
Dengan bibir yang masih menempel seperti itu, Arga lalu menggendong Veronica seperti koala didepan badannya.
Vero dia tidak memberontak sama sekali daritadi hingga dia digendong seperti itu oleh Arga.
Arga ternyata menggendong Vero menuju kedalam kamarnya. Dan ketika sudah sampai didalam kamar, Arga lalu menjatuhkan tubuh mereka berdua langsung diatas ranjang dengan posisi Veronica berada dibawah badannya.
Aleda sendiri daritadi dia tidak keluar dari dalam kamar, karena ternyata Aleda setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya dia langsung saja tertidur dengan sangat lelap sekali.
Jadi dia tidak menyadari apa yang sedang dilakukan oleh Arga dan juga Kakaknya yaitu Veronica.
Arga yang sudah melepaskan ciumannya kepada Vero, dia lalu menatap lekat wajahnya Vero dengan bibir yang tersenyum dengan sangat manis sekali.
Begitu juga dengan Vero dia juga tersenyum dengan sangat manis kepada Arga.
"Sungguh baru kali ini aku tergila-gila dengan seorang wanita dan wanita itu adalah kamu sayang",, kata Arga kepada Vero sambil tersenyum.
"Bolehkah aku bertanya kepadamu Kak Arga??", kata Vero kepada Arga.
"Silahkan sayang", jawab Arga kepada Vero.
"Jika Kak Arga sedang membutuhkan kebutuhan biologisnya Kakak, Kakak akan menyalurkannya bagaimana??", tanya Vero kepada Arga dengan to the point.
"Akan aku jawab jujur sayang, tapi kamu janji jangan marah kepadaku", kata Arga kepada Vero.
Dan Vero dia masih diam sambil terus mendengarkan kelanjutan perkataannya Arga.
"Aku menyewa seorang j4l4ng untuk memuaskan n4fsuku itu Vero, aku juga laki-laki normal, jika aku memuaskannya dengan sendirian rasanya tidak bisa begitu plong", kata Arga lagi kepada Vero.
Sakit memang mendengar laki-laki yang kita sukai pernah memakai jasa seorang j4l4ng, namun Vero tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Arga, karena itu juga kebutuhan yang tidak bisa ditunda-tunda.
"Apakah kamu marah kepadaku Vero??", tanya Arga kepada Vero ketika dia melihat Vero hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya.
"Tidak, hanya saja aku sedikit terkejut, ternyata Kakak pernah mencicipi seorang j4l4ng", jawab Vero kepada Arga.
"Ya mau bagaimana lagi sayang, aku juga terpaksa dan itu pun tidak setiap saat, hanya waktu-waktu tertentu saja aku menyewanya", kata Arga kepada Vero.
"Aaah sudahlah jangan dibahas lagi, lagi pula aku sebentar lagi akan mempunyai kamu yang setiap saat bisa memuaskanku", kata Arga lagi kepada Vero sambil tersenyum miring.
__ADS_1
"Jadi maksud Kak Arga aku adalah sebagai pengganti j4l4ng begitu ya??", kata Vero kepada Arga.
"Kenapa kamu memikirnya cetek begitu sih sayang", kata Arga kepada Vero sambil menyentil dahinya Vero.
Hingga membuat Vero langsung mengaduh kesakitan.
"Sakit tahu Kak", kata Vero kepada Arga sambil mengusap dahinya.
"Habisnya kamu seperti itu menilai diriku", kata Arga kepada Vero dengan posisi masih berada diatas tubuhnya Vero.
"Lha kata-katanya Kakak juga seperti itu membuatku berfikir seperti tadi", bantah Vero kepada Arga dengan wajah yang berpura-pura cemberut.
"Sekarang sudah berani membantah ya kamu", kata Arga kepada Vero sambil mencubit hidungnya Vero.
Membuat Vero langsung saja tertawa cukup keras mendengar perkataannya Arga.
Arga sedikit terpana melihat Vero bisa tertawa puas seperti itu kepadanya tadi.
Dan Vero yang melihat Arga melihat kearahnya dengan tatapan terpananya membuat Vero seketika terdiam dari tertawanya.
"Kakak jangan melihatku seperti itu, membuatku malu saja", kata Vero kepada Arga.
"Sudah minggir Kak, aku mau melanjutkan lagi memasaknya, nanti kita tidak jadi makan malam jika belum matang masakanku", kata Vero kepada Arga sambil berusaha mendorong tubuhnya Arga dari atas tubuhnya.
"Cium dulu dong", kata Arga kepada Vero.
"Tidak mau", jawab Vero kepada Arga.
"Jika tidak mau kita akan seperti ini terus posisinya", kata Arga lagi kepada Vero.
Vero mau tidak mau dia lalu mencium Arga tepat dibibirnya, namun ketika Vero ingin melepaskan ciumannya, Arga semakin menekannya saja alhasil mereka berciuman dengan sangat lama, mesra dan penuh dengan perasaan sekali.
Dan ketika mereka sudah sama-sama puas berciumannya, Arga lalu berpindah posisi disampingnya Vero untuk mengijinkan Vero melanjutkan memasaknya.
Sungguh Arga sangat berusaha dengan keras sekali, supaya dia tidak menyerang Vero saat itu juga.
Karena ketika dia menikmati bibir lembutnya Vero, sesuatu miliknya yang tersembunyi ingin menunjukkan aksinya kepada Vero, namun selalu Arga tahan-tahan.
__ADS_1
"Sudah kan, sekarang ijinkan aku pergi memasak", kata Vero kepada Arga sambil berdiri didepannya Arga yang masih rebahan diatas ranjang.
Arga hanya tersenyum manis saja kepada Vero, sedangkan Vero dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Arga untuk menuju kedalam dapur.
Ketika Vero sudah sampai didalam dapur, dia yang melanjutkan memasaknya dengan bibir yang terus menyunggingkan senyuman, sambil mengingat bibir kenyalnya Arga tadi.
Arga dan Vero mereka berdua sedang dimabuk asmara sekali, karena mereka lagi hangat-hangatnya merasakan apa namanya cinta didalam hati mereka.
Dan Arga sendiri, dia yang masih didalam kamar, dia juga terus tersenyum senang sambil membayangkan wajahnya Veronica.
Sedangkan kedua orang tuanya Arga yang sudah pindah kerumah sederhana yang sudah disiapkan oleh Arga.
Mamah Arga dia hanya diam saja daritadi sambil terus meratapi nasibnya yang berubah menjadi miskin lagi.
Dan Ayah Geoff dia juga mendiamkan istrinya sejak keluar dari dalam rumah mewahnya hingga mereka pindah kerumah sederhananya itu.
Ayah Geoff sengaja mendiamkan Mamah Iris karena itu memang murni sikap jengkelnya Ayah Geoff dengan Mamah Iris yang tidak pernah berubah dari dulu.
Dan sekalian untuk menambah menyakinkan lagi akting dia dihadapannya Mamah Iris.
"Terima nasib itu lebih baik, daripada meratapi nasib seperti itu", sindir Ayah Geoff kepada Mamah Iris yang diam saja meratapi nasibnya yang jatuh miskin lagi.
"Jika Mamah diberi kesempatan oleh Tuhan kelak menjadi orang kaya lagi, Ayah harap Mamah tidak sombong lagi seperti kemarin", kata Ayah Geoff lagi kepada Mamah Iris.
Dan Mamah Iris dia masih diam saja dengan tatapan kosongnya itu.
"Karena kesombongan yang Mamah bawa itu akan membuat Mamah berada dalam kehancuran yang siap menanti Mamah", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris.
"Untuk apa sombong Mah, jika nanti ujung-ujungnya kita meninggal tidak bawa apa-apa", lanjut terus perkataannya Ayah Geoff kepada Mamah Iris.
Namun Mamah Iris masih tetap saja diam, tanpa menjawab satu patah kata pun kepada Ayah Geoff.
Setelahnya mendengar semua perkataan dari Ayah Geoff, Mamah Iris dia langsung beranjak berdiri dari duduknya dan meninggalkan Ayah Geoff yang sendirian duduk dikursi teras depan.
Karena saat ini mereka berdua memang sedang duduk dikursi yang ada diteras depan rumah sederhana mereka.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...