
Sedangkan kita berpindah keArga dan juga Alex yang sudah sampai didepan ruang operasi, mereka berdua langsung saja mengucapkan terimakasih kepada Dokter tadi yang sudah mengantarkan mereka.
Dan Dokter tadi dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Arga dan juga Alex ketika dia sudah mengantarkan ketempat yang mereka tuju.
Ketika Arga dan juga Alex yang baru saja sampai diruang operasi sambil menunggu operasinya Daneil selesai.
Tiba-tiba ada salah satu Asisstan Dokter berteriak sambil berkata kepada semua pengunjung yang menunggu didepan ruang operasi.
"Keluarga Tuan Daneil, apakah ada disini??", kata asisstan Dokter tadi dengan suara yang cukup keras, supaya terdengar oleh para Keluarga pasien yang sedang menunggui keluarga mereka yang sedang pada operasi.
Arga dan Alex yang medengar perkataan dari asisstan Dokter tersebut, mereka berdua langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk mendekati asisstan Dokter tersebut.
"Kami adalah keluarganya", kata Alex kepada asisstan Dokter tersebut.
"Tuan Damara??", kata asisstan Dokter itu ketika mengenali siapa orang yang berbicara kepadanya.
Alex hanya mengangguk saja kepada asisstan Dokter tersebut.
"Oh mari Tuan-tuan, ayo segera ikut dengan saya", ajak asisstan Dokter tersebut kepada Arga dan juga Alex.
Arga dan juga Alex mereka berdua langsung saja mengikuti langkah kaki sang asisstan Dokter tersebut untuk masuk keruang operasi.
"Mohon maaf Tuan-Tuan, tolong ganti pakaian anda dengan ini", kata asisstan Dokter tersebut sambil memberikan pakaian operasi kepada Alex dan juga Arga.
Didalam ruang operasi sedikit gempar, karena pasalnya mereka tidak menyangka jika salah satu pasien yang mereka tangani adalah salah satu anggota Keluarga dari orang terpandang dinegara mereka, siapa lagi kalau bukan Alexander Damara.
Alex dan Arga yang sudah berganti pakaian operasi mereka berdua langsung saja mengikuti asisstan Dokter tersebut untuk mengambil barang-barang dan bajunya Daneil yang tadi sudah dilepas semua dari badannya Daneil.
"Tuan-Tuan, ini pakaiannya Tuan Daneil dan ini adalah barang-barang yang ada dibadannya Tuan Daneil termasuk hadiah kecil yang itu yang kami temukan juga didalam saku celananya Tuan Daneil", kata asisstan Dokter tersebut kepada Arga dan juga Alex.
Arga langsung saja menerima semua barang-barangnya Daniel termasuk satu bungkus kado kecil itu.
Arga sebenarnya sangat penasaran sekali dengan satu buah kado kecil itu, namun dia berfikir tidak tepat waktunya jika membukanya sekarang.
"Dan Tuan, anda bisa meninggalkan barang-barang itu dulu disini, sekarang mari ikut saya masuk", kata Asisstan Dokter itu lagi kepada Arga dan juga Alex yang daritadi hanya diam saja sambil terus mendengarkan semua perkataannya asisstan Dokter tersebut.
Arga dan Alex mereka berdua lalu diajak masuk kedalam ruang operasinya Daneil untuk melihat kondisinya Daneil yang sungguh sangat kritis sekali.
Daneil dia mengalami patah tulang rusuk, yang sayangnya patahan tulang itu menusuk kedalam jantungnya, sehingga membuat Daneil belum sadarkan diri namun masih berdetak jantungnya namun sangat lemah sekali.
__ADS_1
Dokter sebisa mungkin memberikan penanganan yang terbaik untuk Daneil.
Ditambah lagi, kepalanya Daneil juga ternyata mengalami benturan yang cukup keras dengan sesuatu ketika dia ditabrak tadi.
Arga hanya bisa diam saja sambil terus melihat keadaan sang Kakak yang dibedah-bedah seperti itu dengan air mata yang tanpa sadar mengalir deras dari kelopak matanya.
Dan Alex yang menemani Arga disampingnya, dia juga hanya bisa diam saja, sambil mengucapkan sebuah perkataan didalam hatinya.
Entah perkataan apa yang dikatakan oleh Alex hanya Alex yang tahu.
Ketika Dokter sudah berusaha sekitar dua jam lamanya untuk menyelamatkan nyawanya Daneil dan Arga serta Alex yang baru saja masuk kedalam ruang operasinya Daneil sekitar tiga puluh menitan, akhirnya layar komputer yang terhubung ketubuhnya Daneil menunjukkan garis lurus yang menandakan jika Daneil tidak bisa diselamatkan.
Takdir ternyata berkata lain, dan Tuhan mengambil Daneil dari sisinya Arga.
"No Kakak, Kak Daneil", kata Arga yang melihat sendiri jika sang Kakak tidak bisa diselamatkan oleh Dokter.
"Kakaaaaaakkkk!!!!!", teriak Arga lagi untuk memanggil sang Kakak yang sudah tidak bergerak lagi itu.
Alex yang melihat jika situasi tidak keondusif, dia langsung saja menarik Arga untuk keluar dari dalam ruang operasi supaya tidak menganggu para Dokter yang sedang sangat serius sekali itu.
Sang asisstan Dokter tadi, dia sengaja disuruh oleh Dokter untuk memanggil perwakilan dari keluarganya Daneil supaya keluarganya Daneil bisa melihat sendiri bagaimana kondisinya Daneil yang sangat tipis kemungkinan bisa diselamatkan itu.
Arga tidak perduli ketika semua para pengunjung rumah sakit melihat kearahnya yang sedang menangis tersedu-sedu seperti itu.
Alex yang merasa kasihan dengan Arga dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada didalam hatinya Alex dia juga merasa sedih dan ingin segera memberikan pelajaran kepada orang yang sudah menabrak Daneil tadi.
Sedangkan didalam ruang operasi, para Dokter lalu membenahi Daneil seperti sedia kala, dan membersihkan tubuhnya Daneil dari darah yang menepel dimana-mana.
"Kakaaaaakkkk", kata Arga dengan sangat pilu sekali sambil memanggil nama sang Kakak yang sangat disayanginya itu.
Alex yang punya inisiatif, dia lalu menghubungi Ayah Geoff untuk mengabari kondisinya Daneil sekarang.
Ayah Geoff yang sedang berbincang bersama Mamah Iris, dia lalu mengangkat sambungan telefonnya Alex.
Ketika Ayah Geoff sudah mengangkat sambungan telefonnya Alex, dia tiba-tiba berteriak dengan sangat kencang sekali.
"Apaaaaaaa!!!!!!!!!!", teriak sangat kencang sekali dari Ayah Geoff ketika dia diberitahu oleh Alex jika Daneil tidak tertolong nyawanya.
Teriakan cukup kencang dari Ayah Geoff membuat perasaan dari Mamah Iris semakin tidak karuan saja.
__ADS_1
Dan tanpa sadar pula, Vero yang terkejut dari teriakannya Ayah Geoff tadi, membuat Vero menjadi perlahan-lahan membuka matanya.
Mamah Iris yang terkejut dengan teriakannya Ayah Geoff tadi dia lalu bertanya kepada Ayah Geoff ketika Ayah Geoff sudah mematikan sambungan telefonnya.
Mamah Iris langsung saja pingsan ketika mendengar perkataannya Ayah Geoff jika anak sulung kebanggaannya itu sudah meninggal dunia.
Vero yang mendengarnya juga karena sudah sadar tadi, dia langsung saja meneteskan air matanya dengan cukup deras sekali.
Ayah Geoff langsung saja bingung ketika melihat sang istri sedang pingsan seperti itu.
"Kak Daneiiiiiiiiiilll", kata Vero dengan suara yang tercekat karena menangis.
Ayah Geoff langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Vero yang sedang menangis.
Semakin bingung pula Ayah Geoff ketika melihat Vero ternyata sudah tersadar namun dalam kondisi menangis yang tersedu-sedu seperti itu, dan akhirnya Ayah Geoff langsung saja memencet tombol yang tersedia disitu untuk memanggil Dokter untuk menangani Mama Iris serta melihat kondisinya Vero yang ternyata sudah sadar seperti itu.
...πππππππππππππ...
Perkenalkan readers, ini Daneilπ
Semoga cocok dan sukaπ
Maaf partnya mengandung bawangπ’
DANEIL
B O N U S π
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC Bonchap***...