GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 27


__ADS_3

Tanpa terasa sudah dua minggu Daneil berada dirumah sakit, dan hari ini Daneil sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya selama ini.


Selama Daneil masih dirumah sakit, Vero juga sering Arga titipkan bersama Mamahnya yang menjagain Daneil.


Ketika berangkat bekerja Vero Arga bawa kerumah sakit, dan pulang Vero Arga jemput, begitu terus selama beberapa hari.


Karena mau tidak mau ya seperti itulah yang mesti Arga lakukan untuk Vero demi menjaga buah hati mereka yang sedang dikandung oleh Vero.


Mamah Iris pun juga tidak keberatan ketika disuruh untuk sekalian menjaga Veronica bersamaan dengan menjaga Daneil yang masih belum diperbolehkan pulang itu.


Sedangkan Ayah Geoff, dia juga harus mesti berangkat kekantor karena sudah beberapa hari dia tidak berangkat kekantor karena mengurus sang putra sulung yang sedang masuk kerumah sakit kemarin.


Daneil sendiri semakin hari semakin membaik saja kondisinya, dan luka didadanya Daneil akibat patah tulang rusuknya kemarin juga tidak ada kendala yang signifikan.


Namun Daneil dianjurkan harus sering kontrol kerumah sakit sekitar satu minggu sekali untuk mengecek kondisinya, dan Daneil pun juga belum diperbolehkan bekerja yang berat-berat, terutama yang berhubungan dengan fisik.


Mamah Iris pun selama beberapa hari itu dia juga sering membujuk Daneil supaya mau dijodohkan dengan Cacha anak sang Jenderal Rhison, namun Daneil selalu menolak keinginan sang Mamah.


Begitu pula dengan Mamah Leone sang istri Jenderal juga terus membujuk sang suami supaya mau membujuk Cacha anak mereka dan Daneil Letnal Jenderalnya supaya mereka berdua mau dijodohkan.


"Ayah terserah mereka Mamah, Mamah jangan memaksakan kehendak begitu dong, nanti jika pernikahan mereka kandas ditengah jalan, kan kasihan juga nantinya", begitulah yang sering dikatakan Jenderal Rhison kepada Mamah Leone.


"Tapi Ayah, Mamah yakin pernikahan mereka tidak bakal putus ditengah jalan, lihat saja, Letnan Daneil begitu baik sifatnya, Mamah yakin dia pasti bisa membina rumah tangganya dengan baik nanti", bantah Mamah Leone kepada Jenderal Rhison.


"Baiklah, nanti akan Ayah bicarakan bersama Tuan Geoff mengenai usul Mamah ini, ya", jawab Jenderal Rhison akhirnya kepada Mamah Leone.


Dan hanya perkataan itu yang bisa membuat Mamah Leone sangat senang sekali ketika mendengarnya.


Sedangkan disisi lain, Daneil yang sering menolak usul dari Mamahnya pun selalu berkata dengan perkataan yang sama terus.

__ADS_1


"Daneil belum ingin mau menikah Mah, dan Daneil juga tidak mencintai Nona Cacha", begitulah perkataan yang sering dikatakan oleh Daneil kepada Mamahnya.


"Ayolah Daneil, Mamah ingin sekali melihat kamu menikah", kata Mamah Iris kepada Daneil.


Namun Daneil setelahnya tidak pernah menanggapi dan menjawab perkataan dari sang Mamah.


Vero yang sering melihat dan mendengar sendiri perdebatan yang seperti itu dari Mamah Iris dan juga Daneil pun, dia hanya bisa berdoa semoga Daneil dibukakan pintu hatinya dan disegerakan jodohnya, karena memang hanya itu yang bisa Vero lakukan sekarang.


Selama Vero berada diruang perawatannya Daneil pun, dia bersikap sewajarnya saja dengan Daneil, dan tidak ada hal istimewa yang dia lakukan dengan Daneil, bahkan Vero malah lebih sering menghabiskan waktunya untuk beristirahat didalam kamar yang tersedia diruang perawatannya Daneil sambil menunggu sang suami yaitu Arga untuk datang menjemputnya sore harinya.


Dan Daneil sendiri pun dia juga bersikap cuek terhadap Vero, hanya bertanya serta menegur seperlunya saja.


Ketika mengetahui jika Kakaknya akan pulang hari itu, Arga meminta ijin kepada Alex untuk berangkat kekantor sedikit terlambat untuk menemani Vero terlebih dahulu dirumah.


Sedangkan dirumah rumah sakit, semua keperluan dan semua apa saja yang diperlukan sudah diurus semua oleh Ayah Geoff dan beberapa anak buah yang Arga suruh untuk membantu Ayah Geoff.


Dan saat ini Ayah Geoff, Mamah Iris serta Daneil sudah berada didalam mobil untuk kembali pulang kerumah mewah mereka.


Arga dan Vero yang menunggu semua keluarganya didepan teras rumah pun merasa senang, karena semua keluarganya sudah pada berkumpul lagi.


Arga yang melihat mobil Ayahnya berhenti didepan pelataran rumah, Arga langsung saja mendekati pintu belakang untuk membantu sang Kakak keluar dari dalam mobil dan masih sedikit kesusahan untuk berjalan karena masih sakit sekali dadanya jika berdiri terlalu lama.


"Sudah kamu bantu Vero saja, biar Kakak dibantu sama Ayah", kata Daneil kepada Arga yang ingin memapahnya berjalan masuk kedalam rumah.


Arga langsung saja mendekati kursi roda sang istri ketika Kakaknya sudah diambil alih oleh Ayah Geoff.


Dan mereka semua langsung saja masuk kedalam rumah, sedangkan Daneil dia langsung masuk kedalam kamarnya yang ada dilantai dua rumahnya Ayah Geoff untuk langsung beristirahat.


Sedangkan yang lainnya, terutama Arga dan Vero mereka berdua juga langsung saja masuk kedalam kamar mereka yang dilantai bawah untuk sementara waktu, karena Vero tidak boleh naik turun tangga terlebih dahulu.

__ADS_1


Sedang kita berpindah kepada sipenabraknya Daneil dan juga Vero.


Dia yang sudah mendapatkan banyak hadiah dari Arga, berupa cacat seumur hidupnya serta patah tulang kaki, sipenabrak itu langsung saja diserahkan kepada pihak kemiliteran supaya diberikan sanksi yang tegas sesuai kode etik yang ada dikemiliteran dinegara tersebut.


Melihat kondisi yang memprihatinkan, sipenabrak Daneil dan Vero dia diusulkan oleh pihak kemiliterannya untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu sebelum dia mendapatkan sanksi yang tegas.


Pihak militer yang melihat kondisi dari prajuritnya yang seperti itu, mereka semua para atasan yang berwenang pada penasaran sekali, apa penyebab dari terlukanya siprajurit tersebut.


Ketika sipenabrak sudah mendapatkan penanganan oleh Dokter Dinas yang khusus ada dirumah sakit kemiliteran.


Beberapa anak buahnya Alex yang membawa sipenabrak tadi mereka semua langsung saja menghadap kepada pihak penyidik yang ada dikemiliteran itu.


Para anak buahnya Alex langsung memberikan bukti rekaman CCTV yang ada diparkiran mall tersebut kepada pihak penyidik.


Setelahnya anak buahnya Alex juga menjabarkan apa motif yang membuat sang prajurit melakukan tindakan ingin menabrak Daneil dan Veronica seperti kemarin.


Dan para anak buahnya Alex juga berkata jujur, jika luka yang diterima oleh siprajurti itu semua karena hadiah dari bos mereka yang tidak terima ketika anggota keluarganya dicelakai seperti itu.


Pihak penyidik mereka sangat tahu sekali, siapa Keluarga Damara, mau menuntut pun bagi mereka percuma saja, karena Keluarga Damara sudah terkenal kekejaman dalam menghukum lawan, dan terkenal sangat tinggi sekali solidaritasnya.


Jadi akan sia-sia saja jika mereka menuntut Keluarga Damara yang sudah main hakim sendiri seperti itu, karena pastinya mereka semua akan kalah.


Karena pihak kolega dan semua orang yang mengenal baik dengan Keluarga Damara, mereka pastinya akan membela dan mendukung Keluarga Damara.


Dan pihak Polisi atau pihak kemiliteran pastilah mereka tidak mau ikut berurusan dengan orang-orang seperti Keluarga Damara yang tidak bisa dilawan dengan hukum.


Ya begitulah hukum seperti runcing kebawah dan tumpul keatas.


Setelah mendengar semua laporan serta sudah melihat sendiri bukti rekaman CCTV yang tadi diberikan oleh anak buahnya Alex, akhirnya pihak penyidik kemiliteran akan memberikan hukuman yang sangat sesuai dengan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajuritnya itu, ditambah hadiah dengan cacat seumur hidup yang diberikan oleh Arga kemarin.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2