
Sungguh malam yang indah bagi Arga, Vero, Alex dan juga Ana yang bisa menghabiskan malam berdua mereka tanpa ada gangguan sama sekali dari siapapun.
Vero yang masih lemas, dan sedikit sakit dibagian miliknya itu dia hanya bisa berdiam diri saja diatas ranjang, padahal aslinya dia ingin sekali kedalam kamar mandi dan buang air kecil.
Arga yang melihat Vero seperti meringis kesakitan begitu, dia lalu mencoba bertanya kepada Veronica.
"Sayang kamu kenapa, sakit??, apa tadi aku terlalu kasar melakukannya??", tanya Arga kepada Vero sambil memiringkan tubuhnya menghadap Vero yang tiduran disampingnya itu.
"Iya sakit, dan aku ingin buang air kecil, tapi kaki aku masih lemas dan milik aku juga masih sakit sekali rasanya, seperti ada yang robek didalam milik aku", jawab Vero kepada Arga sambil menahan rasa sakitnya itu.
Arga yang mendengar perkataannya Vero dia lalu tersenyum manis dan lebar kepada Vero, membuat Vero sedikit memajukan bibirnya kepada Arga.
"Sini ayo aku gendong sayang, kasihan sekali........ siapa sih yang sudah berani membuat kamu sakit begitu, akan aku buat dia untuk mengulanginya lagi kepadamu", kata Arga kepada Vero sambil tertawa dan langsung saja mendapat pukulan maut dari tangannya Vero kedadanya Arga.
Arga bukannya marah, dia malah semakin tertawa dengan sangat lebar sekali ketika melihat wajah lucunya Vero yang sedikit ngambek kepadanya.
Setelah bisa meredakan suara tawanya namun masih ada sisa-sisa tawanya Arga lalu turun dari atas ranjang dan langsung menggendong Vero ala bridal style menuju kedalam kamar mandi.
"Apakah mau aku tungguin buang air kecilnya, siapa tahu kamu belum bisa berjalan menuju keranjang", kata Arga kepada Vero ketika dia sudah menurunkan Vero kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri", jawab Vero dengan sedikit ketus kepada Arga, namun Arga malah menanggapinya dengan tertawa.
Arga yang masih belum memakai pakaiannya dia lalu berjalan lagi kearah ranjang dan langsung menyelimuti tubuhnya menggunakan selimut yang ada diatas ranjang.
Arga memang sengaja tidak mau memakai pakaiannya lagi, karena dia ingin merasakan tidur tidak berpakaian bersama Vero.
Dan Vero sendiri ketika buang air kecil tadi, dia merasakan sakit dan perih dibagian liang surgawinya itu.
Karena wajar saja dia baru saja melakukan hubungan nikmat itu dengan Arga.
"Aassshhhh sakit perih sekali milik aku", kata Vero ketika dia sedang membasahi miliknya itu menggunakan air.
Mencoba berdiri dan ingin berlalu keluar dari dalam kamar mandi, Vero yang melangkahkan kakinya tiba-tiba merasakan perih lagi dibagian itunya.
Membuat Vero hanya bisa berjalan dengan sangat perlahan sekali ketika dia sudah bisa membuka pintu kamar mandi.
__ADS_1
Arga yang melihatnya dia merasa kasihan sekali dengan Vero, dan dia langsung saja turun dari atas ranjang untuk membantu Vero menuju keranjang.
Dan Arga langsung menggendong Vero menuju keatas ranjang untuk segera mengistirahatkan badannya supaya lebih enakan lagi.
"Tidur yuk sayang, biar hilang capeknya, dan besok aku juga sudah akan berangkat kekantor lagi", kata Arga kepada Vero sambil menyelimuti Vero dengan selimut yang sama dengan yang dipakainya.
Vero hanya mengangguk saja kepada Arga, dan dia lalu merapatkan tubuhnya ketubuhnya Arga sambil memeluknya juga.
Begitu juga dengan Arga yang langsung memebalas pelukannya Vero kepadanya.
Jam pun sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dan Arga serta Vero yang baru saja selesai melakukan itu mereka baru bisa memejamkan mata mereka untuk tidur.
Sungguh malam yang sangat panjang, dan malam yang tidak pernah terbayangkan dibenaknya Arga bisa melakukan hubungan itu dengan Veronica malam itu juga.
Ketika pagi menjelang, Aleda yang sudah bangun terlebih dahulu dari kedua Kakaknya itu, dia langsung saja menuju kedalam ruang makan.
Namun dia tidak mendapatkan makanan apa-apa diatas meja makan, dan didalam dapur pun Aleda juga tidak menemukan Kakaknya yaitu Vero yang sedang memasak seperti biasanya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
Aleda yang sangat tahu jika kakaknya semalam tidur bersama Arga, dia tidak memusingkannya dan membiarkannya saja.
Arga yang sudah terbangun lebih dahulu dari Vero sejak jam setengah tujuh tadi, dia langsung saja turun dari atas ranjang untuk segera mandi dan berangkat kekantor.
Arga sengaja tidak membangunkan Vero karena Arga sangat kasihan dengan Vero yang sepertinya sedang sangat kecapekan sekali karena ulahnya semalam.
Dan Vero baru kali itu dia bangunnya terlambat, padahal biasanya jam segitu dia sudah selesai memasak.
Ketika Arga yang sudah selesai mandi dan sedang memakai kemejanya, Vero baru saja ingin membuka matanya.
Dan ketika Vero melihat jam dinding yang ada didalam kamarnya Arga dia sangat terkejut sekali, karena jamnya sudah menunjukkan pukul tujuh lebih sepuluh menit.
Vero reflek langsung turun dari atas ranjang, namun ketika dia baru saja turun, dia langsung saja mengaduh kesakitan sekali dibagian liang surgawinya itu.
Dan Vero lupa jika semalam dia baru saja melakukan hubungan itu dengan Arga.
Bahkan Vero lupa jika dia belum memakai pakaiannya sama sekali.
__ADS_1
Arga yang berada didalam ruang walk in closetnya mendengar suaranya Vero yang mengaduh kesakitan, dia langsung saja keluar untuk segera mendekati Vero.
"Masih sakit ya, nanti tidak perlu bersih-bersih rumah, kamu istirahat saja", kata Arga kepada Vero sambil membantu Veronica untuk naik keatas ranjang lagi.
"Sarapannya sudah aku pesankan daritadi dan sudah aku taruh itu diatas meja itu", kata Arga lagi kepada Vero sambil menunjukkan makanan yang dibelinya tadi diatas meja.
"Aku juga sudah membelikan untuk Aleda, tapi ternyata dia sudah berangkat kesekolah, jadinya makanannya aku simpan didalam kulkas sayang", lanjut lagi perkataannya Arga kepada Vero.
Dan Vero hanya menaggapinya dengan mengangguk saja kepada Arga yang daritadi berbicara panjang lebar kepadanya.
"Apa Kakak sudah mau berangkat kekantor sekarang??", tanya Vero kepada Arga.
"Iya dan ini aku juga sudah telat", jawab Arga kepada Vero.
"Baiklah hati-hati dijalan ya Kak", kata Vero kepada Arga.
"Iya sayang", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum manis sekali.
"Oh ya ini untuk kamu", kata Arga kepada Vero sambil mengeluarkan kartu kreditnya lagi untuk Vero.
"Untuk apa Kak, yang kamarin saja masih aku bawa", kata Vero dengan bingung kepada Arga sambil menerima kartu kreditnya Arga.
"Yang kemarin untuk kebutuhan apartemen, yang ini untuk kebutuhan kamu sama Aleda, bawa saja", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum manis.
Dan Arga juga menyebutkan nomor pinnya kepada Vero.
"Sudah ya Kakak berangkat kerja dulu, baik-baik dirumah", pesan Arga kepada Vero sambil mencium keningnya Vero dengan mesra, dan sambil juga mencubit pelan bukit squishynya Vero yang menggantung indah itu.
Veronica sendiri dia hanya tersenyum manis saja kepada Arga sambil menahan rasa gemasnya juga.
Vero dan juga Arga mereka berdua sudah seperti sepasang suami istri, dan Arga pun juga sudah sembuh dari pasca operasinya kemarin.
Arga berjanji dia secepatnya akan mengurus pesta pernikahannya dengan Vero, supaya dia bisa bebas jika ingin bersama Vero, dan Vero tidak ada yang berani mengambilnya darinya.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...