
Kembali keSimon dan juga Leyna yang mana mereka sudah sampai ditempat yang sudah Simon siapkan sedemikian rupa untuk mengutarakan perasaannya kepada Leyna.
Ketika sudah sampai diparkiran mobil, Simon langsung saja turun sambil membukakan pintu untuk Leyna.
"Ayo sayang kita sudah sampai, turun yuk, sini pegang erat tanganku", kata Simon kepada Leyna sambil menuntun Leyna keluar dari dalam mobilnya.
"Kita dimana Simon, apa sudah boleh aku buka tutup matanya", tanya Leyna kepada Simon sambil keluar dari dalam mobil.
"Jangan dulu Leyna, kita belum sampai ditempatnya, kita baru saja sampai diparkirannya saja", jawab Simon kepada Leyna.
"Oh, Ok", jawab Leyna lagi kepada Simon sambil memegang erat tangannya Simon.
Simon langsung saja menuntun Leyna berjalan menuju ketempat yang sudah disiapkan olehnya.
"Kita sedang naik lift ya Simon??", kata Leyna kepada Simon ketika dia merasakan seperti sedang berada didalam lift.
"Iya sayang", jawab Simon kepada Leyna.
"Kamu tidak mau akan membunuhku kan Simon??", tanya aneh Leyna kepada Simon dengan mata yang masih tertutup kain itu.
Simon yang mendengar perkataannya Leyna dia lalu tertawa kecil.
"Tidaklah Leyna, masa aku mau membunuh kamu, ada-ada saja kamu", jawab Simon kepada Leyna.
"Terus kamu mau membawaku kemana??", tanya Leyna lagi untuk kesekian kalinya kepada Simon.
"Sebentar lagi sampai", jawab Simon dengan singkat kepada Leyna.
"Ting", bunyi lift berdenting ketika Simon sudah sampai dilantai yang dia tuju.
"Ayo Leyna", kata Simon sambil masih menuntun Leyna berjalan.
Walau banyak orang yang melihat Leyna yang matanya ditutup oleh Simon, akan tetapi mereka hanya melihat saja tanpa memperdulikannya karena mereka berfikir jika Leyna akan diberi kejutan oleh Simon, dan tebakan mereka semuanya benar.
Simon hanya tersenyum formal saja ketika banyak orang melihat kearahnya semua.
Ketika sudah sampai ditempat yang dituju, Simon langsung membuka pintunya dan ketika pintu sudah terbuka Simon lalu membuka penutup matanya Leyna.
__ADS_1
"Akan aku buka Leyna penutup matanya, apakah kamu sudah siap??", kata Simon kepada Leyna sambil berbisik mesra ditelinganya Leyna.
"Aku siap", jawab Leyna kepada Simon sambil mengangguk.
Dan penutup matanya Leyna pun akhirnya dibuka juga oleh Simon.
Leyna dengan perlahan dia lalu membuka matanya, dan ketika matanya sudah terbuka dia langsung melihat banyak lilin yang menyala dibentuk seperti jalan.
"Ini kan apartemen kamu Simon, dan banyak lilin dilantai begini untuk apa Simon", tanya Leyna kepada Simon dengan bingung.
"Ayo masuk", kata Simon kepada Leyna sambil tersenyum dan dia tidak menjawab pertanyaannya Leyna.
Leyna langsung ikut masuk ketika tangannya dituntun oleh Simon menyusuri lilin-lilin yang berjejer rapi dilantai.
Ternyata apartemennya Simon sudah didekor sedemikian rupa dengan banyak balon berbentuk love dan berbagai taburan hiasan kelopak bunga dilantai maupun dimeja oleh Simon.
"Ini kamu Simon yang menyiapkan ini semua??", tanya Leyna kepada Simon sambil terpukau dengan semua hiasan yang ada didalam apartemennya Simon.
"Iya dibantu juga sama anak buahku", jawab Simon kepada Leyna sambil melihat kearahnya Leyna.
"Ayo kita kesana", ajak Simon kepada Leyna menuju balkon yang ada didalam apartemennya Simon.
Bahkan makanan pun sudah terhidang diatas meja itu dengan minuman dan juga wine yang sangat disukai oleh Leyna dan juga Simon.
"Waaaaoooo Simon, ini??", kata Leyna kepada Simon sampai dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
"Iya Leyna, ayo sayang kita duduk dulu", ajak Simon kepada Leyna sambil menarikkan kursi untuk Leyna duduk.
Simon langsung saja menuntun Leyna untuk duduk dikursi yang sudah ia siapkan.
"Ayo Leyna kita makan dulu ini makanannya, mumpung masih hangat", ajak Simon lagi kepada Leyna untuk memakan makanan yang sudah ada diatas meja.
"Ini semua makanan kesukaanku Simon", kata Leyna dengan sangat senang sekali kepada Simon ketika melihat semua hidangan diatas meja itu adalah makanan kesukaannya.
"Iya Leyna aku sengaja menyiapkan semua makanan ini untuk kamu", jawab Simon kepada Leyna sambil tersenyum.
Leyna dan Simon akhirnya memakan hidangan yang sudah Simon sediakan dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya Leyna, dan bahkan Leyna dia sampai lupa jika tadi sempat marah kepada Simon ketika diberikan kejutan yang sangat romantis malam itu didalam apartemennya Simon.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Simon mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya untuk diberikan kepada Leyna nanti, akan tetapi masih disembunyikannya diatas pahanya dahulu.
"Leyna maafkanku yang tidak pernah mengucapkan kata cinta kepadamu", kata Simon kepada Leyna sambil menggenggam tangannya Leyna yang ada diatas meja.
"Jujur aku akui, ketika waktu pertama menjalin hubungan dengan kamu, perasaan cinta itu belum ada didalam hatiku", kata Simon lagi kepada Leyna dengan serius, sedang Leyna dia masih diam mendengarkan Simon berbicara dengan perasaan yang sangat deg-degan sekali.
"Tapi setelah cukup lumayan menjalin hubungan dengan kamu, perasaan ini lama-lama tumbuh dengan sendirinya dan aku juga mulai merasakan nyaman kepadamu Leyna", Kata Simon lagi kepada Leyna.
Dan Leyna dia masih setia mendengarkan Simon.
"Aku tidak mau kehilangan kamu Leyna, dan aku juga sangat mencintai kamu, maukah kamu menikah denganku serta menjadi mendamping hidupku disisa-sisa umurku ini Leyna??", kata akhir dari Simon kepada Leyna.
Leyna tanpa sadar dimatanya terbendung air mata yang siap dia tumpahkan ketika mendengar kalimat terakhir dari Simon untuknya.
Dan Simon setelah berkata seperti itu dia lalu menyodorkan sebuah cincin yang sudah disiapkannya tadi untuk Leyna.
Air matanya Leyna akhirnya menetes juga ketika Simon menyodorkan sebuah cincin berlian putih untukya sambil tersenyum sangat manis sekali kepada Simon.
"Yes, aku mau Simon, aku mau", jawab Leyna dengan pelan kepada Simon karena dia masih sangat terharu sekali.
Simon langsung saja tersenyum dan dia lalu memakaikan cincin itu dijari manisnya Leyna.
Simon langsung saja berdiri dan mendekati Leyna serta langsung saja memeluk Leyna dengan sangat erat sekali.
"Terimakasih Leyna, I Love You", kata Simon kepada Leyna sambil memeluk Leyna dengan sangat erat sekali.
"I Love You too Simon, aku bahagia sekali malam ini", jawab Leyna kepada Simon sambil membalas pelukannya Simon.
Simon lalu melepaskan pelukannya dan dia langsung saja menempelkan dahinya kedahinya Leyna sambil mengucapkan sesuatu.
"Besok aku akan mengenalkanmu dengan keluargaku dan aku juga akan mulai mempersiapkan pernikahannya kita secepatnya", kata Simon kepada Leyna sambil menyatukan dahinya.
Leyna hanya tersenyum manis saja kepada Simon dan juga sambil mengangguk menanggapi perkataannya Simon.
Simon lalu mulai lebih mendekatkan wajahnya kewajahnya Leyna dan ketika bibir mereka sudah bertemu mereka lalu berciuman dengan sangat mesra sekali dan sangat intens sekali.
Mereka berciuman cukup lama dengan saling mengecap lidah mereka satu sama lainnya diterangi dengan cahaya lilin dan lampu kota yang indah dilihat dari atas balkon apartemennya Simon.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***