
Ketika Ana dan juga Alex serta baby L sedang makan malam bersama, berbeda cerita diapartemennya Arga.
Sore Arga tadi seperti yang sudah dijanjikan oleh anak buahnya jika dia akan mendapatkan informasi mengenai Veronica dalam satu jam lamanya, dan memang benar adanya.
Ketika satu jam kemudian Arga sudah mendapatkan semua informasi tentang semua data-datanya suster Veronica.
Dan yang tertera dalam laporan anak buanya, sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Veronica tadi kepadanya.
Jika suster Vero dia seorang yatim piatu, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan hanya mempunyai seorang adik perempuan.
Entah kenapa Arga menjadi respect kepada Vero, dan dia rasanya ingin memberikan kehidupan yang baik serta layak untuk Vero dan juga adiknya itu.
Ketika Arga sedang membaca semua data-datanya suster Veronica diponselnya, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dari luar dengan sangat pelan sekali.
Ketika Arga mengalihkan pandangannya kearah pintu, dia melihat suster Verolah yang membuka pintunya.
"Ada apa suster??", tanya Arga ketika melihat suster Veronica seperti ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
"Emm Tuan, saya mau ijin pulang sebentar mau mengambil baju dan perlengkapan pribadi saya Tuan", kata Vero kepada Arga.
"Iya silahkan biar kamu nanti diantar sama anak buah saya saja", jawab Arga kepada Vero.
"Tidak perlu Tuan, saya bisa naik taksi saja", kata Vero kepada Arga dengan nada sopan.
"Jangan membantah saya suster Vero", kata Arga kepada Vero dengan suara tegasnya, membuat Vero langsung saja terdiam mendengar suara tegas dari Arga.
"Baiklah Tuan", jawab Vero kepada Arga sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Itu kunci mobil saya ada diatas meja sana, ambillah dan suruh anak buahku yang ada didepan untuk mengantarkanmu pulang, namun sebelumnya bantu saya untuk keluar dari dalam kamar, karena saya merasa bosan dan suntuk berada didalam kamar terus", kata Arga kepada Vero.
Dan Vero langsung saja melakukan hal yang diperintahkan oleh Arga.
Vero dengan sabar dan telaten membantu Arga untuk turun kebawah tepatnya keruang keluarga miliknya untuk berganti suasanya.
Ketika Arga sudah duduk dishofa yang ada disitu, Vero lalu berpamitan lagi kepada Arga dan tinggallah Arga seorang diri ketika Vero sudah pergi dari dalam apartemennya.
Walau didalam kamarnya ada televisi, tapi Arga lebih suka menonton televisi diruang keluarganya.
__ADS_1
Arga yang masih setia menonton televisi, sampai-sampai dia tidak sadar, jika dia sudah menonton televisi hampir satu jam setengah lamanya.
Ketika Arga sedang asik menonton televisi, dia tiba-tiba mendengar bel pintu apartemennya berbunyi dari luar.
Infusnya Arga sendiri sudah dilepas daritadi oleh Suster Vero, karena sudah habis dan Arga tidak mau lagi dipasangi infus.
Dengan berjalan tertatih dan perlahan-lahan, Arga lalu berjalan kearah pintu apartemennya sambil memegangi perutnya yang masih sakit itu.
Ketika sudah membuka pintu apartemennya, Arga melihat ternyata suster Verolah yang memencet bel pintunya dan dia sudah kembali lagi dengan membawa tas ukuran cukup besar yang Arga perkirakan isinya semua baju-bajunya.
Arga langsung saja mempersilahkan Vero masuk dan dia juga memberitahukan kepada suster Vero jika kamarnya Vero ada disebelah kamarnya.
Bukan kamar tamu memang kamar yang ada disebelah kamarnya Arga, namun fikir Arga itu lebih baik karena jika sewaktu-waktu Arga membutuhkan bantuannya Vero, Vero bisa langsung cepat datangnya.
Jam makan malam pun tiba dan Arga sendiri dia sudah memesan makanan melalui aplikasi ponselnya daritadi dan mungkin akan datang lima menit lagi.
Namun belum ada lima menit, semua makanan yang dipesan oleh Arga sudah pada datang semuanya.
Suster Vero yang menerima semua makanan yang dibeli Arga, dia langsung saja menyiapkan semuanya itu diatas piring yang ada didapur.
Dan Vero dengan telaten serta tidak ada maksud tertentu dia membantu Arga untuk membersihkan badannya menggunakan wastlap atau handuk yang Arga punya.
Ketika suster Vero membantunya membersihkan badannya, Arga melihat suster Vero dengan sangat lekat sekali.
Dan entah kenapa jantungnya Arga tiba-tiba bergetar tidak seperti biasanya, dan dia belum pernah merasakan sebelumnya dengan wanita lain selain Vero.
"Ada apa dengan jantungku ini??", batin Arga sambil terus melihat kearahnya Vero.
Suster Vero yang merasa dilihatin oleh Arga dia berusaha tidak terkecoh dan tetap profesional dalam merawat Arga, walau sebenarnya Vero sendiri dia sangat malu sekali dengan tatapannya Arga kepadanya.
"Tuan Arga kenapa selalu melihat kearahku seperti itu, membuatku tidak nyaman saja", batin Vero sambil terus membersihkan badannya Arga.
Ketika sudah selesai membersihkan badannya Arga menggunakan handuk kecil, Vero lalu membantu Arga untuk memakai bajunya, karena Arga masih sedikit sakit jika tangannya dia gerakan untuk memakai baju.
Sedangkan untuk celana, Arga bisa memakainya sendiri dan Vero dia menunggu diluar.
Saat ini Vero dan juga Arga sedang makan malam bersama dimeja makan yang sama yang ada diruang makannya Arga yang ada didalam apartemen.
__ADS_1
Argalah yang menyuruh Vero untuk duduk bersamanya dan menemaninya makan.
Veronica sendiri dia sangat senang sekali, bisa mendapatkan majikan seperti Arga yang tidak sombong dan tidak pelit kepada pekerjanya.
Bahkan Vero sangat senang dengan sikapnya Arga yang tidak malu untuk makan bersama dengannya.
Ketika Arga dan Vero sedang asik makan sambil berbincang hangat, lebih tepatnya Argalah yang sering bertanya ini dan itu kepada Vero, tiba-tiba saja mereka berdua mendengar bel pintu apartemennya Arga berbunyi.
"Biar saya saja Tuan yang membukanya", kata Vero kepada Arga, dan Arga hanya mengangguk saja kepada Vero.
Vero lalu beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan kearah pintu depan.
Dan ketika pintunya sudah dibuka oleh Veronica, ternyata yang datang adalah Alex, Ana beserta baby L tentunya, dan jangan lupakan ada beberapa bodyguard dibelakangnya Alex sekeluarga.
Vero sendiri sudah berfikir jika Arga dan Alex bukanlah orang sembarangan, karena begitu banyak bodyguard yang selalu mengawal mereka terus.
Vero yang masih ingat dengan Alex ketika dirumah sakit tadi, dia langsung saja mempersilahkan Alex beserta Ana dan juga baby L untuk masuk kedalam apartemennya Arga.
Sedangkan Vero ketika melihat Ana, dia langsung saja berfikiran jika Ana dan juga baby L adalah adik-adiknya Alex, karena wajahnya Ana yang masih belum pantas mempunyai anak, walau posisi Ana saat itu sedang menggendong baby L.
"Nona Vero dimana Arga??", tanya Alex kepada Vero dan Alex langsung saja duduk dishofa yang ada diruang tamunya Arga.
"Tuan Arga sedang makan diruang makan Tuan", jawab Vero kepada Alex.
"Nona istrinya Kak Arga ya, cantik sekali, tapi jika Nona istrinya Kak Arga, kenapa Nona malah memakai seragam perawat??, apakah Kak Arga tidak mampu membelikan pakaian untuk Nona ya??",, kata Ana kepada Veronica dengan gayanya yang khas.
Perkataannya Ana membuat Veronica langsung membuka mulutnya karena bingung dan terkejut.
Sedangkan Alex yang melihat wajahnya Vero seperti itu dia langsung saja tertawa kecil saja.
Arga sendiri sebelum diberitahu oleh Vero jika Alex datang, dia sudah berjalan keluar dengan jalan yang sangat perlahan sekali, karena Arga samar-samar mendengar suaranya Ana dari arah ruan tamunya.
Dan apalagi tadi Alex juga sudah memberitahukannya, jika dia akan datang berkunjung keapartemennya.
...πππππππππππππ...
...***TBC***...
__ADS_1