
Tidak terasa cepat juga usia kehamilannya Ana sudah menginjak tiga puluh delapan minggu dan sebentar lagi tinggal menghitung hari saja Ana sudah akan melahirkan anak pertamanya dengan Alex.
Dan usia kandungannya Bella pun juga sudah cukup besar sekitar lima bulanan.
Walau kamar calon babynya sudah penuh dengan barang yang dibelikan oleh para kedua orang tua mereka masing-masing, yang namanya sifat calon seorang ibu dia juga pasti menginginkan hal memilih sendiri baju dan perlengkapan bayi untuk anaknya sendiri.
Dengan seiringnya waktu sifatnya dewasanya Ana mulai terbentuk dengan sendirinya seiring dengan kehamilannya yang sudah mulai membesar, Ana mulai sudah bisa berfikir seperti wanita yang seumuran dengannya akan tetapi sifat anak kecil dan lugunya masih sedikit melekat didalam dirinya Ana.
Dan saat ini Ana sedang merengek kepada Alex untuk diajak kesebuah mall untuk membeli baju-baju bayi dan lain-lainnya juga.
"Ayolah Kak, antarkan Ana ya, Ana ingin memilih sendiri baju-baju bayinya, dari kemarin Ana meminta kepada Kakak akan tetapi tidak pernah Kakak penuhin dan Kakak selalu mencari alasan untuk itu", kata Ana dengan merengek kepada Alex yang sedang sibuk mengetik pekerjaannya.
"Kakak sedang banyak pekerjaan sayang, lain kali saja ya", jawab Alex kepada Ana tanpa mengalihkan pandangannya dari Laptop.
"Katanya Kakak tidak akan mengerjakan pekerjaannya dirumah jika sedang berduaan dengan Ana, tapi ini apa??, Ana bahkan dicuekin", kata Ana kepada Alex sambil cemberut.
Semua itu sengaja Alex lakukan supaya bisa beralasan kepada Ana, karena Ana merengek kepada Alex tidak cuma sekali dua kali itu saja, akan tetapi sudah dari kemarin-kemarin, dan Alex selalu mencari alasan untuk hal itu.
Alex sengaja seperti itu kepada Ana karena Alex tidak mau mengajak Ana keluar apalagi keadaan Ana sedang hamil besar dan akan segera melahirkan, Alex takut jika terjadi apa-apa kepada Ana nantinya jika berada diluar, semua itu Alex lakukan semata-mata untuk melindungi Ana.
Akan tetapi yang namanya seorang ibu hamil pastilah tingkat emosionalnya akan lebih meningkat dari wanita yang tidak hamil, jadi Ana selalu merengek kepada Alex sebelum keinginannya terpenuhi.
"Maafkan Kakak ya sayang, baiklah sekarang akan Kakak temani, sini dong, jangan cemberut", kata Alex kepada Ana sambil menutup laptopnya.
"Ana kepingin Kak membeli dan memilih-milih sendiri baju-baju bayinya, perlengkapan baby yang lainnya juga untuk baby kita", kata Ana lagi kepada Alex yang sedang memeluknya.
"Kan dirumah sudah banyak sayang, sudah dibelikan sama Mommy, Daddy, Papi, dan Mami juga", kata Alex mencari alasan lagi kepada Ana.
"Tapi kan kita belum membelinya sendiri Kak", jawab Ana kepada Alex dengan muka pipi tembamnya.
Padahal Alex sudah membeli sendiri semua itu tanpa sepengetahuan dari Ana dengan cara menyuruh Arga yang membelinya.
Fikir Alex Terlalu berisiko jika mengajak Ana berbelanja diluar, karena musuh diKeluarga mereka tidak tahu kapan akan menyerang mereka.
__ADS_1
"Tapi sayang, Kakak takut jika kamu nanti kecapekan, kan kasihan sama sidedek babynya, apalagi kamu ini sudah sebentar lagi akan melahirkan lho sayang", jawab Alex mencari alasan lagi kepada Ana.
"Ya kalau capek kita pulanglah Kak", jawab Ana dengan mudahnya kepada Alex.
Dengan memikir untuk beberapa saat akhirnya dengan terpaksa Alex mengabulkan keinginannya Ana untuk membeli perlengkapan bayi sesuai keinginannya Ana.
Karena sampai kapan pun Ana pasti akan terus merengek kepadanya untuk diajak keluar membeli semua itu, jika tidak segera diturutinnya.
"Baiklah, tapi ada satu syaratnya sayang", kata Alex kepada Ana.
"Apa itu sayaratnya Kak??", tanya Ana kepada Alex dengan sangat senang.
"Hanya sebentar saja ya, jangan lama-lama dan jangan jauh-jauh dari Kakak, Ok", kata Alex kepada Ana.
"Ok siap Kak, ayo sekarang kita berangkat", jawab Ana dengan sangat bersemangat sekali kepada Alex.
Alex yang melihat muka semangat dari Ana dia langsung tersenyum dan beranjak juga dari duduknya untuk mengajak Ana kesebuah mall.
Dengan kawalan banyak bodyguard seperti biasanya bahkan bisa dibilang lebih banyak dari biasanya, Alex dan Ana langsung saja meluncur menuju kesebuah mall yang tidaklah jauh dari tempat tinggal mereka.
Alex dan Ana langsung saja masuk dengan dikawal banyak bodyguard dibelakang mereka.
Alex serta Ana langsung melihat-lihat ketika sudah berada didalam mall, pengunjung mall banyak yang melihat kearahnya mereka karena para bodyguardnya Alex dan juga Ana yang begitu mencolok sekali pakaiannya ditempat umum begitu, akan tetapi mereka hanya memandangnya saja tanpa berani menggangu Ana dan juga Alex.
Ketika sudah sampai ditoko penjual baju dan perlengkapan bayi, Ana dan juga Alex langsung saja memilih barang yang ingin dia beli.
Bukan Ana dan Alex yang memilih, melainkan Ana saja yang memilih sedang Alex hanya menemani kemana kakinya Ana melangkah.
Apa yang Ana sukai, dia langsung mengambilnya dan bahkan Ana sampai lupa jika dia sudah berada didalam sana cukup lama.
"Sudah lama lho sayang kamu memilihnya, kita pulang yuk, kita kan bisa membelinya lain waktu lagi", kata Alex kepada Ana.
"Tapi masih banyak yang bagus-bagus dan belum Ana pilih Kak", jawab Ana kepada Alex dengan wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Lihat mereka saja sampai kewalahan membawa semua barang yang kamu pilih sayang", kata Alex kepada Ana sambil menunjuk para bodyguardnya yang disuruh untuk membawa barang-barang yang dipilih oleh Ana tadi.
Ana lalu mengikuti arah pandang yang ditunjuk oleh Alex, dan Ana dia langsung saja tersenyum lucu ketika melihat para bodyguard membawa banyak barang yang dipilihnya seperti itu.
"Lima belas menit lagi ya Kak, setelah itu Ana janji kita pulang", kata Ana lagi kepada ALex.
Dengan terpaksa Alex langsung mengiyakan perkataannya Ana.
"Baiklah lima belas menit lagi, akan tetapi setelah lima belas menit kamu tidak mau pulang, akan Kakak tutup ini toko", kata Alex dengan tegas kepada Ana.
"Siap Kak", jawab Ana kepada Alex sambil tersenyum manis.
Setelah berkata seperti itu, Ana langsung saja memilih-milih barang-barang perlengkapan bayi yang lainnya lagi.
Ketika Ana sedang sibuk memilih, Ana merasakan perutnya kram dengan tiba-tiba dan itu membuat Alex langsung sangat khawatir sekali ketika melihat Ana merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Kamu kenapa sayang??", kata Alex kepada Ana dengan muka yang sangat khawatir sekali.
"Perut Ana sakit sekali Kak, Aaaaau aaaah", kata Ana sambil merintih kesakitan dan memegangi perutnya.
"Ayo kita segera kerumah sakit", kata Alex dengan sangat khawatir sekali dan dia langsung saja menggendong Ana dengan gaya bridal style untuk segera menuju kerumah sakit.
Akan tetapi tadi sebelumnya Alex sudah menyuruh para anak buahnya untuk menyelesaikan pembayaran semua barang yang sudah dipilih oleh Ana tadi, dan Alex juga sudah menyuruh anak buahnya untuk segera menyiapkan mobilnya.
Tiga puluh menit kemudian, Ana dan juga Alex sudah sampai dirumah sakit yang terdekat dari mall tersebut dan rumah sakit itu bernama MARIA HOSPITAL.
Alex langsung saja berteriak memanggil-manggil Dokter untuk segera menangani Ana yang dari tadi sudah mengeluarkan keringat dingin.
Dokter yang melihat seorang Alexander Damara datang kerumah sakit mereka bekerja, para Dokter dan suster itu langsung saja memberikan penanganan yang terbaik untuk Ana.
...π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³...
Semoga Ana dan babynya tidak kenapa-kenapa ya readers π
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***