GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 188


__ADS_3

Setelah adegan Ana yang memberikan hukuman kepada anak buahnya Alex, dan Alex yang diam-diam membebaskan anak buahnya dari hukumannya Ana, disinilah mereka sekarang, diapartemennya Arga.


Ana dan juga Alex yang sudah sampai digedung apartemennya Arga, mereka berdua langsung saja masuk kedalam dan naik kelift menuju lantai kamar apartemennya Arga berada.


Tidak lupa juga baby L yang sedang tertidur didalam gendongannya Ana.


Ketika sudah sampai didepan kamar apartemennya Arga, Alex dan Ana sudah melihat ada empat anak buahnya Alex berdiri dengan setia didepan kamarnya Arga.


Alex langsung saja memencet bel pintu kamar apartemennya Arga, dan ternyata yang membuka pintunya adalah suster yang dilihat Alex ketika dirumah sakit.


Sedangkan Ana yang melihat suster Vero dia langsung saja tersenyum manis dengan wajahnya yang cantik.


Alex dan Ana mereka langsung saja masuk ketika sudah dipersilahkan masuk oleh suster Vero, namun sebelum ditawari duduk oleh suster Vero, Alex dan Ana mereka berdua langsung saja duduk dishofa ruang tamunya Arga.


Ketika Alex dan Ana sudah duduk, Alex langsung saja bertanya kepada suster Vero.


"Nona Vero dimana Arga??", tanya Alex kepada Vero


"Tuan Arga sedang makan diruang makan Tuan", jawab Vero kepada Alex dengan sopan.


Dan Ana pun tidak tinggal diam, dia juga ikut berbicara kepada Vero namun dengan perkataan yang membuat Vero sangat terkejut.


"Nona istrinya Kak Arga ya, cantik sekali, tapi jika Nona istrinya Kak Arga, kenapa Nona malah memakai seragam perawat??, apakah Kak Arga tidak mampu membelikan pakaian untuk Nona ya??",, kata Ana kepada Veronica dengan gayanya yang khas.


Perkataannya Ana tersebut pastinya membuat Veronica langsung membuka mulutnya karena bingung dan juga terkejut, seperti orang-orang sebelumnya jika pertama kali bertemu dengan Ana.


Sedangkan Alex yang melihat wajahnya Vero seperti itu dia langsung saja tertawa kecil saja.


Arga sendiri sebelum diberitahu oleh Vero jika Alex datang, dia sudah berjalan keluar dengan jalan yang sangat perlahan sekali, karena Arga samar-samar mendengar suaranya Ana dari arah ruang tamunya.


Dan apalagi tadi Alex juga sudah memberitahukannya, jika dia akan datang berkunjung keapartemennya.


Alex dan juga Ana yang melihat Arga sedang berjalan tertatih dari dalam, Ana langsung saja berkata kepada suster Vero.

__ADS_1


"Nona ayo segera bantu Kak Arga kasihan dia", kata Ana kepada suster Vero dan langsung saja mengalihkan pandangannya suster Vero kebelakang.


Veronica yang melihat Arga berjalan seperti itu, dia dengan sigap langsung membantu Arga untuk berjalan kearah shofa ruang tamu.


Arga langsung mengumbar senyum kepada Alex dan juga Ana, namun Alex yang melihat Arga tersenyum kepada Ana, dia sedikit cemburu.


"Arga jaga sikap kamu, dia istriku", kata Alex dengan tegas kepada Arga, membuat Arga langsung menatap Alex dengan sinis.


Sedangkan Vero tadi yang mendengar jika gadis yang sedang duduk disitu sambil menggendong seorang bayi adalah istri dari laki-laki yang dia lihat dirumah sakit tadi.


Dia sangat terkejut sekali, bahkan wajahnya Ana bagi Vero masih terlihat seperti ABG.


"Maaf Tuan, Nona ini adalah istri anda??, tadi saya kira Nona ini adalah adik anda Tuan", kata Vero ketika dia sudah membantu Arga untuk duduk dishofa yang ada diseberangnya Alex dan juga Ana.


Ana yang mendengar perkataannya Vero, dia langsung tertawa lucu, sedangkan Alex dia langsung menunjukkan muka tidak bersahabatnya kepada Vero.


Membuat Vero langsung takut dan juga langsung mengunci bibirnya rapat-rapat.


Suster Vero dia langsung tersenyum lucu dengan tertahan mendengar perkataannya Ana.


Dan sedangkan Arga, dia sudah tersenyum manis melihat tingkahnya Ana dan perkataannya Ana yang apa adanya, salah satu hiburan tersendiri baginya.


"Oh ya Kak Arga, Ana sudah memarahi para anak buahnya Kak Xander yang sudah berani menembak Kak Arga serta tidak hati-hati ketika sedang latihan menembak, dan menyebabkan Kak Arga terluka begini", kata Ana kepada Arga.


Arga yang awalnya tersenyum dia langsung saja terdiam ketika mendengar perkataannya Ana yang sedikit membingungkannya.


Arga lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Alex yang sedang menutupi mukanya menggunakan telapak tangannya sebelah kanan, sambil memberi kode kepada Arga.


Dan suster Vero sendiri dia sudah berpamitan kepada semuanya untuk membuatkan minuman untu Alex dan juga Ana.


Arga yang melihat kode dari Alex, dia sebenarnya tahu akan arti kode itu, namun Arga tidak memperdulikannya dan ingin menggoda Alex.


"Em bisa Ana jelaskan kepada Kakak apa maksud perkataannya Ana tadi, karena Kak Arga kurang faham, maaf ya", kata Arga kepada Ana sambil tersenyum tipis dan juga sambil melirik Alex.

__ADS_1


Dan sepertinya cuma Arga saja deh yang memanggil istri dari bosnya dengan namanya saja, malahan sebaliknya isri dari bosnya itu malah memanggil Arga dengan sebutan Kakak.


"Kata Kak Xander, Kak Arga tertembak peluru begini karena ulah teledor dari anak buahnya Kak Xander yang tidak hati-hati saat latihan menembak, jadi Ana tadi sudah menghukum mereka semua yang sudah membuat Kak Arga terluka seperti ini", jelas Ana kepada Arga lagi.


"Ya Tuhan terimakasih Ana, kamu perhatian sekali kepada Kakak", kata Arga kepada Ana dengan sambil menunjukkan muka sayangnya kepada Ana, dan sambil juga melirik kearahnya Alex yang sedang melototkan matanya kepadanya.


Arga berani seperti itu kepada Ana, karena dia sedang sakit dan pastinya Alex tidak akan berani melukainya atau memarahi serta memukulinya.


Sedangkan Alex yang mendengar perkataannya Arga seperti itu kepada Ana, membuatnya sedikit gemas dan geregetan kepada Arga.


"Si4l4n juga ini siArga, jika dia tidak sedang sakit sudah aku tendang dia keluar dari jendela kaca apartemennya", batin Alex sambil menampilkan wajahnya yang marah kepada Arga.


Namun Arga tidak takut dan gentar akan tatapannya Alex kepadanya, dia malah semakin menjadi untuk menggoda Alex.


"Kamu tahu tidak Ana, kenapa Kakak bisa tertembak seperti ini??", kata Arga lagi kepada Ana sambil terus melirik Alex.


Dan untung saja Ana tidak peka dengan lirikan-lirikan Arga yang seperti itu, jika dia peka pasti Ana tahu jika Arga sedang menggoda Alex saja.


"Kenapa Kak", jawab Ana kepada Arga dengan wajah chubbynya.


"Itu karena ketika anak buahnya suami kamu itu sedang latihan menembak, dia dimarahin Papahnya L, jadinya dia menjadi tidak fokus dan meleset keperutnya Kak Arga", kata Arga kepada Ana dengan menahan suara tawanya sambil melirik kearahnya Alex yang sedang memberi kode dengan gerakan tangan yang seolah-olah sedang mencekik Arga.


Ana langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Alex, dan Alex dia lalu menurunkan tangannya dengan segera serta dia langsung tersenyum manis kepada Ana.


"Kakak kenapa begitu sih suka marah-marah kepada para anak buah, kasihan kan jadinya Kak Arga, untung saja Kak Arga cuma tertembak diperutnya, coba jika yang tertembak dikepalanya, dia pasti bisa mati seketika, kan kalau Kak Arga mati tidak ada yang Ana suruh-suruh lagi", kata Ana memarahi Alex dengan nada dan perkataannya yang lucu.


"Kalau matipun Kakak juga senang dan tidak apa-apa ko Ana", kata Alex kepada Ana sambil gantian menyindir Arga.


Sedangkan Arga sendiri, dia sedikit dibuat melongo mendengar percakapan sepasang suami istri itu, yang malah mendoakannya cepat meninggal.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2