
Sore harinya setelah sepulang dari kantor, Simon yang daritadi masih setia menunggu Leyna bekerja, dia langsung saja mengajak Leyna untuk menengok keponakannya itu ketika jam sudah menunjukkan waktu pulang.
Tanpa berganti pakaian terlebih dahulu, Simon dan juga Leyna langsung saja berangkat menuju kerumah sakit Maria Hospital.
Akan tetapi sebelum sampai dirumah sakit mereka mampir kesebuah tempat terlebih dahulu, tepatnya disebuah toko perlengkapan baby untuk dibawa dan dikasihkan kepada baby L.
Dan yang pasti Simon serta Leyna memilih barangnya tidaklah yang murah harganya.
Cukup memakan waktu yang lumayan lama untuk sampai dirumah sakit Maria Hospital, karena jarak kantornya Leyna dengan Rumah Sakit itu cukup jauh.
Sekitar satu jam lebih lima belas menit, mobil yang dikendarai oleh Simon baru sampai juga diparkiran mobil rumah sakit Maria Hospital.
Simon serta Leyna mereka berdua langsung saja keluar dari dalam mobil dan segera masuk kedalam rumah sakit.
Mereka berdua lalu menuju keruangannya Ana yang tadi Simon sudah bertanya terlebih dahulu kepada Tuan Gavi.
Tidak berapa lama setelah menaiki lift, akhirnya Simon dan juga Leyna sampai juga didepan pintu ruangannya Ana.
Simon lalu mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum masuk, dan ketika mendengar pintu kamarnya Ana diketuk dari luar, Mommy Dania dia berinisiatif langsung berdiri untuk membukakan pintunya.
Didalam ruangannya Ana orang yang menunggui Ana termasuk komplit, bahkan Papah Aldric dan juga Mamah Angel pun kebetulan mereka sedang datang berkunjung sekaligus melihat cucu mereka.
Iya, anaknya Alex dan juga Ana langsung dianggap cucu oleh Papah Aldric dan juga Mamah Angel, bahkan Papah Aldric dan Mamah Angel menyebut nama mereka kepada Baby L kakek dan juga nenek.
Simon yang melihat Bella dan juga Tara dia sudah biasa saja perasaannya, walau nama Bella masih tersimpan sangat jauh didalam lubuk hatinya, akan tetapi posisinya Leyna sudah bisa menggantikan Bella yang dulu pernah ada dihatinya.
Semua orang yang ada didalam ruangannya Ana langsung saja mengalihkan keSimon dan juga Leyna yang baru saja datang itu.
"Wah bro siapa yang kamu bawa ini", kata Alex kepada Simon yang sudah duduk dishofa yang ada disitu, sedang Alex dia sedang duduk disebelah ranjang pasiennya Ana.
"Oh ya semuanya, perkenalkan dia namanya Leyna, dan dia tunangan saya, saya kemarin baru melamarnya dan sebentar lagi kami akan segera menikah", kata Simon kepada semua orang yang ada disitu sambil tersenyum dan juga menggenggam tangannya Leyna dengan erat.
Sedang Leyna dia hanya tersenyum formal saja kepada semua orang yang sedang pada melihat kearahnya.
"Wah Simon sungguh kabar baik, aku senang mendengarnya dan selamat juga untukmu", kata Bella kepada Simon dengan tulus.
"Iya Bella terimakasih", jawab Simon kepada Bella dengan tersenyum dan terlihat sedikit ada tatapan yang berbeda dimatanya Simon, dan Leyna pun menyadari akan hal itu.
"Selamat Nak, Bibi dan Paman senang mendengar kabar ini, apakah kamu sudah mengajak Leyna untuk bertemu dengan kedua orang tua kamu??", kata Nyonya Gia kepada Simon.
"Rencananya setelah dari sini Bi, Simon mau mengajak Leyna ketemu sama Papah dan juga Mamah Bi", jawab Simon kepada Nyonya Gia dan yang lainnya juga mendengar pembicaraannya Simon serta Nyonya Gia
__ADS_1
"Siapa nama lengkapnya Simon", tanya Tuan Gavi kepada Simon.
"Iya siapa nama lengkap anda Nona Leyna??", kata Alex juga kepada Leyna.
Karena Tuan Gavi serta Alex mereka merasa tidak asing melihat wajahnya Leyna.
"Nama saya Leyna Arlenne Ansell Tuan Alex, Tuan Gavi, saya anaknya Ayah Darius Jimmie Ansell Tuan", bukan Tara yang menjawab melainkan Leynanya sendiri langsung yang menjawab.
"Oh pemilik perusahaan Circle Stars itu kan??", jawab Alex kepada Leyna.
"Iya Tuan anda benar sekali", jawab Leyna kepada Alex sambil tersenyum.
"Pantas saja wajah kamu serasa tidak asing dimata saya", kata Tuan Gavi kepada Leyna.
"Iya Tuan, Perusahaan kita juga sedang menjalin kerjasama, akan tetapi bukan saya yang menanganinya, melainkan Ayah sendiri langsung yang menghandle", jawab Leyna lagi kepada Tuan Gavi dengan tersenyum ramah.
Sedang yang lainnya mereka hanya mendengarkan saja perbincangan itu.
"Iya-iya, wajah kamu juga mirip dengan Ayah kamu Leyna", kata Tuan Gavi lagi kepada Leyna.
"Terimakasih Tuan", jawab Leyna sambil tersenyum kepada Tuan Gavi.
"Bagaimana kalian bisa bertemu, karena setahu saya Simon orangnya acuh tak acuh deh sama perempuan, makanya dia belum nikah-nikah juga sampai sekarang", kata Bella kepada Leyna sambil tertawa kecil dan juga sambil melirik Simon yang sedang menatapnya dengan senyum sekilas.
Leyna yang mendengar godaan dari Bella dia lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Simon yang sedang duduk disampingnya itu.
"Terlalu rumit untuk diceritakan Nona", jawab Leyna kepada Bella sambil tersenyum formal.
"Oh ya Tuan Gavi, Tuan Fredo kami permisi pulang dulu, karena malam nanti kita ada acara lagi untuk menghadiri acara pesta makan malam dari rekan bisnis saya", kata Papah Aldric kepada Tuan Gavi dan juga Tuan Fredo dengan tiba-tiba.
Dan Papah Aldric serta Mamah Angel mereka berdua juga sudah cukup lama didalam situ.
"Iya Tuan Aldric terimakasih sudah repot-repot menjenguk cucu saya ini", jawab Tuan Gavi kepada Papah Aldric sambil tersenyum ramah.
"Tidak apa-apa Tuan, Baby L juga sudah menjadi cucu saya juga ko", jawab Papah Aldric kepada Tuan Gavi sambil tertawa kecil. Dan diikuti tawa yang lainnya juga.
"Hati-hati ya Tuan Aldric dan Nyonya Angel dijalan", kata Tuan Fredo kepada Papah Aldric dan juga Mamah Angel.
"Iya Tuan Fredo, kalau begitu kami permisi dulu", kata Papah Aldric lagi kepada semuanya, dan setelahnya mereka langsung saja berlalu keluar.
Setelah berpamitan juga kepada Bella dan juga Tara.
__ADS_1
Setelah kepergian dari Papah Aldric dan Mamah Angel, Simon lalu beranjak dari tempat duduknya dan mendekati ranjangnya Ana yang dimana baby L sudah selesai menenen dan juga masih tertidur.
"Apakah Dokter Simon mau menggendongnya??", kata Ana kepada Simon yang sudah berdiri disamping brankarnya.
"Panggil Kakak saja Ana, kalau boleh sini biar saya gendong", kata Simon kepada Ana sambil tersenyum.
"Ini Kak", kata Ana kepada Simon sambil tersenyum dan mempersilahkan Simon untuk menggendong baby L.
Sedang Alex dia langsung menyingkir sedikit supaya Simon bisa mengambil baby L yang sedang tidur disebelahnya Ana.
Simon yang sudah menggendong baby L, ketika melihat wajahnya Baby L dia sama seperti yang lainnya, langsung jatuh hati pada pandangan pertama, karena wajahnya Baby L sangat-sangat mencuri perhatian sekali.
"Ternyata tampan juga keponakan Uncle ini, namanya siapa Xander, Ana??", tanya Simon kepada Ana dan juga Alex sambil melihat kearah wajahnya Baby L.
"Nama saya Luis Mattew Augustine Damara Uncle Simon", jawab Alex kepada Simon sambil tertawa kecil.
Membuat semua orang langsung tertawa mendengar suaranya Alex, termasuk Simon juga.
"Baby L kan pasti panggilannya??", kata Simon sambil menciumin wajahnya Baby L.
Leyna yang melihat jika Simon sudah sangat pantas menggendong seorang baby, dan terlihat sekali jika Simon sangat menyukai anak-anak tanpa sadar dia tersenyum sambil mengusap lembut perutnya.
"Tepat sekali Uncle", bukan Alex yang menjawab, melainkan Nyonya Gia sambil menirukan suaranya anak kecil.
Dan yang lainnya langsung pada tertawa lagi mendengar suaranya Nyonya Gia.
Ana yang belum bisa ngapa-ngapain diatas brankar pasien, dia hanya bisa tersenyum kecil saja sambil melihat kebahagiaan yang ada dihadapannya itu.
Sedang Alex dia masih dengan setia duduk dikursi sampingnya Ana sambil terus mengusap lembut rambutnya Ana dengan sayang.
Sungguh hari itu Simon sangat bahagia sekali bisa melihat keponakaannya yang sangat tampan sekali menurutnya, dan didalam hati kecilnya Simon dia menjadi tidak sabar ingin segera mempunyai anak sendiri seperti Baby L.
...π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°...
Absen yuk siapa yang sudah membaca kisahnya siVicktorπππ
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1