
"Kalau matipun Kakak juga senang dan tidak apa-apa ko Ana", kata Alex kepada Ana sambil gantian menyindir Arga.
Sedangkan Arga sendiri, dia sedikit dibuat melongo mendengar percakapan sepasang suami istri itu, yang malah mendoakannya cepat meninggal.
Alex sengaja berkata seperti itu kepada Ana karena ingin membalas Arga yang tadi sudah membuatnya gemas.
"Iya memang jika Kak Arga meninggal kita tidak apa-apa, tapi kasihan nanti Nona itu dia bisa menjadi janda", jawab Ana kepada Alex sambil menunjuk Vero yang sedang berjalan kearah ruang tamu.
Vero dan juga Arga yang mendengar perkataannya Ana mereka berdua langsung saja membuka sedikit mulutnya karena terkejut.
Dan perkataannya Ana dari dulu sering serta banyak sekali kejutan yang tidak terduganya.
"Silahkan diminum Tuan, Nona", kata Vero kepada Alex dan juga Ana ketika dia sudah meletakkan minuman yang dibuatnya.
Alex hanya mengangguk saja kepada Vero, sedangkan Ana dia tersenyum manis sambil mengucapkan kata terima kasih kepada Vero.
"Saya permisi dulu", kata Vero kepada semua orang dengan sopan.
"Lho Nona mau kemana??, tidak mau menemani kami dan duduk disebelahnya Kak Arga disini??",, kata Ana kepada Vero.
Membuat Vero langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Arga, begitu pula Arga juga mengalihkan pandangannya kearahnya Vero.
"Dan Kak Arga apa sudah kehabisan uang, kenapa istri sendiri malah disuruh memakai pakaian perawat seperti ini??",, kata Ana gantian memarahi Arga.
"Istriii!!!???", kata Arga ketika mendengar perkataannya Ana yang mengatakan jika Vero ini istrinya.
Sedangkan Vero dia masih diam saja tidak tahu mau menjawab apa, akan tetapi dia daritadi merasa terkejut sekali.
"Iya istri, dia kan istrinya Kakak kan??", jawab Ana kepada Arga.
"Tunggu-tunggu, jadi maksud kamu suster Vero ini adalah istri Kakak??", kata Arga kepada Ana, dan Ana langsung saja mengangguk kepada Arga.
Sedangkan Alex dia masih setia mendengarkan percakapan antara Ana dan juga Arga.
"Dia bukan istri Kakak Ana, dia adalah perawat yang ditugaskan oleh suami kamu itu untuk merawat Kakak", kata Arga menjelaskan kepada Ana.
__ADS_1
"Oh syukurlah", jawab Ana seperti lega mendengar perkataannya Arga.
"Nona apa anda tidak capek, duduklah", kata Alex yang melihat Vero masih berdiri daritadi dan dia langsung saja duduk dishofa sebelahnya Arga.
Arga yang melihat dan mendengar jika Ana sepertinya senang jika Vero tidak menjadi istrinya, dia menjadi bertanda tanya, apakah maksud perkataannya Ana tersebut.
"Kenapa syukur Ana, maksudnya bagaimana??", tanya Arga dengan ekspresi bingungnya kepada Ana.
"Ya syukur jika Nona ini tidak menjadi istrinya Kakak, kan Kakak sendiri orangnya rada-rada gila", jawab Ana kepada Arga.
Membuat Arga langsung sedikit melototkan matanya kepada Ana, karena dikatakan gila olehnya.
Sedangkan Alex dan juga Vero, mereka tertawa kecil saja dalam diam mereka.
"Jadi selama ini maksud kamu Kakak ini gila ya??", kata Arga yang tidak terima jika dikatakan gila oleh Ana.
"Iya", jawab Ana dengan wajah polosnya seperti tidak merasa bersalah kepada Arga.
"Contohnya apa jika kamu bisa menilai Kakak ini gila??", kata Arga kepada Ana dengan gaya menantangnya.
"Mau Ana sebutin satu persatu ya Kak, apa tidak malu nanti dengan Nona ini", kata Ana dengan berani kepada Arga.
Ana lalu menyebutkan apa saja yang sering dilakukan oleh Arga yang jarang diketahui oleh orang lain, yaitu jika Arga sering berbicara sendiri dimana pun tempatnya jika sedang sebal dengannya maupun dengan Alex dan suka menggerutui Alex dibelakangnya.
Bahkan Ana juga mengatakan jika Arga orangnya suka menggerutuinya juga didalam hatinya sampai dia ingin membuat Ana seperti perkedel.
Ana bisa tahu itu semua, karena Ana sering melihat Arga seperti itu, dan Arga sendiri tidak tahu jika aksinya itu dilihat oleh Ana.
Bahkan Ana jika melihat Arga seperti itu sedang berbicara sendiri, Ana selalu mengatakan jika Kak Arga gila.
Arga yang mendengar semua perkataannya Ana dia menjadi malu kepada Vero, dan dia langsung saja menarik nafasnya dengan panjang-panjang supaya tidak memarahi Ana saat itu juga.
Arga tidak belajar dari pengalaman, jika dia salah mencari musuh yaitu Ana, karena seperti sebelum-sebelumnya Argalah yang pasti kalah dengan perkataan polosnya Ana.
Alex langsung tertawa cukup keras mendengar perkataannya Ana yang semuanya benar apa adanya, karena Alex sendiri juga sering melihat Arga yang seperti itu.
__ADS_1
Alex tidak pernah marah dengan Arga, walau dia terkadang marah-marah dibelakangnya sambil menyebut-nyebut namanya, sebab Arga orangnya bisa dipercaya dan diandalkan.
Sedangkan Veronica, dia sudah tersenyum daritadi ketika mendengar semua kejelekannya Arga dibongkar oleh Ana.
"Tunggu dulu, Ana bisa tahu dari mana jika Kakak pernah mengatakan ingin membuat kamu seperti perkedel??, seingat Kakak, Kakak mengatakan itu didalam hati deh", kata Arga kepada Ana.
"Ih sudah gila, pikun pula", kata Ana kepada Arga dengan to the point.
Tambah melototlah matanya Arga dikatakan pikun pula oleh Ana.
"Kakak itu juga mengucapkannya ya sambil berjalan dengan tangan yang mengepal gemas, Ana melihat sendiri dengan jelas waktu Ana sedang berjalan dihalaman bersama baby L kemarin", kata Ana kepada Arga.
Arga langsung saja mengingat-ingat itu semua, dan akhirnya Arga teringat juga dengan kejadian itu, serta dia langsung saja menjadi malu sendiri dengan Ana sambil tertawa garing kepada Ana.
Arga yang gemas dengan Ana sampai ingin membuat Ana seperti perkedel, karena Ana waktu itu sedang menyuruh Arga untuk membersihkan dan mencuci kedua mobilnya Alex sampai bersih dan kinclong, sebab waktu itu Ana mengidam ingin melihat Arga mencuci mobilnya Alex.
Ketika Ana pergi meninggalkan Arga untuk mengambil ponselnya, Arga langsung saja meluapkan rasa gemasnya kepada Ana karena disuruh untuk mencuci mobil dengan cara mengomel sendiri seperti itu.
Ana mengambil ponselnya tidak sampai lima menit, karena ponselnya ternyata sedang dibawakan oleh Bi Lena yang juga ingin memberikan ponselnya kepada Ana.
Ana yang berjalan dihalaman samping mansion untuk menuju kegarasi mobil, dia melihat dan mendengar semua apa yang sedang dikatakan Arga untuknya.
"Ana waktu itu sudah bilang kepada Kak Xander untuk membawa Kakak kerumah sakit jiwa karena sering berbicara sendiri seperti itu, namun kata Kak Xander tingkat kegilaannya Kak Arga masih wajar", kata Ana lagi kepada Arga dengan polosnya.
Membuat Alex langsung tertawa puas melihat wajahnya Arga yang tersiksa ketika mendengar perkataannya jujur dari Ana.
Sedangkan Arga dia sudah menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dia tidak bisa meluapkan emosinya itu kepada Ana seperti biasanya.
"Pasti jika tidak ada kita semua disini, Kak Arga sudah mengomel dan menggerutu seperti biasanya kan", goda Ana kepada Arga sambil tertawa.
"Iya kamu benar sayang, benar sekali, atau lebih baik kita pulang saja yuk, supaya Arga ini bisa menggerutui kita seperti biasanya", sambung Alex juga kepada Ana sambil menggoda Arga.
"Ya sudah pulang saja sana kalian berdua, sudah menjenguk tidak membawa apa-apa, menyumpahi mati, ditambah juga membuat aku darah tinggi", jawab Arga kepada Alex dan juga Ana dengan nada juteknya.
Alex tidak marah sama sekali dengan perkataannya Arga yang baru saja diucapkan oleh Arga tadi, dia langsung saja tertawa bahagia melihat penderitaannya Arga yang disebabkan oleh Ana seperti biasanya, sedangkan Ana dan juga Vero mereka berdua juga tertawa kecil melihat wajahnya Arga yang lucu seperti itu.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...