GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 96


__ADS_3

Ketika Nyonya Gia baru saja sampai dikantor suaminya dengan bersemangat dan dia langsung saja menaiki lift untuk menuju keruang kerjanya Tuan Gavi.


Alex hari itu dia belum masuk kekantor karena rasanya Alex masih capek sekali setelah liburan kemarin, mungkin lusa Alex akan berangkat kekantor dan sambil melihat kondisinya Ana terlebih dahulu, apakah bisa ditinggal atau diajak seperti biasanya, karena dia sedang hamil muda.


Seperti biasanya Arga yang sudah terbiasa ditinggal-tinggal oleh Alex dia sudah santai saja bila tiba-tiba ditinggal oleh Alex lagi, walau terkadang masih menggerutu, akan tetapi semua pekerjaan yang dipegang oleh Arga selama ini selalu selesai dan beres dengan baik.


"Nyonya Gia", sapa Arga yang berpas-pasan dan Maminya Alex ketika akan masuk kedalam lift, sedangkan Nyonya Gia dia ingin keluar dari lift, karena sudah sampai dilantai ruangan suaminya berada.


"Arga, suami saya diruangannya tidak?? ", tanya Nyonya Gia kepada Arga.


"Tuan Gavi beliau sedang rapat Nyonya diruang meeting dengan investor yang ada dilantai lima belas", jawab Arga dengan ramah kepada Nyonya Gia.


"Oh baiklah, sampaikan saja kepada Papi jika saya menunggu diruangannya", kata Nyonya Gia lagi kepada Arga.


"Baik Nyonya akan saya sampaikan", jawab Arga kepada Nyonya Gia.


"Satu lagi Arga, mungkin Xander hari ini tidak masuk lagi, kalau tidak lusa ya lusanya lagi, tidak tahu deh kapan pastinya dia akan masuk kekantor, soalnya istrinya sedang hamil muda, dan Alex begitu khawatir sekali dengan Ana", kata Nyonya Gia lagi kepada Arga.


Arga langsung terkejut mendengar jika Bosnya Alex sudah pulang dari liburan bulan madunya dan juga kabar jika Ana sedang hamil.


"Bos Alex sudah pulang Nyonya?? ", tanya Arga kepada Nyonya Gia dengan nada sedikit terkejut.


"Sudah baru kemarin malam mendarat kesini", jawab Nyonya Gia kepada Arga.


"Oh ya Nyonya selamat saya ucapkan atas kehamilannya Ana, dan sebentar lagi Nyonya akan menjadi seorang Oma dan Tuan Gavi akan menjadi seorang Opa", kata Arga kepada Nyonya Gia dengan tersenyum sangat lebar karena senang juga mendengar kehamilannya Ana.


"Terimakasih Arga, kalau begitu saya mau masuk dulu", jawab Nyonya Gia kepada Arga sambil tersenyum ramah juga, dan setelahnya Nyonya Gia dia langsung berlalu dari hadapannya Arga untuk menuju keruangannya Tuan Gavi.


Sedang Arga dia hanya mengangguk dan juga menundukkan sedikit badannya kepada Nyonya Gia.


..... **********.....


Alex dan Ana mereka sudah sampai dimansion mereka sendiri setelah tadi dari rumah sakit.


Semua pekerja, bodyguard, pelayan yang ada dirumahnya Alex mereka semua menyambut kepulangannya Alex dan juga Ana dengan sangat gembira.


"Tuan Alex, Nyonya Ana", sapa Bi Lena kepala pelayan yang ada dirumahnya Alex kepada Alex dan juga Ana ketika Alex baru saja menginjakkan kakinya kedalam rumah.

__ADS_1


Sedangkan yang lainnya mereka hanya menunduk sambil sedikit membungkukkan badannya saja kepada Alex dan juga Ana.


"Ada sesuatu yang akan saya sampaikan kepada kalian semuanya", kata Alex kepada semua pekerjanya yang sedang berbaris rapi menyambutnya. Sedang Ana dia masih dengan setia berdiri disampingnya Alex.


"Istri saya sedang hamil muda, untuk para chef kalian semua harus memasakkan masakan yang bergizi dan baik dikonsumsi untuk Ibu hamil, apa kalian faham", kata Alex kepada chef yang bekerja dirumahnya dan masih didengar yang lainnya juga.


"Faham Tuan Alex", jawab serempak para chef kepada Alex.


"Untuk bodyguard dan para anak buah maupun penjaga, kalian semua harus perketat lagi penjagaan dirumah ini, karena saya tidak mau ada yang akan mencoba menyakiti Ana dan calon anak saya, apa kalian mengerti!!! ", kata Alex kepada semua para bodyguard dan anak buahnya.


"Mengerti Tuan", jawab kompak para anak buah dan bodyguardnya Alex dengan sura tegasnya.


"Dan untuk para pelayan, jangan sampai masih ada debu yang menempel jika kalian sedang bersih-bersih, karena saya tidak mau jika nanti anak saya kena kuman", kata Alex kepada para pelayan dirumahnya.


"Baik Tuan", jawab para pelayan kepada Alex.


"Bi Lena kamu tolong awasi semuanya yang bekerja disini", kata Alex kepada Bibi Lena pembantu yang sudah bekerja dengan Alex dari Alex kecil.


"Siap Tuan", jawab Bi Lena kepada Alex.


"Baiklah kalian boleh bekerja kembali", kata Alex kepada semua orang yang bekerja dirumahnya.


"Sayang Ana istirahat dulu ya, Kakak mau menghubungi Arga untuk menanyakan tentang pekerjaan diruang kerja, Ana tidak apa-apa kan Kakak tinggal sebentar?? ", kata Alex kepada Ana ketika Ana dan Alex sudah berada didalam kamar mereka.


"Tidak apa-apa Kak, Ana juga mau tidur, entah kenapa rasanya mata Ana mengantuk sekali", jawab Ana kepada Alex.


Memang ibu hamil muda cenderung sering mengantuk ketika dipagi hari, karena perubahan hormonal, peningkatan kadar hormon progesteronlah yang sering menyebabkan Ibu hamil muda sering merasakan mengantuk dan lelah.


Tubuh juga menghasilkan lebih banyak darah untuk janin yang ada di dalam rahim.Β Selain itu, kadar gula darah dan tekanan darah ibu hamil di trimester pertama seringnya lebih rendah dari biasanya. Sehingga sering menyebabkan Ibu Hamil muda seperti Ana merasakan mudah lelah dan berujung ingin tidur saja.


"Ya sudah kalau begitu Ana tidur saja ya, Kakak keluar dulu", kata Alex kepada Ana sambil mencium keningnya Ana.


Ana langsung saja merebahkan badannya keranjang sedangkan Alex dia langsung berlalu keluar kamar untuk menuju keruang kerjanya untuk membahas bisnis dan kerjaan kepada Arga.


Ana yang baru lima menit ditinggal Alex keluar, dengan mudahnya dia sudah memejamkan matanya dengan begitu sempurnanya, dan ketika dibawah alam sadarnya Ana memimpikan sesuatu yang membuatnya ketika bangun langsung mengutarakannya kepada Alex nanti.


Ternyata tanpa Ana sadari Ana sudah tertidur sekitar dua jam saja, dan sekarang waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang.

__ADS_1


Bahkan Alex dia sudah masuk kedalam kamar sekitar empat puluh menit yang lalu. Dan waktu Alex masuk kekamar tadi, dia melihat Ana masih tertidur dengan pulasnya, alhasil Alex yang tidak tega membangunkan Ana, dia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya lagi dilaptop sambil duduk dishofa yang ada didalam kamar, sehingga supaya jika Ana terbangun dan mencarinya dirinya sudah ada didalam kamar.


"Huh, huh, huh, huh", kata Ana ketika Ana bangun dengan tiba-tiba dengan nafas yang tidak beraturan.


Alex yang terkejut melihat Ana bangun dengan tiba-tiba dia langsung saja mendekati Ana yang sedang mengatur nafasnya itu dan langsung juga meninggalkan pekerjaannya.


"Sayang ada apa hey, apa kamu sedang mengalami mimpi buruk tadi", tanya Alex yang sudah mendekati Ana dan duduk disampingnya Ana.


"Tidak Kak, justru sebaliknya Ana sedang mimpi yang sangat indah sekali, Ana berada ditaman yang indah sekali, tamannya penuh dengan bunga-bunga, kupu-kupu yang cantik, banyak pohon buah-buahan yang sudah ranum dan tinggal dipetik dan dimakan saja, pokokknya indah sekali Kak tempatnya. Jika Ana ingin memakannya pun Ana tinggal mengangkat tangannya Ana terus nanti dahan rantingnya akan turun sendiri Kak, bahkan didalam mimpinya Ana, ada pohon permen juga Kak", jawab Ana kepada Alex.


Ketika Ana baru mengambil satu permen yang sangat enak sekali rasanya itu, Ana langsung duduk dibawah pohonnya, dan tiba-tiba ada yang memanggil Ana, setelah Ana menoleh ternyata dia adalah Kak Tara yang berpakaian seperti peri dan punya sayap. Waktu Ana ingin mendekati Kak Tara, rasanya ada yang mendorong Ana, dan Ana langsung saja terjatuh kejurang yang ada disitu, itu yang membuat Ana terbangun Kak, karena terkejut", sambung Ana lagi menjelaskan mimpi yang baru saja dialaminya itu kepada Alex.


Ya begitulah sekiranya mimpi yang dialami Ana ketika dia sedang tidur dengan lelapnya tadi.


Walau merasa tidak masuk akal Alex tetap mendengarkan cerita dari Ana, karena Alex sendiri tidak bodoh, mimpi hanyalah bunga tidur.


"Ssstt sudah Ana, itu kan hanya mimpi, ada Kakak disini, Ana mau apa, bilang sama Kakak", kata Alex kepada Ana.


"Mau buah-buahan yang seperti dimimpinya Ana, atau permen boleh tapi sedikit saja ya, bilang saja sama Kakak Ana", sambung Alex lagi kepada Ana.


Ana yang mendengar perkataan dari Alex dia hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak mau semuanya.


"Terus jika Ana tidak mau, Ana maunya apa sayang, jangan cemberut begitu dong", kata Alex kepada Ana sambil mencubit gemas pipinya Ana.


"Ana maunya Kak Tara berpakaian seperti peri dan mengajak Ana berbelanja disupermarket Kak untuk membeli buah-buahan seperti yang ada didalam mimpinya Ana Kak", jawab Ana kepada Alex membuat Alex langsung tertawa dengan begitu kerasnya.


"Kakak kenapa tertawa, apa ada yang lucu?? ", tanya Ana dengan muka imutnya kepada Alex.


"Iya Kakak sedang membayangkan Kakak kamu berpakaian seperti peri", jawab Alex kepada Ana sambil masih tertawa.


"Tapi Ana pinginnya itu Kak", jawab Ana sambil ingin menangis.


Alex langsung menghentikan tawanya karena melihat wajahnya Ana yang mau menangis.


"Hey, ok-ok ayo kita kerumah Daddy kalau begitu, sudah ya jangan menangis sayang", jawab Alex kepada Ana sambil memeluknya.


Dan Ana langsung senang mendengarnya, mereka lalu bersiap-siap, untuk berangkat menuju kerumahnya Tuan Fredo, akan tetapi sebelum berangkat Alex meminta haknya satu ronde saja kepada Ana, karena Alex sudah tidak tahan melihat kemolekan tubuhnya Ana yang begitu menggodanya, ketika sedang berganti pakaian, apalagi dari kemarin palu thornya Alex dianggurin terus begitu saja.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2