GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 122


__ADS_3

Alex dan juga Ana mereka langsung saja keluar dari dalam kamar untuk menemui Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia, dan disinilah Alex dan juga Ana yang sudah duduk bergabung diruang Keluarga bersama Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.


"Halo Mami, Halo Papi", sapa Ana kepada kedua mertuanya sambil bercipika cipiki bersama Nyonya Gia.


"Halo juga sayang", jawab Tuan Gavi kepada Ana, sedang Nyonya Gia dia hanya tersenyum saja kepada Ana.


Dan Alex dia sudah langsung duduk bergabung dishofa dekat dengan Papinya.


"Papi sama Mami sudah lama datangnya??", tanya Alex kepada kedua orang tuanya.


"Belum, baru saja datang, dan kami langsung menyuruh Lena untuk memanggil kalian turun", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


"Apakah kedatangan kami menganggu waktu istirahat kamu Ana??",tanya Nyonya Gia kepada Ana.


"Tidak Mami, tadi Ana sama Kak Xander cuma lagi mengajak berbicara sama baby", jawab Ana kepada Nyonya Gia sambil mengusap perutnya yang sudah buncit.


"Perut kamu ternyata tidak terasa sudah besar saja ya Ana", kata Nyonya Gia kepada Ana sambil mengusap perutnya Ana yang sedang duduk disebelahnya.


Nyonya Gia dia langsung saja terkejut ketika mendapat tendangan dari babynya Ana dan juga Alex.


"Eehh!!!! dia menendang", kata Nyonya Gia kepada Ana dengan sangat senang sekali, dan Ana dia hanya tersenyum saja menjawab perkataannya Nyonya Gia.


Begitupun dengan Alex dan juga Tuan Gavi, mereka juga senang dengan keaktifan dari baby yang sedang dikandung oleh Ana.


"Oh ya Mi, besok kita mau chek kandungannya Ana, Mami mau ikut tidak??", tanya Alex kepada Maminya.


"Mau-mau-mau, Mami mau ikut", jawab Nyonya Gia dengan sangat antusias sekali kepada Alex.


"Papi boleh ikut sekalian tidak nih??", tanya Tuan Gavi kepada Alex dan semuanya.


"Boleh dong Pi, ayo ikut saja", jawab Ana kepada Tuan Gavi.


"Oke, besok kita berempat berangkat bersama saja, supaya tidak saling menunggu", kata Nyonya Gia menjawab perkataannya Ana.


"Kalian mau berangkat jam berapa??'', tanya nyonya Gia kepada Alex dan juga Ana.

__ADS_1


"Jam setengah sembilan Mi, Xander mau menyerahkan pekerjaannya Xander terlebih dahulu kepada Arga, tapi kalau Mami mau datang kesininya Pagi, Ana biar Xander tinggal sebentar dan Mami yang jaga dia", jawab Alex kepada Maminya.


"Tidak apa-apa Xander, biar Mami yang jaga Ana", jawab Nyonya Gia kepada Alex.


"Memangnya apa yang mau kamu serahkan kepada Arga Xander, biar titip sama Papi saja, nanti akan Papi kasihkan kepada Arga", tanya Tuan Gavi kepada Alex.


"Tidak perlu Pi, karena ada hal pekerjaan yang harus Xander sampaikan juga kepada Arga, dan lagi pula yang tahu tata letak berkasnya didalam ruangannya Xander cuma Xander saja", jawab Alex kepada Papinya.


"Baiklah kalau begitu, terserah kamu saja", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


"Itu Mommy kamu besok ikut juga tidak Ana??", tanya Nyonya Gia kepada Ana.


"Tidak Mi, Mommy lagi flu, Mommy takut kalau menulari Ana, jadi Mommy sementara waktu tidak berkunjung kesini dulu dan ikut chek kandungannya Ana", jawab Ana kepada Nyonya Gia.


"Dan Daddy pun dia harus menjaga Mommy dirumah, kasihan kalau Mommy ditinggal sendirian, sebab Kak Tara dan Kak Bella kan sedang berbulan madu Mi, belum pulang", sambung lagi perkataannya Ana kepada Nyonya Gia.


"Mami jadi tidak sabar ingin cepat esok hari saja rasanya", kata Nyonya Gia kepada semuanya sambil tersenyum senang dan juga sambil mengusap perutnya Ana.


Singkat cerita pagi harinya Nyonya Gia dan Tuan Gavi mereka berdua sudah sampai dimansionnya Alex sekitar jam tujuh lebih lima belas menitan, dan mereka saat ini sudah duduk diruang tamu miliknya Alex bersama Ana.


"Oh ya Mi, Xander titip Ana sebentar ya, Xander hanya sebentar saja ko", kata Alex dengan tiba-tiba ketika dia baru saja turun dari dalam kamarnya yang ada dilantai dua.


"Papi mau sekalian kekantor sama Xander??", tanya Alex kepada Papinya.


"Rencananya tadi ingin kekantor dulu, tapi Papi berubah fikiran, Papi kekantornya nanti sajalah sesudah dari chek kandungan calon cucunya Papi", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


"Baiklah Xander kekantor dulu Pi, Mi, nitip Ana sebentar ya", pamit Alex kepada kedua orang tuanya.


Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka hanya mengangguk saja kepada Alex.


"Sayang Kakak berangkat kekantor dulu ya", kata Alex kepada Ana sambil mencium keningnya Ana dengan mesra.


"Halo baby, Papah kerja dulu ya, baik-baik didalam sana", kata Alex kepada perut buncitnya Ana dan langsung direspon oleh calon babynya dengan sebuah tendangan.


Dan Alex dia langsung saja tersenyum dengan senang sekali ketika direspon perkataannya oleh calon babynya.

__ADS_1


Alex langsung saja berlalu pergi dari dalam rumahnya untuk menuju kekantor. Dan tinggallah Ana beserta Tuan Gavi dan Nyonya Gia yang masih duduk berbincang diruang tamu mansionnya Alex.


Waktu berlalu cukup cepat sekali, sepertinya baru saja tadi Alex berpamitan untuk berangkat kekantor terlebih dahulu, sekarang dia sudah berada dirumah dan sedang bersiap-siap ingin berangkat menuju kerumah sakit.


Setibanya dirumah sakit, Alex, Ana, Nyonya Gia dan juga Tuan Gavi mereka sampai sekitar pukul sembilan tepat diparkiran khusus mobil yang ada dirumah sakit.


Alex, Ana, Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia, mereka berempat langsung saja menuju kedalam ruangannya Dokter kandungannya Ana yang bernama Dokter Hani, yang sudah berumur sekitar empat puluh tahunan.


"Selamat datang Tuan Alex, dan Nyonya Ana, silahkan duduk", sambutan ramah dari Dokter Hani kepada Alex dan juga Ana.


"Mari Tuan, Nyonya silahkan masuk dan silahkan duduk", kata Dokter Hani juga kepada Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia untuk mempersilahkan mereka duduk dishofa yang ada diruangannya.


"Mari Nyonya saya langsung periksa dulu kandungannya", kata Dokter Hani kepada Ana, dan Alex dia langsung saja membantu Ana untuk berbaring dibrankar pasien yang ada diruangannya Dokter Hani.


Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka langsung saja mendekat kearah layar USG yang ada didalam ruangan itu.


Semua nampak normal, perkembangan babynya bagus, detak jantungnya juga bagus, serta pembentukan badan si baby sangat bagus sekali.


Dan ketika tiba dimana Alex menanyakan kepada Dokter Hani apa jenis kelaminnya, seperti kemarin, babynya selalu menutupi kelaminnya sendiri.


Sekarang si baby dia berposisi seperti sedang tengkurap dengan pan***t yang menghadap persis kelayar USGnya, jadi sangat tidak bisa untuk melihat apa jenis kelaminnya.


"Anakku sungguh sangat menggemaskan sekali seperti Mamahnya, belum lahir saja dia sudah begitu kepada Papahnya, bagaimana nanti kalau sudah lahir, dan itu si baby tahu saja jika Papahnya mau tahu jenis kelaminnya apa malah dilihatin pan***t sama dia seperti itu", gerutu Alex dengan tertawa kecil kepada calon babynya.


Sontak saja perkataannya Alex membuat semua orang yang ada diruangannya Dokter Hani langsung pada tertawa semua termasuk Dokter Hani sekalipun.


"Sabar ya Nak, begitu-begitu juga itu hasil panen kamu ko", goda Papinya kepada Alexander.


Dan langsung membuat Dokter Hani tertawa mendengarnya, begitupun dengan Ana serta Nyonya Gia.


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


Jangan lupa mampir dinovelnya author yang baru yuk readers 😁😁


__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***


__ADS_2