GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 115


__ADS_3

Setelah Tara dan Dokter Bella menikmati masa-masa pengantin barunya didalam apartemennya Tara.


Sore hari berikutnya Tara dan juga Dokter Bella mereka berkunjung kerumahnya Papah Aldric dan Mamah Angel.


Papah Aldric sengaja menyempatkan waktu untuk pulang lebih awal karena dia ingin menyambut menantu kebanggaannya itu, yaitu Tara.


"Halo Mam", sapa Dokter Bella kepada Mamah Angel ketika melihat Mamah Angel membukakan pintu rumahnya untuk Dokter Bella dan juga Tara.


Sedang Tara dia langsung tersenyum manis saja kepada Mamah mertuanya itu.


"Ayo masuk, Papah sudah menunggu kalian diruang Keluarga, kalian berdua jadi makan malam disini kan??", kata Mamah Angel kepada Dokter Bella dan juga Tara.


"Iya Mah jadi", jawab Dokter Bella kepada Mamahnya sambil berlalu masuk menuju keruang Keluarga rumah miliknya Papah Aldric.


"Hai kalian sudah datang, mari sini duduk", kata Papah Aldric ketika melihat Tara, Mamah Angel dan juga Dokter Bella masuk keruang Keluarga.


Tara langsung saja duduk disebelahnya Papah Aldric sedangkan Dokter Bella dan juga Mamah Angel mereka berdua duduk dishofa seberangnya Papah Aldric dan juga Tara.


"Macet tadi Nak??", tanya Papah Aldric kepada Tara.


"Tidak Pah, cukup lumayan lancar jalanannya", jawab Tara kepada rekan bisnisnya yang sekarang sudah menjadi Papah mertuanya itu.


"Tadi kalian dari apartemen apa dari Mommy kalian Nak??", gantian Mamah Angel bertanya kepada Dokter Bella dan juga Tara.


Dan yang dimaksud Mommy kalian oleh Mamah Angel adalah Mommy Dania.


"Dari apartemen Mah, kita mampir disini dulu sebelum besok kita berangkat berbulan madu, dan Mommy serta Daddy mereka juga sudah tahu jika kita mau makan malam disini", jawab Tara kepada Mamah Angel.


"Iya Mah, tadi pagi hingga sore Mommy Dania beliau berkunjung keapartemennya kita", kata Dokter Bella lagi kepada Mamah Angel.


"Rencananya kalian mau berlibur sambil berbulan madu kemana Nak Tara??", tanya Papah Aldric lagi kepada Tara.


"Kepulau pribadiku Pah", jawab Tara kepada Papah mertuanya itu.


"Waaaah, tidak Papah sangka ternyata menantu Papah ini benar-benar sangat kaya sekali, sampai dia mempunyai sebuah pulau sendiri", jawab Papah Aldric kepada Tara dengan takjub.


Walau Keluarganya Dokter Bella sudah termasuk kaya, akan tetapi jika dibandingkan dengan Keluarga Damara ataupun Keluarga William, jauh lebih kaya Keluarga Damara dan juga Keluarga William.


Tara yang mendapat pujian dari Papah mertuanya dia hanya tersenyum bangga saja kepada Papah Aldric.


"Pah, Mah Tara ijin kekamar sebentar ya, mau kekamar mandi", kata Tara kepada Papah Aldric dan juga Mamah Angel.


Papah Aldric dan juga Mamah Angel mereka hanya mengangguk saja sambil tersenyum kepada Tara.

__ADS_1


Dan Tara yang sudah melihat anggukan dari kedua mertuanya, dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamarnya Dokter Bella.


Sedang Dokter Bella sendiri dia hanya mejawab tatapannya Tara kepadanya dengan kode muka dan bibirnya kepada Tara.


Sepeninggalan Tara yang berlalu menuju kedalam kamarnya Dokter Bella, Papah Aldric dan juga Mamah Angel mereka langsung mengobrol santai dan hangat kepada Dokter Bella.


"Cuti kamu bagaimana Nak, apakah sudah beres semuanya??", tanya Mamah Angel kepada Dokter Bella.


"Sudah Mah, sudah beres dan selesai semua, dan mungkin nanti Bella akan mengundurkan diri sebagai Dokter sepertinya, karena Tara yang menginginkan Bella dirumah saja fokus mengurus suami sama anak", jawab Dokter Bella kepada Mamahnya akan tetapi Papah Aldric juga masih mendengarnya.


"Iya apapun kemauan suami turuti saja yang terpenting itu terbaik untuk rumah tangga kalian dan juga tentunya untuk dirimu kamu sendiri Bella, akan tetapi kamunya sendiri bagaimana??", kata Mamah Angel kepada Dokter Bella.


"Secara menjadi Dokter adalah cita-cita kamu dari kecil", sambung perkataannya Mamah Angel lagi kepada Dokter Bella.


"Ya mau bagaimana lagi Mah, Bella sangat mencintai Tara, dan Bella ingin memberikan kebahagiaan kepadanya dan juga rumah tangganya Bella, jadi Bella menurut saja apa kata suami Bella", jawab Dokter Bella kepada Mamah Angel.


"Iya Nak, Papah setuju dengan pilihan kamu, karena Papah tahu sendiri bagaimana sibuknya suami kamu itu, dan jika kamu masih menjadi seorang Dokter takutnya kalian nanti akan sama-sama sibuk dan hubungan kalian nanti akan tidak ada kemistrinya lagi sebab itu akan membuat celah besar untuk orang ketiga masuk dihubungan rumah tangga kalian berdua Nak", nasihat dari Papah Aldric kepada Dokter Bella.


"Mamah dan Papah selalu mendoakan kamu dan suami kamu semoga hubungan rumah tangga kalian akan langgeng sampai maut yang memisahkan", doa tulus dari Mamah Angel kepada Dokter Bella.


"Aamiin, terimakasih Mah, Pah", jawab Dokter Bella sambil tersenyum kepada kepada orang tuanya. Dan diaamiinin juga oleh Papah Aldric perkataannya dari Mamah Angel.


Dan Mamah Angel serta Papah Aldric mereka hanya tersenyum manis juga kepada Dokter Bella.


"Oh ya, Nico belum pulang Pah??", tanya Mamah Angel kepada suaminya.


Nico sendiri dia adalah adik kandungnya Dokter Bella yang sudah berumur dua puluh tujuh tahun, dan dia bekerja sebagai seorang CEO diPerusahaannya Papah Aldric.


Dan Tara yang sudah selesai dari kegiatannya didalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya Dokter Bella, dia langsung saja ikut kembali duduk bergabung dengan yang lainnya diruang Keluarga.


"Nah itu Nico Pah sudah pulang", kata Dokter Bella yang melihat Nico baru saja masuk rumah.


"Halo Kak Bella, Kak Tara, sudah lama kalian disininya??", sapa Nico yang baru saja ikut duduk dishofa single didekatnya Papah Aldric.


"Baru saja tadi", jawab Tara kepada adik Iparnya itu.


"Nico pamit masuk dulu ya Kak, Mah, Pah, mau mandi gerah", kata Nico lagi kepada semuanya sambil berdiri dan berlalu pergi menuju kedalam kamarnya yang ada disebelah kamarnya Dokter Bella.


Dan mereka hanya menanggapi perkataannya Nico dengan tersenyum dan mengangguk saja.


Singkat cerita saat ini mereka semua termasuk Nico, sudah pada duduk diruang makan dirumahnya Papah Aldric sambil menikmati makan malam mereka.


"Kalian berdua tidak mau menginap disini malam ini, memangnya besok kalian berangkatnya jam berapa ??", kata Papah Aldric kepada Tara dan juga Dokter Bella disela-sela makan malam mereka.

__ADS_1


"Pagi Pah jam delapan, dan sepertinya kami nanti langsung akan pulang saja Pah", jawab Dokter Bella kepada Papahnya dan yang lainnya mereka hanya mendengarkan saja pembicaraan dari Dokter Bella dan juga Papah Aldric.


"Memangnya Kak Tara dan Kak Bella mau berbulan madu kemana??", tanya Nico menimpali percakapannya Kakaknya dan juga Papahnya.


"Ada deh, kamu mau tahu saja", jawab Dokter Bella sambil menggoda adiknya yang bernama Nico itu.


Nico yang mendapat tanggapan dari Kakaknya Bella dia hanya memutar bola matanya malas kepada Dokter Bella.


Dan Tara yang melihat wajah sebal dari adik Iparanya itu dia juga ikut-ikutan menggoda Nico.


"Kamu sendiri kapan menikahnya Nico, umur kamu juga sudah cukup matang untuk menikah", tanya dan goda Tara kepada Nico.


"Nanti saja Kak, belum kefikiran untuk menikah, Nico masih ingin menikmati masa-masa mudanya Nico", jawab Nico kepada Tara.


"Nikahnya belum, tapi kawinnya sudah kan??", goda Tara lagi kepada Nico, membuat Nico langsung tertawa sangat lebar sekali.


"Apaan sih Kak", jawab Nico kepada Tara sambil tertawa malu.


Setelah mengobrol dan berbincang-bincang diruang makan, tanpa terasa mereka semua sudah pada selesai makan malamnya.


Tara dan juga Dokter Bella mereka berdua lalu berpamitan untuk pulang keapartemen mereka untuk menyiapkan keberangkatan mereka esok harinya.


"Hati-hati dijalan kalian berdua ya", pesan Mamah Angel kepada Tara dan juga Dokter Bella sambil bercipika-cipiki.


"Iya Mah", jawab Tara kepada Mamah Angel.


"Kalau ada apa-apa jangan lupa kabari kami berdua ya Nak", kata Papah Aldric kepada Dokter Bella sebelum pulang.


"Siap Pah", jawab Dokter Bella sambil memeluk Papahnya.


"Papah nitip Bella ya nak Tara, jaga dia, dan jaga juga keutuhan rumah tangga kalian berdua", pesan Papah Aldric kepada Tara.


" Pasti Pah, Tara janji", jawab Tara kepada Papah mertuanya dengan mantap.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Dokter Bella dan juga Tara mereka berdua langsung berlalu pulang menuju keapartemen mereka.


Dokter Bella dan juga Tara mereka berdua tidak berpamitan dengan Nico karena Nico tadi setelah makan malam selesai dia langsung berpamitan ingin pergi karena ada suatu urusan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, akhirnya mobil sport yang dikendarai Dokter Bella dan juga Tara sampai juga diapartemennya Tara yang kemarin untuk memadu asmara mereka.


Tara dan juga Dokter Bella setelah membersihkan badan mereka, mereka berdua lansung saja beristirahat menyiapkan tenaga untuk esok harinya, karena keesokan harinya mereka berdua akan berangkat berbulan madu menuju kepulau pribadinya Tara.


Tara dan juga Dokter Bella mereka benar-benar tidur, tanpa mengulangi kegiatan indah mereka untuk kesekian kalinya. Dan mereka berdua tertidur dengan saling memberikan kehangatan didalam satu selimut yang sama.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***


__ADS_2