GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 22


__ADS_3

"Ana saat ini dia sedang dirumah sakit.............. Kata Alex terjeda dan langsung mendapatkan bogem mentah dari Tara.


Semua orang yang ada disitu terkejut melihat tindakannya Tara kepada Alex. Hingga Tuan Fredo dia langsung menarik Tara dan menjauhkannya dari Alex. Sedangkan Nyonya Gia yang duduk didekat Alex dia langsung melihat kondisinya Alex.


Sedangkan Tuan Gavi dia sudah mengira dan menebak akan terjadi baku hantam begini, jadi dia sedikit tidak terlalu terkejut.


"Sudah Tara tenangkan dirimu, Alex belum menjelaskan secara rinci bagaimana, kenapa kamu gegabah sekali", kata Tuan Fredo dengan sedikit membentak Tara.


"Tapi gara-gara dia Princess kita masuk rumah sakit Daddy", kata Tara dengan emosi dan sambil menunjuk kearah Alex.


"Sudah, saya mohon Tuan Tara untuk lebih tenang sedikit, biarkan anak saya untuk menjelaskannya dulu, setelah itu silahkan anak saya mau anda bunuh sekalian itu terserah anda", kata Tuan Gavi dengan tegas kepada Tara.


Membuat Tara dan Tuan Fredo langsung sungkan kepadanya. Apalagi Tuan Fredo mendengar sendiri jika dia boleh membunuh anaknya jika anaknya bersalah, sungguh tegas dalam menghadapi masalah, begitulah kira-kira yang ada difikirannya Tuan Fredo terhadap Tuan Gavi.


Tara langsung saja duduk kembali ditempatnya disusul juga oleh Tuan Fredo. Mommy Dania yang merasa tidak enak dia lalu meminta maaf atas sikapnya Tara terhadap Alexander.


"Gia, maafkan anak saya ya tadi", kata Mommy Dania kepada Nyona Gia dengan tidak enak.


"Tidak apa-apa Nia, saya memakluminya", kata Nyonya Gia dengan tersenyum ramah pertanda dia tidak kenapa-kenapa.


"Ayo lanjutkan ceritanya Nak, biar Tuan Fredo dan Tuan Tara ini bisa mendengar langsung darimu dan tahu sebenarnya", kata Tuan Gavi kepada anaknya Alexander.


"Baik Pi", kata Alex menanggapi Papinya yaitu Tuan Gavi.


Alex lalu menceritakan semuanya dari awal pertemuannya direstoran dengan Ana, terus Alex juga menceritakan jika dia ingin mengantarkan Ana pulang, akan tetapi malah Ana lupa alamat lengkap rumah Daddynya, Alex lalu menceritakan tentang Jenar yang kemarin menyakitin Ana...........


Cerita Alex terjeda karena pertanyaan dari Tuan Fredo kepada Alex.


"Bagaimana pembantu dirumah kamu bisa menyakitin Anaku Tuan Alex?? ", tanya Tuan Fredo kepada Alex dengan menahan geram.

__ADS_1


Sama seperti Tuan Fredo, Tara pun juga sama geramnya mendengar cerita dari Alexander, tentang orang bernama Jenar ini.


Alex lalu menyambungkan ceritanya lagi sekalian menjawab pertanyaan dari Tuan Fredo. Alex juga menceritakan kepada Keluarga William jika dirinya beserta Asisstannya sedang mencari tahu siapa Ana sebenarnya, akan tetapi belum ketemu juga, karena Keluarga William sengaja menyembunyikan atau mungkin juga menghilangkan data-data Ana diInternet.


Tuan Fredo dan Tara yang mendengar perkataan Alex, mereka tersenyum miring menanggapinya.


"Tunggu, jika kamu sudah tahu kami menyembunyikan data-data Ana, terus bagaimana kamu bisa sampai disini, dan mengetahui jika kami adalah keluarganya Ana", tanya Tara kepada Alex dengan ekspresi yang bingung.


"Apakah kalian ingat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika Ana pingsan karena terpeleset dikamar mandi, kalian membawa Ana keRumah Sakit CORNELIUS HOSPITAL kan?? ", tanya Alex kepada Keluarga William dan membuat Tuan Fredo, Tara dan Mommy Dania sedikit terkejut, pasalnya Alex bisa mengetahui hal itu.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui hal itu, sedangkan kami sudah menybunyikan tentang hal itu serapat mungkin", kata Tuan Fredo kepada Alex. Membuat Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka hanya tersenyum ketika mendengar perkataannya Tuan Fredo.


Tuan Gavi sengaja daritadi diam tidak membantu Alex berbicara karena dia ingin melihat dan mengetahui sejauh mana Alex bisa menyelesaikan masalah itu.


"Mudah bagiku jika harus untuk mengetahui informasi itu, apalagi Keluarga Damara adalah Pemegang saham terbesar dan nomer satu diRumah Sakit itu", kata Alex dengan sedikit sombong dan juga tersenyum miring.


Membuat Tara yang melihatnya menjadi gerah dan rasanya ingin menonjok mukanya Alex.


"Jika kamu sudah mengetahuinya kenapa kamu tidak memberitahukanku atau datang kerumahku Gia, kami bahkan sampai pusing dan sedih memikirkan Ana ada dimana", kata Mommy Dania dengan nada yang sedikit marah kepada Nyonya Gia.


"Bukan maksudku tidak mau memberitahukan keluargamu Nia, tetap akan saya beritahukan, tapi nanti, karena saya juga ingin melihat bagaimana anak saya bisa mencari tahu tentang data-data Ana Nia, percayalah Ana dirumah Alex dan diKeluarga kami dia tetap kami perlakukan seperti kalian memperlakukannya", kata Nyonya Gia lagi kepada Mommy Dania dengan menyakinkannya.


Sedangkan Tuan Gavi dia masih diam saja menyimak pembicaraan mereka semua.


"Baiklah lanjutkan lagi Tuan Alex ceritanya", kata Tuan Fredo menengahi pembicaraan Nyonya Gia dan Istrinya.


Alex lalu menceritakan lagi kelanjutan ceritanya, sampai dicerita yang Denar menyakitin dan menganiaya Ana. Semuanya Alex ceritakan tanpa ditutup-tutupin. Membuat Tuan Fredo, Tara dan Mommy Dania mereka semua pada syok serta sangat terkejut dan juga sedih secara bersamaan.


"Terus bagaimana keadaannya Ana sekarang nak", tanya Mommy Dania kepada Alex dengan menangis.

__ADS_1


"Ana harus segera operasi tulang hidung Nyonya, karena tulang hidung Ana patah, karena terbentur pinggiran bathtub ketika dianiaya Denar", jawab Alex kepada Mommy Dania membuat Mommy Dania langsung memegangi dadanya.


"Maafkan saya Nyonya, karena hari itu terpaksa harus meninggalkan Ana dirumah karena saya ada client dari luar negeri yang tidak bisa ditunda ataupun ditinggalkan", kata Alex lagi dengan ekspresi yang benar-benar sedih dan menyesal.


Tiba-tiba Mommy Dania dia langsung pingsan dibahu suaminya Tuan Fredo karena Mommy Dania memang duduk ditengah-tengah suami dan anaknya Tara.


Mommy Dania yang pingsan membuat semua orang yang ada disitu pada terkejut terutama Tuan Fredo. Sedangkan Tara dia lalu berdiri dan langsung memukuli Alex dengan membabi buta.


"Stop!!!!!!! ", kata tegas Tuan Gavi sambil berteriak dan memisahkan Tara dari Alex.


"Kamu boleh membunuh anakku jika dia benar-benar bersalah, akan tetapi jika caramu begini yang tidak tahu terimakasih, lebih baik akan saya bunuh lebih dulu sebelum kamu membunuh anakku!! ", kata tegas Tuan Gavi sambil mengeluarkan pistol Air Gun nya sejenis dengan pistol Airsoft Gun akan tetapi lebih mematikan Air Gun, dan Tuan Gavi langsung mengarahkan pistolnya kekepalanya Tara.


Tuan Gavi memang selalu membawa pistol kemana pun, karena untuk berjaga-jaga, sebab musuh dia ada dimana-mana, kapan saja dia tidak tahu jika tiba-tiba mereka akan menyerang. Dan Tuan Gavi maupun Alex mereka juga mempunyai beberapa pistol berbagai merek serta berbagai ukuran dan jenis. Bahkan harganya pun tidak main-main dan terkadang mereka juga memesan khusus model senjata yang mereka inginkan. Tenang saja, mereka mempunya senjata itu Legal, dan ada surat-surat resminya.


Tuan Fredo yang melihat Tuan Gavi dan Nyonya Gia yang melihat suaminya, sedang menodongkan pistol kekepalanya Tara, Tuan Fredo langsung menitipkan Istrinya yang sedang pingsan kepada Nyonya Gia. Dan dijawab anggukan oleh Nyonya Gia.


"Tuan Gavi, saya mohon jangan tembak anak saya, maafkan anak saya yang tidak bisa menjaga sikapnya, mari kita bisa bicarakan baik-baik lagi", kata Tuan Fredo dengan memohon kepada Guan Gavi, bagaimanapun juga dia sangat menyayangi Tara dan Tara begitu karena dia memang benar-benar menyayangi adiknya.


"Baiklah, mari kita duduk lagi dan obati saja dulu Nyonya Dania Tuan Fredo", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo dan langsung mengantongi lagi pistolnya serta membantu Alex berdiri.


Akhirnya mereka duduk lagi ketempat duduk semula dan Nyonya Gia membantu Tuan Fredo untuk menyadarkan Mommy Dania yang sedang pingsan.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Partnya segini ya readers, jika disambung akan terlalu kebanyakan, karena sambungannya masih lumayan panjangπŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ˜Š


Salam kenal darikuπŸ€—πŸ€—πŸ€—


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2