GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 223


__ADS_3

Arga sangat nyaman sekali dalam tidur siangnya kali ini, karena dia bisa tidur dengan Veronica, hanya tidur saja tidak lebih cuma saling pada memeluk satu sama lainnya didalam satu selimut yang sama.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Veronica yang sudah terbangun lebih dahulu dari Arga, dia yang sedang membuka matanya dengan posisi masih memeluk Arga diatas ranjang.


Vero lalu menatap muka tidurnya Arga dengan tatapan sangat sayang sekali sambil bibir yang terus menyunggingkan senyumannya.


Veronica sendiri dia tidak menyangka jika dia bisa jatuh kedalam pelukannya orang seperti Arga.


"Kamu ternyata sangat tampan sekali Kak Arga", kata Vero dengan suara pelannya sambil mengusap lembut hidung mancungnya Arga.


Dan setelah berkata seperti itu, Vero lalu memberikan sebuah ciuman kepipinya Arga dengan pelan dan penuh dengan perasaan.


Vero setelah memberikan ciuman kepada Arga, dia lalu beranjak turun dari atas ranjangnya dan berjalan keluar dari dalam kamarnya Arga untuk mandi didalam kamarnya sendiri.


Sedangkan Arga setelah mendengar pintu tertutup dari luar, dia lalu membuka matanya dan sambil tersenyum manis dengan tangan yang mengusap pipinya.


Ternyata Arga sebenarnya sudah bangun sejak pukul tiga sore tadi.


Karena berhubung ketika Arga sudah membuka matanya melihat Veronica masih tertidur dengan lelap didalam pelukannya, alhasil Arga membiarkannya saja dengan sambil terus melihat kearahnya Vero yang masih memejamkan matanya itu.


"Cantik", bisik Arga ketika Vero masih tertidur.


Bahkan Arga daritadi juga memberikan kecupan-kecupan kecil dibibirnya Vero ketika Vero masih tertidur.


Dan ketika Arga melihat Vero seperti ingin terbangun, dia langsung saja memejamkan matanya lagi untuk berpura-pura tidur.


Jadi Arga sangat mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Vero tadi kepadanya, dan juga merasakan bibirnya Vero ketika mencium pipinya.


Sungguh Arga sedang dimabuk asmara sekali dengan Veronica.


Dan Veronica sendiri ketika sudah masuk kedalam kamarnya, dia melihat adiknya ternyata sudah berada didalam kamarnya dan sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya.


"Kamu sudah pulang Dek??", tanya Vero kepada Aleda.


"Sudah dartadi Kak, sekitar jam tiga tho seperti biasanya", jawab Aleda kepada Veronica.

__ADS_1


Namun Veronica dia hanya beroh ria saja kepada adiknya dan langsung berlalu menuju kedalam kamar mandi.


"Kakak darimana, tadi Aleda pulang Kak Vero dan Kak Arga tidak ada dirumah, dan Kakak seperti orang bangun tidur, apa Kakak tidur didalam kamarnya Kak Arga tadi bersama Kak Arga??", tanya Aleda kepada Vero ketika Vero hampir saja masuk kedalam kamar mandi.


"Iya Aleda, dan Kakak sudah menerima Kak Arga menjadi calon suaminya Kakak", jawab Vero dengan jujur kepada adiknya.


Dan Vero setelah berkata seperti itu, dia langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


Sedangkan Aleda, dia hanya tersenyum tipis sambil terus menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup dengan sambil berdoa semoga Arga adalah benar-benar jodoh yang baik untuk Kakaknya.


Dan jika Alex serta Ana tadi menghabiskan waktu sore mereka dengan melakukan kegiatan indah mereka didalam kamar mereka.


Berbeda pula didalam apartemennya Arga. Sebab ketika Vero sudah selesai mandi dalam waktu sepuluh menit.


Dia lalu berlalu keluar dari dalam kamarnya untuk segera mengecek Arga apakah sudah bangun tidur apa belum.


Namun ketika baru saja membuka pintu kamarnya Arga, dia suguhkan dengan pemandangan Arga yang hanya menggunakan handuk saja dipinggangnya dengan tubuh dan rambut yang masih basah yang menandakan jika Arga baru saja selesai mandi.


"Eh sorry Kak", kata Vero kepada Arga dan dia langsung saja berlalu pergi dengan sambil menutup pintunya lagi dari luar.


Vero yang sudah mengetahui jika Arga sudah bangun, dia langsung saja menuju kedapur untuk menyiapkan bahan-bahan masakan yang ingin dimasaknya untuk makan malam nanti.


Vero dia memasak dengan sangat cekatan sekali, dan sudah sangat lihai memainkan semua alat-alat dapur seperti itu.


Hingga ketika Arga sedang berjalan kearahnya pun dia tidak menyadarinya, sebab Vero sedang sangat serius sekali memasaknya.


Arga yang sudah berada didalam dapur dia langsung saja melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekati Vero dan memeluknya dari belakang, membuat Vero sangat terkejut sekali dengan tindakannya Arga yang sangat tiba-tiba seperti itu.


"Kak Arga membuatku terkejut saja", kata Vero kepada Arga.


"Kamu sangat seksi sekali sayang ketika memasak seperti ini", kata Arga sambil mencium tengkuk lehernya Vero.


Membuat Vero langsung merinding seketika dengan deru nafasnya Arga dan juga bibirnya Arga yang bersentuhan dengan kulit tengkuknya.


"Aaah Kak jangan seperti ini, nanti jika Leda melihat malu Kak, dia belum cukup umur", kata Vero kepada Arga dengan sambil menahan merinding disekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Berarti jika Leda tidak tahu, boleh dong melakukan lebih dari ini??", kata Arga kepada Vero sambil terus mencium lehernya Vero.


"Stop Kak Arga nanti bisa gosong masakannya Vero", kata Vero lagi kepada Arga.


"Kamu harum sayang, keringat kamu aromanya sangat khas bercampur dengan parfum kamu", kata Arga sambil terus memeluk Vero dari belakang dan sekarang dia menciumin pipinya Vero.


Vero lalu mematikan kompornya untuk sejenak, dan dia lalu membalikkan badannya untuk menghadap kearahnya Arga.


"Maunya Kakak apa sih, kenapa menggangguku memasak??", tanya Vero kepada Arga dengan posisi sudah menghadap kearahnya Arga.


Sedangkan Arga dia semakin merapatkan tubuhnya ketubuhnya Vero dan memojokkan Vero kemeja dapur miliknya dengan tangan yang masih bertengger cantik dipinggang rampingnya Vero.


"Maunya aku ya ingin mengganggu kamu sayang", jawab Arga kepada Vero dengan bibir yang tersenyum manis.


"Ok alasan aku terima", jawab Vero kepada Arga dengan tangan yang sekarang dia kalungkan kelehernya Arga.


Membuat Arga langsung saja tersenyum senang sekali ketika mendengarnya.


"Sekarang jika aku sudah terganggu seperti ini, apa yang ingin Kakak lakukan kepadaku??", kata Vero lagi kepada Arga sambil manatap tepat dimatanya Arga.


"Aku ingin melakukan ini kepadamu", jawab Arga kepada Vero, dan Arga ternyata dia langsung saja mencium Vero tepat dibibirnya.


Arga dan Vero mereka berciuman dengan sangat lembut, penuh dengan perasaan sekali dan penuh dengan penghayatan.


Arga reflek menggeser barang-barang yang ada diatas meja dapur dengan perlahan, dan tiba-tiba dia menaikkan Vero ketas meja itu dengan bibir yang masih saling bersentuhan seperti itu.


Vero dia hanya diam saja ketika Arga menaikkan tubuhnya keatas meja dapur.


Arga yang reflek ketika dia sudah puas mencium Vero, dengan perlahan dia menelusuri leher jenjangnya Vero yang putih bersih itu.


Bahkan Vero dia juga mendongakkan kepalanya untuk memberikan akses yang mudah untuk Arga melancarkan aksinya.


Sungguh Vero juga sangat terbuai akan sentuhannya Arga, bahkan dia tidak menolak sama sekali dengan tangannya Arga yang daritadi sedang mengusap lembut punggung badannya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2