
"Aaaaaaaaa............ ", teriak Dokter Carabella sambil mengacak rambutnya, seperti orang yang sedang frustasi.
Saat ini Dokter Carabella sedang berada diapartemennya, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul sebelas malam, akan tetapi Dokter Bella belum bisa memejamkan matanya sama sekali.
Carabella lalu mencoba beranjak dari ranjangnya yang empuk untuk mengambil segelas minum air putih didapur apartemennya. Setelah itu dia lalu duduk dan membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya sambil menghubungi sahabatnya Suster Pamela melalui ponselnya.
"Halo, siapa sih ini sudah malam juga aku mengantuk sekali ini", kata Pamela ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Dokter Bella dengan suara yang sangat mengantuk.
"Pamela tolong kamu segera kesini, Mela tolong", kata Dokter Bella sengaja berbohong kepada Suster Pamela supaya dia mau datang keapartemennya malam itu juga. Dan Dokter Bella langsung mematikan sambungan telefonnya tanpa menunggu mendengar jawaban dari Suster Pamela.
Suster Pamela yang masih mengantuk saat itu juga dia langsung terjaga dari tidurnya karena suaranya Bella yang begitu mendramatisir keadaan dan lalu Suster Pamela langsung melihat siapa yang menelfonnya.
Setelah yang menelfonnya adalah Dokter Bella, Suster Pamela langsung menelfon balik Dokter Bella. Dan Dokter Bella yang mengetahui ditelfon oleh Suster Pamela dia sengaja tidak mengangkatnya, hingga panggilan ketiga.
"Ini Bella ada apa sih, bikin aku khawatir saja, ditelfon balik juga tidak diangkat, aku harus kesana memastikannya sendiri", kata Suster Pamela berbicara sendiri.
Tanpa sempat mengganti baju tidurnya Suster Pamela langsung keluar dan berlari menuju kelift untuk turun ketempat parkir apartemen. Setelah masuk kedalam mobilnya Suster Pamela langsung tancap gas menuju keapartemennya Dokter Bella.
Setelah dua puluh menit berkendara akhirnya Suster Pamela sampai juga diapartemennya Dokter Bella. Tanpa menunggu lama Suster Pamela langsung masuk kedalam lift sambil memencet tombol lift dengan terburu-buru.
Dengan nafas yang sedikit terengah-engah akhirnya Suster Pamela sampai juga didepan pintu apartemennya Bella. Dengan tergesa-gesa Suster Pamela langsung menggedor pintu apartemennya Dokter Bella. Dan Dokter Bella yang sedang didalam dengan santainya dia berjalan menuju pintu sambil mendendangkan lagu, karena Dokter Bella sudah tahu yang datang pasti sahabatnya yaitu Suster Pamela.
"Bell.......... ", kata Suster Pamela terputus ketika Suster Pamela melihat Dokter Bella baik-baik saja sambil mendengarkan lagu melalui earphonenya.
"Sudah ayo masuk saja ayo", kata Dokter Bella sambil menarik tangannya Suster Pamela yang terbengong untuk masuk keapartemennya.
Dokter Bella langsung menutup pintu dan mengajak Suster Pamela masuk kedalam kamarnya, karena Dokter Bella tadi masih meninggalkan laptonya yang masih menyala.
"Kamu ini ya Bell, sudah membuat aku khawatir, dilihatin banyak orang karena memakai baju beginian, tahu-tahu sampai sini kamunya lagi asik dan baik-baik saja, kamu tahu tadi aku itu sudah tidur", omel Suster Pamela kepada Dokter Bella sambil cemberut.
"Iya deh iya aku minta maaf, besok ulangin lagi ko", jawab Dokter Bella kepada Suster Pamela sambil tertawa kecil.
"Sudah aku mau sambung tidur lagi, ngantuk", kata Suster Pamela kepada Dokter Bella dan dia langsung merebahkan badannya diranjangnya Dokter Bella.
"Eeeh jangan tidur dulu dong Pamela, aku tidak bisa tidur nih, gara-gara Tuan Tara", kata Dokter Bella kepada Suster Pamela.
Suster Pamela langsung saja membuka matanya kembali ketika Dokter Bella mengatakan tentang Tara.
"Emang ada apa dengan Tuan ganteng itu Bella?? ", tanya Suster Pamela dengan sangat penasaran.
Dokter Bella langsung saja menceritakan tentang kejadian tadi siang yang dialaminya dipesta pernikahannya Ana.
*Flashback On*
__ADS_1
Tara tidak banyak bicara dia langsung saja mendekatkan wajahnya untuk mencium bibirnya Dokter Bella yang begitu cerewet menurutnya, hingga mengalihkan semua pandangan para tamu undangan kearahnya Tara dan juga Dokter Bella.
"Dia langsung mencium bibirku Pamela, kamu tahu aku sangat malu sekali saat itu, karena dilihatin oleh Keluarga besarnya", kata Dokter Bella kepada Suster Pamela.
"Terus-terus lanjut ayo", jawab Suster Pamela yang sudah tidak mengantuk lagi.
"Kamu ini terus-terus sudah seperti tukang parkir saja", jawab Dokter Bella kepada Suster Pamela.
"Sudah ayo lanjut lagi ceritanya", kata Suster Pamela kepada Dokter Bella dengan sangat penasaran.
Dan Dokter Bella langsung melanjutkan lagi ceritanya kepada Suster Pamela.
Ketika Tara yang tiba-tiba mencium bibirnya Bella waktu itu, membuat Dokter Bella terkejut sekali sambil memukul-mukul dadanya Tara supaya Tara mau melepaskan ciumannya.
Apa yang dilakukan Tara kepada Dokter Bella membuat semua Keluarga besarnya dan Keluarga besarnya Alexander langsung pada mengalihkan pandangannya kearah Tara dan juga Dokter Bella.
"Ternyata kamu daritadi memancingku supaya aku mau mencium bibirmu sayang", kata Tara kepada Dokter Bella sambil membersihkan lipstiknya Dokter Bella yang sedikit belepotan karena ciumannya Tara tadi.
Para tamu undangan yang awalnya pada bersorak gembira dengan pernikahannya Alex mereka langsung pada diam karena ulahnya Tara dan juga Bella.
Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka dari awal sudah penasaran dengan gadis yang diajak Tara kepesta pernikahannya Ana, dan Tuan fredo serta Mommy Dania semakin terkejut lagi ketika mereka berdua melihat Tara mencium Bella didepan umum begitu.
Sedangkan Alex dia biasa saja melihat tindakannya Tara. Dan Simon yang juga menghadiri pernikahannya Ana dia juga terkejut ketika gadis yang diajak Tara adalah Dokter Kandungan yang bekerja diRumah Sakitnya.
Dokter Bella langsung memasang wajah marahnya kepada Tara, dan ketika Dokter Bella ingin berkata kepada Tara, Tara sudah terlebih dahulu menggandeng tangannya Dokter Bella untuk ikut naik keatas altar bersebelahan dengan Alex.
"Perkenalkan semuanya",........... Kata Tara yang langsung membuat para tamu undangan mendengarkan Tara yang sedang berbicara.
"Dia namanya Carabella Amanda Finley, dia adalah seorang Dokter Spesialis Kandungan diRumah Sakit CORNELIUS HOSPITAL dan Dokter Bella ini adalah calon istri saya", kata Tara memperkenalkan Dokter Bella kepada Keluarga besarnya.
Perkataannya Tara disambut riuh dan ucapan selamat dari para Keluarga besarnya. Sedangkan Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka bingung harus bagaimana menanggapi pernyataan dari anaknya Tara yang dengan tiba-tiba.
Dokter Bella langsung tersenyum kaku karena mendapat pujian dan ucapan selamat dari para Keluarga besarnya Tara.
Ketika Dokter Bella yang lagi tersenyum kaku dengan para Keluarga besarnya Tara dia tidak sengaja melihat Dokter Simon yang berdiri diantara para tamu undangangan.
Dokter Bella hanya mengangguk kecil kepada Simon ketika Simon juga melihat kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan Simon dia juga membalas mengangguk kepada Dokter Bella.
"Doakan semoga saya bisa secapatnya menggantikan adik saya ini berdiri dialtar ini", sambung Tara lagi kepada para tamu undangan dengan tersenyum. Dan disambut tepuk tangan riuh dari semua para tamu undangan.
"Kerja bagus Kakak", kata Alex sengaja menggoda Tara membuat Tara tertawa kecil karena dipanggil Kakak oleh Alex.
"Pak pendeta nikahkan Kakaku saja sekalian ya, Kakak Dokter Bella ayo Kakak bantu Ana melepaskan gaun ini supaya bisa dipakai Kakak, Ana pinjamkan sebentar untuk menikah sekarang dengan Kakakku Tara", kata Ana membuat semua orang yang mendengar perkataannya Ana langsung tertawa semua, sedangkan Dokter Bella dia langsung terkejut dengan muka anehnya ketika mendengar perkataannya Ana.
__ADS_1
"Dikira tidak mampu apa aku membeli gaun pengantin", kata batinnya Dokter Bella.
Hanya satu orang yang tidak tertawa dan tidak diketahui oleh semua orang, yaitu Dokter Simon.
"Perkenalkan Bella sayang dia adikku yang paling aku sayangi, namanya Ana, dan ini kamu juga tahu dia suaminya namanya Alexander Damara, dan tentunya kamu tidak asing kan dengan marga Damara", kata Tara memperkenalkan Ana dan juga Alex.
Alex hanya mengangguk sedangkan Ana dia langsung tertawa senang menyapa Dokter Bella.
"Kakak Dokter, jika Kak Tara nakal suntik saja dia ya, supaya kempes itu badannya", kata Ana membuat Alex tertawa gemas kepada Ana, sedangkan Dokter Bella masih tertawa dengan kaku, karena baru saja mengetahui siapa suaminya Ana.
"Ternyata mereka semua bukan dari Keluarga sembarangan, bahkan suaminya Ana saja dia penerus dari Keluarga Damara", batin Dokter Bella.
Dokter Bella hanya tahu saja siapa nama penerus dari Keluarga Damara, akan tetapi dia tidak tahu bagaimana wajahnya Alex, karena Dokter Bella sudah sangat sibuk bekerja jadi tidak sempat melihat berita-berita seperti itu.
Setelah itu Tara berpamitan dengan Ana dan Alex untuk turun dari atas altar dan berjalan menuju keorang tuanya yaitu Tuan Fredo dan juga Mommy Dania.
"Bisa jelaskan dengan Mommy Tara", tanya Mommy Dania dengan lembut dan tersenyum kepada Tara.
"Nanti saja dirumah ya Momm, Dadd, dan dia benar-benar calon istrinya Tara, doakan Tara", kata Tara kepada Mommy Dania dan Tuan Fredo.
"Sungguh sangat cantik pilihanmu Nak", kata Mommy Dania kepada Tara, sedangkan Tuan Fredo dia hanya tersenyum formal kepada Dokter Bella. Dan Dokter Bella daritadi juga masih tersenyum kaku kepada semuanya.
"Tara kesana dulu ya Momm, Dadd", kata Tara tanpa malu sambil mencium pipinya Mommy Dania.
Mommy Dania dan Tuan Fredo hanya mengangguk saja kepada Tara dan Bella dengan sambil tersenyum. Sedangkan Dokter Bella dia meraskan sesuatu yang beda dihatinya ketika melihat Tara yang begitu menyayangi Mommy Dania.
*Flashback Off*
"Waaaah benar-benar bukan Keluarga sembarangan mereka Bella, Keluarga terkaya nomor satu dan nomor tiga bergabung menjadi satu", kata Suster Pamela kepada Dokter Bella ketika sudah selesai mendengarkan semua cerita dari Dokter Bella.
"Bukan itu yang membuat aku kefikiran terus Pamela, tapi itu adiknya Tuan Tara, dia sifatnya masih terlihat seperti anak-anak dan kata-katanya sering membuat aku jantungan", kata Dokter Bella kepada Suster Pamela.
Membuat Suster Pamela langsung tertawa mendengar perkataannya Dokter Bella, karena Suster Pamela jadi teringat dengan cerita tentang perkataannya Ana tadi.
ππππππππππππ
Ceritanya lanjut part selanjutnya ya readers, sudah kepanjangan disiniπ¬
Untuk Alex dan Ana sabar nanti juga akan author keluarin lagi ko π π
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1