Simon saat itu kebetulan masih diruang kantornya dan belum pulang.
Simon yang menunggu sekitar lima belas menitan akhirnya dia melihat juga mobil yang dikendarai Alex sudah sampai didepan UGD rumah sakit CORNELIUS HOSPITAL.
Simon langsung saja mendekati Alex yang baru saja turun dari mobil dengan keadaan yang begitu berantakan serta darah banyak yang menempel dijas mahalnya.
"Ayo Simon bantu aku", Kata Alex sambil berlari memutari mobil karena ingin membukakan pintu untuk Tara.
"Kalian semua cepat kesini", teriak Simon kepada para Dokter dan suster yang berada diruang UGD.
Para Dokter dan Suster yang medengar pimoinan rumah sakit berteriak-teriak mereka langsung dengan segera dan berlari menghampiri Simon.
"Pelan-pelan Tuan Tara", kata Alex kepada Tara yang sudah hampir hilang kesadarannya karena sudah mengeluarkan banyak darah.
"Siapkan ruangan", perintah Simon kepada salah satu Dokter.
Akhirnya Tara sudah bisa ditempatkan dibrankar rumah sakit, dan dia lalu didorong menuju keruangan yang sudah disiapkan oleh Dokter yang disuruh Simon tadi.
Sedangkan jika kembali ketempat kejadian, akhirnya para anak buahnya Tara dan juga Alex mereka bisa dengan mudah melumpuhnya orang suruhannya Aaron dan Delwyn yang tidak ada apa-apa kemampuannya jika dibandingkan mereka.
Bahkan para anak buahnya Alex dan juga Tara tidak terluka yang begitu parah. Anak buahnya Alex dan Tara mereka memasukkan para orang suruhannya Aaron dan Delwyn yang sudah terkapar tidak berdaya kedalam mobil untuk dibawa kemarkasnya Alex.
Sedangkan satu orang yang mereka anggap bos, sudah diamankan oleh para bodyguardnya Alex, untuk mendapatkan balasan dari Keluarga Damara.
ππππππππππππ
Hayo readers Aaron sama Delwyn enaknya mereka diapakan itu?? πππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***