
Ketika Alex tanpa sadar dia juga ikut tertidur diranjang pasiennya Ana. Tanpa ada satupun orang yang berani membangunkannya. Ketika Tuan Fredo, Tara dan Mommy Dania sudah kembali lagi ketempat duduk mereka semula tanpa kehadiran Alex membuat Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka bertanya-tanya.
"Pasti Tuan Gavi dan Nyonya Gia bertanya-tanya kan kenapaTuan Alex tidak ada diantara kami?? ", kata Tara kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia karena Tara melihat wajah bertanda tanya dari Tuan Gavi dan Nyonya Gia.
Perkataannya Tara langsung mendapat anggukan dari Tuan Gavi dan Nyonya Gia.
"Kalian lihat saja sendiri Tuan dan Nyonya, lagi ngapain Tuan Alex didalam ruangannya Ana", kata Tara lagi kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia.
"Baiklah", jawab Tuan Gavi kepada Tara dan dianggukin Nyonya Gia.
Akhirnya Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka beranjak dari duduk mereka dan berlalu ingin masuk keruangannya Ana, sekalian melihat kondisinya Ana.
Sebelum Tuan Gavi dan Nyonya Gia masuk. Dokter Julius yang memang menunggu Keluarga William pergi dari depan pintu ruangannya Ana, ketika Dokter Julius melihat semua Keluarga William pergi, Dokter Julius dia ingin masuk dan ingin melihat kondisi sekalian wajahnya Ana. Sungguh sangat terkejut sekali Dokter Julius ketika baru membuka pintu ruangannya Ana, Dokter Julius melihat Alex dan Ana tertidur dengan nyenyak berbagi ranjang pasien berdua dengan posisi yang begitu intim dengan Alex yang memeluk Ana sambil kepala Alex ada diceruk lehernya Ana.
Suster pun yang sengaja masuk untuk mengecek infus atau yang lainnya pada diri Ana, mereka semua juga kaget ketika mereka melihat Alex tertidur diranjangnya Ana, akan tetapi mereka tidak berani mengganggu Alex karena mereka sudah mengetahui siapa Alex itu. Akhirnya suster dan Dokter julius pun juga dia langsung pergi tanpa melihat dan mengecek kondisinya Ana. Karena ada Alex yang tertidur sambil memeluk Ana dari samping.
Setelah kepergian Dokter Julius dan para suster, tibalah Tuan Gavi dan Nyonya Gia yang sampai didepan ruangannya Ana. Ketika Tuan Gavi baru membuka pintu dia disuguhkan pemandangan yang tidak pernah dia lihat didalam diri Alex, begitupun Nyonya Gia yang melihat dari balik punggung suaminya Tuan Gavi, Nyonya Gia juga sangat terkejut melihat Alex yang tertidur sambil memeluk Ana dari samping.
"Aku kira anakmu gay Pi", canda Nyonya Gia kepada suaminya.
"Mami ini ada-ada saja, bukannya watak Alex itu nurun dari Mami yang suka judes sama orang", jawab Tuan Gavi kepada Nyonya Gia.
"Iya judesnya dari Mami, kejamnya nurun dari Papi", kata Nyonya Gia membalas perkataan suaminya.
"Sudah-sudah, ayo kita kembali saja duduk, nanti malah menganggu mereka", kata Tuan Gavi mengajak Istrinya Nyonya Gia untuk kembali keruang tunggu.
Seharian Tuan Fredo, Tara, Alex dan Tuan Gavi, mereka tidak berangkat kekantor karena sengaja ingin menunggui Ana.
Ketika Alex lagi terlelap dalam tidurnya dia tiba-tiba mendengar suara dering Hpnya yang ada disaku jaznya, dengan hati-hati dan sangat pelan Alex langsung bangun dari tidurnya.
"Aku ko bisa sampai ketiduran disini", gumam Alex untuk dirinya sendiri.
Dering diHpnya Alex sudah berhenti. Dan ketika Alex akan membuka pintu dering diHpnya berbunyi lagi. Alex langsung saja keluar dari ruangannya Ana dan dia berjalan tanpa sadar sudah sampai diruang tunggu dimana para kedua orang tua Ana dan Alex sedang menunggu.
"Hallo Arga ada apa?? ", kata Alex ketika mengangkat telefonnya sambil berjalan.
__ADS_1
Ternyata yang menelfon Alex daritadi adalah Arga asisstannya.
"............ ... "
"Jangan biarkan dia bunuh diri, jaga dia, dia hanya boleh mati ditanganku", kata Alex kepada Arga dengan tegas dan didengar oleh kedua orang tuanya dan Keluarga William.
"................ "
"Saya akan kesana sekarang, tunggu saya", jawab Alex dengan tegas. Dan langsung mematikan sambungan telefonnya dari Arga setelah mendapat jawaban dari Arga diseberang sana.
Tanpa sadar Alex sudah sampai diruang tunggu yang ada Keluarganya dan Keluarga Ana. Jadi mereka yang mendengar Alex berkata seperti itu membuat mereka semua sangat penasaran siapa yang tadi ditelefon atau yang menelfon Alex.
"Siapa yang menelfonmu Xander, kelihatannya serius sekali", tanya Tuan Gavi Papinya Alex kepada Alex.
"Eh sudah disini ternyata aku", gumam Alex untuk dirinya sendiri dengan sangat pelan.
"Xander", panggil Nyonya Gia kepada Alex. Karena Alex tidak menjawab pertanyaan dari Papinya malah berbicara sendiri. Begitulah kelihatannya dari Alex oleh semua orang yang ada disitu.
Tiba-tiba ada dua suster yang tidak sengaja lewat didepan mereka semua dan Alex yang masih berdiri dia mendengar bisikan dari kedua suster tadi.
"Iya, ganteng tapi nyeremin ekspresinya, dingin banget", jawab Suster Diyah kepada Suster Rai.
Begitulah sekilas yang Alex dengar, dan seterusnya Alex tidak mendengar karena kedua suster tadi sudah berjalan jauh dari pandangannya.
"Xander kamu naksir sama kedua suster itu", kata Nyonya Gia lagi kepada Alex karena Nyonya Gia melihat Alex tersenyum ketika kedua suster itu lewat.
Dan yang lainnya masih setia melihat kearah Alex. Siapa lagi kalau bukan Mommy Dania, Tara, Tuan Fredo dan Tuan Gavi.
"Enak saja kalau Mami bilang", jawab Alex keada Maminya.
"Lha terus tadi senyam senyum ketika kedua suster itu lewat kenapa?? ", tanya Nyonya Gia kepada Alex.
"Itu karena percakapan kedua suster itu Mami, Xander dengar dan bikin Xander ingin tertawa", jawab Alex kepada Mami Gia alias Nyonya Gia.
"Emang apa percakapannya mereka", tanya Nyonya Gia kepada Alex.
__ADS_1
Alex lalu menirukan gaya kedua suster tadi ketika membicarakan pria yang berjaz biru navi. Membuat semua orang tertawa termasuk pria yang dibicarakan kedua suster tadi. Siapa lagi kalau bukan Tara.
"Tuh kan, kalian saja pada tertawa, apalagi aku yang mendengarnya langsung tadi", kata Alex kepada semua orang yang ada disitu.
"Iya-iya Tuan Alex maafkan kami, karena ketampananku membuatmu dikira menyukai kedua suster itu, padahal aslinya kamu hanya menyukai dan mencintai Princessku Ana", kata dan goda Tara kepada Alex. Membuat semua orang yang tadinya pada tertawa langsung diam ketika mendengar perkataannya Tara. Termasuk Alex sekalipun.
"Sudah, sudah, oh ya tadi Papi nanya siapa yang menelfonmu kelihatannya serius sekali?? ", tanya Tuan Gavi menengahi dan mengalihkan topik pembicaraan.
Alex langsung berjalan kearah Papinya dan duduk dikursi yang ada disebelah kanan Papinya karena yang sebelah kiri sudah ada Maminya.
"Arga Pi, katanya Denar sedang menyakitin dirinya sendiri, biar dia cepat meninggal dan tidak mau mendapat hukuman dari kita", jawab Alex kepada Papinya dan masih didengar oleh semua orang yang ada diruanganan itu.
Untung mereka menempatkan Ana diruangan yang bagus jadi walaupun mereka diruang tunggu pun, hanya cuman ada mereka semua saja, tidak ada pengunjung yang lain. Karena ruangannya Ana termasuk ruangan yang VVIP.
Ketika Alex menjawab pertanyaan Papinya dia berani menjawab langsung karena memang ruang tunggu Ana hanya khusus untuk mereka saja. Jadi tidak akan yang berani menguping atau mendengar percakapannya mereka yaitu Tuan Gavi, Tara, Alex Tuan Fredo, Mommy Dania dan Nyonya Gia.
Tara yang mendengar jawabannya Alex dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung menghadap serta bertanya kepada Alex.
"Dimana wanita yang namanya Denar itu Tuan Alex", tanya Tara sambil menahan rasa marahnya yang ada didada kepada Denar.
"Ada dimarkasku Tuan Tara", jawab Alex kepada Tara.
"Jika anda ingin kesana, ijinkan saya ikut Tuan Alex", kata Tara kepada Alex.
"Saya juga Tuan Alex", kata Tuan Fredo ikut-ikutan.
"Baiklah mari ikut saya, karena saya juga akan kesana sekarang", jawab Alex kepada Tuan Fredo dan Tara.
"Papi juga ikut Xander", kata Tuan Gavi Papinya Alex kepada Alex. Dan Alex hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Papinya.
Akhirnya Tuan Gavi, Alex, Tara dan Tuan Fredo mereka semua berangkat menuju kemarkasnya Alex yang kemarin untuk menghukum Jenar sebelumnya.
Sebelum mereka semua berangkat, Tuan Fredo dan Tara mereka sudah berpesan kepada Mommy Dania untuk menjaga Ana yang ada didalam sedang tidur. Dan Mommy Dania dia tidak sendirian melainkan juga ditemani oleh Nyonya Gia, Maminya Alex sekaligus teman SMAnya Mommy Dania, Mommynya Ana.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***