
Ketika Ana dan juga Alex ingin makan malam diruang makan bersama baby Luis tentunya, mereka berdua tiba-tiba kedatangan tamu yaitu kedua orang tuanya Alex.
Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia ketika mereka diberi kejutan dengan kehamilannya Ana yang kedua, sebenarnya saat itu Tuan Gavi dan Nyonya Gia sedang berada disebuah hotel untuk datang kepertemuan dengan para koleganya Tuan Gavi.
Dan ketika acaranya sudah selesai jam enam tadi, Tuan Gavi serta Nyonya Gia langsung saja meluncur pulang, namun bukan pulang kemansion mereka, melainkan pulang kemansionnya Alex.
Mereka ingin memberikan seperangkat perhiasan untuk Ana yang mereka beli dari toko perhiasan tadi sebelum pulang, karena rasa bahagianya mereka yang akan mempunyai cucu lagi dari Alex dan juga Ana.
Dan disinilah mereka yaitu Tuan Gavi serta Nyonya Gia sudah masuk kemansionnya Alex dan sedang mencari keberadaannya Alex serta Ana.
Ketika Bi Lena yang menyambut kedatangannya Tuan Gavi serta Nyonya Gia, Bi Lena langsung memberitahukan kepada mereka jika Ana dan Alex sedang berada diruang makan.
"Mami, Papi", kata Alex dan juga Ana secara bersamaan ketika mereka berdua tiba-tiba melihat kedua orang tua mereka masuk keruang makan.
"Apakah kami mengganggu kalian??", kata Tuan Gavi kepada Alex dan juga Ana sambil langsung duduk dikursi makan yang masih kosong, begitu juga dengan Nyonya Gia.
"Tidak Pi, oh ya Papi sama Mami apakah sudah makan malam, ayo kita makan bersama-sama", kata Ana kepada Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.
"Kalian lanjutkan makannya saja, kami tadi sudah makan dipertemuan, biar baby L kami yang jagain saja", jawab Nyonya Gia kepada Ana sambil tersenyum dan sambil mengambil alih baby L yang lagi disuapin makanan oleh Ana.
Dan Ana serta Alex hanya mengangguk saja kepada Papi serta Maminya, sambil meneruskan makannya.
Tuan Gavi lalu memanggil Bi Lena untuk membuatkannya secangkir kopi sambil menemani Alex dan Ana selesai makan.
Mereka berempat berada dimeja makan diselingi dengan pembicaraan hangat dan juga santai.
Dengan Nyonya Gia sambil mengajak bermain dan menyuapi makanan untuk baby L.
Ketika sudah selesai makan malamnya, mereka semua lalu berpindah tempat duduk dishofa yang ada diruang keluarga mansionnya Alex.
"Oh ya Ana, ini Mami ada sesuatu untuk kamu", kata Nyonya Gia sambil memberikan sebuah kotak perhiasan yang ukurannya cukup besar kepada Ana.
"Ini perhiasannya banyak sekali Mi, apakah untuk Ana semua??", kata Ana kepada Nyonya Gia ketika sudah menerima sekotak perhiasan itu.
__ADS_1
"Iya pasti untuk Ana semua ya, masa untuk Papah Xander atau Baby L mereka kan laki-laki", kata Ana lagi dan membuat semua orang tertawa ketika mendengar perkataannya Ana.
"Ini sebagai hadiah dari kami karena kamu akan memberikan kami cucu lagi Ana", kata Nyonya Gia kepada Ana sambil tersenyum manis.
"Ana hamil kan juga karena Kak Xander Mi, jika bukan karena Kak Xander mana bisa tiba-tiba Ana hamil, jadi Mami sama Papi apa tidak mau memberikan Kak Xander hadiah juga??", kata polos Ana kepada Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.
Perkataannya Ana ada benarnya juga, walau dia sudah mempunyai anak, namun yang namanya sifat polos dan lugu yang sudah melekat dari dulu tetap tidak bisa dihilangkan dari dalam dirinya Ana.
Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia mereka langsung saling pandang dan juga langsung saja terdiam ketika mendengar perkataannya Ana, sedangkan Alex dia langsung tertawa dengan sangat keras sekali melihat wajah aneh dari kedua orang tuanya ketika mendengar perkataannya Ana.
Tuan Gavi dia lalu tertawa kecil ketika sudah bisa menguasai rasa kagetnya, dan disusul dengan Nyonya Gia yang juga ikut-ikutan tertawa garing kepada Ana.
"Kenapa kalian berdua malah tertawa Pi, Mi, sekarang mana hadiahnya untuk Papahnya baby L??", kata Ana lagi kepada Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia dengan gayanya yang lugu.
Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia yang bingung ingin menjawab apa, akhirnya Tuan Gavi dia menjawab sekenanya saja apa yang ada didalam fikirannya.
"Hadiahnya ada diPerusahaan Ana, besok akan Papi berikan kepada Xander", jawab asal Tuan Gavi kepada Ana sambil tersenyum.
Dan Tuan Gavi salah kata ketika berkata seperti itu kepada Ana, karena kata-kata itu nantinya akan membuat Alex sangat beruntung sekali.
"Karena hadiahnya adalah saham Perusahaannya Papi sebanyak tiga puluh persen Ana, jadi semua berkasnya ada dilemarinya Papi yang ada dikantor", jawab asal Tuan Gavi kepada Ana dengan segera dan Tuan Gavi dia langsung menepuk jidatnya ketika berkata seperti itu karena dia salah berbicara kepada Ana.
Ana yang paham dia langsung saja hanya beroh ria saja menjawab perkataannya Tuan Gavi dan lalu asik sendiri dengan baby L.
Sedangkan Alex dia langsung tertawa dengan sangat lebar sekali, mendengar perkataan dari Papinya.
"Eheem, benar lho Pi sahamnya, jangan lupa, besok akan Xander minta ketika sudah dikantor", kata Alex dengan tawa bahagianya kepada Tuan Gavi.
"Iya", jawab Tuan Gavi kepada Alex dengan wajah sebalnya.
"Istriku memang sangat pintar dan membuat isi dompetku semakin tebal saja", kata Alex memuji Ana sambil menyindir Papinya yang tadi keceplosan berkata seperti kepada Ana.
Karena hanya kata saham itulah yang ada didalam otaknya Tuan Gavi untuk menjawab perkataannya Ana.
__ADS_1
Nyonya Gia yang penasaran dengan pemberian saham itu kepada Alex, dia lalu bertanya kepada suaminya.
"Apa Papi benar ingin memberikan saham itu kepada Xander Pi, tiga puluh lima persen itu jumlahnya cukup banyak lho Pi", tanya Nyonya Gia kepada Tuan Gavi.
"Sebenarnya tidak, tapi karena Papi keceplosan ya mau tidak mau Papi harus memberikannya kepada Xander, nanti jika tidak Papi berikan akan membuat Ana bertanya lagi dan Papi semakin pusing menjawabnya", jawab Tuan Gavi kepada Nyonya Gia.
Walau Tuan Gavi dan Nyonya Gia berbicara dengan sedikit berbisik namun Alex dia bisa mendengarnya dengan jelas, sedangkan Ana dia sedang sibuk sendiri dengan anaknya yaitu baby L yang lagi asik berjalan memutari ruang keluarga, jadinya dia tidak mendengar perkataannya Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.
Alex dia tertawa begitu dengan bahagianya ketika melihat wajah pasrah dari Papinya yang harus menyerahkan saham perusahaan kepada Alex dengan cuma-cuma karena perkataan polos dari Ana.
Padahal Tuan Gavi dan juga Alex jika harus mendapatkan saham mereka harus membuat sebuah berkas dan persiapan yang matang, namun itu tidak berlaku dengan Ana.
Wajah yang imut dan baby face serta gaya bicara yang polos dan lugu bisa dengan mudah mendapatkan saham tanpa mengeluarkan keringat sedikit pun.
Tuan Gavi dia menunjukkan wajah cemberut dan pura-pura garangnya kepada Alex, namun Alex tidak takut dan malah semakin keras pula suara tawanya hingga membuat Tuan Gavi reflek melempar bantal shofa kearahnya Alex, namun dapat cepat ditangkap oleh Alex.
Sedangkan Nyonya Gia yang sudah mengerti akan perkataan dari suaminya dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Bagaimanapun juga semua kekayaan mereka nantinya juga akan jatuh ketangannya Alex maupun kepada cucu-cucu mereka kelak.
"Harusnya Papi tadi bilangnya saham sebesar seratus persen, jadi kan sepenuhnya kekayaan Papi jatuh ketangannya Xander", kata Alex sambil menggoda Papinya, dan langsung ingin mendapatkan lemparan bantalan shofa lagi dari Tuan Gavi namun tidak jadi.
Dan Nyonya Gia yang melihat perubahan dalam diri Alex ketika sudah menikah dengan Ana dia menjadi semakin bahagia serta bisa semakin dekat dengan Alex.
Karena Alex dia semakin hangat, murah senyum dan tidak kaku seperti dulu ketika sebelum mengenal dengan Ana.
...π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’...
Mampir yuk diceritanya Denzel sama Tevy πππππ
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...