
"Apakah kamu suka sayang dengan semua ini??", tanya Alex kepada Ana ketika mereka sudah pada duduk dishofa yang sudah disiapkan.
"Sangat suka sekali Kak, ini indah dan ditambah cuaca malam ini sangat cerah sekali dengan bintang-bintang dilangit sana, menambah kesan indah yang sangat memukau sekali", jawab Ana kepada Alex dengan wajah berbinar senangnya.
"Apalagi ditambah dengan lampu kerlap kerlip yang dipasang diujung-ujung pagar itu, menambah kesan sangat lucu sekali, seperti berada dikarnaval saja", kata Ana kepada Alex sambil menunjuk lampu kerlap kerlipnya.
Dan Alex langsung tersenyum lucu kepada Ana ketika mendengar perkataannya Ana, begitu pula dengan Ana yang juga ikut tersenyum kepada Alex.
Ketika Alex dan Ana sedang saling tersenyum, tiba-tiba para koki yang bekerja dihotelnya, mengantarkan makanan yang sudah dipesan oleh Alex sebelumnya.
Dan mereka semua lalu menghidangkannya diatas meja yang ada didepannya Alex serta Ana.
Ana sangat senang sekali melihat semua makanan dan minuman serta dessert yang terhidang diatas meja depannya, karena itu adalah semua makanan yang disukainya.
"Terimakasih", kata Ana kepada para koki yang sedang menghidangkan makanan untuknya sambil tersenyum manis dan ramah seperti biasanya.
"Sama-sama Nyonya Damara", jawab sang koki kepada Ana dengan ramah dan sopan.
Dan Alex dia hanya mengangguk serta tersenyum tipis saja kepada para pegawainya.
"Silahkan dinikmati Tuan dan Nyonya Damara", kata salah satu koki kepada Alex dan juga Ana ketika sudah menghidangkannya semua diatas meja depannya Alex dan juga Ana.
Alex dan juga Ana dia hanya tersenyum manis dan tipis saja menanggapi perkataan para koki tersebut.
Setelah selesai semuanya, para koki itu langsung saja meninggalkan tempat itu untuk memberikan ruang dan kebebasan untuk Alex dan juga Ana.
"Ayo sayang dimakan, ini kan semua makanan kesukaan kamu", kata Alex kepada Ana.
"Ayo Kak, Ana malah semakin lapar saja", jawab Ana kepada Alex dengan sangat semangat sekali.
__ADS_1
Dan mereka lalu menikmati waktu makan malam mereka dengan suasana romantis dan diselingi dengan perbincangan yang sangat menyenangkan dari Alex.
Bahkan ketika Ana tadi sedang membaca sebuah surat pendek yang diberikan oleh Alex kepadanya, Ana sangat-sangat dibuat meleleh sekali akan semua perkataannya Alex yang tertuang didalam tinta tersebut.
Ana bahkan sampai tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, karena dia tidak menyangka mempunyai seorang suami yang sangat romantis sekali seperti Alex.
Sedangkan kita berpindah tempat keapartemennya Arga.
Siang tadi ketika Vero, Ayah Geoff dan Arga ketika sudah pada selesai makan siangnya, Ayah Geoff lalu berpamitan pulang kepada Vero dan juga Arga.
Dan ketika Ayah Geoff yang sudah sampai rumahnya, dia segera memberitahukan rencananya Arga kepada Mamah Iris tentang memberi pelajaran kepada Mamah Iris.
Sungguh Mamah Iris sangat terkejut sekali, ketika mendengar perkataannya Ayah Geoff.
Karena dia tiba-tiba harus meninggalkan kemewahan yang selama beberapa tahun ini sudah dia rasakan.
"Aku tidak mau Ayah jika harus kembali hidup miskin lagi", kata Mamah Iris pada waktu kepada Ayah Geoff dengan nada marah dan syoknya.
"Apa salah Mamah, Mamah hanya mengatakan yang sebenarnya, jika dia miskin dan tidak sebanding dengan kita", kata Mamah Iris membela diri kepada Ayah Geoff .
"Mamah jadi orang jangan kacang lupa pada kulitnya!!, ingat Mah, kita bisa seperti ini juga berkat pemberian dari Keluarga Damara, dan karena salah Mamah juga Ayah dipecat dari pekerjaannya Ayah sekarang", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris dengan berakting sangat marah sekali.
Dan jawaban dari Ayah Geoff semakin membuat Mamah Iris sangat terkejut sekali, karena baru mengetahui jika suaminya menjadi pengangguran karena ulahnya.
"Semua ini salah wanita miskin itu, dia yang menyebabkan aku hidup miskin lagi", kata Mamah Iris dengan nada marahnya.
"Asal Mamah tahu saja, Veronica itu perawat pilihannya Tuan Alexander Damara sendiri, dan ketika tadi dia dihina oleh Mamah, Vero langsung saja mengundurkan diri untuk merawat Arga", jawab Ayah Geoff dengan masih berakting marah kepada Mamah Iris.
"Arga yang tidak terima jika Vero mengundurkan diri dengan begitu saja, dia langsung menghubungi Tuan Alexander dan menceritakan semuanya, dan beginilah hasilnya asal Mamah tahu saja, ini hukuman untuk Mamah tapi Ayah juga terkena imbasnya", sambung lagi cerita dari Ayah Geoff kepada Mamah Iris dengan nada yang sedikit membentak.
__ADS_1
"Kekayaan yang Mamah punya itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan Keluarga mereka Mah, mereka saja sangat menghargai Vero dengan baik, sedangkan Mamah apa??", kata Ayah Geoff lagi semakin membuat Mamah Iris terdiam saja.
"Untung saja Keluarga mereka tidak memberikan hukuman yang lebih dari ini atau sampai membunuh kita, walau Arga anak kandung kita sendiri, dia diposisi yang benar yaitu membela Tuan Alex, jika dia sampai membela Mamah yang sudah benar-benar bersalah seperti ini, bisa-bisa nyawa anak kita Arga yang melayang dengan sia-sia ditangannya Tuan Gavi", lanjut terus perkataannya Ayah Geoff membuat Mamah Iris semakin tertekan saja.
"Sekarang ayo kita segera kemasi barang-barang kita semua, jangan sampai membawa barang pemberian dari Keluarga mereka, dan Mamah Ayah harap bisa berubah dan tidak menjadi sombong lagi, serta juga mau menerima Veronica menjadi calon menantu kita, karena bagaimanapun juga anak kita Arga dia sudah sangat mencintainya, pasti Arga akan mempertahankannya dengan bantuan dari keluarga Damara tentunya", kata Ayah Geoff lagi kepada Mamah Iris yang hanya bisa diam saja daritadi.
Dan Ayah Geoff setelah mengeluarkan unek-uneknya kepada Mamah Iris dengan membuat suasana semakin keruh saja, dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Mamah Iris untuk membereskan semua barang-barangnya dan pindah kerumah yang sudah disediakan oleh Arga.
Sedangkan Mamah Iris dia menjadi menyesal, namun jika harus disuruh untuk meminta maaf kepada Vero dia belum mau dan masih malu.
Berpindah keapartemennya Arga lagi, Arga yang ingin tidur siang, dia yang diantarkan oleh Vero, menyuruh Vero untuk tetap berada didalam kamarnya.
Arga sendiri dia sebenarnya sudah lebih baik lukanya dan tidak sesakit seperti kemarin-kemarin, namun Arga masih mau diperhatikan oleh Vero, jadi dia masih berpura-pura sakit.
"Tidurlah disini Vero bersamaku", kata Arga kepada Vero dengan wajah memohonnya.
"Tapi.....??", kata Vero kepada Arga dengan bimbang.
"Ayolah", kata Arga lagi kepada Vero sambil menuntun Vero untuk merebahkan badannya diranjang sampingnya.
Dan Vero akhirnya menurut saja apa perkataannya Arga tadi kepadanya.
Mereka berdua lalu tidur siang dengan saling memeluk dengan sambil memberikan kehangatan didinginnya AC kamarnya Arga.
Sungguh Arga sangat senang sekali bisa merasakan tidur dengan wanita yang dia cintai.
Dan Arga dia sudah benar-benar tidak tahan ingin segera menjadikan Veronica sebagai istrinya.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...