
Mantan pacaranya Leyna tiba-tiba bisa datang kedalam kamar hotelnya Simon dari laporan anak buahnya yang sering memantau Leyna secara diam-diam.
Karena setelah ketahuan kemarin Leyna melihat anak buahnya Vino, Vino menyuruh para anak buahnya untuk terus mengawasi Leyna secara diam-diam, dan kegiatannya Leyna dengan Simon Vino tahu semuanya dari laporan anak buahnya.
Saran author Vino jangan membalas dendam dengan Simon, karena kita semua tahu Simon pasti akan meminta tolong kepada Keluarga Paman dan Bibinya yaitu Keluarga Damara.
Dan jika sudah berurusan dengan Keluarganya Alexander kita yakin hidupnya Vino pasti bakal tidak tenang.
Namun sayang, apa yang ditakutkan kita semua tidak mempan untuk Vino, dia yang tadi baru saja keluar dari dalam kamarnya Simon, Vino langsung saja kembali kedalam kamar hotelnya tempat dia menginap dihotel yang sama dengan Simon dan juga Leyna hanya berbeda lantai saja.
Vino didalam kamarnya dia langsung menumpahkan emosinya yang meledak-ledak karena baru saja melihat adegan panasnya Leyna dan juga Simon.
"Ber***k, sia***n, aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!", teriak Vino dengan begitu marahnya meluapkan emosinya.
"Aku harus membalas laki-laki tadi, tidak bisa aku biarkan dia bisa memiliki Leyna, aku harus singkirkan dia bagaimanapun caranya, jika dia sudah aku singkirkan, akan aku nikmati sepuasnya tubuhnya Leyna, tidak perduli walau bukan aku yang pertama bagi Leyna, karena aku sungguh begitu sayang sekali dengan Leyna", kata Vino seperti orang gila saja berbicara sendiri.
Vino langsung saja mengambil ponselnya yang ada disaku jasnya ketika baru saja mengatakan itu, untuk menghubungi para anak buahnya.
"Halo kalian semua kekamar saya sekarang!!", kata Vino kepada para anak buahnya.
Vino langsung saja mematikan sambungan telefonnya tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari anak buahnya yang ditelefonnya.
Sepuluh menit kemudian, para anak buahnya Vino mereka sudah pada datang kekamarnya Vino dan mereka pun sudah berdiri didepannya Vino yang sedang duduk dishofa yang ada didalam kamar.
"Kalian cari tahu siapa laki-laki yang sudah beberapa hari ini bersama Leyna kekasihku", perintah Vino kepada para anak buahnya.
"Sudah kami cari tahu Tuan", jawab salah satu anak buahnya Vino kepada Vino.
Dan dihadapannya Vino ada setidaknya lima orang anak buah yang dia tugaskan untuk mengawasi Leyna kemanapun Leyna berada.
"Kenapa kalian tidak dari kemarin memberitahu saya bo***h", kata Vino kepada para anak buahnya dengan marah.
Vino sebenarnya tidak cuma genit dan mata keranjang saja kepada para wanita, akan tetapi dia juga tempramental, ketika Leyna masih pacaran dengan Vino, Vino sudah sering kali menampar Leyna hanya cuma gara-gara masalah sepele.
Dan Leyna dia belum sepenuhnya jujur tentang Vino kepada Simon kenapa Leyna bisa putus dengan Vino, karena Leyna dan Simon baru saja kenal. Mungkin jika hubungan mereka sudah serius Leyna akan jujur dan tidak ada yang ditutup-tutupi lagi dari Simon.
__ADS_1
"Kami baru bisa melacak dan mencari informasi keseluruhan semuanya hari ini Tuan", jawab salah satu anak buahnya Vino kepada Vino.
"Apa saja yang kalian tahu dari laki-laki ber***k yang bersama Leyna itu", kata Vino dengan tegas kepada para anak buahnya.
"Laki-laki yang bersama Nona Leyna dia seorang Dokter Spesialis Bedah dirumah sakit Cornelius Hospital Tuan, dan dia juga menjabat sebagai Direktur utama dirumah sakit itu", lapor salah satu anak buahnya Vino kepada Vino lagi.
"Cornelius Hospital", ulang Vino untuk dirinya sendiri. Dan Vino sangat tahu akan rumah sakit itu.
"Lanjutkan", kata Vino lagi kepada anak buahnya.
"Dia juga mempunyai seorang paman yang sangat berpengaruh sekali Tuan, dan saya sarankan Tuan Vino jangan mencari masalah dengan Tuan Simon Tuan", kata anak buah yang satunya lagi kepada Vino.
Vino yang mendengar anak buahnya berani mengaturnya dia semakin tersulut emosi saja, Vino langsung saja berdiri dan langsung memukul anak buahnya yang tadi sudah berani mengaturnya.
"Kamu siapa hah!!, berani sekali kamu mengatur saya, dan sehebat apa paman dia, hingga kamu sok-sokan melarang saya membunuhnya", kata Vino kepada anak buahnya yang dipukuli tadi.
"Apa pamannya sehebat Keluarga Damara!!!", kata Vino lagi kepada anak buah yang sama.
"Benar Tuan, Pamannya Tuan Simon adalah Tuan Gavi Damara Tuan, bahkan Ayahnya Tuan Simon juga sama kayanya seperti Keluarga Damara Tuan, tapi masih kaya Keluarganya Tuan Gavi", jawab anak buah yang lainnya lagi kepada Vino.
"Tuan Gavi Pamannya laki-laki be***k itu", kata Vino mengulang perkataan anak buahnya.
"Tidak-tidak, aku tidak mau kehilangan semua aset dan perusahaanku, aku tidak mau", kata Vino kepada dirinya sendiri.
"Kalian boleh pergi, akan saya hubungi lagi nanti", kata Vino kepada para anak buahnya.
Dan anak buahnya mereka langsung saja menundukkan badannya sedikit sebelum berlalu pergi dari dalam kamarnya Vino.
"Ingin sekali aku membalas perbuatan laki-laki tadi, tapi aku juga tidak mau berurusan dengan Keluarganya Tuan Gavi, bisa menjadi gembel aku", kata Vino untuk dirinya sendiri ketika para anak buahnya sudah pada keluar dari dalam kamar hotelnya.
Karena investor dan penanam saham terbesar diPerusahaannya Vino adalah Perusahaannya Tuan Gavi, Papinya Alexander. Dan jika sampai ketahuan Vino mencelakai Keluarganya yaitu Simon pastinya Vino akan dibuat hidup menderita oleh Keluarga Damara.
Sesama pembisnis pastilah Vino tahu bagaimana sepak terjang dari Keluarga Damara sampai mereka bisa hebat dan sesukses seperti itu.
Dan Vino juga tahu jika berurusan dengan keluarga Damara tidaklah main-main hukuman yang akan diterimanya.
__ADS_1
"Tidak-tidak, lebih baik aku mencari wanita yang lebih seksi, lebih hot dari Leyna, daripada aku harus berurusan dengan Keluarga Damara, karena aku tidak mau jatuh miskin, sebab hutang aku masih banyak dan ada dimana-mana", kata Vino lagi untuk dirinya sendiri.
Dan Vino akhirnya memutuskan tidak mau mencari masalah dengan Simon setelah mengetahui jika Simon keponakan dari Tuan Gavi.
Author sangat setuju dengan keputusanmu yang ini Vino, karena jika kamu terus melanjutkannya, tidak cuma Tuan Gavi saja yang membuat kamu sengasara, tapi saya sebagai author pun juga sama mengikuti alurnya Tuan Gavi, Papinya Alexπ€£.
Kembali keSimon dan juga Leyna.
Setelah melakukan kegiatan panas yang dari awal tidak mereka inginkan, akhirnya tanpa sadar mereka kelelahan dan tertidur dengan saling memeluk satu sama lainnya dengan keadaan yang masih tidak memakai pakaian sama sekali.
Setelah cukup lama tertidur Simon yang terbangun lebih dahulu dari Leyna dia langsung terkejut melihat dirinya dan juga Leyna saling memeluk satu sama lainnya dengan keadaan yang masih telanjang bulat.
Simon langsung teringat dengan kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan, dan Simon langsung menjadi bingung sendiri ketika mengingatnya.
Ketika Simon ingin mencoba melepaskan pelukannya Leyna pada tubuhnya, Leyna malah lebih mengeratkan lagi pelukannya ditubuhnya Simon.
Akhirnya Simon membiarkan saja Leyna memeluknya sambil menunggu Leyna terbangun dari tidur lelapnya dengan merenungi apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Leyna.
Karena Simon belum ada cinta sedikitpun untuk Leyna, dan tadi Simon hanya ingin meminta bantuannya Leyna saja untuk menuntaskan hasratnya sebagai seorang laki-laki namun tidak sampai memasukkannya kedalam miliknya Leyna.
"Apa yang tadi aku perbuat dengan Leyna Tuhan, sungguh apa yang harus aku lakukan jika Leyna sampai hamil anakku, jika didalam hatiku saja belum ada cinta untuknya", kata batin Simon sambil melihat kelangit-langit kamar.
"Tapi besar kemungkinan juga jika Leyna bisa hamil anakku, karena aku baru sekali melakukan itu dengannya", kata batin Simon menenangkan perasaannya lagi.
...ππππππππππππππ...
Jeng-jeng-jeng nah lho habis enak-enak malah pusing Abang Simon, Tak ketawain sajalah π€£ π€£ π€£.
Jahat kan authornyaπ€π€ͺ.
Nih novelnya Author yang baru readers, silahkan jika minat mau mampir ππππ
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***