GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 201


__ADS_3

Setelah perbincangannya kemarin dengan Vero, sore harinya setelah Veronica selesai mengerjakan semua pekerjaannya untuk merawat Arga, dia lalu ijin kepada Arga untuk menjemput adiknya itu.


Dan Arga mengijinkannya dengan syarat Vero harus diantar oleh anak buahnya Arga.


Mau tidak mau dan Vero tidak bisa membantah dengan Arga, dia akhirnya menuruti saja perkataannya Arga seperti kemarin.


Tidak cuma Arga saja yang mengijinkan Vero pulang diantarkan sopir atau anak buah dari majikannya Vero.


Dan tidak jarang pula banyak warga dan tetangganya Vero membicarakan Vero, karena Vero sering pulang menggunakan mobil-mobil mewah seperti itu.


Mereka yang iri selalu membicarakan yang buruk-buruk dan jelek-jelek tentang Vero, yang mengatakan jika Vero tidak cuma jadi suster, tapi dia juga bekerja merangkap menjadi wanita panggilan.


Adiknya Vero sering sekali malu, dan dikata-katain oleh orang-orang jika dia mempunyai Kakak seorang pel4cur.


Pernah sekali adiknya Vero tidak percaya dengan Kakaknya itu, tapi demi mendapatkan kepercayaan lagi dari adiknya, Vero lalu mengajak adiknya untuk menemui majikannya yang saat itu berjenis kelamin perempuan dan sudah tua yang sedang sakit struk.


Perempuan tua itu mempunyai anak yang sangat kaya dan mobil yang dipakai mengantarkan Vero pulang itu adalah milik sang perempuan itu dengan menyuruh sopirnya untuk mengantarkan Vero pulang.


Sejak saat itu sang adik dia sudah percaya lagi kepada Vero, dan sudah tidak memperdulikan lagi perkataan semua orang, karena dia sudah melihat sendiri apa pekerjaan dari Kakaknya.


Sungguh berat hidup menjadi orang miskin seperti Vero, dia harus bekerja banting tulang untuk membiayai sekolah dan hidup adiknya, tapi dikatakan yang tidak-tidak oleh orang yang tidak menyukainya.


Untungnya masih ada orang yang percaya dengan Veronica, salah satunya sepasang suami istri yang sangat baik itu.


Dan bagi Veronica dan adiknya Veronica yang bernama Aleda, sepasang suami istri itu sudah mereka anggap sebagai orang tua yang kedua bagi mereka.


Sama seperti sebelumnya, Vero jika pulang menggunakan mobil mewah seperti itu dia selalu digunjingkan oleh para tetangga-tetangganya yang sirik.


Namun Vero tidak pernah memperdulikannya, yang terpenting Vero sudah mencoba menolak diantarkan pulang, tapi apalah daya dia tetap tidak bisa membantah perkataan dari para majikannya itu.


"Itu lihat sipel4cur pulang pakai mobil mewah lagi, kali ini siapa yang menjadi targetnya ya", sindir tetangganya yang julid kepada Vero.

__ADS_1


Vero yang baru saja turun dari dalam mobil, dia seperti biasa menganggapnya sebagai angin lalu dan langsung berlalu masuk menuju kedalam rumahnya.


Para tetangga yang tidak terima dicuekin oleh Vero terus menerus, salah satu dari mereka ada yang ikut melangkahkan kakinya mengikuti Vero masuk kedalam rumah.


Namun sebelum Vero sampai didalam rumahnya, ketika dia baru saja sampai didepan pintu rumahnya, rambutnya yang panjang dan sedang dia ikat ditarik kebelakang oleh tetangganya yang julid itu.


Selama ini semua sopir yang mengantarkan Vero pulang mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa membantu melerai saja, namun kali ini berbeda.


Anak buahnya Arga yang disuruh Arga untuk mengantarkan Vero pulang, dia sudah diberi pesan oleh Arga, jika ada para tetangganya Vero yang berbuat tidak baik lagi kepada Vero disuruh untuk melaporkannya kepadanya.


Karena ketika Arga menyuruh orang untuk menyelidiki Vero, orang suruhannya Arga juga mengatakan jika Veronica sering dihina oleh para tetangganya.


Ketika anak buahnya Arga yang mengantarkan Vero pulang melihat sendiri Vero dianiaya didepannya, dia reflek langsung saja memelintir tangan orang itu, walau dia adalah perempuan.


Sebab sebagai bodyguard sudah dilatih tidak mempunyai rasa kasihan sama sekali dengan musuh, walau itu seorang perempuan sekalipun.


"Heh siapa kamu berani-beraninya kamu memelintir tangan saya!!!", kata tetangga itu kepada anak buahnya Arga dengan sambil menahan rasa sakit ditangannya.


Sedangkan ketiga orang tetangganya Vero dia langsung saja mengerubungi temannya yang tanganya dipelintir oleh anak buahnya Arga itu.


"Nona tidak apa-apa??", tanya anak buahnya Arga kepada Vero.


"Tidak apa-apa Tuan", jawab Vero kepada anak buahnya Arga yang bernama Jeremy dengan sopan.


Aleda yang mendengar keributan didepan rumahnya dia lalu keluar dari dalam rumah dan melihat Kakaknya sedang merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya dan para tetangganya seperti biasanya.


"Kalian ini tidak ada kata bosan-bosan menghina kami", kata Aleda kepada para tetangganya itu dengan nada marahnya, namun malah disepelekan oleh para tetangga yang julid karena dianggap masih kecil.


Jeremy dia dengan santai lalu menelfon Arga. Para tetangganya Vero dan Vero sendiri mendengar jika Jeremy sedang laporan kepada Arga, para tetangganya Vero langsung saja mengeluarkan perkataan pedasnya lagi, dan itu didengar oleh Arga.


Arga yang mendengar laporan dari Jeremy, serta dia mendengar sendiri tadi ditelefon perkataan tidak enak dari tetangganya Vero, dia lalu mengatakan hal kepada Jeremy dan ketika Jeremy menyampaikannya kepada para tetangganya Vero, mereka hanya mentertawakannya saja.

__ADS_1


"Jika Nyonya-nyonya tidak berhenti menghina Nona Vero, dalam dua kali dua puluh empat jam lahan ini akan rata dengan tanah", kata Jeremy kepada para tetangganya Veronica dengan tegas.


Dan langsung ditanggapi dengan suara tawa yang terbahak-bahak.


Telefonnya Jeremy dengan Arga belum terputus, dan Arga yang mendengar suara tawa dari para tetangganya Vero menjadi geram sendiri.


"Silahkan kalau berani, sangat pintar sekali pel4cur ini memberikan servicenya kepada Tuannya, hingga Tuannya rela mau membelanya sebegitunya", jawab tetangganya Vero kepada Jeremy dan didengar jelas lagi oleh Arga.


Arga yang tidak tahan dia lalu mematikan sambungan telefonnya dengan Jeremy, dan dia lalu menelon Alex untuk meminta bantuan kepada Alex untuk menyelesaikan masalahnya itu.


Jika uangnya Arga untuk membeli lahan seluas seratus hektar itu sangatlah cukup sekali, namun prosedurnya pastilah akan lama jika dia tidak meminta bantuan dari Keluarga Damara yang kenalannya sudah banyak sekali.


Sebab dilahan itu sudah berdiri puluhan bahkan ratusan rumah dari orang-orang yang tidak mampu seperti Vero dan itu Legal milik pribadi mereka tidak ada campur tangannya dari Pemerintah lahan yang mereka tempatin itu.


Namun Arga ingin memberikan pelajaran kepada mereka semua yang sudah semena-semena dan sombong padahal mereka juga sama tidak mampunya seperti Vero, bahkan Vero lebih baik dari mereka yang sudah menabung untuk membeli rumah sendiri jauh dari kawasan itu.


Bekerja dengan Keluarga Damara membuat Arga menjadi tahu, jika kita mempunyai uang, bukanlah digunakan untuk semena-semena namun untuk membantu dengan sesama yang membutuhkan.


Kembali keJeremy dan Vero, Jeremy yang tahu jika panggilan telefonnya dimatikan oleh Arga, dia langsung saja menyuruh Vero dan adiknya untuk segera pergi dari rumahnya dan segera menuju kerumahnya Arga.


Sedangkan para tetangganya Vero yang tidak terima dicuekin lagi mereka langsung saja melempari Vero dan Jeremy dengan batu yang mereka temukan disekitar mereka.


Jeremy yang sudah sigap disegala situasi dia reflek langsung melindungi Vero dan juga Aleda, alhasil punggungnyalah yang terkena lemparan batu tersebut.


Tanpa memandang jika mereka para perempuan, Jeremy langsung saja melemparkan balik batu itu kepada keempat tetangganya Vero itu dan tepat mengenai semua kepala dari mereka semua.


Setelah puas melempar balik batu itu kepada para tetangganya Vero, Jeremy langsung saja berbalik badan dan berjalan mendekati para tetangga julid itu serta langsung saja mencekik kedua perempuan tetangganya Vero hingga sampai terangkat keatas.


"Enyah kalian dari sini", kata Jeremy sambil melepaskan cekikannya kepada kedua perempuan tetangganya Vero dengan kasar.


Dan keempat perempuan itu langsung saja pergi dari hadapannya Vero dan Jeremy dengan perasaan dongkol sambil memikirkan cara untuk membalas dendam kepada Veronica dan Aleda.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2