
Ketika Tara tadi sedang menjahili adiknya Ana dan Alex, tiba-tiba Tara mendapatkan telefon dari sekretaris sekaligus tangan kanannya, jika dua jam yang akan datang, ada investor penting yang datang dari Brazil kePerusahaannya.
"Kamu handle kantor dulu sebentar Dizon, nanti saya akan kesana, dan kamu tolong siapkan berkas apa saja yang akan dibahas nanti, serta jangan lupa siapkan jamuan terenak untuk mereka", kata Tara kepada Dizon melalui sambungan telefonnya.
"Baik Tuan", jawab Dizon kepada Tara. Dan setelah itu sambungan telefon mereka terputus.
Ketika Tara mengangkat sambungan telefonnya Dizon, dia berjalan keluar dari ruangannya Ana sekaligus ingin kekantin sekalian ingin membeli minuman, dan saat Dizon selesai menelfon dia berjalan sambil membuka ponselnya karena sedang membaca email yang masuk. Dan tiba-tiba......
Bruukk
Aduhhh
Kata seseorang yang bertabrakan dengan Tara. Dan reflek Tara langsung saja menangkap seseorang yang bertabrakan dengannya dengan posisi bagaikan adegan film romantis. Mata mereka saling mengunci satu sama lainnya, dan apa yang mereka lakukan menjadi pemandangan gratis pengunjung rumah sakit dan para suster yang lewat.
"Romantis sekali mereka",
"Cowoknya ganteng sekali",
"Cantik sekali Dokter itu",
Dan masih banyak lainnya yang diucapkan oleh pengunjung dan suster yang melihat adegan romantis Tara dan seseorang yang bertabrakan dengannya.
"Maaf Tuan saya tidak sengaja, saya sedang terburu-buru karena ada pasien yang ingin segera melahirkan", kata seseorang itu kepada Tara sambil mengambilkan handpohnenya Tara yang terjatuh tadi karena bertabrakan.
"Tidak apa-apa Nona, saya juga bersalah karena berjalan sambil memainkan ponsel saya", jawab Tara sambil terus memandang orang yang bertabrakan dengannya dengan sangat intens.
"Sekali lagi maaf Tuan, dan permisi", kata seseorang itu sambil sedikit membungkukkan badannya dan terus berlalu pergi dari hadapannya Tara sambil berlari.
Tara tidak menjawab perkataan dari seseorang itu, dan Tara masih terus melihat kearah orang itu walau dia yang dilihat Tara sudah jauh dari pandangan matanya.
"Suster, maaf mau bertanya, Dokter wanita tadi siapa ya namanya?? ", tanya Tara yang mengentikan salah satu suster yang sedang lewat didepannya.
"Dokter yang mana Tuan?? ", tanya suster itu kepada Tara dengan ramah.
"Yang itu dia berlari-lari kesana", jawab Tara sambil menunjuk seseorang yang bertabrakan dengannya tadi.
Suster itu lalu mengikuti arah pandang dan seseorang yang ditunjuk oleh Tara.
"Oh dia namanya Dokter Carabella Tuan, biasa dipanggil Dokter Bella, dia Dokter Spesialis kandungan dirumah sakit ini Tuan, dan dia Dokter yang banyak direkomendasikan oleh para pasien yang sudah pernah ditangani oleh Dokter Bella Tuan, sebab Dokter Bella sangat cekatan dan handal dalam menangani pasien-pasiennya Tuan", jawab lengkap suster itu kepada Tara.
Dan Tara yang mendengarnya semakin tertarik saja dengan Dokter yang baru saja bertabrakan dengannya tadi. Sebab wajah Dokter Bella benar-benar cantik sesuai kriteria wanita yang Tara inginkan.
__ADS_1
"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi Tuan", tanya suster itu kepada Tara, karena suster itu melihat tiba-tiba Tara menjadi diam dan melamun.
"Oh, maaf tidak ada suster, terimakasih", jawab Tara kepada suster itu.
"Kalau begitu, saya permisi dahulu ya Tuan", jawab suster itu lagi kepada Tara dan Tara dia hanya mengangguk saja menanggapi suster itu.
Sepeninggalan suster itu, Tara langsung saja menelfon seseorang lagi, dan ternyata Tara menelfon sekretarisnya.
"Halo Tuan Tara", kata Dizon kepada Tara ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya.
"Kamu cari tahu, seorang Dokter yang bernama Carabella, dia Dokter Spesialis Kandungan dirumah sakit adik saya dirawat, saya tunggu dalam waktu satu jam dari sekarang Dizon", perintah Tara dengan tegas kepada Dizon.
"Baik Tuan", jawab Dizon dan Tara langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
Kembali keruangannya Ana, Alex saat ini sedang berbincang dengan Papi dan juga Tuan Fredo dishofa yang ada diruangannya Ana.
Ketika tadi Alex yang sedang merasakan malu karena perkataannya Ana, tiba-tiba dia mendapatkan telefon juga dari Papinya, yang menanyakan kabarnya Ana bagaimana, dan Alex kangsung saja berbicara jujur kepada Papinya.
Dan saat ini Tuan Gavi dan Nyonya Gia sudah berada diruangannya Ana, untuk menjenguk Ana. Setelah tadi diberitahu oleh Alex.
Walau Alex sedang berbincang dengan Papi dan Daddynya Ana, akan tetapi mata dia selalu melihat kearahnya Ana.
"Ibu, Ibu apa Mamahnya Kak Xande**r?? ", tanya Ana kepada Nyonya Gia.
Nyonya Gia yang dipanggil Ibu oleh Ana, dia tiba-tiba tertawa kecil karena lucu saja baginya.
"Saya tidak pernah mendengar Ana memanggil saya, sekalinya memanggil Ana memanggilku dengan panggilan Ibu, terasa lucu Ana ditelinga saya", kata Nyonya Gia sambil tertawa lucu kepada Ana.
"Terus saya harus memanggil apa Bu, Nenek ya tidak mungkin, kan wajah Ibu sudah Ibu-Ibu akan tetapi masih cantik", jawab Ana kepada Nyonya Gia membuat Alex yang melihat dan mendengarnya dari shofa yang dia duduki ikut tertawa juga seperti Maminya.
"Panggil Mami saja Ana, seperti Xander memanggil saya", jawab Nyonya Gia kepada Ana, sambil tertawa kecil.
"Mami, dan ini Mommy, semoga Daddy tidak ketukar ya", jawab polos Ana kepada Nyonya Gia sambil menunjuk kearah Mommynya.
"Ana lucu ya, pantas saja Xander sangat menginginkanmu Ana", kata Nyonya Gia kepada Ana.
"Dan Ana tadi ingin bertanya apa kepada kepada Mami hmm?? ", kata Mami kepada Ana sambil mencubit pelan pipinya Ana.
"Itu Kak Xander kenapa sudah tidak tinggal bersama Mami dan Tuan itu, apakah Mami dan Tuan itu mengusir Kak Xander dari rumah kalian, dan Mami Tuan itu apakah Papahnya Kak Xander?? ", tanya Ana kepada Nyonya Gia, sambil menunjuk kearahnya Tuan Gavi dan membuat Nyonya Gia tertawa lagi dibuatnya.
"Kami tidak mengusirnya Ana, memang Xander lebih suka tinggal sendiri, lagi pula Xander juga sudah mempunyai rumah sendiri", jawab Maminya Alex kepada Ana.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Fredo yang mendengar dan melihat Ana menunjuk kearahnya dia juga ikut menimpali perkataannya Ana. Sedangkan Alex masih tersenyum dengan semua perkataannya Ana yang menurutnya lucu itu.
"Iya saya Papinya Xander Ana, dan sekaligus calon mertua kamu", kata Tuan Gavi menjawab perkataannya Ana.
"Calon mertua itu apa Mommy?? ", tanya Ana kepada Mommynya.
"Mertua itu sebutan untuk kedua orang tuanya suami kamu kelak Princess", jawab Mommy Dania menjelaskan dengan sabar.
"Oh iya-iya, kan Kak Xander memang ingin Ana menjadi istrinya, dan tadi Kak Xander juga bilang jika sudah menikah mau mengajari Ana membuat baby", jawab Ana dengan polosnya kepada semuanya, membuat semua orang yang mendengarnya langsung tertawa dibuatnya.
Sedangkan Alex dia hanya tertawa garing dan malu kepada semuanya, karena Papinya yang tertawa paling keras diantara semuanya.
"Anakku yang sangat ditakuti oleh para saingan bisnisnya, sekarang kalah dengan seorang Ana yang pemikirannya masih polos", kata Tuan Gavi disela-sela tawanya.
"Daddy..... ", panggil Ana kepada Daddynya yang duduk disebelahnya Alex.
"Iya Ana, ada apa?? ", tanya Tuan Fredo kepada Ana.
"Daddy lupa ya mau membelikan Ana sikat gigi dan pasta gigi", tanya Ana kepada Tuan Fredo dan langsung saja membuat Tuan Fredo serta Mommy Dania melihat kearahnya Alex. Dan mereka langsung saja tertawa mendengar pertanyaannya Ana.
Sedangkan Alex dia juga tertawa sambil menggelengkan kepalanya dan menunduk.
"Tuan Fredo dan Nyonya Dania kenapa kalian tiab-tiba tertawa begitu, mendengar Ana meminta sikat gigi dan pasta gigi?? ", tanya Tuan Gavi dengan penasaran.
"Tidak apa-apa Tuan, hanya saja ada kejadian lucu sama sikat gigi dan pasta gigi itu", jawab Tuan Fredo disisa-sisa tawanya.
"Xander apakah kamu tahu?? ", tanya Tuan Gavi kepada Alex.
"Tidak tahu Pi, sudah biarkan saja Ana mau berbicara apa", jawab Alex sekenanya saja.
Membuat Tuan Fredo dan Mommy Dania tertawa lagi mendengarnya.
"Nak Xander lama-kelamaan nanti ketularan Ana", kata Mommy Dania kepada Alex dengan tertawa.
Sedangkan Ana sipembuat Alex malu, dia seperti tidak merasa bersalah saja, dan malah dengan santainya memakan roti yang dibawakan oleh Nyonya Gia tadi.
ππππππππππππ
Author belum menemukan visual yang cocok untuk Ana readersπππ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***