GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 11


__ADS_3

Veronica dan Arga akhirnya mereka berdua tinggal dirumahnya Ayah Geoff untuk sementara waktu sampai rumah mereka yang baru benar-benar sudah jadi pengerjaannya.


Selama tinggal dirumahnya Ayah Geoff, Veronica dia hanya bertegur sapa dengan Daneil, yaitu Kakak iparnya hanya sebatas ipar saja.


Veronica yang tidak mempunyai perasaan apa-apa dengan Daneil jadi dia bisa begitu biasa saja ketika melihat atau berpas-pasan dengan Daneil ketika didalam rumah.


Namun berbeda dengan Daneil yang masih semakin susah melupakan perasaannya dengan Vero, ketika Veronica dan Arga memutuskan untuk tinggal dirumahnya Ayah Geoff.


Sebisa mungkin Daneil dia mencari kesibukan selama masa cutinya itu selama dua minggu, namun jika tidak ada kegiatan Daneil akan lebih sering menghabiskan waktunya didalam kamarnya saja.


Bukan Daneil sekali yang lebih suka didalam kamar terus, padahal aslinya jika Daneil sedang dirumah dia akan lebih saring menghabiskan waktunya untuk berenang, olahraga, ngegym dan bersantai diruang keluarga.


Daneil yang waktu itu dia sedang berada ditaman belakang rumahnya Ayah Geoff, dia begitu bebas sekali menikmati waktu santainya itu, sebab dirumah Veronica dan Arga mereka berdua sedang ikut berpiknik dengan Keluarga Damara menggunakan bus barunya Ana yang baru kemarin diantar oleh Perusahaan Busnya.


"Rasanya hatiku sedikit tenang, tidak ada Vero dirumah ini, rasanya hatiku begitu sesak sekali melihat Vero selalu mesra dengan adik aku sendiri", kata Daneil dengan suara pelan sambil melamun duduk dikursi taman.


Mamah Iris yang ingin memanggil Daneil untuk menanyakan sesuatu, Mamah Iris begitu terkejut sekali, ketika mendengar perkataannya Daneil yang begitu jelas didengarnya tadi.


Dan apa yang selama ini Mamah Iris rasakan dari Daneil kepada Vero semakin jelas saja.


"Daneil", panggil Mamah Iris kepada Daneil.


Membuat Daneil langsung saja terkejut, karena tiba-tiba Mamahnya ada dibelakangnya.


Daneil takut jika Mamah Iris mendengar apa yang baru saja tadi dikatakannya untuk Vero.


"Ma..... Mamah!!, ada apa Mah??", kata Daneil dengan nada sedikit terkejut dan gugup.


Mamah Iris langsung saja duduk dikursi taman seberangnya Daneil, berseberangan dengan meja yang ada ditengah-tengah mereka.


"Apa Mamah tidak salah dengar??, apa maksud dari perkataan kamu tadi Daneil??", kata Mamah Iris meminta penjelasan kepada Daneil ketika sudah duduk dikursi seberangnya Daneil.

__ADS_1


"Perkataan yang mana Mah??, Daneil tidak mengatakan apa-apa tadi??", jawab Daneil berpura-pura tidak mengerti maksud sang Mamah.


"Mamah belum tuli ya Daneil, bisa jelaskan apa maksud perkataan kamu tentang Vero dan Arga tadi??, apa kamu juga mencintai Veronica Daneil??, jawab Mamah!!", kata Mamah Iris kepada Daneil dengan sedikit tegas.


Daneil yang bingung ingin menjawab apa, akhirnya dia memberanikan jujur kepada sang Mamah tercinta.


Untung saja dirumah cuma ada Mamah Iris dan Daneil saja, sedangkan Ayah Geoff dia sedang bekerja dikantor.


"Iya Mah, Daneil mencintai Veronica Mah", jawab Daneil dengan jujur kepada Mamah Iris sambil menatap lurus kedepan, tanpa melihat kearah Mamahnya.


"Sadar Danei, dia itu adik ipar kamu!!, kamu jangan sampai merusak rumah tangga adik kamu sendiri", kata Mamah Iris kepada Daneil dengan nada yang sangat terkejut.


"Jangan sampai juga Arga mengetahui perasaan kamu ini untuk istrinya, kalian bisa berantem hanya karena seorang wanita", kata Mamah Iris lagi kepada Daneil.


"Tapi Daneil mencintai Vero jauh sebelum Arga mengenal Veronica Mah", jawab Daneil kepada Mamah Iris sambil melihat kerahnya Mamah Iris.


"Apa maksud kamu Daneil??", tanya Mamah Iris lagi kepada Daneil.


Dari Vero yang merawatnya karena terluka, dari Daneil yang menyukai kesederhanaannya Vero, dan juga Daneil yang sudah melamar Vero namun ditolak Veronica, semuanya Daneil ceritakan jujur kepada Mamahnya.


Mamah Iris sungguh tidak menyangka mendengar cerita dari anak sulungnya itu.


Dan Mamah Iris semakin tidak menyangka lagi ketika kedua anak laki-lakinya bisa mencintai satu wanita yang sama.


"Bukannya kata kamu, kamu sudah tidak melihat Vero selama dua tahunan Nak, tapi kenapa kamu masih mempunyai perasaan kepada Vero??", tanya Mamah Iris lagi untuk kesekian kalinya kepada Daneil.


"Karena selama dua tahun itu, Daneil tidak pernah menghilangkan perasaan ini kepada Vero Mah", jawab Daniel dengan segera kepada Mamah Iris.


"Daneil selalu memandangi foto-fotonya Vero yang Daneil ambil secara diam-diam Mah, itulah mengapa perasaannya Daneil untuk Veronica belum bisa hilang walau sudah dua tahun lebih berada didalam hatinya Daneil", jawab Daneil lagi kepada Mamahnya dengan wajah yang benar-benar terlihat dia sangat mencintai Vero.


Mamah Iris dia reflek sampai meneteskan air matanya ketika mendengar perkataannya Daneil, apalagi ketika Mamah Iris melihat wajahnya Daneil yang sangat tersiksa akan perasaannya itu.

__ADS_1


Mamah Iris dia lalu beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Daneil, sedangkan Daneil dia masih saja diam sambil terus memperhatikan sang Mamah.


Mamah Iris yang sudah sampai didepannya Daneil, dia lalu dengan segera membawa Daneil kedalam pelukannya untuk memberikan suport dan ketenangan untuk Daneil.


"Kamu yang sabar Nak, itu tandanya Vero tidak berjodoh dengan kamu, dan Mamah harap kamu menghilangkan perasaan kamu untuk Vero ini, sebab perasaan ini akan selalu menyakitimu jika kamu pertahankan, apalagi Veronica sendiri dia sudah berbahagia dengan adik kamu Arga", kata Mamah Iris kepada Daneil yang sedang berada dipelukannya.


Daneil pun dia juga membalas pelukannya sang Mamah, sambil meneteskan air matanya.


Karena sekuat apapun laki-laki itu, jika sudah merasakan emosional yang membuncah, pastilah dia membutuhkan sandaran dan juga mengeluarkan air mata, sama seperti wanita.


"Daniel sudah berusaha Mah, tapi sekeras apapun Daneil berusaha tetap saja sia-sia hasilnya", jawab Daneil kepada Mamahnya.


Mamah Iris lalu melepaskan pelukannya dari tubuhnya Daneil.


"Kamu pasti bisa Nak, biarkan ini mengalir seperti air, jangan kamu paksakan, dimana Daneilnya Mamah yang kuat yang selama ini ada, dimana jiwa Letnan Daneil yang bersemayam dalam jiwa kamu Nak", kata Mamah Iris memberikan semangat kepada Daneil sambil menatap lekat wajahnya Daneil.


"Iya Mah, terimakasih sudah memberikan semangat untuk Daneil", jawab Daneil kepada Mamahnya sambil tersenyum manis.


"Dan jangan lagi kamu menghindar jika ada Vero dirumah ya Nak, dibuat enjoy dan santai saja", kata Mamah Iris lagi kepada Daneil.


"Jika kamu menghindar seperti biasanya, itu malah membuat kamu semakin susah untuk melupakan Vero Nak, percaya deh sama Mamah", lanjut lagi perkataannya Mamah Iris kepada Daneil.


"Mamah tahu??", tanya Daneil sambil tertawa lucu.


"Ya tahulah, Mamah kan yang melahirkan kamu Nak", jawab Mamah Iris sambil tertawa juga.


Daniel langsung semakin tertawa saja ketika mendengar jawaban dari Mamah Iris.


Dan Daneil merasa lebih rilax hatinya ketika dia mendapatkan suport dari Mamah Iris untuk melupakan Vero yang sekarang sudah berbahagia dengan adiknya yaitu Arga.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2