GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 216


__ADS_3

Ayah Geoff yang sangat kebingungan sekali dengan perkataannya Arga pun dia lalu bertanya kepada Arga.


"Maksud dari perkataan kamu apa Arga??", tanya Ayah Geoff kepada Arga dengan wajah kebingungannya.


Sebelum menjawab perkataan dari Ayahnya, Arga lalu menghela nafasnya untuk sejenak.


Setelahnya Arga lalu bercerita kepada Ayahnya, jika Mamahnya tadi datang berkunjung keapartemennya dan langsung menghina Vero.


"Vero??", kata Ayah Geoff kepada Arga.


"Vero itu adalah wanita yang tadi Ayah, dia namanya Veronica", jawab Arga kepada Ayahnya.


"Dia sebenarnya adalah perawat yang ditugaskan oleh Bos Alex untuk menjaga dan merawatku disini, karena aku tidak mau dirawat dirumah sakit......", perkataannya Arga terpotong oleh perkataan dari Ayahnya.


"Dan akhirnya kamu jatuh cinta dengan perawat kamu sendiri??", kata Ayah Geoff kepada Arga membuat Arga langsung saja tertawa kecil.


"Iya Ayah, karena kesederhanaannya, dan dia tidak pernah menggoda Arga selama merawat Arga seperti wanita-wanita yang lainnya, membuat cinta ini tumbuh dengan sendirinya Ayah untuknya, walau dia sebenarnya termasuk orang yang tidak mampu dibandingkan kita", kata Arga kepada Ayahnya dengan sambil membayangkan wajahnya Vero.


"Jangan berkata seperti itu Nak, jika kita tidak difasilitasi oleh Tuan Gavi dan Tuan Alex mana mungkin kita bisa berada diposisi ini", kata Ayah Geoff kepada Arga.


"Tapi apakah kamu sudah menyelidiki latar belakang dari Veronica Nak", kata Ayah Geoff lagi kepada Arga.


"Maksud Ayah begini, Ayah takutnya jika Veronica seperti itu hanya kedok didepan kamu saja Nak, kita memang tidak boleh berburuk sangka terlebih dahulu kepada seseorang, tapi kita juga perlu berjaga-jaga, supaya kita tidak terjerumus dan masuk kedalam hal-hal yang mengecewakan kita", lanjut lagi perkataannya Ayah Geoff kepada Arga.


"Iya Ayah Arga tahu maksud Ayah bagaimana, dan Arga sudah menyelidikinya siapa Vero dan bagaimana latar belakangnya, dan kenyataan aslinya dia memang seperti yang Arga lihat dan Ayah lihat tadi", jawab Arga kepada Ayahnya.


"Ya sudah kalau begitu, Ayah mendukungmu dengan dia, jika kamu bahagia bersamanya Nak", kata Ayah Geoff kepada Arga sambil tersenyum khas seorang Ayah kepada anaknya, dan Arga pun juga membalas senyuman dari Ayahnya tersebut.


"Terus lanjutannya untuk cerita kamu tadi apa Arga??", kata Ayah Geoff lagi kepada Arga.

__ADS_1


Arga langsung saja melanjutkan ceritanya dan berkata jika Mamah Iris tadi dia datang kesitu dan langsung saja menghina Vero seperti kebiasaannya.


"Mamah kamu itu selalu seperti itu, kacang lupa sama kulitnya, Ayah sampai heran kapan dia mau berubahnya, seperti tidak bersyukur saja", kata Ayah Geoff yang sedikit kecewa akan sikap dari istrinya.


"Terus Nak lanjutkan", kata Ayah Geoff lagi kepada Arga.


Arga lalu melanjutkan ceritanya jika Mamah Iris tidak menyetujui hubungannya dengan Vero, dan Arga juga mengatakan kepada Ayahnya jika Mamahnya pasti akan melakukan hal lebih untuk memisahkan dirinya dan juga Vero, terlihat sekali dari tatapan matanya sang Mamah tadi kepada Vero.


"Iya kamu benar Arga, Mamah kamu pasti malu mempunyai mantu seperti Veronica, dan kita sudah mengenal sendiri bagaimana karakter dari Mamah kamu pasti dia saat ini sedang memikirkan cara untuk membuat kamu berpisah dengan Vero", kata Ayah Geoff menimpali perkataan dari Arga.


"Maka dari itu Arga menyuruh Ayah untuk datang kesini", kata Arga lagi kepada Ayahnya.


"Maksud kamu??", kata Ayah Geoff dengan bingung.


"Arga tadi mengancam Mamah, jika Mamah sampai berani melukai Vero, Arga tidak segan-segan menarik semua fasilitas yang diberikan oleh Bos Alex kepada kalian semua Yah", kata Arga kepada Ayahnya.


Dan Ayah Geoff dia masih diam sambil terus mendengarkan perkataannya Arga dengan serius.


"Ok Ayah faham", kata Ayah Geoff kepada Arga.


"Terus, bagaimana dengan pekerjaannya Ayah??'', tanya Ayah Geoff lagi kepada Arga.


Ayah Geoff sendiri dia bekerja disalah satu pabrik miliknya Keluarga Damara sebagai Direktur Utama yang memegang kendali penuh diPabrik itu dan sudah sangat dipercaya sekali oleh Tuan Gavi maupun oleh Alexander.


Sebab kesetiaan dari Ayah Geoff tidak perlu diragukan lagi, karena dia juga sangat-sangat bisa dipercaya sama seperti Arga.


Jadi Tuan Gavi dan Alex mereka berdua tidak perlu mengkhawatirkan pabriknya itu jika dipegang oleh Ayah Geoff.


"Iya Ayah nanti jika berangkat bekerja menggunakan pakaian yang jelek dong, seperti orang pada umumnya yang bekerja biasa saja, nanti Ayah ganti bajunya dirumah kita saja jangan sampai ketahuan oleh Mamah", jawab Arga kepada Ayahnya.

__ADS_1


"Siap Ayah sudah faham Arga", kata Ayah Geoff kepada Arga.


"Dan fikir Ayah Mamah kamu memang perlu disadarkan seperti itu, supaya dia ingat jika sebelumnya kita semua adalah termasuk keluarga yang miskin", kata Ayah Geoff lagi kepada Arga.


"Baiklah jika Ayah sudah faham, nanti malam Ayah sampaikan ini kepada Mamah, dan katakan jika ini hukuman untuk kalian yang sudah menghina Veronica tadi pagi, sebab Veronica sendiri adalah orang pilihannya Alex sendiri", kata Arga kepada Ayahnya.


"Untuk masalah akting seperti itu, serahkan kepada Ayah, Ayah jagonya jika untuk urusan mengelabuhi orang", kata Ayah Geoff kepada Arga sambil tertawa kecil.


"Siap Arga pegang kata-kata Ayah", kata Arga kepada Ayah Geoff.


"Terus jika kita disuruh pergi dari rumah itu, Ayah sama Mamah kamu harus tinggal dimana Arga??", tanya Ayah Geoff kepada Arga.


"Untuk urusan itu sudah Arga siapkan Ayah", jawab Arga dengan tenang kepada Ayahnya.


Arga lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kemeja kerjanya untuk mengambil kertas kosong dan juga bolpoin.


Setelahnya Arga lalu menuliskan sesuatu dikertas tersebut.


Ketika Arga sudah selesai menulis, Arga lalu kembali lagi keshofa yang didudukinya tadi, sambil menyerahkan sebuah kertas yang dibawanya kepada Ayahnya.


"Itu alamat rumah yang sementara untuk Ayah tinggali bersama Mamah, nanti setelah dari sini Ayah cek dulu kondisinya disana, supaya nanti malam atau besok Ayah bisa langsung pindahan bersama Mamah kesana", kata Arga kepada Ayah Geoff.


"Ok, mari kita beri pelajaran kepada Mamah kamu itu, biar dia ingat rasanya menjadi orang miskin lagi", kata Ayah Geoff kepada Arga sambil tertawa dan juga sambil memasukkan kertas bertuliskan alamat tadi kedalam saku jasnya.


Begitu juga dengan Arga, dia juga tertawa simple saja menanggapi perkataan dari Ayahnya.


Arga terpaksa melakukan itu, karena supaya Mamahnya tidak menjadi sombong lagi dan suka merendahkan orang.


Walau pun Mamahnya seperti itu, Arga juga sangat sayang sekali dengan Mamahnya, dan Arga berharap dengan adanya pelajaran seperti ini Mamahnya tidak menjadi sombong untuk kedua kalinya.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2