GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 152


__ADS_3

Setelah kepergian dari Dokter yang mendorong kotak inkubator itu, mereka semua langsung saja duduk lagi dikursi tunggu sambil terus berdoa didalam hati mereka semua untuk kelancaran dari operasinya tara dan juga Bella.


Selang setengah jam kemudian mereka semua melihat pintu ruang operasi terbuka lagi, dan lalu keluarlah beberapa orang yang berpakaian baju operasi dengan sambil mendorong sebuah brankar dan ternyata ketika mereka semua lihat orang yang ada diatas brankar itu adalah Bella orang yang sedang mereka khawatirkan.


Para Dokter itu mereka menghentikan sejenak untuk mendorong brankarnya Bella, ketika semua Keluarga pada mendekat kearah mereka


"Dokter bagaimana keadaan dari menantu saya Bella ini??", tanya Tuan Fredo kepada salah satu Dokter yang mendorong brankarnya Bella keluar dari ruang operasi.


"Nyonya Bella belum sadar diri Tuan, dari sejak dibawa kemari, dan ini operasi dari Nyonya Bella berjalan sangat lancar, serta saat ini kami mau membawa Nyonya Bella keruang perawatan", jawab Dokter itu kepada Tuan Fredo.


"Tolong tempatkan menantu saya diruang VVIP yang ada dirumah sakit ini untuk anak saya Tara juga Dokter, karena saya ingin Tara dan juga Bella nanti berada didalam satu ruangan", kata Tuan Fredo kepada Dokter itu.


"Baik Tuan, segera akan kami siapkan ruangannya", jawab Dokter itu lagi kepada Tuan Fredo, dan yang lainnya mereka hanya mendengarkan saja percakapan dari Tuan Fredo dan juga sang Dokter sambil terus melihat kearahnya Bella yang sangat kasihan sekali.


"Tuan Aldric dan Nyonya Angel kalian berdua tolong temani Bella dulu, kami akan menunggu Tara sampai dia selesai dioperasi", kata Tuan Fredo kepada besannya itu.


"Baiklah Tuan, dan terimakasih", jawab Papah Aldric kepada Tuan Fredo.


Dan Papah Aldric, Mamah Angel dan juga Nico mereka bertiga langsung saja mengikuti brankarnya Bella yang sedang didorong oleh Dokter menuju keruang VVIP yang sudah pesan oleh Tuan Fredo dan juga sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.


Dengan keadaan lemas, sedih, mengantuk dan juga khawatir mereka semua masih dengan setia menunggu kabar untuk keberhasilannya Tara yang sedang berjuang didalam sana untuk hidup dan matinya.


Bahkan Baby Luis pun dia sudah tidur anteng didalam gendongannya Alex.


"Nak, bagaimana kalau kamu masuk kedalam ruangannya Bella dan supaya Ana kamu bisa menidurkan Baby Luis dengan nyaman, kasihan disini Nak, baby Luis bisa kedinginan", kata Tuan Gavi kepada Ana.


"Iya sayang, mau ya, akan Kakak temani", kata Alex ikut mencoba membujuk Ana sambil memberikan Baby Luis kepada Ana.


Dan untuk kesehatan babynya Ana langsung mau menerima usulan dari Tuan Gavi dan bujukan dari Alex.


Alex langsung saja berpamitan kepada semua orang yang masih ada disitu, dan dia langsung saja menemani Ana menuju kedalam ruang perawatannya Bella yang ada diruang VVIP.

__ADS_1


Sesampainya diruangannya Bella, Alex langsung saja mengetuk pintu ruangan itu dan langsung saja dibukakan pintunya oleh Nico.


Didalam ruang perawatannya Bella, Alex melihat Mamah Angel duduk disamping ranjang dengan sambil terus mengusap lembut wajahnya Bella dengan air mata yang terus mengalir, sedangkan Papah Aldric dia hanya menyapa Alex sambil duduk dishofa yang ada disitu dengan wajah sedihnya.


"Tuan saya boleh memakai ranjangnya yang ada disana, untuk menidurkan anak saya??", kata Alex meminta ijin kepada Papah Aldric untuk menidurkan baby L diranjang besar yang khusus disediakan didalam ruang VVIP itu.


"Dengan senang hati silahkan Tuan Alex", jawab Papah Aldric kepada Alex dengan sambil tersenyum tipis.


Alex langsung saja menuntun Ana yang sedang menggendong baby Luis berjalan kedalam kamar yang ada didalam ruang VVIP itu.


Dan akhirnya Baby Luis dia bisa tidur dengan nyaman juga diatas ranjang yang ada didalam kamar ruang perawatannya Bella.


Alex pun juga tidak tega untuk meninggalkan Ana yang dalam keadaan bersedih itu, dan dia lalu ikut merebahkan badannya disampingnya Ana sambil memeluk Ana yang sedang menyusui baby Luis.


Dan untung saja diatas ranjang empuk nan besar yang ada didalam ruang VVIPnya Bella juga disediakan selimut yang halus diatas ranjang.


"Semua akan baik-baik saja sayang, Kakak yakin itu, sekarang kamu istirahat saja ya, supaya kamu juga tidak ikutan sakit", kata Alex kepada Ana sambil mengusap lembut rambutnya Ana.


Malam itu adalah seperti malam yang sangat panjang sekali untuk ketiga buah Keluarga, yaitu Keluarga Damara, Keluarga William dan juga Keluarganya Papah Aldric.


Alex yang terus menenangkan Ana yang sedang bersedih dan ketika Alex melihat tidak ada pergerakan dari Ana, Alex lalu mencoba mengintip kearah wajahnya Ana, dan ternyata Ana sudah tertidur dengan sisa-sisa air matanya yang masih mengalir dimatanya.


Alex pun langsung mencium pucuk kepalanya Ana dan langsung menyelimuti Ana serta Baby Luis dengan selimut yang tersedia diatas ranjang.


Setelah menyelimuti Ana, Alex lalu mengecek ponselnya, karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun belum ada kabar dari Keluarganya apakah Tara sudah selesai dioperasi atau belum.


Dan Alex yang melihat Ana sudah tertidur dia lalu dengan sangat pelan-pelan dan hati-hati sekali turun dari atas ranjang itu untuk menemui Nico adiknya Bella.


Alex melihat Nico juga belum memejamkan matanya dengan sambil duduk diatas shofa yang ada disitu dengan tatapan yang menatap kelangit-langit kamar.


"Nico, boleh saya meminta tolong kepadamu??", kata Alex yang sudah sampai didepannya Nico.

__ADS_1


Dan Nico dia langsung saja terkejut dari masa termenungnya ketika tiba-tiba mendengar suaranya Alex ada dihadapannya.


"Eh iya Kak, boleh, Kakak mau meminta tolong apa sama Nico??", jawab Nico kepada Alex sambil menegakkan duduknya.


"Tolong kamu belikan makanan untuk semua orang, karena semua Keluargaku mereka pada belum makan malam, saya tidak mau mereka nanti akan jatuh sakit juga jika sampai melupakan makannya", kata Alex kepada Nico.


"Bisa Kak, akan Nico belikan sekarang juga", jawab Nico kepada Alex sambil berdiri didepannya Alex.


Alex lalu mengambil dompetnya yang dia simpan disaku celananya, dan langsung mengeluarkan salah satu kartu creditnya untuk Nico.


"Pakai ini Nico untuk membeli semua makanannya", kata Alex sambil menyerahkan kartu creditnya kepada Nico.


"Tidak perlu Kak, saya ada, kalau begitu saya permisi dulu ya Kak, titip kedua orang tua saya dan juga Kakak saya Bella sebentar ya Kak", kata Nico kepada Alex dan dia langsung berlalu dari hadapannya Alex ketika Alex sudah mengangguk kepada Nico.


Alex langsung saja memasukkan lagi kartu creditnya kedalam dompetnya lagi, dan dia lalu berjalan kearah brankar untuk melihat kondisinya Bella yang didahinya ada memar yang sangat membiru sekali seperti apa kata Dokter tadi.


Sedang Mamah Angel dia sudah tertidur dengan kepalanya disandarkan dipinggir ranjang dekat tangannya Bella.


Dan Papah Aldric dia juga sudah memejamkan matanya dengan sambil merebahkan badannya dishofa yang lainnya.


"Cepat sembuh dan sadar Bella, kasihan anak kamu yang sekarang sangat membutuhkan perhatian dari kamu", kata tulus dari Alex untuk Bella sambil menatap lekat wajahnya Bella.


Setelah berkata seperti itu, Alex langsung saja melangkahkan kakinya keranjang yang tadi ada anak dan juga istrinya yang lagi sedang tertidur.


Alex dia langsung saja mendudukkan pa***tnya dipinggir ranjang, sambil menyandarkan punggungnya disandaran ranjang.


Alex sengaja tidak mau memejamkan matanya terlebih dahulu sampai Nico pulang, karena didalam ruangan itu mereka semua lagi pada tidur, dan Alex sengaja berjaga untuk menjaga mereka semua.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2