GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 262 TAMAT


__ADS_3

Ketika tali pusar sang baby sudah terlepas dari dalam perutnya Ana, serta sudah terpotong dari perut sang baby.


Babynya Alex langsung saja dibungkus menggunakan kain seadanya yang ada disitu, dan sang perawat langsung juga memberikan baby tersebut kepada Alex.


Dan Alex seperti baru tersadar dari rasa melamunnya itu, ketika suster mengajaknya berbicara.


"Eh....", kata Alex dengan sedikit linglung ketika tahu-tahu babynya sudah diberikan kepadanya.


Alex yang belum sempat melepaskan kaos yang dipakainya itu, membuat kaosnya sedikit kotor terkena darah karena memeluk sang baby.


"Sebentar suster, tolong gendong sebentar", kata Alex kepada salah satu suster yang ada didalam ruangan tersebut.


Alex lalu melepaskan kaos rumahan yang dipakainya itu, alhasil terlihatlah badan atletisnya Alex yang sangat banyak kotak-kotaknya itu.


Dan setelahnya Alex langsung saja mengambil alih sang baby dari gendongan sang suster tadi.


Alex yang sudah menggendong babynya, dia lalu memberikan kecupan hangat dipipi dan dahinya Ana dengan sangat mesra sekali.


"Thank you Mamah Ana", kata Alex sambil berbisik mesra didekat wajahnya Ana.


Ana hanya mampu tersenyum manis saja sambil melihat wajahnya Alex dengan mata sayunya itu.


"Mohon menyingkir sebentar Tuan Damara, karena Nyonya Ana akan kami berikan penanganan", kata salah satu suster kepada Alex dengan sopan.


Dan Alex langsung saja menyingkir kesamping serta langsung duduk dikursi yang ada disitu sambil mendekap sang baby kedalam pelukannya.


Alex sekarang dia sangat tersadar, jika dirinya tidaklah berada dialam mimpi melainkan dialam nyata yang benar-benar dia rasakan ketika Alex sudah mendekap erat baby keduanya itu kedalam pelukannya.


"Mohon ijin sebentar Tuan Damara, babynya akan kami bersihkan dulu", kata salah satu suster kepada Alex.


Dan Alex langsung saja memberikan babynya itu kepada suster tersebut untuk dibersihkan badannya.


Alex dia terus berdoa, dan harap-harap cemas menunggu Ana yang sedang dalam penangan, dan tirai penghubung pun ditutup semua, sehingga membuat Alex tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Dokter kepada Ana.


Sedangkan diluar sana, semua keluarga yang sudah pada berdatangan, kecuali Tara dan juga Bella yang masih dalam perjalanan, mereka semua langsung saja bertanya kepada salah satu Dokter jaga yang ada ruang UGD.


Dan Dokter tersebut mengatakan jika Nyonya Damara sedang dibawa keruang bersalin bersama Tuan Damara juga.


Tuan Gavi lalu mengusulkan untuk menelfon Simon terlebih dahulu, dan mereka semua akhirnya setuju dengan usul dari Tuan Gavi sambil menunggu dengan harap-harap cemas didepan ruang UGDnya.

__ADS_1


Simon yang sedang berada diruangannya, dia sangat terkejut sekali ketika diberitahu oleh Tuan Gavi melalui sambungan telefon tadi.


Dan Simon langsung saja keluar dari dalam ruangannya untuk menemui semua Keluarganya yang ada didepan ruang UGD tersebut.


Para Keluarga Damara dan Keluarga William yang sudah melihat Simon dari kejauhan dan sedang berjalan kearah mereka semua. Mereka semua segera langsung bergegas menghampiri Simon.


"Ayo Paman, Bibi ikut saya", kata Simon kepada Tuan Gavi dan semuanya untuk mengikutinya menuju keruang bersalin yang tempatnya tidak terlalu jauh dari ruang UGD.


Ketika sudah sampai didepan ruang bersalin, para Keluarga Damara dan William mereka langsung saja menunggu dengan wajah yang sangat mengkhawatirkan keadaannya Ana.


Sebab ketika mereka semua sedang menikmati waktu hari minggu mereka, tiba-tiba mereka semua mendapat telefon dan kabar dari Bi Lena jika Ana ingin segera melahirkan.


Alhasil mereka semua langsung saja terkejut dan khawatir secara bersamaan.


Sedangkan Simon sendiri dia langsung saja masuk kedalam ruang bersalinnya Ana sambil membawa tas yang berisi perlengkapan baby yang tadi dititipkan kepadanya dari Mommy Dania.


Dan Mommy Dania sendiri juga mendapatkan tas berisi perlengkapan babynya Alex tersebut dari anak buahnya Alex yang sedang menunggu didepan ruang UGD tadi.


Alex yang melihat Simon masuk kedalam ruang bersalinnya Ana, dia langsung saja berdiri dan berjalan mendekati Simon.


"Xander, Simon", kata Alex dan Simon secara bersamaan dengan suara perlahan.


"Ini baju untuk baby kamu, dan sebentar aku akan melihat kondisinya Ana terlebih dahulu", kata Simon kepada Alex sambil memberikan tas yang dititipkannya tadi.


Sedangkan Simon dia angsung saja melangkahkan kakinya masuk ketirai pembatas itu.


Setelah sekitar setengah jam Simon melihat kondisinya Ana, Simon lalu keluar dari dalam tirai tersebut, sambil tersenyum manis sekali kepada Alex.


"Semua akan baik-baik saja", kata Simon memberikan semangat kepada Alex, tanpa memberitahukan keadaannya Ana sesungguhnya bagaimana kepada Alex.


"Ayo kita keluar dulu", ajak Simon kepada Alex.


Dan Alex hanya menurut saja apa kata Simon tadi kepadanya tanpa banyak bertanya, namun sebelumnya Simon sudah memberikan tas perlengkapan babynya Alex kepada suster terlebih dahulu sebelum mereka keluar.


Melihat Simon keluar bersama Alex, semua keluarga langsung saja mendekati Alex dan juga Simon.


"Simon jelaskan kepadaku, bagaimana keadaannya Ana tadi ketika kamu lihat??", tanya Alex kepada Simon dengan sangat penasaran sekali ketika mereka sudah berada diluar ruangan bersalinnya Ana.


"Ana dia sedikit mengalami pendarahan Xander, dan dia sedang mendapatkan penanganan yang serius didalam sana oleh para Dokter", jawab Simon kepada Alex dengan wajah yang sangat sulit ditebak oleh Alex dan lainnya.

__ADS_1


Membuat Alex dan para keluarga yang lainnya langsung saja bersedih sekali, ketika mendengar perkataannya Simon tadi, bahkan Mommy Dania dan Nyonya Gia langsung saja meneteskan air matanya.


"Tapi kamu tenang saja Xander, pendarahannya Ana sudah dapat diatasi oleh para Dokter dan mungkin sebentar lagi Ana akan segera dipindahkan keruang perawatan biasa, tapi Ana nanti belum bisa diajak berbicara dan biarkan dia beristirahat dulu", sambung lagi perkataannya Simon kepada Alex dan yang lainnya juga sambil tersenyum.


Kelanjutan perkataannya Simon, membuat Alex dan para keluarga lainnya langsung saja bernafas dengan sangat lega sekali.


"Kamu membuat jantungku seakan berhenti berdetak Simon", kata Alex kepada Simon dengan wajah yang masih ada guratan kekhawatirannya untuk Ana.


"Maaf, tapi memang itulah yang terjadi dengan Ana tadi Xander, tapi untung saja Ana cepat mendapatkan penanganan, jika tidak......", perkataannya Simon langsung dipotong oleh Alex.


"Stop!!, jangan diteruskan", kata Alex memotong perkataannya Simon dengan sangat tegas sekali.


Dan Simon langsung saja diam sambil tersenyum sangat tipis sekali kepada Alex.


Perasaan semua orang belum pada tenang jika mereka semua belum melihat sendiri kondisinya Ana yang sebenarnya.


Setelah menunggu sekitar setengah jam lamanya didepan ruang bersalin, akhirnya Ana dan babynya sudah bisa dipindahkan keruang perawatan biasanya, yang pastinya VVIP ruangannya.


Ana masih dalam keadaan yang belum sadar dari pasca persalinan tadi, dan dia juga tidak boleh diganggu terlebih dahulu untuk memulihkan tenaganya pasca persalinannya tadi.


Sedangkan babynya sendiri dia sudah berada dalam dekapan sang Kakek, Oppa, Omma dan Neneknya dengan bibir yang terus mengembang dari para keluarganya Ana.


Alex juga sudah merasa sangat senang sekali, ketika melihat keadaan dari sang istri yang baik-baik saja walau dia sedang memejamkan matanya.


Dan Alex dia dengan setia duduk disampingnya Ana sambil melihat kedua orang tuanya serta kedua mertuanya sedang tersenyum bahagia bersama anak keduanya tersebut.


"Welcome to the world baby gilr Damara", kata Tuan Gavi ketika menggendong cucu keduanya tersebut sambil tersenyum senang.


Yaps betul sekali, babynya Alex dan Ana yang kedua adalah berjenis kelamin perempuan, yang wajahnya kali ini sama persis dengan Alex, persis sekali, seperti pinang dibelah dua.


Dari mata, dagu, alis, semuanya, bahkan warna rambut kepalanya pun mirip sekali dengan Alex.


Dan dia langsung diberinama oleh Alex dengan nama Elena Allessandra Cinzia Damara yang artinya Anak perempuan yang seperti Dewi Bulan yang selalu mempertahankan sinarnya dengan sangat kuat.


Dan nama panggilannya adalah baby Sandra.


Kelahiran dari baby Sandra memperlengkap kebahagiaannya Alex dan juga Ana, yang sudah mempunyai sepasang anak laki-laki dan perempuan.


Alex berharap dan berdoa semoga kebahagiaannya dengan Ana akan terus bertahan hingga maut memisahkannya kelak setelah bisa menyaksikan semua anak-anak mereka memiliki kehidupannya sendiri-sendiri.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TAMAT***


__ADS_2