
Ketika Vero sudah diperbolehkan untuk pulang kemarin oleh Dokter, Arga lalu mengantarkan Vero keruangan sang Kakak terlebih dahulu untuk menitipkan Vero kepada kedua orang tuanya yang sedang menunggui Daneil.
Sebab pada saat itu masih ada sang Jenderalnya Daneil datang menjenguk Daneil diruang perawatannya Daneil.
Arga tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung saja membuka pintu ruang perawatannya Daneil, dan langsung mengalihkan pandangan semua orang yang ada didalam kearahnya Arga dan juga Vero yang baru saja masuk itu.
"Halo, selamat sore", sapa Arga dengan ramah ketika dia baru saja masuk kedalam ruang perawatannya Daneil.
"Sore", jawab Jenderal Rhison dengan ramah juga kepada Arga, sedangkan Mamah Leone dan Cacha mereka berdua hanya tersenyum sopan kepada Arga dan juga Vero.
"Mah titip istri Arga dulu ya, karena Arga sedang ada urusan dengan Bos Alex, tidak mungkin juga Vero Arga bawa pulang, kasihan dia tidak ada yang menjagain dirumah", kata Arga kepada Mamah Iris ketika dia sudah berada didepannya Mamah iris.
Mamah Iris langsung saja mengangguk sambil tersenyum kepada Arga.
Sedangkan Daneil dia hanya bisa menatap Vero dengan tatapan senangnya, karena pengorbanannya tidak sia-sia untuk menyelamatkan Vero beserta kedua anaknya yang sedang dikandungnya itu ketika sudah melihat Vero baik-baik saja seperti itu.
Karena sejak sadar kemarin, Vero dan Daneil belum pernah saling bertemu.
"Iya, hati-hati ya Nak", kata Mamah Iris kepada Arga dengan sambil tersenyum.
Arga sebelum pergi dia lalu memberikan ciuman mesra dikeningnya Vero dihadapan semua orang tanpa malu sedikit pun.
"Kakak pergi dulu ya sayang", kata Arga kepada Vero sambil mengusap lembut rambut kepalanya Vero setelah mencium keningnya Vero tadi.
"Iya sayang", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum manis sekali.
Dan setelahnya Arga langsung saja beranjak berdiri dari depannya Vero.
Mamun ketika Arga baru saja sampai didepan shofa yang diduduki sang Ayah serta sang Jenderal, yaitu Ayah Geoff dan Jenderal Rhison.
Arga langsung memberhentikan langkah kakinya, karena Ayah Geoff bertanya kepada Arga.
"Membereskan yang tertunda kemarin Ayah bersama Bos Alex",, jawab Arga kepada Ayahnya dengan sama-samar, karena tidak mungkin Arga menjawab dengan jujur sedangkan didalam ruangan itu sedang banyak sekali orang.
__ADS_1
Ayah Geoff yang mengerti akan maksud perkataannya Arga, dia langsung saja mengangguk faham kepada Arga.
Dan Arga setelahnya dia benar-benar berlalu pergi dari dalam ruang perawatannya Daneil.
"Tadi itu apa anak anda yang kedua Tuan Geoff??", tanya Jenderal Rhison kepada Ayah Geoff.
"Iya Jenderal Rhison, dia adiknya Daneil, dan itu istrinya menantu kami yang sedang hamil kembar calon cucu kami", jawab Ayah Geoff kepada Jenderal Rhison dengan sambil tersenyum ramah sekali.
"Waaah apakah benar itu Nak, kamu sedang hamil kembar sekerang??", kata Mamah Leone kepada Vero ketika mendengar perkataannya Ayah Geoff tadi.
"Iya Nyonya", jawab Vero kepada Mamah Leone dengan ramah.
"Oh ya Vero, perkenalkan dia itu Cacha, calon istrinya Kakak kamu Daneil ini", kata Mamah Iris kepada Vero dengan sambil tersenyum senang sekali.
Dan Vero langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Cacha yang sedang ditunjuk oleh Mamah Iris dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali.
"Cantik sekali Kakak iparku ini", kata Vero kepada Cacha sambil tersenyum manis.
"Halo Nona, nama saya Vero, adik iparnya Kak Daneil", kata Vero lagi kepada Cacha dengan sambil memperkenalkan diri.
"Mamah ini, Daneil kan belum bilang iya, lihat itu Nona Cacha dia menjadi malu gara-gara Mamah", kata Daneil akhirnya ikut berbicara juga yang daritadi hanya diam saja.
"Tidak apa-apa Letnan Daneil, lagi pula Tante setuju ko jika kamu menikah dengan anak Tante yang bungsu ini", jawab Mamah Leone kepada Daneil.
"Mamah", kata Cacha dengan nada malu sambil menegur sang Mamah.
"Maaf Tante, untuk hal ini kita bisa bicarakan dulu nanti saja ketika saya sudah keluar dari rumah sakit, dan takutnya Nona Cacha dia sudah mempunyai kekasih, saya tidak mau jika dituduh merebut kekasih orang", kata Daneil kepada Mamah Leone.
Jenderal Rhison yang mendengar perkataannya Daneil dia langsung saja tersenyum lucu sekali, karena Jenderal Rhison sangat tahu, jika Daneil tidak mau menikah dengan puterinya namun bingung untuk mengatakan tidak kepada Mamah Leone.
"Oh tenang saja Letnan Daneil, anak Tante ini dia masih jomblo sejak lahir, karena dia hanya berteman dengan buku-bukunya saja, jadi jika Letnan Daneil menikah dengan anak Tante ini dijamin tidak bakal sering cemburu, karena semua temannya adalah buku-buku tebal", jawab Mamah Leone kepada Daneil sambil tertawa lucu.
Membuat Mamah Iris, Vero dan semua orang langsung pada tertawa semua mendengar perkataannya Mamah Leone, kecuali Daneil dan juga Cacha.
__ADS_1
Singkat cerita ketika Keluarga sang Jenderal sudah cukup lama berkunjungnya, mereka semua langsung saja memtuskan untuk pulang kekediaman mewah mereka.
Cacha yang sedikit sebal dengan Mamahnya, dia langsung saja menegur sang Mamah dengan nada merajuknya ketika sudah berada didalam mobil.
Sebab Cacha dia datang kerumah sakit tidak membawa mobil dia sendiri.
Namun Mamah Leone tidak menanggapi kemarahan dari sang puteri, karena Mamah Leone tetap kekeh ingin menjodohkan Cacha dengan Letnan Jenderal Daneil yang sangat disukainya itu.
Apalagi selama ini Mamah Leone sudah sering mendengar tentang sikap serta sifatnya Daneil yang sangat baik sekali dari suaminya yaitu Jenderal Rhison.
Sedangkan kembali kedalam ruang perawatannya Daneil, sepeninggalan dari Keluarga sang Jenderal Daneil langsung saja bertanya kepada Vero tentang keadaannya Vero.
"Vero kamu baik-baik saja kan??, kenapa sekarang kamu menggunakan kursi roda seperti ini??", tanya Daneil kepada Vero, dan masih didengar oleh Mamah Iris dan juga Ayah Geoff.
"Vero baik-baik saja Kak, dan Vero mengucapkan terimakasih banyak atas bantuannya Kakak kemarin", kata Vero kepada Daneil sambil tersenyum manis sekali.
"Jika tanpa Kakak kemarin, mungkin Vero dan anak ini tidak akan selamat dari kecelakaan kemarin, terimakasih ya Kak", lanjut lagi perkataannya Vero kepada Daneil dengan tulus bahkan Vero sampai menangis terharu.
"Dan Vero menggunakan kursi roda ini, karena aku harus bedrest total Kak, setelah kejadian kecelakaan kemarin", sambung lagi perkataannya Vero kepada Daneil
"Sussst, jangan menangis Vero, yang terpenting sekarang kamu selamat dan juga kedua baby keponakan aku juga selamat", kata Daneil kepada Vero dengan sangat lembut sekali ketika Daneil melihat Vero mengeluarkan air matanya.
Dan Mamah Iris yang sedang duduk disampingnya Vero, dia bisa melihat sendiri rasa keperduliannya Daneil untuk Vero sangat begitu besar sekali.
"Maksud perkataan dari kamu apa Nak??", tanya Ayah Geoff kepada Vero, ketika dia sedikit bingung dengan perkataannya Vero tadi.
"Kak Daneil seperti ini karena dia sudah menyelamatkan Vero Ayah, karena sebetulnya orang yang menaiki mobil itu dia ingin menabrak Vero", jawab Vero kepada Ayah Geoff.
Ayah Geoff dia hanya mengangguk saja kepada Vero sambil menatap Vero dengan penuh arti ketika sudah mendengar jawaban dari Veronica.
"Jika Arga tahu, kalau Vero yang diincar, pastilah orang yang sengaja menabrak kemarin akan mendapatkan kemarahan dari Arga", kata batin Ayah Geoff sambil menatap Vero yang sedang berbincang lagi dengan Daneil dan juga Mamah Iris.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC Bonchap***...