
Arga lalu mengkode anak buahnya untuk mematikan semua lampu yang ada didalam aula. Setelah itu Arga langsung mengkode anak buahnya untuk memutar sebuah rekaman yang tadi sudah diberitahukan oleh Tuan Gavi kepadanya.
Para karyawan yang melihat kelayar proyektor yang ada didepan mereka pada terkejut melihat hasil rekaman dengan suara yang begitu jelas itu. Begitupun dengan Lia dan juga Ela mereka sangat syok sekali ketika melihat rekaman yang sedang tayang dilayar proyektor yang begitu besar didepan aula.
Pasalnya dilayar proyektor itu Tuan Gavi memerintahkan Arga untuk memutar rekaman yang didapat oleh Lexi beserta suara Lia dan juga Ela yang sangat jelas ingin mencelakai Ana menantu dari Keluarga Damara.
Setelah hasil rekaman itu sudah selesai diputar, lampu aula seketika langsung dinyalakan lagi oleh para anak buahnya Arga.
Semua orang atau tepatnya semua para karyawan yang mengenal Lia dan juga Ela mereka pada langsung memandang Lia dan Ela dengan pandangan yang berbeda-beda.
Ada yang memandang dengan pandangan marah karena menganggap Lia dan Ela menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih karena sudah bisa bekerja diPerusahaan WILBUR CORPORATION, sebab bekerja diPerusahaannya Tuan Gavi tidaklah mudah, dan jika sudah diterima mereka akan mendapatkan gaji yang cukup besar jumlahnya serta tunjangan-tunjangan lainnya yang begitu menjanjikan hidup mereka nantinya.
Ada juga karyawan yang memandang Lia dan Ela dengan pandangan yang sulit diartikan, ada lagi yang memandang dengan pandangan hebat kepada Lia dan Ela, hebat dalam artian mereka berani menantang Keluarga Damara, Keluarga yang sangat berkuasa didunia, bahkan para pemerintahan pun untuk berfikir dua kali jika ingin berurusan dengan Keluarga Damara jika tidak penting sekali.
Sedangkan Lia dan juga Ela mereka yang tidak ada apa-apanya hanya bagaikan serangga kecil yang ingin mengusik sang singa yang sedang tertidur dengan nyenyaknya, siap-siap saja akan dihancurkan itu tubuh mereka sama sang singa, ketika sang singa mulai terjaga dari tidurnya, yah begitulah sekiranya perumpamaan untuk menggambarkan situasinya Lia dan Ela sekarang.
Lia dan Ela langsung ingin berusaha kabur dari dalam kerumunan para karyawan yang lainnya, akan tetapi usaha mereka gagal karena begitu banyak bodyguard yang berjaga didalam maupun diluar aula.
Lia dan Ela sudah berhasil ditangkap oleh para bodyguardnya Tuan Gavi. Dan Tuan Gavi yang melihat dua wanita ditangkap oleh anak buahnya, dia lalu menyuruh anak buahnya untuk mendekatkan Lia dan juga Ela dihadapannya.
"Bawa mereka kemari", kata Tuan Gavi dengan tegas kepada anak buahnya, atau para bodyguardnya.
Lia dan Ela langsung dibawa kehadapan Tuan Gavi. Dan Tuan Gavi dia memandang Ela dan juga Lia dengan pandangan tenang dan sulit untuk diartikan.
"Menurut kalian semua mereka sama Ana lebih cantikan siapa??, apakah anak saya mau dengan orang seperti mereka??, gadis yang disamping Alexander dia yang bernama Ana", kata Tuan Gavi dengan tenang kepada semua karyawannya sambil masih berada diatas panggung.
Sedang Ana dia masih memegang erat tangannya Alex dan Alex pun juga merangkul pundaknya Ana untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada Ana
__ADS_1
"Lebih cantik Ana Tuan", jawab serempak para karyawan dan itu membuat Lia reflek memperlihatkan wajah marahnya. Membuat Tuan Gavi dia tersenyum meremehkan kepada Lia dan juga Ela.
Ela dia sudah ketakutan daritadi ketika aksi mereka sudah diketahui oleh semua orang apalagi dengan dibawanya dihadapan Tuan Gavi seperti itu.
Alex dia tidak menghiraukan Lia dan Ela yang juga berada diatas panggung yang sama dengannya, dan Alex dia sengaja menutup matanya Ana menggunakan telapak tangannya supaya Ana tidak terus-terusan melihat kearahnya Lia dan juga Ela, supaya psikisnya Ana tidak semakin tertekan lagi. Dan Ana pun menurut-menurut saja dengan apa yang dilakukan Alex kepadanya.
"Tenang ya ada Kakak disini, jangan takut ya sayang", bisik Alex dengan lembut kepada Ana dan mendapat anggukan kecil dari Ana.
"Arga matikan lagi lampunya, kita putar yang satu lagi rekamannya", kata Tuan Gavi memerintahkan Arga. Dan Arga langsung saja melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuan Gavi.
Layar proyektor pun diputar lagi dan kali ini adalah rekaman tentang pernikahannya Alex dan juga Ana yang diadakan kemarin. Semua para karyawan lebih terkejut lagi terutama Lia dan juga Ela, mereka tidak menyangka jika gadis yang digandeng mesra oleh CEO mereka ternyata adalah istri sah dari Alexander.
Semua para karyawan perempuan yang menyukai Alex nampaknya pada patah hati dan kecewa, ternyata CEO tampan mereka sudah mempunyai istri dan jika dibandingkan oleh mereka semua, mereka semua kalah jauh dengan Ana.
Rekaman yang dari awal Ana dirias dan Alex yang sedang bersiap-siap hingga acara terakhir dari pernikahannya Alex dan juga Ana sudah diputar, membuat para karyawan yang melihat terharu, karena adegan pernikahan didalam rekaman itu sungguh sangat romantis bagi mereka. Dan Arga langsung menyalakan lagi lampu yang ada didalam aula ketika rekaman video pernikahannya Alex dan juga Ana sudah selesai diputar.
"Bagaiamana sekarang kalian sudah tahu kan, siapa gadis cantik yang sedang digandeng mesra oleh anak saya Alexander", tanya Tuan Gavi dengan masih tenang dan santai kepada para karyawan.
"Bagus, itu artinya kalian semua juga harus menghormatinya seperti kalian menghormatiku, faham", kata Tuan Gavi dengan tegas kepada semua karyawannya.
"Faham Tuan", jawab semua karyawan secara bersamaan.
Tuan Gavi lalu mengalihkan pandangannya kearah Lia dan juga Ela yang masih terkejut dan tidak menyangka baru mengetahui siapa Ana sebenarnya.
"Sekarang sudah tahu kan, disini yang ja***g menantuku apa kalian", kata Tuan Gavi kepada Lia dan juga Ela dengan nada dinginnya.
Alex yang sekarang faham maksud dari rencana dari Papinya dia hanya tersenyum miring karena suka dengan cara Papinya mempermalukan dua wanita murahan itu.
__ADS_1
"Kalian berdua saya pecat dan saya mengblack list nama kalian berdua dari semua kantor dan Perusahaan yang ada dinegara ini serta saya akan menyebarkan foto wajah kalian berdua diperbagai Negara supaya tidak ada yang mau menerima kalian bekerja ditempatnya", kata Tuan Gavi dengan tegas kepada Lia dan Ela.
"Ampuni kami Tuan, ampuni saya", kata Ela dengan ketakutan kepada Tuan Gavi.
"Maafkan saya Tuan, saya berjanji tidak akan lagi mengulang kesalahan saya, jangan black list nama kami berdua Tuan", kata Lia yang ikut-ikutan memohon kepada Tuan Gavi.
"Masih untung saya memberi kalian hukuman seperti itu dan kalian masih saya ijinkan untuk hidup didunia ini dengan bebas", jawab Tuan Gavi kepada Lia dan juga Ela dengan bernada dingin.
"Apakah jika tidak ketahuan, kalian pasti akan tetap melaksanakan rencana jahat itu kan bersama dia", kata Tuan Gavi sambil menunjuk orang yang baru saja ditangkap oleh anak buahnya Tuan Gavi yang berjaga didepan kantor.
Bodyguardnya Tuan Gavi sengaja disuruh berjaga didepan untuk menangkap orang yang memberikan racun itu kepada Lia dan juga Ela dan para bodyguard berhasil menangkap orang itu sesuai rencana dari Tuan Gavi.
Perkataan Tuan Gavi sambil menunjuk kearah pintu masuk aula sontak mengalihkan pandangan semua karyawan termasuk Lia dan Ela yang langsung melototkan matanya ketika melihat orang yang disuruh untuk mengantarkan racun sudah ditangkap juga oleh para anak buahnya Tuan Gavi.
"Kalian bawa dia kekantor polisi, karena dia sudah berani menjual obat-obatan yang tidak seharusnya dijual belikan secara bebas secara ilegal", perintah Tuan Gavi kepada para anak buahnya yang menangkap laki-laki yang mengantarkan racun untuk Lia dan Ela.
"Dan Arga kamu urus mereka berdua, berikan gaji serta pesangon terakhir untuk mereka serta tunjangan untuk mereka yang belum diberikan, berikan semua", kata Tuan Gavi dengan tegas kepada Arga.
"Baik Tuan", jawab Arga kepada Tuan Gavi.
Walau Lia dan Ela mempunyai rencana licik dan jahat untuk Ana, akan tetapi Tuan Gavi masih memberikan gaji, pesangon serta tunjangan selama bekerja diPerusahaannya karena memang semua itu adalah haknya Lia dan Ela, dan Tuan Gavi hanya ingin menjadi pemimpin yang adil dan bijak serta bisa dipegang perkataannya oleh para karyawannya.
Arga langsung saja mengkode anak buahnya yang memegangi tangannya Ela dan juga Lia untuk mengikutinya dari belakang. Lia dan Ela mendapat sorakan yang begitu nyaring dari para semua karyawan yang ada disitu.
Setelah semuanya selesai Tuan Gavi memerintahkan semua karyawannya untuk kembali bekerja pada pekerjaannya masing-masing.
Kejadian Lia dan Ela cepat sekali menjadi trending topik disemua Perusahaannya Tuan Gavi dan juga Alex. Gosip itu menyebar dengan cepat melalui media sosial para karyawan yang satu dengan yang lainnya yang saling terhubung.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***