GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 5


__ADS_3

Pagi hari dikediamannya Ayah Geoff, entah kenapa Arga tadi pagi-pagi sekali mendapat telefon dari Alex untuk segera berangkat kekantor sekitar pukul setengah tujuh pagi.


Vero yang saat itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dia dibuat sangat terkejut sekali oleh Arga, karena Arga tahu-tahu ketika Vero membuka pintu kamar mandi, Arga sudah berada didepan pintu kamar mandi, padahal waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi.


"Astaga Kak Arga, Kak Arga membuat Vero terkejut saja", kata Vero ketika dia melihat Arga sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Maaf sayang, Kakak terburu-buru, karena tadi ditelefon oleh Bos Alex untuk segera berangkat kekantor", jawab Arga kepada Vero, dan Arga langsung saja masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan Vero yang melihat Arga sudah masuk kedalam kamar mandi, dia lalu mengetuk pintu kamar mandinya lagi.


"Iya ada apa Vero?", kata Arga ketika sudah membuka pintu kamar mandinya.


"Vero mau kebawah ya Kak, untuk masak", kata Vero kepada Arga.


"Iya silahkan, tapi palingan sudah dimasak oleh Bibi", jawab Arga kepada Vero.


"Iya tidak apa-apa, setidaknya Vero bisa membantu, rasanya tidak terbiasa pagi-pagi hanya berdiam diri saja Kak", kata Vero lagi kepada Arga.


"Ya sudah, tapi jangan capek-capek ya, kan sekarang sudah ada dedek didalam sini", kata Arga lagi kepada Vero sambil mengusap lembut perutnya Vero.


"Iya Kak", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum.


Dan setelahnya Vero langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Arga, sedangkan Arga sendiri dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi lagi untuk mandi.


Ketika Vero baru saja membuka pintu kamarnya Arga, dia tidak sengaja bisa bersamaan dengan Daneil yang baru saja keluar dari dalam kamarnya menggunakan pakaian olahraga lengkap plus sepatunya juga, sebab Daneil ingin jogging pagi dihalaman sekitar rumah mewahnya itu.


Vero hanya tersenyum hangat saja menyapa sang calon Kakak ipar, sedangkan Daneil dia tersenyum kaku karena tidak terbiasa selalu melihat Vero tersenyum kepadanya seperti itu.


Vero lalu melangkahkan kakinya untuk turun tangga dan diikuti oleh Daneil yang juga turun tangga dibelakangnya Vero.


Ketika Vero baru saja menginjakkan anak tangga yang terakhir dia tidak sengaja kesandung kakinya sendiri.


Alhasil Daneil yang ada dibelakangnya Vero reflek menangkap tubuhnya Vero supaya tidak terjatuh.

__ADS_1


Karena jika Vero sampai terjatuh, itu akan berbahaya untuk dirinya dan calon kedua buah hatinya.


"Eem, terimakasih Kak Daneil", kata Vero kepada Daneil sambil melepaskan diri dari dalam pelukannya Daneil.


"Hati-hati kalau berjalan, jangan sampai mereka kenapa-kenapa, itu juga akan berbahaya untuk kamu dan kedua keponakanku", kata Daneil dengan lembut sekali kepada Vero.


Vero hanya mengangguk dan tersenyum kaku saja kepada Daneil.


Dan setelah itu Vero langsung saja melanjutkan lagi langkah kakinya untuk menuju kedalam dapur rumahnya Ayah Geoff.


Sedangkan Daneil dia langsung saja keluar dari dalam rumah untuk melakukan jogging pagi seperti kebiasaannya.


Didalam dapur benar seperti apa dikatakan oleh Arga, jika sudah ada bibi yang sedang memasak.


Dan Vero yang tidak suka melihat orang bekerja, dia lalu mengambil alih semua masakan yang sedang dimasak oleh Bi Olive walau sebenarnya sudah dilarang oleh Bi Olive karena takut nanti akan dimarahin oleh Arga.


Tapi tetap saja Bi Olive dia mengalah ketika Vero tetap memaksanya.


Ketika Arga sudah selesai mandi sekitar lima belas menit kemudian, Arga lalu berganti baju dengan baju kantorannya, dan ketika sudah siap, Arga lalu keluar dari dalam kamar dan langsung mencari Vero yang sedang berada didalam dapur.


"Iya maaf sayang Kakak harus segera sampai kantor, karena hari ini ada meeting yang sangat-sangat penting sekali, jika Kakak terlambat datang, Kakak bisa digantung oleh Bos Alex nanti", kata Arga kepada Vero dengan wajah memohonnya.


"Iya sudah kalau begitu, nanti Kakak jangan lupa makan ya kalau sudah berada dikantor, kalau perlu nanti Vero bawakan makanan kekantor bagaimana??", kata Vero kepada Arga.


"Boleh juga sayang, jika kamu tidak capek", kata Arga kepada Vero dengan wajah semangatnya.


"Iya sudah nanti akan Vero antarkan makanannya untuk Kak Arga ya", kata Vero lagi kepada Arga sambil tersenyum manis.


"Kalau begitu Kakak berangkat dulu ya", kata Arga lagi kepada Vero sambil mencium kening dan mencium bibirnya Vero dengan sekilas.


Dan setelahnya Arga lalu segera berangkat kekantor seperti yang disuruh oleh Alex.


Sedang Vero sendiri dia lalu melanjutkan lagi memasaknya.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya ketika masih didalam apartemen Aleda akan sarapan terlebih dahulu, karena dia tidak mau terlambat datang kesekolah sebab jarak sekolah dari apartemennya Arga cukup jauh sekali.


Namun dirumahnya Ayah Geoff Aleda dia akan sarapan bersama-sama keluarga yang lainnya, karena semalam Arga ketika menjemputnya mengatakan jika jarak sekolah dan rumah Ayah Geoff hanya berjarak sekitar sepuluh menitan saja jika ditempuh menggunakan kendaraan.


Vero yang sudah selesai semua memasaknya, dan dia juga sudah menghidangkan masakannya diatas meja makan pun dia lalu menunggu yang lainnya pada datang keruang makan.


Sambil menunggu yang lainnya datang, Vero lalu tinggal sebentar kedalam kamarnya Arga lagi untuk mandi dan berganti baju dengan baju yang dibawakan oleh Arga tadi malam.


Ketika Vero baru saja sampai diruang makan, dia melihat sudah ada semua orang yang duduk dikursi meja makan tersebut, kecuali Arga yang sudah berangkat daritadi.


"Ayo Nak kita sarapan dulu, dan dimana Arga??", kata Mamah Iris kepada Vero yang baru saja masuk kedalam ruang makan.


"Kak Arga sudah berangkat kekantor daritadi Mah, katanya ada meeting penting pagi ini", jawab Vero kepada Mamah Iris sambil ikut duduk dikursi meja makan yang ada disebelahnya Aleda.


Dan Mamah Iris hanya beroh ria saja kepada Vero, begitu pun juga dengan Ayah Geoff.


"Sepertinya enak ini", kata Daneil ketika sudah melihat semua menu masakan yang ada diatas meja.


"Iya, dan aromanya membuat perut Ayah menjadi semakin keroncongan sekali", kata Ayah Geoff sambil mengusap perutnya.


Mamah Iris lalu mengambil makanan untuk Ayah Geoff, sedangkan Daneil dia mengambil sendiri, dan ketika Vero ingin diambilkan oleh Mamah Iris, Vero lalu menolaknya dengan sopan, karena tidak enak dan tidak terbiasa dilayani seperti itu.


Ketika semua sudah mengambil makanan mereka masing-masing, dan Ayah Geoff ketika baru satu suap memasukkan makanannya kedalam mulutnya, tiba-tiba dia memanggil Bi Olive yang sedang berada didapur.


"Bi tumben sekali, Bibi memasak seperti ini", kata Ayah Geoff kepada Bi Olive.


"Ini itu bukan masakannya Bibi Ayah, tapi masakannya Kak Vero", jawab Vero kepada Ayah Geoff sambil terus menikmati makanannya.


"Iya benar Tuan, bukan saya yang memasak, tapi semua masakan ini Nyonya Vero Tuan yang memasak", jawab Bi Olive dengan jujur kepada Ayah Geoff.


Dan perkataan dari Bi Olive serta Aleda tadi sontak saja langsung mengalihkan pandangan semua orang kearahnya Vero, terutama Daneil.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2