GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 82


__ADS_3

"Apaaaaaaa!!!!! ", teriak Papah Aldric dan Mamah Angel secara bersamaan.


"Jangan bercanda deh sama Papah dan Mamah Bella", jawab Papah Aldric kepada Bella.


"Ehemm", Tara sengaja berdeham untuk mengalihkan pandangannya Papah Aldric dan Mamah Angel kepadanya.


"Benar Tuan Finley apa yang dikatakan anak anda Bella, saya sangat mencintai anak anda, walau kami baru bertemu belum ada dua minggu akan tetapi saya sangat yakin akan perasaan saya kepadanya Tuan, tidaklah mudah mendapatkan hati anak anda yang keras begitu Tuan, dari awal bertemu saya langsung melamarnya, akan tetapi bukan diterima malah akan ditampar saya Tuan", kata Tara kepada Papah Aldric sambil tertawa kecil dan melirik Dokter Bella mengingat pertama kali pertemuannya dengan Dokter Bella.


Dan Papah Aldric serta Mamah Angel mereka masih setia mendengarkan cerita dari Tara, sedangkan Dokter Bella dia langsung memajukan bibirnya karena cemberut dan sambil melototkan matanya kepada Tara.


"Saya berjuang terus hingga akhirnya kemarin Bella menerima lamaran saya yang saya ucapkan kesekian kalinya kepadanya Tuan, Nyonya. Rencana lusa saya ingin mengajak Daddy dan Mommy datang kerumah anda untuk melamar Bella dihadapan anda, akan tetapi nasib menimpa saya seperti yang anda lihat sekarang Tuan, Nyonya, walau anda tidak merestui hubungan kami, saya akan tetap menikahi Bella Tuan Finley", sambung Tara lagi kepada Papah Aldric dan Mamah Angel. Dengan nada tegas untuk kata-kata yang terakhir.


Papah Aldric yang baru saja mendengar pengakuan dari Tara dia langsung memberikan tepuk tangan untuk keberaniannya Tara.


"Kemarin-kemarin saya jodohkan dengan anak saya tidak mau, sekarang tidak saya restui pun anda tetap ingin melamarnya Tuan Tara", kata Papah Aldric kepada Tara.


"Iya itu kan saya belum mengetahui jika anak anda secantik ini Tuan Finley, atau sekarang saya juga harus memanggil Papah", jawab Tara dengan tersenyum sambil menggoda Papah Aldric.


Dokter Bella dan Mamah Angel memandang Tara dan Papah Aldric dengan pandangan aneh, pasalnya didalam fikiran Dokter Bella atau Mamah Angel Papah Aldric akan mengintrogasi Tara terlebih dahulu atau apalah yang biasanya seorang Ayah lakukan ketika mendengar putrinya sedang dilamar, akan tetapi Tara dan Papah Aldric mereka malah seperti terlihat sudah akrab begitu.


Sejujurnya Tara sangat terkejut tadi ketika bangun dari tidurnya dan melihat Tuan Finley orang yang sudah bekerja sama dengan Perusahaannya dan sering meeting atau makan siang bersamanya adalah Ayah dari wanita yang dicintainya itu, yaitu Dokter Bella.


"Anda bisa saja Tuan Tara, atau sekarang saya harus memanggil anda dengan panggila Nak Tara", jawab Papah Aldric kepada Tara sambil tertawa juga.


Papah Aldric orangnya asik menurut Tara, ya walau umurnya Tuan Aldric seumuran dengan Daddynya, akan tetapi karena sering bertemu dan sering meeting bersama membuat Tara menjadi mengerti bagaimana karakternya dari Papah Aldric dan mereka cocok satu sama lainnya.


Disisi lain Papah Aldric dari dalam hatinya dia sangat bangga dengan Tara, karena diumur yang masih muda dia sudah bisa memajukan dan mengembangkan Perusahaannya Tuan Fredo semakin berkembang dengan pesatnya.


"Tunggu-tunggu Papah sama My Griy, kalian kenapa sih, kalian apa sudah saling mengenal", tanya Dokter Bella dengan bingung kepada Tara dan Papahnya.


Bukannya langsung menjawab Papah Aldric dan Tara mereka tertawa terlebih dahulu mendengar pertanyaan dari Dokter Bella yang dianggukin juga oleh Mamah Angel.


"Kita sudah saling mengenal Bella, bahkan sudah hampir lima tahun ini kita saling mengenal, iya kan Nak Tara", jawab Papah Aldric kepada Dokter Bella dan juga Tara.


"Benar Pa...... Pah", jawab Tara sambil mengeja panggilan Papah Aldric. Dan juga sambil tertawa kecil disambut tawa juga oleh Papah Aldric.


"Kita itu rekan bisnis sayang, dan kita bahkan sering makan siang bersama jika selesai meeting", jawab Tara kepada Dokter Bella.

__ADS_1


"Dulu Papah pernah menggodanya menjadi menantu Papah Bella ketika kamu masih bertunangan dengan Edbert, akan tetapi dia tidak mau, dan asal kamu tahu Bella, Papah sebenarnya sangat ingin sekali mempunyai menantu seperti Nak Tara ini", jelas Papah Aldric lagi kepada Dokter Bella.


Dan ketika Papah Aldric menyebut nama Edbert Tara dia langsung saja diam karena dia masih marah dengan Edbert.


"Dan ketika mengetahui kamu putus dengan Edbert Papah semakin gencar saja menjodohkan Nak Tara ini denganmu Bella, dan seperti biasa Nak Tara dia menolak Papah untuk kesekian kalinya", sambung Papah Aldric lagi kepada Dokter Bella sambil tertawa kecil.


Dokter Bella selalu melirik Tara ketika Papahnya menyebut nama Edbert tadi. Dan Dokter Bella melihat Tara langsung diam sambil mengepalkan tangannya. Dokter Bella langsung saja menggenggam kepalan tangannya Tara sambil mengkode dengan kedipan mata dan tersenyum tipis kepada Tara.


Sedang Mamah Angel dia masih mendengarkan dengan setia cerita dari suaminya itu.


"Emm Papah bisakah jangan menyebut nama Edbert didepan kami", kata Dokter Bella dengan pelan-pelan kepada Papah Aldric.


"Memangnya kenapa Bell?? ", tanya Mamah Angel.


"Karena yang menabrak My Griy adalah Edbert Pah, dia cemburu karena Bella sudah memilih dan menerima lamarannya My Griy", jawab Dokter Bella kepada kedua orang tuanya.


Jawaban dari Dokter Bella membuat Papah Aldric dan Mamah Angel sangat terkejut sekali mendengarnya. Sungguh mereka tidak menyangka jika Edbert sampai berani melakukan itu kepada Tara.


Dan Dokter Bella serta Tara tadi malam juga sudah diberitahu oleh Tuan Fredo tentang Edbert yang sudah dimasukkan kedalam penjara dengan memberikan berbagai CCTV sebagai barang buktinya, dan banyak saksi mata yang mau bersaksi untuk kasusnya Edbert terhadap Tara, termasuk para bodyguard yang selalu setia mengawal Tara dengan diam-diam.


........ *********..... ...


Alex tahu dia kesiangan, akan tetapi karena dia pemilik Perusahaan ya dia santai-santai saja, toh tidak akan ada yang berani menegurnya. Ya walau sikapnya Alex tidak patut dicontoh akan tetapi hampir semua para karyawan pada mengiranya Alex baru saja bertemu dengan Client diluar.


Alex langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kekantor. Ketika Alex baru lima menit didalam kamar mandi, Ana terbangun dari tidurnya dan dia langsung bangun menuju kearah kamar mandi dengan masih tidak menggunakan pakaiannya sama sekali.


Alex yang sengaja tidak mengunci pintu kamar mandi, dia terkejut ketika melihat Ana tiba-tiba masuk kedalam kamar mandi ketika dia sedang mandi dibawah shower dan Ana langsung saja buang air besar dengan mata yang masih terpejam.


"Dasar Adriana Priciliya William, eh salah Adriana Priciliya Damara, buah air besar saja dengan mata yang terpejam begitu, pasti dia tidak sadar jika ada aku yang sedang mandi juga didalam kamar mandi yang sama dengannya", kata Alex sambil melihat kearahnya Ana yang sedang mengejan mengeluarkan harta karunnya.


Walau terpisah dengan kaca buram, Alex masih bisa melihat kegiatannya Ana yang sedang buang air besar itu.


Alex langsung saja melanjutkan mandinya, tanpa risih dengan Ana yang sedang buang air besar. Sedang Ana dia yang sudah selesai buang air besar dan sudah selesai juga membersihkannya, Ana langsung menuju kebathub untuk berendam dan sambil tiduran juga.


Ana masih belum menyadari jika ada Alex didalam kamar mandi itu. Ketika Ana sudah selesai mengisi air kebathub dan Ana ingin masuk kedalam bathub, sebelum masuk kedalam bathub Ana dikejutkan dengan Alex yang tiba-tiba memeluknya dari belakang sambil meremas pelan squishynya.


"Kak Xander, Kakak belum berangkat kekantor, aaaaah?? ", tanya Ana sambil mende***h karena Alex langsung melu***t bukit marshmallownya Ana.

__ADS_1


"Kakak daritadi masih mandi sayang, bahkan Kakak tadi juga melihat Ana sedang buang air besar", jawab Alex ketika sudah melepaskan lu***tannya kesquishynya Ana.


"Oh ya, baru kali ini Ana buang air besar ada yang melihat, Kakak tidak jijikkah sama Ana?? ", jawab Ana kepada Alex.


"Untuk apa jijik sayang, Kakak sudah berjanji menerimamu baik suka, duka dan apa adanya", jawab Alex dan setelahnya dia mengajak Ana berendam bersama didalam bathub itu.


Mereka benar-benar mandi tanpa mengulang kegiatan panas mereka didalam kamar mandi dan setelah selesai Alex serta Ana mereka berganti baju diwalkin closet yang ada didalam kamar.


Ketika Alex sudah selesai memakai setelan jas kerjanya lengkap dengan sepatunya, dia lalu mengecek ponselnya yang ternyata ada lima panggilan dari Arga. Karena jam sembilan nanti ada meeting penting dengan jajaran Direksi Perusahaan, dan Alex sampai jam delapan dia belum berangkat kekantor.


"Dasar Bos Alex, bisa saja selalu membuatku gemas, hiiiiiih", kata Arga sambil menggigit ponselnya untuk melampiaskan rasa gemasnya dengan sikapnya Alexander ketika dia sudah menelfon lima kali dan tidak diangkat Alex sama sekali.


Setelah selesai semua Alex seperti biasa mengajak Ana kekantor dan Alex sampai dikantor sekitar pukul sembilan kurang lima belas menit.


"Kak Arga, kenapa pagi ini Kakak terlihat tampan ya, apa mata Ana yang salah?? ", kata Ana ketika baru sampai diloby kantor dan disambut oleh Arga.


Arga yang mendengar perkataan dari Ana, dia langsung melihat kearahnya Alex yang berada disampingnya Ana sambil melototkan matanya kepadanya seperti ingin lepas saja itu mata dari tempatnya.


Alex tentu saja cemburu mendengar Ana memuji laki-laki lain didepannya, walau itu Arga sekalipun.


"Eh saya biasa saja Nona Ana, mungkin mata anda, ya mata anda sedang bermasalah, coba nanti suruh mencium Bos Alex pasti sembuh", jawab Arga asal kepada Ana dan langsung membuat Alex tersenyum miring kepada Arga.


"Oh iya, masa sih Kak, ya sudah Ana masuk dulu ya, mau menyuruh Kak Xander mencium matanya Ana", kata Ana kepada Arga sambil menarik pelan tangannya Alex, membuat Alex tersenyum senang mendengar perkataannya Ana.


"Huuuuh, selamat, untung saja aku bisa membuat kata-kata yang bagus didepannya Bos Alex", kata Arga sambil menghela nafasnya ketika Ana dan Alex sudah berlalu masuk kedalam lift.


Ketika lift sudah menutup dan berjalan naik keatas, Arga baru sadar dan ingat jika para jajaran Direksi sudah menunggu Alex didalam ruang meeting. Dan Arga tahu jika Bosnya Alex semenjak menikah dengan Ana dia akan menuruti semua permintaan istrinya itu.


Dan tadi Arga mendengar Ana ingin dicium matanya oleh Alex, Arga takut jika mereka tidak cuma berciuman saja, akan tetapi berlanjut lebih dari itu, bisa lama nanti menunggu Ana dan juga Alex menuntaskan hasrat mereka.


Arga dengan segera berlari menuju kelift, dan langsung memencet semua tombol liftnya supaya cepat terbuka, supaya Arga bisa menyusul Alex dan Ana didalam ruangannya Alex.


"Ini gara-gara perkataannya Ana tadi, membuatku harus olahraga lari dengan menggunakan jas begini, nasib bawahan", kata Arga dengan tidak sabaran ketika sudah berada didalam lift.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Yeee readers kecewa ya, karena Alex dan Ana tidak mengulang lagi kegiatan mereka didalam kamar mandiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2