GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 172


__ADS_3

Dimansionnya Tuan Fredo, Tuan Fredo, Mommy Dania, dan juga Tara mereka bertiga sudah pada beranjak berdiri dari duduknya dan ingin pada masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


Sedangkan Bella dia sudah berada didalam kamar karena sedang menidurkan baby Zi. Rambutnya Tara pun juga sudah tumbuh seperti sedia kala seperti sebelum kecelakaan kemarin.


Ketika Tuan Fredo baru saja melangkah satu langkah dari tempatnya duduk, tiba-tiba ponsel yang digenggamnya bergetar dan berbunyi.


Ketika dilihat oleh Tuan Fredo siapa yang menelfonnya, tertera nama Alexanderlah dipanggilan masuk ponselnya.


"Alexander, ada apa dia menelfon Daddy malam-malam begini", kata Tuan Fredo sambil melihat nama Alex diponselnya.


Tara yang belum terlalu jauh dari ruang keluarga ketika mendengar Daddynya mengucapkan namanya Alex, dia lalu mengurungkan langkah kakinya yang ingin naik tangga dan berbalik arah berjalan mendekati Tuan Fredo.


Sedangkan Mommy Dania yang masih disampingnya Tuan Fredo dia juga sangat penasaran sekali kenapa Alex menelfon suaminya malam-malam begitu.


"Alex kenapa Dadd, apa terjadi sesuatu??", kata Tara ketika sudah berada didepannya Tuan Fredo.


"Tidak tahu", jawab singkat Tuan Fredo dan dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya Alex sambil duduk lagi dishofa yang didudukinya tadi, diikuti oleh Mommy Dania dan juga Tara.


"Halo Nak Alex, ada apa menelfon Daddy, apa terjadi sesuatu dengan Ana??", kata Tuan Fredo ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya Alex.


"Dadd coba diloudspeaker, aku juga mau dengar", kata Tara kepada Tuan Fredo dengan tanpa suara.


Tuan Fredo pun dia lalu menloudspeaker seperti keinginannya Tara tadi.


"Emm tidak apa-apa Dadd, dan Ana dia baik-baik saja ini dia juga sedang berada disebelahnya Alex", jawab Alex kepada Tuan Fredo.


"Oh syukurlah, terus ada apa kamu menelfon Daddy malam-malam begini", kata Tuan Fredo lagi kepada Alex dan masih didengar juga oleh Mommy Dania dan juga Tara yang lagi pada diam mendengarkan percakapannya Tuan Fredo dengan Alex melalui sambungan telefon.


"Ada sesuatu yang ingin Alex sampaikan kepada Daddy", kata Alex kepada Tuan Fredo sambil melihat kearahnya Ana yang ada disampingnya.


"Ayo Kak jangan lama-lama, kenapa lama sekali sih bilangnya sama Daddy", kata Ana kepada Alex yang juga terdengar disambungan telefon, dan didengar dengan jelas oleh Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara.


Perkataannya Ana membuat Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara langsung pada saling pandang karena sangat penasaran sekali, dengan apa yang ingin dikatakan oleh Alex kepada Daddy mereka.

__ADS_1


"Memangnya apa sih Nak yang ingin kamu katakan kepada Daddy, kenapa membuat Daddy sangat penasaran sekali seperti ini??", kata Tuan Fredo kepada Alex masih melalui sambungan telefon.


"Em anu Dadd, anu", jawab Alex dengan sedikit gagu kepada Tuan Fredo suaranya.


Dan diaslinya Alex berkata seperti itu kepada Tuan Fredo dia sambil menggaruk tengkuk dan juga kepalanya yang tidak gatal.


Ana yang melihat Alex seperti itu dia menjadi gemas sendiri dibuatnya.


"Iiih Kakak kenapa lama sekali sih, tinggal bilang sama Daddy I Love You gitu saja ko susah", kata Ana kepada Alex dengan wajah gemasnya.


Dan perkataannya Ana juga samar-samar didengar oleh Tuan Fredo, Tara, dan juga Mommy Dania, walau samar-samar namun masih terdengar jelas sekali ditelinga mereka bertiga.


Ketika mendengar perkataannya Ana yang samar-samar itu Tuan Fredo, Tara dan juga Mommy Dania mereka bertiga langsung saling pandang dengan fikiran yang hampir sama sambil menahan suara tawa mereka.


"Iya-iya Ok Kakak akan mengatakannya, tapi Ana diam ya", jawab Alex kepada Ana.


Dan perkataannya Alex kepada Ana juga didengar oleh tiga orang yang ada diseberang sana, siapa lagi kalau bukan Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara.


"Sebenarnya kamu dan Ana kenapa sih Nak??", tanya Tuan Fredo kepada Alex dengan bingung dan semakin penasaran saja.


Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara mereka bertiga langsung pada saling pandang dengan ekspresi terkejut mereka, ketika mendengar ungkapan cinta dari Alex.


Namun setelah itu mereka bertiga langsung pada tertawa dengan terbahak-bahak terutama Tara yang sangat geli sekali mendengar perkataannya Alex kepada Daddynya.


Sedangkan Alex diseberang telefon, dia langsung menutupi mukanya menggunakan telapak tangannya yang sebelah kanan karena malu ketika mendengar suara tawa dari seberang telefon.


Dan Ana dia malah tersenyum bahagia sekali, ketika sudah mendengar ungkapan cintanya Alex kepada Daddynya serta wajah anehnya Alex yang terlihat lucu sekali.


"Hahaha, tunggu-tunggu sebentar, ada angin apa kamu mengucapkan kata cinta kepada Daddy Nak??", kata Tuan Fredo kepada Alex sambil tertawa dan sambil membayangkan wajahnya Alex yang malu kepadanya.


"Ini semua permintaan dari Ana Dadd, yang mengidam ingin mendengar aku mengucapkan kata-kata menggelikan itu kepada Daddy", jawab Alex kepada Tuan Fredo.


"Ana memang ada-ada saja kalau mengidam", kata Mommy Dania kepada Alex disela-sela tawanya.

__ADS_1


"Iya lucu dan malah bikin kesan tersendiri nantinya Momm", kata Tara kepada Mommynya dan sambil masih tertawa lucu saja.


"Kak diloudspeaker dong", kata Ana kepada Alex dan didengar juga oleh ketiga orang diseberang telefon sana.


Dan Alex dia langsung saja menloudspeaker penggilan telefonnya dengan Tuan Fredo.


"Daddy harus menjawab perkataannya Kak Xander dengan I Love You too, ayo cepetan Dadd", kata Ana kepada Daddynya.


"Iya-iya Ok, I Love You too Nak", jawab Tuan Fredo kepada Alex sambil tertawa.


"Aaah Daddy tidak serius, yang serius dong", kata Ana kepada Tuan Fredo.


Mommy Dania dan Tara mereka sudah tertawa tanpa suara, sedangkan Tuan Fredo dia juga menahan suara tawanya, namun juga menahan perasaan geli dilidahnya.


Dan Alex sendiri dia sudah tidak tahan ingin segera mengakhiri panggilan telefonnya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuannya Ana.


"Nak Xander I Love You too, Daddy juga sayang sama Nak Xander", kata Tuan Fredo kepada Alex sambil menahan suara tawanya.


"Iya Dadd terimakasih", jawab Alex dengan wajah risihnya walau tidak berhadapan langsung dengan Tuan Fredo, dan Alex langsung saja mematikan sambungan telefonnya tanpa permisi serta berpamitan dengan Tuan Fredo terlebih dahulu.


Sedangkan dimansionnya Tuan Fredo, Tuan Fredo setelah melihat panggilan telefonnya dimatikan oleh Alex dengan sepihak, dia yang sudah tidak tahan menahan suara tawanya, langsung pecahlah suara tawanya dan disambut juga oleh Tara.


Dan Mommy Dania dia hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum geli melihat tingkah dua orang yang ada didepannya sedang tertawa terbahak-bahak.


Ana begitu bahagia sekali, hingga dia sampai bertepuk tangan dengan riang setelah melihat sendiri suami dan juga Daddynya saling mengungkapkan kata cinta.


Namun berbeda dengan Alex, dia langsung melihat wajahnya Ana dengan ekspresi seperti yang siap menerkam Ana hidup-hidup, bukannya terlihat menyeramkan wajahnya Alex, namun malah terlihat seksi.


Alex langsung saja dengan cepat menindih badannya Ana, namun masih dengan hati-hati supaya dia tidak menindih perutnya Ana.


Dan Ana yang tidak siap akan gerakannya Alex, dia hanya terkejut saja sambil tersenyum kepada Alex.


"Aku sudah memenuhi mengidammu yang aneh itu sayang, sekarang aku ingin mendapatkan imbalanku", kata Alex kepada Ana dengan posisi berada diatas tubuhnya Ana dengan tangan sambil mencengkeram kedua tangannya Ana keatas kepala.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2