GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 257


__ADS_3

Vero sangat-sangat terkejut sekali, ketika mendengar perkataannya Daneil tadi.


Dan Daneil tidak menampik jika wajahnya Vero menunjukkan keterkejutan yang sungguh sangat terkejut sekali.


"Pasti kamu sangat terkejut sekali kan Suster Ica, tapi itulah kenyataan yang saya rasakan kepadamu akhir-akhir ini", kata Daneil lagi kepada Vero.


"Tugas negara yang saya emban, membuat saya tidak selalu berada dirumah, jadi saya tidak mau menunggu lagi untuk berpacaran, tapi saya maunya langsung menikah saja", sambung lagi perkataannya Daneil kepada Vero yang masih diam saja dengan mata yang menatap Daneil seperti orang linglung.


"Apakah kamu mau menikah dengan saya suster Veronica??", kata Daneil lagi untuk kesekian kalinya kepada Vero.


"Eh, eemmb, maaf sa.... saya tidak bisa Tuan Letnan", kata Vero kepada Daneil sambil berdiri dari duduknya dan ingin berlalu dari hadapannya Daneil.


Namun Daneil tidak mau melepaskan Vero begitu saja, dia langsung dengan segera menggenggam erat pergelangan tangannya Vero.


"Tunggu, bisakah kamu memberikanku sebuah alasan kenapa kamu menolakku Suster Ica??", tanya Daneil kepada Veronica sambil menggenggam erat pergelangan tangannya Vero.


"Saya tidak bisa Tuan Letnan, saya masih ingin berkarir, mencari uang sendiri, dan belum berfikir ingin menikah diusia muda", jawab Vero kepada Daneil sambil menghadap kearahnya Daneil.


"Jika uang yang kamu butuhkan, saya bisa memberikannya kepadamu seperti yang kamu mau Suster Ica", jawab Daneil kepada Vero.


"Bukan hanya uang yang sangat saya butuhkan Tuan Letnan, tapi ini........", kata Vero kepada Daneil sambil menunjuk hatinya menggunakan tangan kirinya, sebab tangan kanannya masih digenggam erat oleh Daneil.


"Disini, tidak ada perasaan apa-apa untuk anda Tuan Letnan, maafkan saya", sambung lagi perkataannya Vero kepada Daneil sambil melepaskan genggaman tangannya Daneil tadi ditangannya.


"Maafkan saya Tuan", kata Vero lagi kepada Daneil sambil menundukkan sedikit badannya dan berbalik badan ingin berlalu dari dalam tenda sang Letnan.


"Tunggu...!!!", cegah Daneil lagi kepada Vero ketika kakinya Vero hampir saja keluar dari dalam tendanya.


Dan Suster Vero dia langsung saja berhentikan langkahnya ketika dipanggil oleh Daneil lagi, namun tanpa berbalik badan untuk menghadap kearahnya Daneil.


"Jika diwaktu saya sudah pulang kenegara kita, dan kita dipertemukan lagi, maukah kamu memberikanku satu kesempatan serta ijinkan saya untuk memperjuangkan perasaan ini kepadamu Suster Ica??", kata Daneil kepada Veronica.


Veronica tidak membalas perkataannya Daneil sama sekali, dia bahkan langsung saja melangkahkan kakinya pergi keluar dari dalam tenda sang Letnan tersebut.


Sejak saat itu Daneil dan Vero tidak pernah bertemu lagi selama hampir dua tahunan.


Daneil dia sibuk dengan pekerjaannya yang sering berpindah-pindah tugas, hingga dia sampai tidak mempunyai waktu untuk mengurusi hatinya itu.


Sedangkan Vero dia juga sibuk dengan dunia perawatnya, dan tidak memikirkan Daneil sama sekali.

__ADS_1


Vero saat itu memang sengaja menolak Daneil karena dia memang tidak mempunyai perasaan sama sekali untuk Daneil, dan yang kedua Vero masih ingin mengumpulkan uang yang banyak untuk menghidupi adiknya yang sebagaimana kita tahu kisahnya Vero.


Serta yang terakhir Veronica tidak ingin terburu-buru untuk menikah, diusianya yang dulu terbilang masih sangat muda sekali.


..........>>>>><<<<<..........


Kembali kemasa sekarang.


"Kalau begitu panggil saya Vero saja Kak Da~~neil", kata Vero juga kepada Daneil sambil menundukkan wajahnya.


Daneil langsung saja tersenyum ketika dia mendengar perkataannya Vero yang menyuruhnya untuk memanggilnya dengan nama Vero, bukan Suster Ica seperti dulu.


"Iya kamu benar Vero, kamu sekarang adalah calon adik iparku, walau masih ada perasaan ini dihatiku untukmu, tapi aku rela kamu berbahagia dengan adikku Arga", jawab Daneil kepada Vero sambil tersenyum.


"Terimakasih Kak Daneil", jawab Vero kepada Daneil.


"Bolehkan saya tahu, kenapa kamu mau menerima lamaran dari adik saya Arga, bahkan sekarang kamu sedang mengandung anak dari adik saya, dan sebentar lagi akan menjadi keponakanku itu??", tanya Daneil kepada Vero.


Sebelum menjawab pertanyaannya Daneil, Vero lalu mendongakkan kepalanya sambil menatap lurus kedepan.


Dan semua itu tidak luput dari pandangannya Daneil, karena Daneil daritadi melihat kearahnya Vero terus.


Dan Daneil sendiri dia masih saja diam untuk terus mendengarkan perkataannya Veronica.


"Cintaku untuk Kak Arga tumbuh dengan sendirinya ketika kami terus bersama dalam waktu sekitar dua bulanan, Kak Arga mampu meyakinkanku, jika hatiku ini benar-benar memilihnya disaat saya ragu apakah ada cinta dihatiku untuk Kak Arga", sambung lagi perkataannya Vero kepada Daneil.


Daneil dapat melihat sendiri, jika Veronica sangat mencintai adiknya yaitu Arga.


Dan Daneil tersenyum tipis dalam diamnya, ketika dia mengetahui jika ada perempuan yang benar-benar tulus mencintai adik satu-satunya itu.


"Kak Arga adalah laki-laki pertama yang bisa membuatku jatuh cinta, dan membuatku nyaman jika berada didekatnya, itulah mengapa saya mau menerima dia menjadi suamiku, dan aku mau menyerahkan semuanya kepada Kak Arga, hingga aku mengandung seperti sekarang", lanjut lagi perkataannya Vero kepada Daneil sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Daneil.


Daneil langsung saja tersenyum miris dan senang secara bersamaan ketika Vero melihat kearahnya.


Karena tidak sengaja pula Vero mengatakan jika dirinya membuat Vero tidak nyaman jika berada didekatnya.


"Iya apa yang kamu katakan adalah benar Vero, jika tidak ada kenyamanan untuk apa kita memilih dia untuk menjadi pasangan kita.......", kata Daneil kepada Vero.


Membuat Vero merasa sedikit tersentil dengan perkataannya Daneil tadi.

__ADS_1


"Saya merestui kalian berdua Vero, jadilah istri yang baik untuk adikku Arga, dan jagalah sikembar dengan baik-baik, karena mereka kelak jika sudah lahir pastinya akan menjadi keponakan tersayangku nantinya", kata Daneil lagi kepada Vero sambil tersenyum manis.


"Sudah malam, ayo Vero kamu masuk, tidak baik untuk ibu hamil terkena angin malam yang dingin seperti ini", kata Daneil lagi kepada Vero sambil berdiri dari duduknya.


"Kak Daneil", panggil Vero kepada Daneil ketika Daneil sudah melangkahkan kakinya baru dua langkah.


Daneil langsung saja menghentikan langkah kakinya itu.


"Iya", jawab Daneil sambil menghadap Vero dengan sambil tersenyum.


"Terimakasih untuk semua perhatianmu selama ini kepadaku, dan terimakasih juga kamu mau menerimaku untuk menjadi adik iparmu Kak Daneil", kata Vero kepada Daneil sambil tersenyum.


"Saya doakan, semoga Kak Daneil bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dan lebih segalanya dibandingkan saya", kata Vero lagi kepada Daneil.


Daneil langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Vero.


"Bolehkah saya meminta satu permintaan saja darimu Vero, sebelum kamu benar-benar menjadi adik iparku??",, tanya Daneil kepada Vero.


"Iya boleh", jawab Vero kepada Daneil sambil tersenyum tipis.


"Bolehkah saya memelukmu untuk terakhir kalinya, sebagai Letnan Daneil dan Suster Ica??", kata Daneil lagi kepada Vero.


Vero hanya mengangguk saja kepada Daneil.


Daneil langsung saja memeluk Vero dengan sangat erat sekali untuk pertama dan terakhir kalinya, sebelum mereka resmi akan menjadi seorang ipar.


Dan setelah cukup lama mereka berpelukan, Daneil lalu melepaskan pelukannya dari badannya Vero, sambil mengusap lembut pipinya Vero serta rambut kepalanya Vero dengan bibir yang tersenyum manis.


Setelah itu Daneil lalu beranjak pergi meninggalkan Vero sendirian disitu untuk menuju kedalam kamarnya.


Perasannya Daneil sudah dia kubur dalam-dalam untuk Vero, karena kebahagian sang adik adalah yang terpenting baginya, daripada kebahagiaannya sendiri.


Sejak malam itu, sudah tidak ada lagi Tuan Letnan dan Suter Ica, yang ada adalah Kak Daneil dan Veronica antara Daneil dan Vero.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Melow tidak sih, apa author saja yang kebawa perasaan sama perasaannya DaneilπŸ˜‚πŸ˜‚


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2