
Berbeda lagi dengan pagi yang ada dimansionnya Alex.
Tadi malam Alex dan juga Ana yang sudah berpamitan pulang kepada Arga dan juga Vero, mereka menghabiskan diperjalanan pulang sampai kemansion dengan penuh tawa membicarakan seorang Arga, yang sudah dibuat darah tinggi dengan kepolosannya Ana.
Alex tidak henti-hentinya tertawa ketika didalam mobil jika teringat dengan muka tersiksanya Arga tadi karena ulahnya Ana, hingga membuat Ana berfikiran jika Alex suaminya dia tertular gila seperti Arga.
Pagi ini dimansionnya Alex, diwarnai dengan kehebohan dari Ana karena dia sudah mengetahui kebohongan dari suami dan juga para bodyguardnya yang dia hukum kemarin.
Diwaktu Ana dan juga baby L sedang jalan-jalan pagi disekitar halaman mansion sambil menikmati udara pagi yang sejuk dan matahari pagi yang menyehatkan.
Ana tidak sengaja mendengar pembicaraan dari dua orang bodyguard yang dia hukum kemarin.
Sambil tertutup tanaman bunga yang ukurannya cukup besar, Ana lalu menguping pembicaraan kedua bodyguardnya itu.
"Aaah untung saja kita selamat ya bro, tidak jadi membelikan kawan-kawan kita es krim dan memakai bando kelinci berwarna pink pula, bisa tekor uang kita dan malu seumur hidup kita sama semua orang", kata seorang bodyguard yang bernama Sani kepada rekan kerjanya.
"Iya San, ini berkat Tuan Alex yang baik hati, karena dia tahu jika kita tidak bersalah, jadi dia malah memberikan kita uang yang banyak untuk pesta pizza malam tadi", jawab salah satu bodyguard lainnya yang bernama Abel kepada Sani sambil tertawa senang.
Percakapan kedua bodyguard tadi didengar jelas oleh Ana, dan ketika kedua bodyguard tadi sedang tertawa senang, Ana langsung saja keluar dari tempat persembunyiaannya.
Ketika Ana tiba-tiba berada didepannya Sani dan juga Abel, Sani dan Abel langsung saja diam seketika dari tertawanya.
Ana menunjukkan muka marahnya kepada Sani dan Abel, walau Ana tadi dia mendengar jika mereka tidak bersalah, setidaknya mereka tidak boleh membohonginya, begitulah sekiranya yang membuat Ana marah.
"Nyo......Nyonya Ana", kata Abel kepada Ana dengan takut.
"Apa!!!!",, jawab Ana dengan garang kepada Abel.
"Kalian ini ya, sama saja semuanya, berani-beraninya membohongi saya, awas saja kalian berdua akan mendapatkan hukuman dari saya lagi", kata Ana kepada Sani dan juga Abel sambil menunjukkan muka marahnya dan sambil juga menunjuk kearahnya Abel dan Sani.
Walau Ana marah dia tidak terlihat menyeramkan malah terlihat tambah cantik wajahnya.
__ADS_1
Sepertinya kehamilan Ana yang kedua ini membuatnya menjadi sedikit galak dan sensitifnya melebihi hamil yang kedua.
Setelah berkata seperti itu kepada Sani dan juga Abel, Ana langsung saja berlalu masuk kedalam mansion untuk mencari suaminya, siapa lagi kalau bukan Alex.
Ana masuk kedalam mansion sambil mendorong kereta dorong miliknya baby L.
Sedangkan sepeninggalan Ana, Sani dan juga Abel mereka berdua langsung saja sangat ketakutan sekali, jika mereka akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari kemarin.
Sebenarnya semua hukuman yang Ana berikan kepada orang yang bersalah kepadanya bukannya berat, tapi lebih tepatnya memalukan.
Ana yang sudah berada didalam mansion, dia langsung saja menuju kedalam kamar pribadinya, namun sebelum itu dia menitipkan baby L kepada Bi Lena terlebih dahulu.
Alex yang lagi mandi, dia sangat terkejut sekali, ketika pintu kamar mandinya terbuka dengan sedikit kasar sekali dari luar, dan pelakunya ternyata Ana.
Ketika Ana melihat Alex sedang mandi, Ana yang masih menampilkan muka marahnya, dia langsung saja mendekati Alex yang sedang berdiri dibawah shower.
Sedangkan Alex sendiri dia hanya diam saja sambil terus mengamati apa yang akan diperbuat oleh Ana kepadanya.
Setelah puas menjewer Alex, Ana langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar mandi dan menutup pintunya lagi dari luar dengan sedikit keras.
Sedangkan Alex, dia menjadi bingung sendiri dengan sikapnya Ana, yang tiba-tiba menjewernya dan meninggalkannya dengan keadaan seperti sedang marah.
Alex dia segera menyelesaikan mandinya, dan ingin segera bertanya kepada Ana, kenapa dan ada apa.
Sedang Ana tadi yang sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia lalu mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping ranjang, untuk menghubungi butik langganannya.
Setelah menghubungi butik langganannya, Ana langsung saja menaruh lagi ponselnya diatas meja yang ada didepannya, karena Ana saat ini sedang duduk dishofa yang ada didalam kamar sambil menunggu Alex selesai mandi.
Alex yang sudah selesai mandi, dia langsung saja keluar hanya menggunakan handuk sepinggangnya saja dan langsung mendekati Ana yang sedang duduk dishofa.
"Sayang hei kamu kenapa sih, tiba-tiba datang dan langsung menjewer telingaku??", kata Alex kepada Ana sambil berdiri didepannya Ana.
__ADS_1
"Cepat ganti baju, dan segera duduk disini", kata Ana kepada Alex dengan nada dinginnya namun malah membuat Ana semakin manis saja dilihatnya.
Alex yang bingun dengan sikapnya Ana, dia lalu berlalu pergi dari hadapannya Ana menuju keruang walk in closet untuk bergantu pakaian terlebih dahulu sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
Ketika sudah sampai didalam ruang walk in closet Alex yang sedang memilih baju yang ingin dipakainya, dia terus menggerutu sebal kepada Ana.
"Ana kenapa sih, akhir-akhir ini mudah marah, dan permintaannya juga selalu aneh-aneh", gerutu Alex untuk Ana sambil memakai pakaiannya.
"Sepertinya kehamilannya ini deh yang membuatnya mudah marah, atau jangan-jangan nanti jika sudah lahir sifat babynya mirip aku lagi yang mudah marah sebelum mengenal Ana", kata Alex lagi untuk dirinya sendiri.
"Bagaimanapun juga dia kan tetap hasil kecebongku, jika tidak mirip Ana ya mirip aku, tapi ko aku rasanya tidak mau ya jika nanti sifatnya mirip aku", kata Alex lagi untuk kesekian kalinya berbicara sendiri.
"Ah, mudah-mudahan mirip Ana semua saja, supaya tambah berwarna dan ramai rumah ini dengan banyaknya kelucuan yang sering terjadi, kan jika mirip aku pasti akan kaku dan menjenuhkan serta membosankan", kata Alex masih berbicara sendiri lagi.
Dan Alex baru menyadari jika sifat serta wataknya dulu sebelum mengenal Ana memang kaku dan menjenuhkan serta membosankan sekali.
Hingga sampai-sampai membuat semua orang yang ada didekatnya Alex pada takut semua, kecuali orang terdekatnya saja, seperti kedua orang tua dan juga Arga tentunya.
Alex yang sudah selesai berganti pakaian, dia langsung saja keluar dari ruang walk in closet dan langsung duduk dishofa sampingnya Ana.
"Sayang kamu kenapa sih, sekarang aku sudah berpakaian, dan sekarang ayo cerita kepada Papah", kata Alex kepada Ana, malah seperti berkata kepada anaknya, bukan seperti kepada istrinya.
"Kakak sudah berbohong kepada Ana, dan Kakak harus Ana hukum, biar Kakak tidak berani berbohong lagi kepada Ana", jawab Ana kepada Alex sambil memajukan bibirnya dengan cemberut sambil juga menyilangkan kedua tangannya kedadanya.
"Berbohong apa sih maksud Ana aku tidak faham, atau jangan-jangan.........???", batin Alex untuk Ana ketika dia teringat dengan kebohongannya bersama para anak buahnya kemarin malam.
Alex lalu berpura-pura tidak tahu dan tidak mengerti kepada Ana tentang apa yang dimaksud oleh Ana.
"Berbohong apa sih Ana, memangnya Kakak pernah berbohong kepada kamu hmm", kata Alex kepada Ana dengan lembut sambil memainkan rambutnya Ana dengan sayang, fikir Alex supaya Ana luluh dan tidak marah lagi kepadanya apalagi kalau sampai menghukumnya.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***