GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 103


__ADS_3

Setengah jam kemudian rapatnya pun selesai dan Ana serta Alex mereka langsung saja kembali keruangannya Alex.


"Kak Ana lapar sekali, rasanya Ana sudah mau muntah saja nih", kata Ana kepada Alex dan Ana setelah berkata seperti itu dia langsung saja berlari menuju kedalam kamar mandi untuk memuntahkan apa yang dimakannya tadi.


Alex yang menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, karena semenjak hamil Ana makan siangnya sekitar jam setengah dua belas maupun jam dua belasan dan itu artinya Ana terlambat makan siang, serta seperti biasa, jika Ana terlambat makan dia pasti akan langsung muntah-muntah.


Alex langsung saja mendekati Ana yang sedang muntah-muntah didalam kamar mandi, dengan setia Alex membantu Ana membersihkan sisa muntahannya dilantai kamar mandi.


"Maafkan Kakak ana, ayo sekarang kita cari makan saja yuk diluar", kata Alex kepada Ana, Ana hanya mengangguk saja kepada Alex karena kepalanya juga merasakan pusing sekali karena sudah kelaparan.


Sesampainya direstoran mewah Alex langsung saja memesan makanan yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil. Tidak lama beberapa menit kemudian makanan yang dipesan Ana sudah terhidang rapi dimeja yang ada dihadapannya Alex dan juga Ana.


Ana baru saja makan satu sendok dia sudah berlari kedalam kamar mandi yang ada diruang VVIP yang ada disitu, dan Ana langsung saja memuntahkan makanan yang baru saja dimakannya itu.


"Hueek, Hueek, Hueek", begitulah sekiranya suara Ana yang sedang memuntahkan apa yang baru saja dimakannya.


Alex langsung saja beranjak berdiri mendekati Ana, dan dia sungguh sangat khawatir sekali melihat keadaannya Ana, yang tidak bisa menerima makanan masuk keperutnya karena sudah terlalu lapar.


Setelah selesai Alex menuntun Ana untuk duduk dikursi yang tadi diduduki oleh Ana.


"Ana makan ya, Kakak suapin, Ana mau makan apa bilang sama Kakak, akan Kakak belikan", kata Alex sambil berjongkok dengan satu lututnya didepannya Ana.


"Coba yang itu saja Kak", kata Ana sambil menunjuk makanan yang ada diatas meja.


Alex langsung saja mengambilkan makanan yang Ana maksud, dan Alex langsung saja menyuapi Ana dengan penuh kelembutan.


"Ayo sayang aaaaa lagi, masa makan cuma segitu saja sih, kasihan dedeknya yang ada didalam perutnya Ana, nanti tidak kebagian makannya", kata Alex memaksa Ana untuk makan lagi karena Ana hanya Ana makan cuma empat sendok saja.


"Tidak mau Ka, Ana sudah tidak kuat lagi", jawab Ana kepada Alex dengan lemas.


"Kalau begitu kita pulang saja yuk sayang, supaya kamu bisa beristirahat", ajak Alex kepada Ana, dan Ana hanya mengangguk saja kepada Alex.


Alex tidak memungkiri jika dia begitu sangat khawatir sekali kepada Ana, ketika didalam mobil pun Ana lebih memilih memejamkan matanya sambil bersandar disandaran kursi mobil, daripad mengobrol dengan Alex seperti biasanya.


Sesampainya dimansionya Alex langsung saja menggendong Ana, menuju kedalam kamar mereka. Ketika sudah didalam kamad Alex langsung saja menaruh Ana diatas ranjang dengan sangat hati-hati, setelahnya dia langsung berpamitan keluar sebentar kepada Ana.


"Sebentar ya sayang, Kakak mau menyuruh chef untuk membuatkan makanan untuk kamu", kata Alex kepada Ana setelah menyelimuti Ana. Dan Ana hanya mengangguk kecil saja kepada Alex.


Setelahnya Alex langsung saja keluar kamar dan turun lagi kebawah untuk menyuruh para chefnya membuatkan makanan yang bergizi untuk Ana.


Setelah selesai menyuruh chefnya Alex langsung saja kembali lagi kedalam kamarnya untuk melihat kondisinya Ana. Ketika membuka pintu kamar Alex melihat Ana sedang memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya karena pusing yang dirasakannya.


Alex langsung saja duduk dipinggir ranjang sambil memebantu Ana memijat pelipisnya Ana.

__ADS_1


"Minum obatnya dulu yuk sayang", kata Alex kepada Ana.


"Sudah baru saja Ana minum Kak", jawab Ana sambil memejamkan matanya.


"Pusing ya Ana kepalanya", tanya Alex kepada Ana.


"Sedikit Kak, tapi ini sudah mendingan", jawab Ana kepada Alex.


Dan tiba-tiba dia mendengar pintu kamar mereka diketuk dari luar, ketika dibuka oleh Alex ternyata para asisstannya yang sedang mengantarkan makanan yang tadi Alex pesan kepada Chefnya.


"Makan dulu yuk sayang", kata Alex ketika sudah membawa makanan itu dihadapannya Ana. Dan Ana dia langsung berusaha untuk duduk dari tidurnya.


Alex menyuapi Ana dengan begitu perhatian sekali, hingga setengah piring dari makanannya Ana sudah dimakan Ana tanpa dimuntahkan Ana lagi.


"Sudah ya Kak, Ana sudah kenyang", jawab Ana kepada Alex.


Alex langsung saja menaruh piring itu diatas meja dekat ranjang.


"Kakak mau menelfon Arga dulu ya sayang sebentar", kata Alex kepada Ana ketika baru saja menaruh piring diatas meja.


"Iya Kak", jawab Ana kepada Alex.


Ketika Alex sedikit menjauh dari Ana untuk menelfon Arga, Ana langsung saja mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping ranjang, karena tadi diletakkan oleh Alex disitu.


Beberapa menit kemudian Alex sudah selesai menelfon Arga, dan Alex ternyata sudah berganti pakaian santai juga tadi ketika sudah selesai menelfon Arga.


Dan ketika Alex baru saja keluar dari walkin closet dia melihat Ana sedang tersenyum sendiri sambil asik melihat kearah ponselnya terus. Dan itu membuat Alex menjadi penasaran dibuatnya.


"Lagi lihat apa sih sayang, sepertinya serius sekali", tanya Alex kepada Ana ketika sudah duduk dipinggir ranjang dekat kakinya Ana.


"Em ini Ana sedang melihat baby shark", jawab Ana kepada Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya. Alex hanya diam saja ketika mendengar jawabannya Ana.


"Oh ya Kak, bolehkah Ana meminta sesuatu sama Kakak??", kata Ana kepada Alex, dan dia sudah menaruh ponselnya diranjang.


Alex yang tadinya ingin membuka ponselnya sendiri dia langsung saja mengurungkan niatnya ketika mendengar perkataannya Ana.


"Boleh dong sayang, apa itu ??", jawab Alex kepada Ana.


Ana langsung saja memperlihatkan video yang baru saja ditontonnya tadi kepada Alex, dan Alex yang dilihatkan video itu dia menjadi bingung apa maksudnya Ana.


"Ini maksudnya apa ya sayang??", tanya Alex kepada Ana.


"Kakak belikan kostum baby shark seperti itu ya??", kata Ana kepada Alex.

__ADS_1


"Belinya dimana sayang??", tanya Alex kepada Ana.


"Coba cari saja dimall, siapa tahu ada Kak, belikan ya??", kata Ana lagi kepada Alex.


"Iya akan Kakak belikan sayang, berapa??", jawab Alex kepada Ana.


"Ya sama persis seperti yang divideo ini Kak", kata Ana kepada Alex.


"Baiklah sebentar biar Kakak menyuruh anak buah Kakak dulu ya sayang", kata Alex lagi kepada Ana, dan Ana dia hanya mengangguk saja kepada Alex.


Alex setelah berkata seperti itu kepada Ana dia langsung saja keluar kamar dan turun kebawah untuk menyuruh anak buahnya membelikan apa yang Ana minta tadi kepadanya.


Alex tidak tahu saja untuk apa Ana meminta kostum baby shark itu kepadanya, karena Alex belum sempat bertanya tadi kepada Ana, dan entah bagaimana reaksinya Alex ketika mengetahui apa gunanya membeli kostum itu, kita lihat saja nanti readers.


Beberapa menit kemudian, Alex yang sudah menyuruh para anak buahnya untuk membeli pesanannya Ana, Alex kembali lagi kedalam kamar, dan ketika Alex masuk kedalam kamar dia melihat Ana sudah berganti baju dengan lingerinnya yang begitu menggoda iman Alex sambil bercermin didepan cermin yang ada didalam kamarnya Alex.


"Perutnya lucu, sehat-sehat didalam sana ya dedek", kata Ana sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat sedikit membuncit itu.


Alex yang melihat Ana seperti itu dia langsung saja melangkahkan kakinya kearah Ana, sambil memeluk Ana dari belakang, dan ikut mengusap perutnya Ana.


"Papah juga akan selalu menjaga dedek sama Mamah juga", kata Alex ikut menimpali perkataannya Ana tadi sambil memeluk Ana dari belakang.


Mereka bercermin dengan berpelukan begitu romantisnya. Alex lalu membalikkan tubuhnya Ana untuk menghadap kearahnya. Ketika sudah menghadap kearahnya Alex, Alex membisikkan sesuatu kepada Ana, membuat Ana tersenyum ketika mendengarnya.


"Kamu terlihat sangat seksi sayang", bisik Alex tepat ditelinganya Ana.


Alex langsung saja menciumin leher indahnya Ana, dan Ana langsung mendongakkan kepalanya untuk memberikan akses kepada Alex supaya mudah melancarkan aksinya.


Alex menghentikan aksinya dan dia langsung saja menggendong Ana untuk pindah diatas ranjang.


Alex dan Ana mulai berciuman dengan begitu intens dan lembutnya ketika sudah tiduran diatas ranjang, bahkan tangan Alex juga tidak bisa tinggal diam saja, dan sudah bergerilya kemana-mana.


Alex sungguh pintar jika untuk membuat Ana melayang keangkasa, dan ketika Ana sudah mencapai puncaknya, Alex langsung saja memasukkan palu thornya ketempat semestinya miliknya Ana.


Alex melakukan itu kepada Ana dengan kelembutan dan kehati-hatian sekali, karena Alex ingin membuat Ana nyaman dan juga tidak ingin menyakiti calon babynya. Ketika Alex sudah sampai dipuncaknya Alex langsung saja ambruk diatas badannya sambil menahannya dengan tengannya, karena takut akan melukai calon babynya yang ada diperutnya Ana.


Alex lalu berpindah tempat disampingnya Ana sambil memeluk Ana dari samping. Mereka yang baru saja sampai keatas awan yang tertinggi akhirnya tertidur dengan sendirinya karena capek dengan kegiatan menyenangkan yang baru saja mereka lakukan.


Ketika baru setengah jam memejamkan matanya Alex mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Dan ketika dibuka ternyata yang mengetuk pintu adalah anak buahnya yang tadi disuruhnya untuk membeli apa yang diinginkan Ana.


Alex langsung saja menaruh kostum itu diatas meja, dan dia langsung saja kembali keatas ranjang untuk melanjutkan tidurnya lagi, karena dia masih mengantuk dan merasa lelah sekali.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2