
Seminggu sudah berlalu Bella dan juga Tara belum menunjukkan akan ingin sadar dari tidur lelap mereka.
Dan dari seminggu itu yang setia menunggu Tara serta Bella adalah Mamah Angel dan juga Mommy Dania, sedangkan yang lainnya mereka akan datang diwaktu pagi atau siang dan pulang sore harinya.
Papah Aldric dia sepulang kerja langsung saja menemani istrinya menunggui Tara dan juga Bella begitupun Tuan Fredo, dan juga Nico.
Mamah Angel, Mommy Dania dan yang lainnya pun pada setiap waktu sering mengajak berbicara dan komunikasi dengan Tara dan juga Bella supaya ada rangsangan untuk mereka segera sadar.
Hari ini adalah tepat hari minggu, semua para laki-laki yang tidak bekerja mereka sudah berada dirumah sakit sejak pukul delapan pagi tadi, dan Ana pun juga sudah tiba dirumah sakit bersama Alex serta tentunya Baby Luis.
Begitupun Nyonya Gia dan juga Tuan gavi mereka juga sudah datang kerumah sakit.
Ketika mereka semua sedang pada saling berbincang, dan Ana yang lagi sedang duduk disebelah brankarnya Bella, tidak sengaja tangannya baby Luis dia menggenggam erat tangannya Bella.
Dan Bella sendiri didalam alam bawah sadarnya dia sedang bertemu dengan seorang anak kecil yang memanggilnya Mamah dan langsung memegang erat tangannya Bella, Bella pun membalas genggaman erat tangan anak kecil itu, alhasil didunia nyata Ana yang ingin memegang tangannya baby L terkejut sekali melihat tangannya Baby L sedang digenggam erat oleh Bella.
Ana langsung saja cukup histeris melihat itu dan langsung saja membuat semua keluarganya langsung mendekat mengerumuni Bella.
Mereka sangat senang sekali melihat perkembangan dari Bella, dan ketika mereka sedang bahagia sambil mengajak berbicara kepada Bella, dengan perlahan-lahan kelopak matanya Bella terbuka dengan sangat pelan sekali.
Dada mereka semua langsung sedikit lega melihat Bella sudah membuka matanya lagi.
Ucap syukur mereka panjatkan kepada Tuhan, mereka sangat berterima kasih atas kesempatan kedua yang diberikan kepada Bella.
Nico yang disuruh oleh Tuan fredo untuk memanggil Dokter pun dia langsung saja beranjak pergi keluar mencari Dokter yang biasa menangani Bella.
Selang beberapa menit Dokter itu masuk bersama asisstannya diikuti Nico dibelakangnya juga.
Para keluarga langsung saja menyingkir untuk memberikan ruang kepada Dokter itu untuk memeriksa keadaannya Bella.
Baby Luis dia yang sudah cukup aktif tiba-tiba dia tertawa dengan lucunya sambil bertepuk tangan dengan menggemaskannya dan itu membuat Alex langsung gemas kepada anaknya serta dia langsung meminta baby L dari gendongannya Ana dan langsung menciumin seluruh mukanya.
Baby Luis yang sedang tertawa cukup kencang itu karena geli dengan jenggot dan kumis dari Papahnya, membuat suasana diruang perawatannya Tara dan Bella semakin berwarna saja.
Semua orang reflek tertawa kecil mendengar suara tertawanya Baby Luis yang cukup keras dan menggemaskan itu.
"Bagaimana Dokter keadaannya anak saya Bella??", tanya Papah Aldric kepada Dokter itu yang sudah selesai memeriksa Bella.
__ADS_1
Dan Mamah Angel dia langsung memberikan minum kepada Bella yang merasakan kehausan.
"Semua baik-baik saja Tuan, Nyonya Bella sudah menunjukkan perkembangan yang bagus dan dia hanya menunggu untuk kesembuhannya saja", kata Dokter itu kepada Papah Aldric dengan ramah.
"Terimakasih Dokter", jawab Papah Aldric kepada Dokter itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, mari semuanya", kata Dokter itu lagi berpamitan keluar kepada Papah Aldric dan juga semua keluarga yang ada disitu.
"Mah perut Bella", kata Bella dengan syok sambil memegangi perutnya yang sudah rata.
"Kamu sudah melahirkan Nak, karena ketika kecelakaan itu ketuban kamu pecah, dan anak kamu sekarang dia sedang berada didalam inkubator karena harus lahir prematur", jawab Mamah Angel kepada Bella.
Dan para keluarga yang lainnya juga sudah mengerubungi Bella lagi, sehingga Bella tidak bisa melihat jika disebelahnya ada Tara yang belum sadarkan diri diatas brankarnya.
"Tara!!!, suami Bella mana Mah, mana Tara, ko dia tidak ada diantara kalian disini", kata Bella dengan cukup histeris kepada semua orang.
Lalu semua orang dengan perlahan menyingkir untuk memperlihatkan Tara yang masih berbaring dibrankar sebelahnya dan belum sadarkan diri dari kemarin.
"Dia siapa Mah??", tanya Bella lagi masih kepada Mamah Angel sambil menunjuk Tara.
Membuat Bella langsung saja menangis sejadi-jadinya ketika melihat keadaannya Tara yang seperti itu.
"Taraaaaaaa, My Griy bangun sayang", kata Bella dengan histeris sambil mengeluarkan air matanya dengan cukup deras sekali ketika sudah mengetahui orang yang berbaring dibrankar sebelahnya dengan perban dikepalanya adalah suaminya.
Mereka yang awalnya sudah bisa menerima dengan ikhlas keadaannya Tara, tiba-tiba merasakan sesak lagi didadanya ketika melihat ratapan kesedihan dari Bella.
Bahkan para wanita yang ada diruangan itu sudah ikut menangis juga melihat Bella yang menagisi Tara.
"Sudah sayang, kita doakan Tara suami kamu supaya bisa melewati masa komanya sayang", kata Mamah Angel sambil menenangkan Bella yang sedang menangis.
"Iya sayang kamu harus cepat sembuh dan cepat menyemangati Tara serta baby girl kamu supaya mereka juga bisa melewati masa-masa sulit mereka", kata Mommy Dania kepada Bella.
"Baby girl??", kata Bella kepada Mommy Dania.
"Iya Nak anak kalian berjenis kelamin perempuan Bella", jawab Mommy Dania kepada Bella sambil tersenyum manis.
Sedang yang lain mereka hanya diam saja sambil mendengarkan percakapan antara Bella dan juga Mamah Angel serta Mommy Dania.
__ADS_1
Bella langsung saja menangis ketika mendengar anaknya berjenis kelamin perempuan, pasalnya anak perempuanlah yang sangat diinginkan oleh Tara, sedangkan Della dia sangat menginginkan anak laki-laki.
"Sayang bangun, anak kita perempuan sayang seperti keinginan kamu, bangun My Griy", kata Bella dengan menangis tersedu-sedu sambil mengucapkan perkataannya untuk tara.
Tak kuasalah air mata para wanita melihat Bella seperti itu lagi. Sungguh sangat menguras air mata sekali adegannya.
Sedangkan para laki-laki mereka semua hanya bisa diam sambil menunjukkan wajah sedih mereka juga.
"Aku mau melihat anak Bella Mah, Momm, Pah Dadd, antarkan Bella kesana sekarang juga", kata Bella kepada semua keluarganya.
"Tunggu nanti sampai kamu sudah pulih dan bisa berjalan ya Bella, nanti kami janji akan mengantarkanmu menemui anak kamu itu", bujuk Tuan Fredo kepada Bella.
"Iya Nak, yang kuat ya, karena saat ini Tara dan juga babymu sangat membutuhkan suport dari kamu", kata Tuan Gavi juga kepada Bella.
Bella hanya bisa diam saja tidak menjawab perkataan semua orang, dengan sisa air mata yang masih mengalir dimatanya dan dia bertekad ingin cepat sembuh untuk bisa segera melihat anaknya dan juga merawat suaminya.
Ketika Bella hanya diam saja tiba-tiba baby L dia mengayunkan tangannya kepada Bella dengan lucunya seperti ingin meminta digendong oleh Bella.
"Ca, tataataaa", oceh lucu dan tidak jelas dari Baby Luis kepada Bella sambil mengayunkan tangannya kearahnya Bella.
Dan kelakuannya Baby Luis berhasil mengalihkan pandangannya Bella yang sedang diam saja itu.
"Jangan sayang, aunty masih sakit", kata Ana kepada baby Luis yang seperti meminta gendong oleh Bella.
"Tidak apa-apa Ana coba bawa sini baby Lnya", kata Bella kepada Ana sambil meminta tolong kepada Papahnya untuk menaikkan lagi brankarnya.
Mamah Angel langsung saja membantu Bella yang mencoba untuk duduk.
"Aaaah sakit", reflek Bella mengaduh kesakitan sambil memegangi perutnya ketika jahitan diperutnya baru saja digerakannya itu.
Para keluarga yang melihatnya mereka langsung saja khawatir kepada Bella, namun Bella meyakinkan mereka semua jika dia tidak apa-apa, Bella sangat tahu sekali apa efek dari operasi caesar itu dan dia ingin segera sembuh dari pasca operasi caesarnya.
Walau Bella tidak diberitahu jika dia melahirkan secara caesar, namun Bella sudah menebak sendiri jika dalam keadaan yang tidak sadar seperti kemarin dan masih dalam usia prematur pastilah caesarlah jalan satu-satunya, karena dia juga seorang Dokter Spesialis Kandungan.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1